"Apa..tidak..ini tidak mungkin..tidaaaakkkkk.!!!"
Hari yang harus bahagia menjadi sumur kesedihan untuk seorang Wanda Charles.!
Di mana sang calon suami harus mengalami kecelakaan fatal di hari pernikahan nya.!
Di hari yang sama pun ia harus di hadapkan dengan kenyataan muncul nya pria pengantin untuk mengantikan posisi calon suami.!
Mampukah Wanda melewati dan hitup bahagia.?
Ataukah penderita seluas samudra yang akan ia rasa..??
Yuk simak isi novel berjudul AIR MATA DARAH
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Black Moon017, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 19 AMD
Lila tampak kesal setengah mati karna tak kunjung melihat berto tumbang!.
Meski sudah 3 botol beralkohol ia teguk tak membuat kegiatan berto terhenti.
Sedangkan di sisi berto sendiri hanya gambaran wajah cantik wanda saja yang terlintas dalam pikirannya Tampa sadar ia mulai merindukan wajah cantik nan manis seorang Wanda Charles.
Selama mengabdi pada keluarga Charles mengantikan ayahnya yang sebelumnya bekerja bersama Antonius,Berto sudah jatuh hati pada putri manjikan sekaligus bos tempat yang bekerja di perusahaan pun berkat Antonius yang melihat pontensi dalam dirinya yang berbakat dalam bidang bisnis yang di gelut Antonius.
Melihat jarak dan perbedaan kasta di antara keduanya membuat berto memilih menyimpan rasa cintanya pada seorang wanda charles dengan rapat.
Seringkali ia terbakar cemburu melihat kedekatan Wanda dengan para kekasihnya terdahulu membuatnya selalu mencari jejak buruk dari para pria yang mendekati Wanda!,agar hubungan percintaan wanda dan para kekasihnya terdahulu tak di restui oleh Antonius.
Dengan begitu ia bisa selalu bersama wanda dari mengantarnya berbelanja sampai dengan urusan pekerjaan.
Haa..huufff.berto tampak membuang nafas kasar menyadari puja,an hati kembali di miliki oleh orang lain.sesak rasa dada seakan di tikam musuh membayangkan Wanda dan Nolan melewati malam pertama sebagai pengganti baru.
Tampa sadar tangannya menyentuh dadah atas nya
"Tuan!"suara lembut Lila terdengar indra pendengaran berto.
Berto menegok kiri kanan takut bukan dirinya yang di panggil oleh wanita di sampingnya.
"Kau memanggilku!"tunjuk Berto pada di sendiri.
"Yah tuan!..hmm sebenarnya aku.."lirih Lila sembari menunduk melihat sepatu hitam mengkilap milik Berto.
"Apa!, katakan aku tidak suka basa basih!"ujar Berto acuh.
"Bisakah anda mengantar ku pulang ke apartemen ku!"ujar Lila berani tu the point.
Alis Berto terangkat sebelah melihat keberanian Lila memintanya mengantar pulang!, padahal ia dan Lila baru bertemu beberapa jam lalu.
Merasa pria di depannya tampak curiga,Lila menunjuk mengunakan ekor matanya bahwa ada seorang pria yang terus meliriknya dari awal ia datang.
Berto yang paham akan petunjuk Lila pun mengangguk Tampa kata.karna teringat pesan yang selalu Wanda ucapkan kala bersama dirinya saat mengantar bekerja atau kesuatu tempat yang Wanda ingin kunjungi.
(Tetaplah berbuat baik dan menolong siapa pun!,walau terkadang bukan kebaikan yang kita dapat sebagai imbalan,tetapi jadilah baik untuk diri sendiri tuan berto!).ucap Wanda kala memakan ice cream yang Berto belikan di kala mereka terjebak macet.
Mengingat pesan Wanda!,Tampa ragu Berto menyetujui permintaan Lila.
Tampa permisi Berto mengandeng tangan Lila menuju pintu keluar Tampa memperdulikan orang orang yang sibuk dengan aktivitas haram mereka Tampa tau malu di area terbuka.
Lila tampak beberapa kali berlari kecil mengikuti langkah kaki besar berto.menuju mobil keluaran terbaru yang ia beli dari menabung.
Walau memiliki gajih yang besar!,tetap Berto sisihkan uang gajihnya untuk membeli properti yang ingin ia miliki walau tak semewah para keluarga kaya lainnya.
"Masuk"ujar Berto sembari memasuki mobil.
Sedangkan lila tampak terdiam bagai bongkahan es melihat mobil yang ia taksir memiliki harga tinggi.
"Kau mau ku tinggal?"seru Berto melihat Lila yang masih berdiri bagai patung di luar mobil.
"Ehh jangan tuan!,aku ikut!"jawab Lila buru buru masuk dan memasang sabuk pengaman.membuat rok berbahan satin yang ia kenakan terangkat memperlihatkan warna segitiga permudah miliknya.
"Katakan di mana alamat mu!"ujar Berto sembari mengemudi menjauhi tempat hiburan malam.
"Di alamat ini tuan!!"jawan Lila sembari menunjukkan alamat pada layar ponselnya.
"Kau tak menghafal alamat mu sendiri?"tanya Berto ingin tau.
"Bukan begitu!,soalnya aku baru beberapa hari pindah ke tempat ini jadi masih suka lupa!"ujar Lila menegok keluar jendela mobil.
"Apa kau mengenal orang yang menguntit mu tadi?"tanya Berto penasaran,terlebih cara berpakaian Lila yang ia anggap terlalu terbuka.
"Tidak tuan!"jawab Lila cepat.
Berto memandang wajah kecil Lila berusaha mencari kebohongan tapi yang ia temui hanya lah kejujuran.
Tampa terasa mobil memasuki parkiran apartemen.
"Keluar!"seru Berto menghadap ke depan tampa mau menengok wajah Lila.
"Tapi tuan!, sebagai ucapan terimakasih ku mau kah anda masuk hanya untuk minum teh sebagai bentuk terimakasih ku karna kau mau mengantar ku pulang!"jawab Lilah takut Berto menolak ajakannya.
Berto memandang lila,dan kembali melirik tanganya yang terluka dan karna sudah membukus lukanya dengan baik berto pun menyetujui sebagai bentuk terimakasih karna sudah membantu mengobati lukanya.
Keduanya pun memasuki unit apartemen milik lila.
"Silahkan dulu duduk tuan"ujar Lila menujuk sofa yang berada pada ruangan tersebut.
Berto mengangguk dan melihat tampilan apartemen lila yang bersih dan juga sederhana.
Sedangkan lila dengan cepat memasuki bubuk kedalam minuman teh berto agar rencananya berhasil Tampa harus merugikan diri sendiri.
Tak butuh waktu lama lila sudah kembali melangkah menuju berto yang berada di ruang keluarga minimalis tersebut.
"Silahkan tuan!"ujar lila menyerahkan cangkir teh kecil pada berto.
"Terimakasih"seru berto menerima teh lemon hangatnya.
Tampa di duga berto meneguk teh yang di sajikan lila hanya sekali tegukan agar ia bisa cepat pergi dari sini.
Melihat cangkir teh yang sudah kosong,menarik garis tipis pada bibir lila.
'Baguslah lebih cepat pingsan lebih baik dengan begitu aku bisa memeras uangnya'batin lila senang merasa mangsa nya berhasil ia bekuk.
"Terimakasih Lila",ucap Berto seraya berdiri merapikan jas yang masih melekat pada tubuhnya.
"Ehh..OHH iya sama-sama tu..?"jawab lila terbata melihat berto yang masih mampu bangun padahal ia sudah mencampur obat tidur dosis tinggi,lebih-lebih nama berto yang belum ia ketahui
"Berto!..kau bisa memanggilku dengan berto"jawab berto sambil memandang lila yang tampak heran.
Tapi baru 2 langka berto merasa sesuatu yang aneh pada tubuhnya lebih-lebih pada area bawahnya.
Melihat perubahan pada kulit wajah berto yang berubah merah di sertai keringat bercucuran membasahi kening pria di depannya!,lila bertanya khawatir takut berto keracunan terlebih tadi pria di depannya sudah minum terlalu banyak ,dan di tambah obat tidur dosis tinggi yang ia beri tampa sepengetahuan berto.
"Tuan kau baik-baik saja?"tanya Lila khawatir Berto akan mati di apartemen miliknya.
Melihat kemolekan bagian tubuh serta pakaian kurang bahan wanita di depannya.
Seketika libino berto naik membuat belalai gajahnya sesak meminta untuk di keluarkan dari kandang.
"Apa yang kau lakukan pada ku?"tanya berto tiba-tiba setelah sekuat tenaga menahan hasrat yang terus ia tahan.
Deg.
Jantung lila berdetak cepat,tapi dengan cepat ia menormalkan ekspresi dan rasa terkejutnya.
"Saya tidak mengerti tuan?"jawab Lila seakan tak mengerti.