Indonesia
NovelToon NovelToon
Mengungkap Misteri Kematian Sang Putri.

Mengungkap Misteri Kematian Sang Putri.

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:602
Nilai: 5
Nama Author: Virgo kelabu

Orang tua Yang rela melakukan apapun untuk mengungkap semua misteri Kematian tragis sang putri yang pernah mereka abaikan selama ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Virgo kelabu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 19

Miranti terperanjat ketika interkom di ruangannya berbunyi.

[ Siang, Bu Miranti. Ada Pak samudra dan ibu Chintya, apakah boleh......]

[ Biarkan aku masuk!!!]

Suara keras Chintya ikut terdengar dalam sambungan intercom.

"Ya, izinkan mereka masuk, Pak." sahut Miranti cepat dengan nada malas. Kalau tidak diizinkan Cynthia pasti bertindak barbar lagi seperti yang sudah sering dia lakukan.

Tak berapa lama mereka berdua yang disebut dalam pembicaraan interkom tadi sudah muncul di ruangan Miranti.

"Wah, bisa bersamaan dua orang yang sama-sama kehilangan kekasih." sambut Miranti trekekeh. " Kenapa kalian tidak jadian aja?"

"Nggak lucu!" sambar Chintya galak.

"Yeee, Siapa juga yang lagi ngelawak." jawab Miranti. Wajah nya masih tersenyum dan rileks.

Sedang Samudra begitu datang dia langsung duduk di sofa. Dia seperti menunggu giliran dan mempersilahkan Cynthia terlebih dahulu.

"Chin, apa kamu nggak capek? Bolak - balik menanyakan hal yang sama ke aku, padahal aku selalu kasih jawaban yang sama loh." ucap Miranti sambil memandang Cynthia yang tetap berdiri di hadapannya.

"Kamu mulai capek dengan pertanyaanku?" Cynthia membalikkan kata-kata Miranti. "Ya bagus lah, sebentar lagi pasti kamu akan bicara jujur."

Miranti menghela nafas. "Aduh, terserah kamu, Chin. Jawaban nya tetap sama aku nggak tahu keberadaan Gege maupun Nismara."

"Bohong!" jerit Chintya kencang. Samudra terkaget dan melirik tajam. Sedang Miranti sedang menuntut telinga begitu ucapan terakhirnya berhenti. Dia sudah hafal Cynthia selalu begitu.

"Sam, kamu bantuin aku dong!" Cynthia berseru lagi. Menoleh pada Samudra yang sedang setengah rebahan di sofa.

"Bantu apa? Kita beda kepentingan, Chin." Samudra tak kalah santainya dengan nada Miranti. Tentu saja membuat Cynthia makin naik darah.

"Kamu nggak curiga kalau pacarmu bersama calon suamiku?" Cynthia merendahkan nada.

Samudra menggeleng. "Nggak. Sejujurnya aku tidak peduli Nismara akan berada di mana dan dengan siapa."

Bukan hanya Chintya yang terkaget, kali ini Miranti ikut tersertak.

"Serius kau?" Chintya nyalang memandang Samudra.

"Iyaaaa. Aku juga sarankan kamu lupakan saja Gerald. Laki-laki yang sudah tega tidak berkabar padamu sekian bulan, untuk apa masih diharapkan?" samudra dengan santai bersuara.

"Jadi kamu merelakan mereka balikan lagi?" Cynthia bersidekap. Seperti ancang-ancang untuk berteriak pada Samudra.

Tapi Samudra hanya mengedikkan bahu dan menatap Chintya. "Kamu udah selesai sama Miranti belum? Aku ada perlu penting sama dia."

Cynthia tertawa. "Sok kasih nasehat untuk melupakan kekasih orang, dirimu sendiri masih mengejar."

Samudra tertawa, laki-laki itu ganti menatap Miranti. "Aku ke sini tidak untuk Nismara. Mir, aku mau menarik semua modal dan membatalkan kerjasama perusahaan kita."

"Maksud mu?" Miranti menaikkan suaranya. Duduk nya pun menjadi tegak.

Lagi-lagi Samudra tertawa. "Kamu sudah tahu maksudku, nggak perlu diulang dua kali. Kamu bisa kapan?"

"Semuanya?" suara Miranti parau.

"Yap, semuanya. Coba kamu kasih lihat ke aku dulu draft nya, seminggu bisa ya!"

Cynthia tersenyum senang. Samudra ikut tersenyum dan mengering nakal pada Chintya.

"Kamu bahkan lebih brengsek daripada aku, Sam." Cynthia tertawa seraya menggelengkan kepalanya.

"Hai, Jangan kira ini hanya tentang kisah asmara. Semua semata-mata karena bisnis, bisnis tetaplah bisnis. Miranti tahu betul soal itu, iya kan, Mir?" Samudra melebarkan senyumnya. "Dengan segala hormat, aku percaya pada Nismara tapi tidak pada kamu, Mir."

Cynthia makin terbahak. Entah mengapa dia puas sekali melihat wajah Miranti yang makin lama makin berubah warna. Cynthia selalu memposisikan Nismara sebagai musuhnya sejak pertama kali berkenalan, dan segala yang berkaitan dengan Nismara merupakan sesuatu yang patut Dia benci juga termasuk Miranti. Sejak detik ini mungkin Samudra akan masuk daftar orang yang tidak lagi dia musuhi.

"Sungguh hanya itu alasannya, Mir. Aku takut uangku hilang di tanganmu." sambung Samudra.

"Maksud mu apa sih, Sam?" Miranti sudah berdiri.

"Intinya saja ya, aku percaya pada perusahaan yang dipimpin Nismara, tidak yang lain."

Miranti geram bukan main. Ingin sekali dia berteriak bahwa perusahaan Nismara yang makin jaya sekarang ini sebagian besar adalah sumbangsih otaknya. Tapi dia tidak boleh terlihat kalah di depan Samudra, terlebih Chintya.

"Okey." Sahut Miranti dengan nada suara sesantaimu mungkin. Senyum menyembul dari bibirnya, biar saja Samudra menarik semua modalnya saat proyek yang mereka kerjakan bahkan belum ada 10% berjalan. Dia akan membuat laki-laki ini menyesal telah meremehkannya.

"Kecuali......" Samudra menatap Miranti lagi. "Nismara kembali dalam minggu ini, aku akan mempertimbangkan lagi tentang proyek kita. Minimal aku dapat menghubunginya melalui telepon."

Miranti tertawa. "Kenapa? Mulai bimbang? Kalau mau tarik Ya tarik aja. Aku tidak perlu membuat draft, Nismara dan aku sanggup menanggung semua biaya yang kita keluarkan. Besok pagi, aku akan mengembalikan semua modalmu, tak berkurang satu set pun."

Samudra bertepuk tangan. "Baguslah. Aku tunggu besok ya!"

"Jangan gigit jari kalau melihat proyek ini rampung dan menghasilkan miliaran rupiah. Nanti kamu nangis di pojokan." kata Miranti masih sambil tertawa.

Laki-laki berkulit coklat itu hanya menarik bibir sudutnya cepat dan melenggang pergi.

"Sam, tunggu. Aku traktir kamu minum!" Cynthia dengan genitnya mengekor Samudra.

"Aku tidak haus dan aku tidak berminat untuk menjadi temanmu." Samudra berkata dengan ringan, dan melangkah pergi tanpa beban. Cynthia yang tadi ramah tiba-tiba menyentakkan kaki dan sengaja menabrak tubuh Samudra saat dia melewati laki-laki itu.

Miranti terkikik. "Dasar laki-laki aneh. Pantesan Nismara melepas begitu saja. Jangan-jangan Nismara dulu mau menerima cintanya hanya agar Sam menaruh uangnya di perusahaan ini."

Miranti duduk lagi di kursinya yang empuk. "Masa bodoh dengan Sam. Nismara juga akan melakukan hal yang sama denganku jika situasinya begini. Bahkan Nismara bisa bertindak lebih brutal lagi."

Miranti mulai melihat berkas perjanjian penanaman modal yang dulu pernah disepakati bersama Samudra. Sebenarnya Miranti ingat besar nominalnya, dia hanya ingin memastikan saja sekali lagi. Kali ini dia harus benar-benar putar otak untuk mendapatkan pengganti Samudra, jika tidak ada investor yang berminat dan terpaksa harus mandiri, kemungkinan ada proyek lain yang perlu ditunda.

Dert!

Telepon genggam Miranti bergetar satu kali. Notifikasi pesan masuk ke email di telepon genggamnya. Email dengan identitas kantornya. Miranti segera menggerakkan mouse, kebetulan saat jam kerja email itu memang selalu terbuka di laptopnya. Hanya sajak untuk yang di laptop tidak mengirim notifikasi jika ada pesan masuk, berbeda dengan yang ada di telepon pintarnya.

Begitu layar laptop menampilkan inbox emailnya Miranti membolakan matanya dengan maksimal. Miranti membaca nama pengirim : Peduli Kamoe.

Dengan tangan bergetar Miranti membuka pesan itu.

[ Hai apa kabar? Aku masih hidup. Nismara juga masih hidup, tapi tidak tahu kalau besok.]

Miranti tertegun sejenak. Kenapa bisa Si Peduli Kamoe masuk ke emailnya? apakah karena dia tidak mendapat balasan dari Nismara?

"Eh, tunggu." Miranti bergumam sendiri. Dibacanya sekali lagi isi pesan itu. "Nismara juga masih hidup? Apa maksudnya?"

1
Rahma Wati
kasian Sherin dr kcl tdk diharapkan.
Maria
penuh dengan teka teki tp seru. Ada pelajaran yg BS kita ambil dr cerita ini. penyesalan pasti akan datang di belakang, kalau di depan itu namanya pendaftaran.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!