Pernikahan yang didasari cinta belum tentu selamanya akan abadi. Akan ada badai yang akan menghampiri, apakah sang nahkoda bisa mengatasinya atau tidak tergantung kesiapan diri.
Begitu juga dengan rumah tangga Ima, kebahagian yang ia nikmati hancur lebur saat suaminya punya Wanita lain dan lebih menyakitkan mertuanya ikut andil atas pengkhianatan putranya.
Ima yang sakit hati bertekad dalam hati akan membalas semua pengkhianatan suami dan mertuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ima susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19
Aldi di buat pusing oleh kondisi resto yang jumlah pengunjung makin sepi. Pendapatan tidak lagi bisa menutupi pengeluaran. Padahal baru tiga hari sudah membuat resto Aldi terancam gulung tikar.
"Mas, kok bengong?" tanya Ima pura - pura tak tau apa yang suaminya pikirkan.
"Resto makin sepi, Ima."
"Apa gara - gara pesaing kita, mas?" tanya Ima dengan wajah pura - pura sedih.
"Iya, resto baru itu makin hari makin membludak. Para pelanggan setia kita pada berpindah kesana semuanya." keluh Aldi sambil memijit kepalanya yang pusing tujuh keliling.
"Trus apa yang mesti kuta lakukan, mas?" tanya Ima.
"Mas juga belum kepikiran apa - apa. Kalau resto makin sepi mau tak mau kita terpaksa tutup karna penghasilan tak lagi mencukupi. Biaya operasi sehari - hari aja tak terpenuhi bagaimana dengan biaya yang lain."
Ima tertawa di kulum, ia sangat menikmati sikap putus asa suaminya. Andai ia bersandiwara sudah tentu ia akan tertawa terbahak - bahak melihat kehancuran suaminya yang sombong dan penghianat
"Apa tidak ada cara lain gitu, mas. Buat memajukan resto lagi?" Ima pura - pura perduli padahal ia sudah tak sabar melihat kehancuran Aldi.
"Untuk saat ini belim ada." geleng Aldi.
"Kalau resto tutup trus untuk mencukupi kebutuhan hidup kita sehari - hari gimana, mas? " wajah Ima di buat semenyedihkan di depan suaminya.
"Mas juga pusing, ma. Penghasilan keluarga mas selama ini ya dari resto ini. Meski banyak para pesaing yang tumbuh tapi resto ini tetap yang di cari pelanggan."
Aldi makin pusing saat pulang kerumah, di mana mama dan istri keduanya merengek meminta uang lebih untuk keperluan tak penting.
"Bisa ga sih, mama dan Tina itu ga minta uang terus. Aju itu lagi pusing karna resto lagi sepi."
"Kok bisa sepi, mas?" tanya Tina yang tak tau apa - apa.
"Kalah sama resto yang baru saja buka tidak jauh dari resto kita."
"Apa? Kok bisa mas? Bukannya resto kelaurga mas meski ada pesaing tak pernah kalah." tanya Tina heran.
"Nah itu dia, Kali ini mas kalah telak. Konsep resto baru itu mampu menghipnotis pengunjung."
"Atau jangan - jangan ada hal tak kasat mata yang mereka lakukan, mas."
"Zaman sekarang mana ada yang kaya gitu, Tin." Aldi menertawakan Tina yang maish saja percaya pada hal mistis.
"Eit, jangan salah mas. Meski pun zaman sudah moderen tapi yang gitu - gitu tetap maish ada."
"Udah ah mas ga percaya, mas mau mandi dulu." Aldi berlalu meninggalkan Tina menuju kamar mandi. Sepertinya guyuran air bisa mendinginkan kepalanya yang tengah panas.
Di tempat berbeda, Ima tengah berteleponan dengan sahabatnya, Ratna.
"Masa sih?" tanya Ratna setelah mendegar cerita Ima hari ini tentang Aldi, suaminya.
"Aku puas liat tampang putus asanya." kekeh Ima.
"Jadi penasaran liat tampangnya langsung." Ratna ikut tertawa.
"Gimana hari ini penjualan?" tanya Ima pada Ratna sebagai tangan kanannya mengantikan dirinya untuk sementara waktu.
"Aman, pengunjung makin rama. Resto tutup lebih awal karna stok bahan makanan sudah habis."
"Bagus."
"Kapan kamu pindah dari sana?"
"Secepatnya, ibu sudah mengurus semuanya. Aku mau liat dari dekat bagimana suamiku hancur." ada kebencian dan dendam di nada suara Ima.
Setelah puas bercerita dengan Ratna, Ima memutuskan untuk istirahat agar besok punya tenaga untuk melanjutkan sandiwaranya.
...****************...
Assalamualaikum kk terimakasih supportnya dan jangan lupa tinggalkan jejak berupa like dan komen serta vote yang banyak biar thor semakin semangat untuk melanjutkannya bab berikutnya 🙏🙏😘