Indonesia
NovelToon NovelToon
PREMAN JALANAN PUTRA KONGLOMERAT

PREMAN JALANAN PUTRA KONGLOMERAT

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Identitas Tersembunyi / Romansa / Misteri
Popularitas:48.8k
Nilai: 5
Nama Author: Wisnu 025

Perkenalan
Namanya Roman Maulana Satria usia dua puluh empat tahun. Pendidikan sarjana hukum. Hidup sebagai preman jalanan walau merupakan putra konglomerat, pewaris tunggal Satria Corp. Dalam percintaan ibunya tak merestui hubungannya. Yok kita lihat perjuangan hidupnya untuk mengungkap kasus kematian kekasihnya yang dibunuh melalui penularan virus yang dikenal dengan virus covid 19.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisnu 025, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE DUA PULUH: BIARKAN DIA DENGAN PILIHANNYA.

Ada angin segar meniup dada Ghazan, begitu Zalu berlalu membawa Winda kerumah keluarganya.

Sedang Hadi yang sudah terlebih dahulu berada di rumah sakit dalam penanganan dokter.

Roman, Morrin dan Nadira tampak duduk bertiga menunggu keterangan dokter.

Tidak beberapa lama dokter keluar dari ruang perawatan Hadi.

"Dokter, bagaimana keadaan teman kami!" tanya Roman. Mereka serentak berdiri bertiga.

"Siapa keluarga pasien?!" tanya Bu dokter yang menangani luka Hadi.

"Saya adiknya, " timbal Morrin cepat.

"Ada luka dalam di dadanya. Tapi, sudah saya tangani dan sekarang sudah sadar. Untung saja cepat dibawa kemari!" kata Bu dokter menjelaskan Morrin.

"Bu dokter kami bisa melihat pasien!" tanya Nadira.

"Bisa! Tapi jangan terlalu banyak. pasien tidak boleh berbicara, dan biarkan dia lebih banyak istirahat!" kata dokter menasehati mereka bertiga.

Sementara di rumah Roman, tampak Bu Marisa semakin gelisah menunggu putranya yang tidak ada pulang sejak pagi.

Dia tampak keluar-masuk dari dalam rumahnya. Gerbang pintu terbuka. Terlihat Didin sedang membukakan pintu gerbang bosnya yang baru saja pulang.

Marisa menyambut suaminya, yang pulang tidak seperti biasanya. Dia menahan kegundahan hatinya yang marah, benci, kecewa campur jadi satu.

Tapi, Marisa berusaha tenang menyambut suaminya yang baru datang,

"Malam, pak!" sapa Marisa dengan senyum pahit terasa sesak di dadanya mengambil koper kerja yang di bawa pak Rifky.

"Assalamualaikum!" ucap pak Rifky menyambut tangan Marisa yang mengulurkan tangannya.

"Maafkan aku telah membuatmu kecewa!" kata pak Rifky melangkah menuju sopa merebahkan tubuhnya melepaskan lelah.

"Bapak tidak mengerti perasaanku sebagai ibu!" kata Marisa duduk meletakan koper yang dipegang di atas meja.

"Roman itu sudah dewasa. Dia bisa menentukan jalan hidupnya!" timbal pak Rifky pada bu Marisa.

"Sama saja, walau sudah dewasa. Tetap saja dia tak mau mendengarkan aku sebagai ibunya!" sanggah Bu Marisa teguh dengan pendiriannya.

"Sudahlah ma..., biarkan saja Roman menentukan pilihannya, jangan kau kekang dia dengan kemauanmu!" ucap pak Rifky menasehati bu Marisa.

Bu Marisa bukannya sadar mendengar suaminya, malah tensi darahnya tegang naik memuncak.

"Dimana kita taruh muka kita pak! Roman putra bangsawan, darah biru. Dari seorang pengusaha besar..., bisa memiliki pendamping hidup wanita rendahan!" tolak Bu Marisa menentang ucapan suaminya.

"Ma..., pikiranmu sudah tidak jamannya lagi. Sudahlah! Aku tidak mau berselisih paham dengan kamu!" kata pak Rifky bangkit berdiri meninggalkan Marisa.

Pak Rifky sudah paham betul karakter istrinya yang tidak mungkin bisa diselesaikan dengan cara bantah-bantahan.

Adiknya saja sudah lama pergi meninggalkannya karena menolak pria yang tidak masuk dalam keinginannya.

Tapi, Lui adiknya Marisa masih kerja di perusahaan Satria corp tanpa sepengetahuan Marisa sampai sekarang.

Dan itu permintaan dari Lui sendiri, dan pak Rifky tidak berani membongkar rahasia ini.

Marisa memandang suaminya dengan degup jantung yang berdetak keras seakan sopa tempat duduknya seperti di telan bumi.

Marisa tidak habis pikir, kenapa suaminya selalu menentangnya. tidak memberikan jalan keluar, agar dirinya dengan putranya tidak berselisih paham.

Ditempat lain Zalu sudah sampai di kediaman orang tua Winda. Dia mengetuk pintu rumah orang tua Winda dengan perasaan hati kurang enak.

"Permisi..., ada orang di dalam!" tanya Zalu sambil mengetuk pintu yang tertutup rapat.

Zalu berdiri menunggu pemilik rumah keluar menemuinya.

Sreeeet....

pintu rumah Winda terbuka. "Malam Bu...!" sapa Zalu dengan sopan terhadap wanita di depannya.

Wanita yang di sapa dengan sopan oleh Zalu ternyata tidak menjawab niat baik Zalu. Malah perempuan itu terkejut kaget melihat seorang laki-laki berbadan tinggi kurus berambut kriting di hadapannya.

BERSAMBUNG.

1
Rahman Hartomo
cerita lebay
Ridho Widodo
lanjutin roman...ceramahin terus mamamu...
Ridho Widodo
asikk
Ayano
Kapan dia ketangkep lagi
Ayano
Udah pro keknya mah
Ayano
Akhirnya belajar sederhana
Weng Candra
mantap
Ayano
Mereka lagi mereka lagi 😑
Ayano
Membuktikan kalau Roman susah buat move on sampai harus meninggalkan kota
Weng Candra
ceritanya bagus
I In
kasian roman jadi boneka
I In
kalau nggak cocok buang aja lagi roman
I In
yang bener aja, tapi semangat Thor ya
Rury Any
Hai, aku mampir neh! semangat yah💪
I In
kasian Toni ya, tetap semangat ya thor
I In
hai karyamu sangat menarik, tetap semangat ya
ini er
eh ini sumpah baru tau ada laki laki bercadar😭
Rosee
bintang lima untuk author
Apidut
lah malah lebih suka yang model seksi seksi maknya 😭
dende piya
Nasehat bijak yang harus djadikan panutan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!