Pada Bulan Juli Tahun 1940 Lahir seorang wanita yang diberi nama Aileen Dyer ,Ayah Aileen adalah seorang pembunuh berdarah dingin pada saat itu, Sehingga semasa kecilnya dia selalu dikucilkan dan dibully! Ternyata dari bullying itu menyebabkan rasa sakit hati yang sangat dalam sehingga dia mengikuti jejak sang ayah menjadi seorang PSIKOPAT yang sangat licin dan benar benar ditakuti!
Hati-hati dalam berucap dan berperilaku kita tidak tahu bagaimana hati seorang manusia, bisa saja manusia itu yang akan menjadi orang baik tetapi karena perlakuan dan ucapan orang lain membuat orang itu menjadi Brutal!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adinda Ainsley Bitsy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kematian Dahmer
Setelah Myre terlepas dari ikatannya Aileen pun memeluk Myre, Terlihat merah mata Aileen dendam yang sangat besar pada Dahmer.
"Tunggu disini" Ucap Aileen.
Aileen pun berjalan keluar seraya memberi kode kedipan mata pada Jeffrey yang memantau, Jeffrey pun menghampiri Aileen.
"Dimana Myre" Tanya Jeffrey.
"Didalam masuklah" Ucap Aileen.
Jeffrey pun masuk dan langsung memeluk anaknya itu.
Terlihat Aileen sedang menyeret badan Dahmer kedalam.
"Ini nih biang keroknya" Ucap Aileen pada Jeffrey.
Terlihat Jeffrey akan menendang Dahmer namun Aileen menghentikan.
"Tenanglah ayah, kita tunggu dia sadar dulu agar rasa sakitnya makin bertambah" Ucap Aileen.
sambil menunggu Dahmer sadar Aileen membersihkan luka-luka yang Myre alami.
Tangan lembut Aileen membersihkan luka Myre membuat Myre sangat bahagiaa saat itu.
"Aileen.."Ucap Myre.
"Kenapa Myre tenanglah ,gak sakit kan?" Tanya Aileen.
"Aku mencintaimu Aileen" Ucap Myre.
Aileen pun hanya tersenyum mendengar itu.
"Kenapa kamu hanya tersenyum Aileen, Apakah kamu tidak mencintaiku?" tanya Myre.
Aileen pun berkata dengan hati-hati agar tidak menyinggung Myre"Myre denger ya, Aku mencintaimu,sangat cinta malah".
"Lalu kenapa kamu hanya tersenyum Aileen" Tanya Myre.
"Myre, Aku mencintaimu sebagai sahabat tidak lebih" Ucap Aileen.
Myre pun terlihat marah dengan ucapan Aileen yang hanya menanggapnya sahabat saja.
"Tenanglah Myre, aku tidak mau persahabatan kita hancur hanya karena cinta" Jelas Aileen.
"Justru dengan kamu begini kamu merusak persahabatan kita Aileen!" Bentak Myre.
"Myre aku bilang tenang dulu" Ucap Aileen sambil memeluk Myre.
"Jangan peluk aku!" kata Myre sambil mendorong Aileen.
Aileen pun hanya tersenyum dan berkata dengan lembut"Myre aku tidak ingin menyakitimu, Kau tau aku Myre, Aku ini normal tidak belok".
"Jika aku menerima cintamu sekarang, Aku takut suatu hari nanti aku akan menyakiti hatimu itu Myre" Sambung Aileen.
"Diam!" Bentak Myre sambil menangis.
"Mengertilah Myre, Aku hanya tidak ingin menyakiti hatimu" Jelaas Aileen.
"Tetapi kamu sudah menyakiti hatiku Aileen!" Bentak Myre.
"Kita sahabatan aja ya, toh kemana-mana kita selalu berdua,Aku janji akan selalu menyayangimu sepenuh hatiku, dan aku tidak akan pernah meninggalkanmu" Ucap Aileen.
"Jadi kamu benar-benar tidak mau menerimaku Aileen" Tanya Myre.
Aileen pun mengangguk dan berkata"Kita menjadi sahabat saja ya, kalo kamu mau sama aku terus ayo kamu tinggal dirumahku saja Myre agar aku selalu didekatmu dan selalu menjagamu".
"Termasuk ikut denganmu melakukan hal kriminal Aileen?" Tanya Myre.
"Hal kriminal?" Gumam Aileen.
Myre pun menjawab"Aku tau semua tentangmu Aileen".
Aileen hanya tersenyum memberi tanda menyetujui itu.
Myre pun menengok kepada Jeffrey, Jeffrey yang tak tau harus berbuat apa hanya mengangguk pada Myre.
Myre pun akhirnya memeluk Aileen.
"Maafkan aku ya Aileen sudah memaksamu" Ucap Myre.
"Santai, jadi kamu mau tinggal dirumahku?" Tanya Aileen.
Myre mengangguk dan memeluk Aileen kembali.
Tak selang lama Dahmer pun terbangun.
"Lepaskan aku monyet" Ucap Dahmer.
"Kalian saja yang urus" Ucap Jeffrey.
"Lepaskan Aku!!!!" Bentak Dahmer.
Myre menimpali ucapan Dahmer itu"Haha kau sangat lucu Dahmer! tadi kau yang sangat antusias ingin menghabisiku!".
Aileen dan Jeffrey hanya duduk di belakang Myre yang sedang marah pada Dahmer.
"Sesuai ucapanku tadi aku akan membalasmu Dahmer" Teriak Myre.
"Myre jangan teriak-teriak nanti ketauan orang" Ucap Aileen pada Myre.
Myre pun mengangguk.
"Lepaskan aku, Myre jahanam!" Ucap Dahmer
"Kau pikir akan gampang lepas dariku?" Ucap Myre.
"Aku lebih sadis daripada Aileen! Nikmatilah siksaanku!" sambung Myre.
Bukkkk...
Myre menendang perut Dahmer dengan sangat kencang.
"Haha, mau muntah? Muntahlah Dahmer sebelum kamu Mati!" Ucap Myre sambil mengelus wajah Dahmer.
"Tolonggg..." Teriak Dahmer.
Myre menghampiri Aileen dan berkata"Kamu bawa senjata sayang?".
Aileen pun berdiri dan mengambil Pisau yang ada di saku belakangnya.
Setelah pisau itu di pegang Myre, Myre pun mendekati Dahmer kembali.
terlihat Myre menyumpal mulut Dahmer"Tahan ya gak akan sakit kok".
Mmmmmmhhh... entah apa yang dikatakan Dahmer tak jelas karena mulutnya tersumpal.
"Kamu tau ini apa?" ucap Myre sambil memperlihatkan Pisau ditangannya.
mmmmmmmh....
"Kenapa? kalo ngomong yang jelas" Tanya Myre.
Keringat dingin mengucur dari badan Dahmer badannya gemetar takut.
"Takut ya haha" Ucap Myre.
"Tenanglah ini tidak akan sakit ko" Ucap Myre sambil menusukkan pisau ke paha kirinya Dahmer.
Ahhhhhhhhh..
Terlihat wajah Dahmer merasa kesakitan tapi dia tak bisa apa-apa.
"nurun dari bapaknya ini pasti" Ucap Aileen tersenyum pada Jeffrey.
Jeffrey pun hanya tertawa dan merangkul Aileen"Kita lihat apa yang dilakukan selanjutnya".
Pisau menancap di paha Dahmer, Dahmer pun pingsan kembali dengan di lumuri keringat dan darah di pahanya.
"Pingsan lagi dia Ayah, Aileen" Ucap Myre.
"Biarkanlah dulu sampai dia bangun lagi" Jawab Aileen.
Aileen pun terlihat mencari sesuatu didalam rumah itu.
"Nyari apa Aileen" tanya Myre.
"Nyari alkohol atau apalah agar menghentikan pendarahannya biar. dia tidak mati karena kehabisan darah" Jawab Aileen.
Jeffrey pun mendatangi mereka sambil membawa minyak tanah.
"Nih pakai ini saja siram di tempat lukanya,lalu balut lukanya dengan kain" Ucap Jeffrey sambil memberikan satu derigen Minyak tanah.
Myre pun mengambil minyak tanah itu lalu menyiramkan ke seluruh tubuh Dahmer.
Aileen membantu Myre untuk mencabut pisau di paha Dahmer.
Ketika pisau dicabut keluar darah segar semakin banyak dari paha Dahmer, lalu Myre pun langsung menyiramnya dengan minyak tanah dan langsung membalut lukanya dahmer.
tak lama Dahmer pun terbangun, Myre pun membuka sumpalan mulut Dahmer
"Bunuh aku sekarang daripada kau harus menyiksaku seperti ini!" Ucap Dahmer lemas.
"Enak saja kamu sudah menyiksa sahabatku ingin bebas dari kesakitan"Ucap Aileen sambil menendang Dahmer.
Myre pun kembali menyumpal mulut Dahmer.
"Aileen sekarang giliranmu" Ucap Myre sambil memberikan Pisau itu.
Terlihat Dahmer sudah pasrah dengan semua ini.
Aileen pun mengambil pisau itu dan menusukkannya di paha sebelah kanan.
terlihat tusukkan Aileen sangat dalam berbeda dengan tusukan Myre tadi. seketika Dahmer pingsan kembali.
Aileen pun bergegas mencabut pisau yang tertancap itu dan menyiramnya dengan minyak tanah.
diluar terlihat Jeffrey sedang menggali tanah yang sangat dalam setelah lubang itu siap Jeffrey pun masuk kembali.
"Sudah mati anak anak?" Tanya Jeffrey.
"Belum ayah" Ucap Myre.
tak lama Dahmer pun terbangun dari pingsannya.
"Ini giliranku anak-anak" Ucap Jeffrey.
Aileen dan Myre hanya tersenyum dan mempersilahkan Jeffrey mengeksekusi Dahmer.
"Hey anak muda, tau aku siapa?" tanya Jeffrey.
Dahmer hanya mengerang kesakitan.
"Seharusnya kau jangan berani berani mengusik anakku, jika kaau tak ingin nasibmu seperti ini".
"Tapi ini sudah terlambat anak muda" Ucap Jeffrey.
Jeffreypun lalu menusukkan pisau itu tepat di kepala Dahmer. Darah mulai keluar di kepalanya, Dahmerpun seketika terjatuh dari duduknya.
Entah pingsan atau mati tetapi terlihat Dahmer masih bernafas.
"Mati ayah?" tanya Myre.
Jeffrey pun berkata"Belum".
"Yauda kubur saja sekarang" Timpal Aileen.
Mereka pun mengangguk. dan Jeffrey menggotong badan Dahmer keluar dan melempar ke lubang yang telah disiapkan Jeffrey tadi.
Terlihat Dahmer bangun ternyata memang benar Dahmer masih hidup.
Jeffrey pun mengubur Dahmer, sementara Aileen dan Myre membersihkan TKP agar tidak terdeteksi oleh Police, Aileen dan Myre menyuci baju mereka sebelum mereka pulang.