Indonesia
NovelToon NovelToon
Pengorbanan Cinta

Pengorbanan Cinta

Status: tamat
Genre:Obsesi / Keluarga & Kasih Sayang / Pernikahan Kilat / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:20.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nonny

Demi membuktikan rasa cintaku pada kekasihku, aku rela melakukan apapun demi dirinya. Termasuk menikahi musuh besar kekasihku.
Aku di paksa olehnya untuk menjadi seorang mata-mata musuhnya yang ternyata adalah kakak tirinya sendiri.
Awalnya aku selalu patuh padanya, namun lambat laun aku membantah perintahnya setelah aku tahu jika sebenarnya suamiku yang ternyata adalah musuh besarnya itu bukanlah orang jahat seperti yang kekasihku katakan padaku.
Lantas bagaimana rumah tanggaku dengan kakak tirinya itu?
Dan bagaimana pula percintaanku dengan kekasihku itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nonny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berhasil Menemukan Meylan

Nenek Ribka menasehati Rere, supaya tidak lancang dalam berbicara. Tetapi Rere sama sekali tak menanggapi nasehat dari neneknya. Ia hanya berlalu pergi dari hadapan, Nenek Ribka.

Sementara saat ini Melly juga sedang berusaha mencari keberadaan Meylan. Ia sangat kehilangan Meylan, karena ia begitu menyayangi Meylan layaknya kakak kandungnya sendiri. Sifatnya berbeda dengan Rere, yang selalu membenci Meylan.

'Mba Meylan, sebenarnya kamu sedang ada di mana? pulanglsh ke rumah, aku sangat merindukanmu, mba."

"Aku sudah sangat cocok dan suka dengan kehadiran dirimu, tetapi kenapa perjumpaan kita begitu singkatnya?"

"Ya Allah, tunjukkan padaku dimana saat ini Mba Meylan berada. Aku ingin ia tetap menjadi kakak iparku sampai selamanya."

Selagi ia asik melamun tetapi sambil melajukan mobilnya, hingga ia tidak sengaja menabrak sepeda yang ada di depannya. Sontak saja sepeda roboh beserta pengemudinya.

CCRIT!!

Bunyi rem mobil berdecit.

Melly terperangah kaget pada saat melihat siapa yang tak sengaja ia tabrak dengan mobilnya. Mely lekas keluar dari mobilnya untuk menolong wanita yang ada di depan mobilnya. Yang sedang fokus mengumpulkan dagangannya yang terjatuh, hingga ia sama sekali tidak peduli dengan kondisi dirinya.

Melly sempat melihat wajah wanita yang ada di hadapannya tersebut.

"Mba Meylan, kami mencarimu berhari-hari dan pada akhirnya bertemu juga," sapa Melly seraya terus menatap ke arah Meylan yang sibuk meraih semua dagangan yang berserakan di jalan aspal.

Sejenak Meylan pun menghentikan aksinya dan ia beralih menatap ke arah wanita yang telah menyapanya. Ia pun terkejut bukan main melihat siapa yang ada di hadapannya.

"Melly, bagaimana kabarmu?" tanya Meylan sumringah.

"Kabarku baik-baik saja, Mbak. Mbak Meylan ke mana saja? nenek dan Mas Richard terus aja gelisah memikirkan Mbak," ucap Melly.

Namun Meylan diam saja, ia tidak menjawab ucapan dari Melly. Hanya senyuman yang tersungging di bibir tipisnya saja.

"Mbak Meylan, Mas Richard sangat menyesali apa yang telah dilakukannya pada Mbak. Bahkan seperginya Mbak, Mas Richard langsung mencari hingga detik ini. Ia masih terus mencari keberadaan Mbak Meylan, tetapi tak juga menemukan Mbak," ucap Melly.

Bahkan Melly membujuk Meylan, supaya kembali ke rumah mewah milik keluarga besarnya. Tetapi Meylan tak bersedia dengan alasan ia sudah diusir oleh Richard sendiri jika ia pulang, sama saja ia yang akan malu.

"Maaf, aku nggak bisa pulang. Aku sudah di usir oleh Mas Richard sendiri. Jika aku kembali ke rumahmu, nanti di kira aku ini lancang. Lagi pula aku tak percaya dengan apa yang barusan kamu katakan padaku. Mana mungkin Mas Richard mencariku setelah ia mengusirku. Pasti kamu hanya ingin menghibur diriku ini bukan?" ucap Meylan.

Melly terus saja meyakinkan pada Meylan bahwa Richard benar-benar telah menyadari akan kesalahannya. Melly terus saja membujuk Meylan terus. Tetapi Meylan tetap tidak mau kembali ke rumah Melly.

"Aku tidak akan kembali ke rumah Mas Richard, paling aku di minta pulang hanya untuk menerima surat janda dan juga menyaksikan pernikahan Mas Richard dengan wanita itu," ucap Meylan.

Melly sudah tidak bisa lagi memaksa Meylan. Akan tetapi ia pun berinisiatif mengantarkan Meylan pulang dan juga meminta nomor ponselnya. Dengan sangat terpaksa, Meylan pun mengizinkan Melly untuk mengantarkan dirinya pulang.

Melly sangat senang karena berhasil menemukan keberadaan kakak iparnya. Setelah ia mengantarkan Meylan pulang, ia pun berpamitan pulang. Dan tanpa lupa memberikan uang ganti rugi untuk semua kerusakan makanan dan sepeda milik Meylan, walaupun Meylan tak mau menerimanya.

Melly pulang dengan sangat senang. Sepanjang perjalanan, ia selalu saja tersenyum dan sesekali ia berkata sendiri di sela mengemudinya.

"Alhamdulillah, terima kasih ya Allah. Pada akhirnya Engkau mempertemukan aku dengan Mba Meylan. Aku yakin Mas Richard dan Nenek akan senang mendengar kabar bagus ini?"

Melly sudah tidak sabar untuk bisa lekas sampai di rumahnya.San setelah beberapa menit akhirnya sampai juga di pelataran rumah mewah milik keluarga besar, Richard.

Melly tanpa memarkirkan mobilnya dahulu di garasi. Ia sudah berlari kecil masuk menuju ke rumah mencari keberadaan Richard dan Nenek Ribka.

Nenek sedang tidur, hingga Melly pun melangkah ke kamar Richard. Dimana Richard saat ini sedang memandang foto pengantin dirinya bersama dengan Meylan.

"Tok tok tok tok tok "

Melly mengetuk pintu kamar Richard.

"Siapa?" tanya Richard lantang dari dalam kamarnya.

"Mas, ini aku Melly. Cepat buka pintunya, aku membawa kabar baik tentang, Mba Meylan," ucapnya dari balik pintu kamar Richard.

Mendengar apa yang di katakan oleh Mellly, Richard langsung sumringah.Ia pun berlari ke arah pintu kamar dan membukanya.

Melly dengan sangat antusias menceritakan semuanya pada Richard. Richard pun sangat senang pula mengetahui kabar baik ini.

Hingga saat itu juga, Richard mengajak Melly untuk menjemput Meylan di panti asuhan. Mereka pergi dengan mengendarai mobil milik, Melly. Hanya beberapa menit saja, mereka telah sampai di pelataran rumah panti asuhan.

Meylan yang sedang berada di teras halaman merasa kaget melihat siapa yang datang.

"Padahal sudah aku katakan supaya jangan memberitahu pada, Mas Richard tentang keberadaanku. Melly tak bisa di percaya jika seperti ini. Hem..tahu seperti ini aku tidak akan mau diantar pulang olehnya," batin Meylan kesal.

Dengan sangat terpaksa, Meylan menemui Richard dan Melly. Melly bisa melihat wajah murung Meylan. Dan ia pun langsung meminta maaf padanya.

"Mba Meylan,aku minta maaf ya. Karena aku memberi tahu pada Mas Richard tentang keberadaan Mba. Aku nggak tega melihatnya selama ini terus saja mencarimu." Ucap Melly seraya menggenggam kedua tangan Meylan.

Meylan hanya menanggapi dengan senyuman tanpa berkata apapun. Ia hanya mempersilahkan duduk Richard dan Melly. Setelah itu ia melangkah masuk sejenak hanya untuk membuatkan minuman untuk keduanya.

Tak berapa lama, Meylan sudah datang dengan membawa dua cangkir minuman dan beberapa cemilan di dalam nampan. Setelah itu ia duduk di samping Richard.

"Sayang, aku minta maaf atas segala kesalahanku ya. Aku menyesal telah mengusir dirimu. Aku mohon kamu mau memaafkan aku dan kita kembali ke rumahku ya?" bujuk Richard.

Namun Meylan tak lekas menjawan, ia malah menawarkan minuman dan cemilan tersebut pada Melly dan Richard. Hingga dengan terpaksa, Richard meminini dulu sejenak. Setelah itu ia berkata lagi.

"Sayang, kenapa kamu diam saja tak menjawab apa ya barusan aku katakan?" Richard menatap sendu wajah Meylan.

Pada saat Meylan akan berkata, datanglah Bu Panti. Ia pun ikut membujuk Meylan untuk bersedia pulang bersama dengan Richard.

"Meylan, setiap rumah tangga itu tidak pernah mulus. Pasti ada saja permasalahannya. Pulanglah bersama suamimu, toh dia sudah mengakui kesalahannya," ucap Bu Panti.

Dia tak sengaja mendengar pembicaraan Richard dan Meylan dari rumah tsmuy. Karena ia kebetulan sedang duduk di ruang tamu.

"Bu, kalau aku kembali ke rumah Mas Richard. Lantas bagaimana dengan usaha dagangku?" tanya Meylan bingung.

"Sayang, kamu tak usah lagi berdagang. Bukankah aku sudah mengirim jatah tiap bulan untuk panti ini? jika memang kurang nanti aku tambah ya?"

Dengan segala daya upaya, Richard terus saja membujuk Meylan untuk mau di ajak pulang olehnya. Hingga pada akhirnya, Meylan pun bersedia pulang bersama Richard dan Melly.

Melihat rumah tangga Richard dan Meylan sudah baik kembali, baik Melly maupun ibu panti turut senang. Saat itu juga mereka pulang ke rumah Richard.

Kali ini Richard meminta Melly untuk mengemudi, karena dia ingin duduk berdua dengan Meylan. Sepanjang perjalanan pulang, Richard terus saja menggenggam tangan Meylan seraya sesekali menciuminya.

"Hem...apa nggak bisa menahan rasa kangennya, hingga seperti itu di dalam mobil? ini ada anak kecil yang belum berpengalaman loh," tegur Melly dari balik kemudi melirik sinis melihat tingkah Richard.

"Hem, anak kecil apaan. Sudah tahu yang namanya laki-laki kok ngaku masih anak kecil. Iri bilang bos!" ejek Richard terkekeh.

"Tahu seperti ini tadi aku tak mengatakan bahwa aku tahu keberadaan Mba Meylan. Iya kan mba, aku sedikit menyesal loh sudah memberi tahu pada Mas Richard," Melly balik mengejek.

"Oh begitu ya, baiklah akan aku cabut semua fasilitasmu dari kartu kredit dan lein sebagainya juga mobil ini," ancam Richard.

"Hem, lagu lama. Biasanya hanya bisa mengancam segala."

Setelah itu Melly tak berkata lagi, dan Richard terkekeh merasa dirinya telah menang. Lain halnya dengan Meylan yang hanya diam dan menjadi pendengar setia serta penonton setia saja. Meylan tak berkata apapun, hingga sampai di pelataran rumah mewah Richard.

Dengan sangat antusias, Richard merangkul pundak Meylan melangkah bersama masuk ke dalam rumah tersebut. Sementara Melly melajukan mobilnya menuju ke garasi mobil. Ia sangat senang melihat Richard sudah bersabar dengan Meylan.

Richard langsung membawa Meylan ke dalam kamarnya seraya satu menyeret koper milik, Meylan. Rere yang sempat melihat kedatangan Meylan sama sekali tidak menyapa, ia justru menatap tak suka ke arah, Meylan.

1
Citra Merdeka
kenapa aku bacanya mercon yaahh😆😆😆
Nonny: hheeeee
total 1 replies
Widi Widurai
cerdasss... nenek satu ini. masih logis mikir nya. kl dia damprat saat itu, kemungkinan risiko terburukny dja yg disakitin atau mllah dibunuh ehhe
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!