Yang kai seorang pembunuh bayaran yang terkenal julukan Raja Iblis, Ia mati di hianati temannya.
Setelah kematiannya Ia bereinkarnasi ke dunia Kultivator dan mendapatkan sistem di otaknya .
Didunia Kultivator yang kuat berkuasa dan yang lemah di injak! .
"Warning"
Tidak boleh di baca bagi orang yang tidak mempunyai otak Dewa :V
________________________________________
"Aku Buat Novel Buat kesenangan ku sendiri kalau mau lihat Novel ku Yang kacau ini silakan.
Update Tidak Menentu.
Genre: action.Fantasi Timur Reinkarnasi.romance.system.misteri.over power.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ibnu zaeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
18. Chapter 18 Tes Lantai
Saat ini Yang Kai sedang berjalan menaiki tangga dan setelah berjalan selama beberapa menit, akhirnya sampai di gerbang lantai dua.
banyak sekali Murid-murid sekte yang melihat kelakuan Yang kai berlajalan ke lantai dua berbagai omongan dan cacian!.
"Apakah Anak itu gila? baru saja di datang 3 jam sebelumnya kenapa dia berjalan ke lantai dua apakah dia itu idiot? yang ga paham aturan sekte?.
" Hahaha Anak yang di bawah Tetua Lin Hu Hanya badut semata dan sampah ga bisa memahami aturan niat pedang., Ucap murid berbadan gemuk dengan moncong gigi di depan.
Yang Kai mendengar omongan para Murid-murid sekte hanya menghiraukan saja.Melihat gerbang ini memiliki dua pintu, dia berjalan lalu mendorong gerbang ini dan memasukinya.
Ketika gerbang terbuka, Yang Kai melihat di depannya terdapat seorang pria paruh baya yang sedang berdiri dengan pedang di pinggangnya.
Pada saat Yang Kai memasuki ruangan ini, pria paruh baya itu tampaknya melihat ke arah Yang Kai dan berkata, "Oh? Tampaknya hari ini ada seseorang yang akan mengikuti tes untuk memasuki lantai dua." Ucap pria paruh baya itu sambil memandang Yang Kai.
Mendengar ini, Yang Kai tentu saja bingung dan dari ucapan yang pria paruh baya di depannya, tampaknya dirinya akan mengikuti tes? Setelah berpikir sejenak, Yang Kai akhirnya paham, jika seseorang ingin memasuki lantai dua menara pelatihan pedang, orang itu harus mengikuti tes terlebih dahulu.
Yang Kai berjalan ke arah pria paruh baya itu lalu menyapanya, "Halo, bisakah kau beritahu aku bagaimana untuk memasuki lantai dua menara pelatihan pedang ini?" Ucap Yang Kai sambil tersenyum.
"Ingin memasuki lantai dua? Apakah kau tidak diberitahu oleh pelayan di resepsionis itu?" Tanya pria paruh baya itu sambil menatap Yang Kai aneh, menurutnya pemuda di depannya bahkan tidak tahu tentang ini.
Yang Kai tersenyum masam setelah mendengar ini, dia memasuki lantai pertama menara pedang ini tanpa mencari tahu.
"Yah… Aku tidak mengetahuinya, jadi bisa kau jelaskan padaku?" Jawab Yang Kai dengan wajah sedikit malu.
Setelah mendengar ucapan Yang Kai, pria paruh baya ini menatap Yang Kai seperti orang bodoh binti idiot, bagaimana mungkin seseorang memasuki dan berlatih di lantai pertama tanpa mencari tahu apa saja yang ada di dalam menara pelatihan pedang ini.
"Hah! Baiklah kalau begitu aku akan menjelaskannya secara singkat," Ucap pria paruh baya itu, lalu melanjutkan, "Di menara pelatihan pedang ini seseorang dapat berlatih dan memulai di lantai pertama, jika seseorang itu telah memahami aturan niat pedang tertentu dan ingin mencoba berlatih di lantai dua, orang itu harus mengikuti tes pemahaman dan aturan Niat pedang dan jika lulus orang itu dapat berlatih di lantai dua." Lanjutnya.
"Dan tempat ini adalah ruangan tes untuk memasuki lantai kedua, itu saja!" Ucap pria paruh baya.
Setelah mendengar penjelasan singkat ini, Yang Kai akhirnya mengerti, lalu bertanya, "Terima kasih, lalu aku akan mengikuti tes lantai kedua ini dan apa saja syaratnya?" Tanya Yang Kai.
"Apakah kau ingin mengikuti tes lantai dua menara ini? Apakah kau sudah siap?" Jawab pria paruh baya itu sambil menatap pemuda ini dengan tatapan aneh, menurutnya pemuda ini adalah orang bodoh binti idiot.
"Ya, aku akan mengikuti tes lantai kedua menara ini dan tentu saja sudah siap!" Jawab Yang Kai dengan nada biasa saja.
Mendengar ini, pria paruh baya itu menghela nafasnya dan berkata: "Jika itu keputusanmu, aku akan memberitahumu persyaratannya, dan jika kau lulus dari persyaratan ini kau dapat memasuki lantai kedua menara ini." Ucap pria paruh baya itu.
"Untuk persyaratannya hanya ada satu, yaitu berhasil melakukan gerakan 10% aturan niat pedang." Lanjutnya sambil memberitahu Yang Kai persyaratan untuk lulus.
Ketika Yang Kai mendengar kalau untuk lulus dari tes ini hanya memahami 10% aturan Niat pedang, dia merasa tertawa di dalam hatinya, karena Yang Kai saat ini sudah memahami 30% aturan Niat pedang yang ada dalam batu prasasti di lantai pertama.
"Ya, kalau begitu bisakah kita melakukan tes ini?" Ucap Yang Kai yang tampak tidak terlalu memikirkan tes ini, karena dirinya sudah memahami 30% aturan niat pedang!
Pria paruh baya itu menatap wajah Yang Kai yang tampak biasa-biasa saja dan terlihat memandang tes ini mudah dia mengernyit.
"Baiklah, mari kita mulai tesnya, pertama kau harus bertarung melawanku dengan menggunakan 10% aturan niat pedang, dan jika kau sudah mengeluarkan 10% aturan niat pedang secara otomatis kau akan lulus tes." Ucap pria paruh baya itu lalu mengeluarkan pedang dari sarungnya.
Setelah pembicaraan ini, Yang Kai segera mengeluarkan Pedang Tingkat 7 keluar dari sistem penyimpanannya. Dan setelah Pedang Kegelapannya keluar, pria paruh baya itu menatap pedang Yang Kai di tangannya dia terkejut bukan maen karena ia tau kalau tampaknya pemuda ini memiliki senjata dengan tingkat tinggi pada dirinya dan aku pun tidak tau itu tingkat apa.
Setelah mengeluarkan pedang tingkat 7 , Yang Kai sedikit mengayunkan pedangnya yang membuat efek angin ke sekitarnya, dan berkata, "Baiklah! Mari kita mulai!" Ucap Yang Kai
Pria paruh baya itu mengangguk lalu segera melesat ke arah Yang Kai dengan kecepatan yang cepat.
Melihat kecepatan pria paruh baya di depannya sangat cepat Yang Kai mengerutkan alisnya dan meningkatkan kewaspadaannya, pada saat yang sama pria paruh baya itu mengayunkan pedangnya dan segera energi pedang keluar dan bergegas ke arah Yang kai.
Yang Kai melihat energi pedang ini dia merasa di dalam energi pedang ini terdapat aturan pedang yang dia kenali.
Lalu Yang Kai mengayunkan pedangnya dan menyalurkan energi tubuh pada pedang kegelapannya dengan menyatukan aturan pedang yang sama ke arah energi pedang yang mengarah ke arahnya.
Dan saat ini kedua energi pedang berbenturan dan menciptakan ledakan kuat di sekitarnya.
Boom!!!
Setelah benturan energi ini, pria paruh baya itu melanjutkan serangannya dengan aturan kedua yang berbeda dengan sebelumnya, namun kecepatan serangan ini meningkat.
Yang kai tidak mau kalah dengan pria paruh baya ini, dan segera membalasnya dengan aturan yang sama di keluarkan oleh pria paruh baya itu.
Swoossh!!!
Boom!!!
Lalu melanjutkan ke gerakan ketiga dengan aturan yang berbeda.
Boom!!!
…
Saat ini Yang kai dan pria paruh baya itu bertarung sudah mencapai 9% putaran dan di setiap gerakan isi energi pedang itu terdapat 9% aturan pedang di dalamnya yang tampak intensitas pertarungan ini semakin intens.
Walaupun hanya 9% gerakan tapi perbedaan antara gerakan pertama dan kesembilan tampak memiliki perbedaan yang sangat besar!
Dan akhirnya pria paruh baya itu melanjutkan serangan terakhirnya dengan 10% aturan niat pedang yang ada dalam gerakan itu.
Pria paruh baya itu mengayunkan pedangnya secara horizontal dan energi pedang berbentuk horizontal dengan 10% aturan pedang bergegas ke arah Yang kai yang tampak ketebalan energi pedang dengan 10% aturan sangat kental dan tampak kuat.
Yang kai membalasnya dengan mengayunkan pedang kegelapannya secara vertikal dan energi pedang berwarna hitam yang berisikan 10% aturan pedang bergegas menuju energi pedang dari pria paruh baya itu.
Dan ketika energi pedang ini berbenturan, ledakan energi yang dihasilkan berbeda dengan 9% aturan pedang sebelumnya, ledakan energi ini sangat kuat dan memiliki efek tekanan yang kuat serta membuat efek angin puyuh setelah ledakan energi.
Setelah melakukan 10% gerakan, pria paruh baya itu segera menghentikan serangannya dan menatap pemuda di depannya dengan tatapan tidak percaya.
Pria paruh baya ini tahu tampaknya pemuda ini masih berusia kurang dari 14 tahun, tapi sudah memahami 10% aturan pedang!, Mengapa pria paruh baya ini merasa tidak percaya? Karena dirinya sendiri mengetahui kalau memahami aturan pedang itu sangat susah, bahkan dengan umurnya yang 38 tahun ini dia hanya memahami 13% aturan pedang!
Ketika melihat pemuda kecil di depannya lagi, tampaknya penilaian sebelumnya tentang pemuda ini adalah orang bodoh, dia segera menghilangkan pikiran itu, bahkan tatapannya sekarang sedikit mengagumi pemuda kecil ini.
"Nak, bisakah kau beritahu siapa namamu?" Ucap pria paruh baya ini yang penasaran dengan pemuda di depannya.
Yang Kai yang melihat pria paruh baya di depannya sudah menghentikan gerakannya, lalu memasukkan kembali pedang Tingkat7 nya kedalam sistem dan menjawab, "Namaku Yang kai." Jawab Yang Kai.
"Baiklah, Yang kai, karena kau sudah berhasil menguasai 10% aturan pedang, itu artinya kau sudah lulus dari tes ini dan dapat memasuki lantai kedua menara ini, dan perlihatkan token identitas Klan Pedangmu padaku untuk memberikan tanda kau sudah lulus tes lantai pertama." Ucap pria paruh baya.
Mendengar ini, Yang kai segera mengeluarkan token identitasnya dan menyerahkan tokennya kepada pria paruh baya itu.
Setelah pemberian tanda di token Yang kai, Yang kai berjalan masuk ke dalam ruangan Yang kai melihat batu besar dan melihat ukiran-ukiran di batu tersebut.
.
.
.
.
.
^^^#Bersambung...^^^
——————————————————————————
Silahkan di like dan komen, semoga kalian menyukai cerita dari chapter baru ini. Terima kasih!