Indonesia
NovelToon NovelToon
SANGKAR PERNIKAHAN

SANGKAR PERNIKAHAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan
Popularitas:33.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nita.P

Ketika cinta berubah menjadi sebuah penjara.

Menikah adalah impian setiap wanita, pernikahan yang bahagia penuh keharmonisan adalah harapan. Namun, bagaimana jika cinta hanya membawanya dalam sebuah Sangkar Pernikahan?

Seruni menikahi Tuan Muda pertama dari keluarga Danuel. Tentu pernikahan dalam sebuah keuntungan bagi orang tuanya. Namun, sial ketika Seruni jatuh cinta pada sosok ramah dan hangat itu. Yang dalam sekejap mata berubah, nyatanya Tuan Muda pertama keluarga Danuel ini adalah sosok pria arogan yang dingin.

Seruni menjalani pernikahan yang bagaikan sebuah penjara. Dia harus melepas karir sebagai model yang saat itu sedang begitu naik. Lalu, semua hal yang dia lakukan harus atas persetujuan suaminya. Hingga, Seruni mulai jengah dan memberanikan diri mengajukan Perceraian. Tapi, apakah suaminya akan menyetujui Perceraian itu?

"Ceraikan aku, Mas. Pernikahan ini tidak akan bisa di lanjutkan lagi. Wanita dari masa lalumu sudah kembali sekarang"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak Ingin Punya Anak

Duduk berdampingan di atas tempat tidur, keduanya sibuk dengan pikiran masing-masing. Tidak ada obrolan seperti pasangan suami istri pada umumnya. Raifan sibuk dengan ipad di tangannya, sementara Seruni hanya terus memindah-midahkan chanel televisi. Semuanya tidak ada yang menarik baginya. Hanya merasa bingung saja harus melakukan apa saat berdua dengan suaminya ini. Terkadang Seruni tidak berani membuka topik pembicaraan lebih dulu.

Sesekali Seruni melirik ke arah suaminya yang fokus pada ipad di tangannya. Entah sedang memeriksa pekerjaan atau ada hal lain. Namun, tiba-tiba pikirannya tertuju pada sesuatu yang mungkin terjadi, bisa saja Raifan sedang menghubungi Mawar.

"Besok kita akan berangkat untuk menghadiri acara Albyan"

Seruni langsung menoleh, menatap suaminya lekat. Dia sudah mengosongkan jadwal karena tahu jika akan berangkat sebelum hari pernikahan adik suaminya itu.

"Iya Mas"

"Semuanya sudah di siapkan Pak Gun dan pelayan, kau hanya perlu mempersiapkan diri saja"

Seruni kembali mengangguk tanpa bicara lagi. Itu artinya besok dia akan bertemu mertuanya, Seruni tidak pernah tidak siap untuk bertemu orang tua suaminya. Karena selama ini semuanya baik padanya, mungkin hanya karena Seruni adalah menantu yang di pilihkan Ayahnya Raifan. Jadi, begitu di terima dengan baik di keluarga Danuel. Hanya saja, orang tua Raifan memang begitu memilih pada siapa anaknya harus menikah.

"Apa hanya kita berdua yang pergi?" Seharusnya memang begitu, ini hanya untuk menghadiri acara keluarga. Tidak mungkin 'kan kalau ada orang lain ikut.

"Pandi tetap ikut, karena disana nanti mungkin aku tidak bisa selalu mengawasimu"

"Apa?" Tanpa sadar Seruni sampai berteriak saat mendengar ucapan suaminya. Dia menutup mulutnya, terkejut sendiri dengan suaranya. "Ma-maaf, tapi Mas kenapa Pandi harus ikut?"

"Sudah ku bilang, disana aku mungkin tidak bisa terus mengawasimu"

"Tapi kenapa harus di awasi? Aku bukan anak kecil, aku juga tidak akan pergi kemana pun. Kalau pun aku pergi, kamu bisa dengan mudah melacak keberadaanku dengan ini" Menunjuk gelang di tangannya.

Raifan menyimpan ipad di atas nakas, menoleh pada Seruni dengan tatapan dingin. Hal yang selalu Seruni takutkan. Ketika Raifan perlahan merangkak naik ke atas tubuhnya, mengukung Seruni dengan tatapan yang dingin.

"Keluarga Danuel berbahaya untuk semua orang, kau yang salah karena memilih masuk ke dalam keluarga ini. Mereka tidak akan mengincar langsung pada keluarga inti, tapi akan menyerang orang-orang di dekatnya. Paham? Aku tidak mau masuk berita karena istriku mati di mutilasi"

Seruni mengerjap beberapa kali, begitu terkejut dengan ucapan suaminya. Tentu saja dia takut jika benar terjadi. Apa keluarga Danuel semengerikan itu? Mereka terlalu banyak musuh.

"Mas ih, aku belum mau mati ya. Meski terkadang aku lelah dengan kehidupanku, tapi bukan untuk mati juga. Aku masih mau hidup dan punya anak"

Ups... Seruni menutup bibirnya sendiri, kata-kata itu meluncur begitu saja dari mulutnya. Padahal dia sudah berusaha keras menjaganya agar tidak pernah mengungkit soal anak di depan suaminya. Tapi ternyata, bibirnya sudah tidak bisa di ajak kerja sama lagi.

Raifan mengerutkan keningnya, menatap Seruni dengan lekat. "Anak? Jadi kau ingin punya anak denganku?"

"Tidak, bukan begitu" Terlalu cepat menjawab, sampai dirinya sendiri kaget dengan suara kerasnya. "Em, maksudnya aku mau hidup lama karena masih banyak impian yang belum tercapai"

Raifan turun dari atas tubuh Seruni, kembali duduk di samping istrinya. Seruni segera membenarkan posisi duduknya, menarik selimut sampai ke dada, padahal dia masih menggunakan baju, entah kenapa hanya takut saja.

"Aku sudah pernah bilang jika-"

"Iya Mas, aku paham kok. Kamu tidak mau punya anak denganku"

"Bukan begitu, tapi..."

"Aku ngantuk Mas, tidur dulu ya. Huamm" Seruni menutup mulutnya saat menguap, padahal itu hanya menguap yang dia ciptakan sendiri.

Raifan menatap istrinya yang berbaring membelakangi dirinya. Dengan pelan Raifan mengelus kepala Seruni, lalu ikut berbaring di sampingnya. Sementara Seruni sebenarnya belum benar-benar tertidur. Dia diam melipat bibirnya ke dalam, masih memikirkan dengan ucapannya tadi, terlalu lancang sampai membahas soal anak.

Sejak awal dia tidak pernah mau punya anak denganku, makanya minta aku memakai kontrasepsi.

Bayangan Seruni jatuh pada hari dimana hari pertama dia masuk ke rumah suaminya. Rumah yang akan menjadi tempat tinggalnya setelah menikah. Malam pertama yang seharusnya menjadi malam indah bagi pasangan pengantin lainnya, tapi malah di isi dengan percakapan yang sangat sensitif.

"Besok pergi ke rumah sakit, aku sudah buatkan janji. Kau pasang kontrasepsi"

Satu kalimat yang sudah cukup Seruni mengerti kemana arahnya. Suaminya tidak ingin punya anak darinya. Dan Seruni tidak ingin bertanya lagi, dia hanya mengangguk saja.

"Jangan sampai kau hamil, aku tidak siap punya anak"

Deg... Dunia Seruni seakan runtuh, pernikahan yang biasanya akan mengharapkan seorang anak sebagai pelengkap pernikahan mereka. Tapi ternyata, suaminya malah tidak menginginkan anak dalam pernikahan ini. Sungguh sangat menyakitkan.

Ternyata pernikahan karena perjodohan tidak seindah seperti yang aku lihat. Jika semuanya bisa saling membuka diri dan akhirnya jatuh cinta dan saling melengkapi. Tidak dengan pernikahanku, bahkan dia menutup dirinya untuk aku bisa mendapatkan hatinya.

Seruni memejamkan matanya saat ingatan itu kembali, bayangan saat pertama kali dia masuk ke rumah ini. Dan sampai sekarang dia tidak lagi mendapatkan peran istri itu, suaminya masih menutup diri dan hatinya.

*

Pagi ini semua orang di rumah ini cukup sibuk, Pak Gun dan pelayan sudah bangun lebih awal untuk menyiapkan sarapan dan juga memastikan barang-barang yang akan di bawa oleh Tuan Muda dan Nona Muda sudah siap semuanya tanpa terlewatkan.

Setelah sarapan pagi ini, Seruni dan Raifan pergi ke Bandara dengan di antar oleh Pak Hasan. Persiapan untuk pergi ke Negara kelahiran Raifan dan menghadiri acara pernikahan adiknya.

Dalam perjalanan yang beberapa jam itu, Seruni cukup lelah. Dia hanya menyedikan beberapa buku untuk di baca dan menghilangkan rasa jenuh. Sampai tidak sadar dirinya mulai tidak bisa menahan kantuk, tertidur dengan buku menutup wajahnya. Raifan yang sejak tadi hanya sibuk dengan beberapa berkas di tangannya. Entah untuk pergi saja masih harus memeriksa pekerjaan, selama ada waktu pasti bekerja.

Menoleh ke sampingnya, melihat istrinya tertidur dengan buku menutupi wajahnya. Dengan pelan Raifan meraih buku dan menyimpannya, lalu meraih kepala Seruni dan menyandarkannya di bahunya. Mengelus lembut bahu wanita itu.

"Kau terlalu banyak berpikir sampai terkadang otak kecilmu tidak akan berpikir lebih pintar"

Raifan membenarkan rambut Seruni yang menutupi wajahnya, menyelipkannya ke belakang telinga. Mengecup lembut keningnya, dan dia ikut bersandar untuk memejamkan mata sejenak. Menunggu pesawat sampai di tempat tujuan.

Bersambung

1
Yani Suryani
mulut Raifan ini benar" ya
saat sama mawar juga ngomongnya ketus, bahkan kata"nya langsung aja bilang kasihan gitu kan bisa bilang karena kemanusiaan rasa empati gitu, memang setelannya gitu 🤦
sama mertua pun gak ada bedanya seperti orang lain
Yani Suryani
cepat sembuh ya mawar dan raihlah kebahagiaan mu, tetap semangat 🔥
walau tidak mudah kau pun juga mendoakan seruni dan Raifan bahagia, jadi kamu harus semangat untuk sembuh biar tidak menyia nyiakan bantuan Raifan 🔥🔥
Yani Suryani
semoga penyakit mawar sembuh dan dia juga mendapatkan kebahagiaannya sendiri walau tanpa Raifan, mungkin nanti ada laki" yg baik dan menerima mawar dengan kekurangannya
🌻
Oma Gavin
bikin Selina mati saja kak biar ayah nya merasakan kehilangan anak kesayangan nya
dika edsel
kamu berkata seperti itu krn mas rai udah bila tdk sama kamu.. lain cerita klo mas rai bilang masih cinta sama kamu..100pesen kamu masih ngebet kan?? ngomong2 sampe kpn kamu sakit sih...lama amat sembuhnya?? klo mati ya mati aja gitu loh..
Nurminah: HIv Atau Kanker
total 3 replies
Yani Suryani
terus semangat 🔥
Yani Suryani
nah gitu, sering komunikasi sama adikmu biar dapat pencerahan 😁
Yani Suryani
karena sudah terlanjur ya bicarakan baik baik apa lagi kondisi mawar juga memprihatinkan dan penyakit yg sudah setadium akhir, jangan sampai nanti penyesalan menghantui rumah tangga kalian,,,
bicarakan kembali tentang itu jika seruni ingin kamu berhenti maka kamu cari orang yg mau membantu mawar, tapi jika seruni mengijinkan maka terbukalah, atau biar seruni yg mengurus itu tanpa kamu , atau apalah yg terbaik, jadi pikirkan matang-matang dulu baru memutuskan tanpa emosi
Yani Suryani
dasar pencemburu akut 🤭
Nurminah
banyak ceo goblok ama kasian sama mantan
kalo aku kalau mantan kamu sekarat aja didepan kamu nggak usah sok2 an bantu cari orang lain aja apalagi sembunyi2 membantu hadeh nggak sudi siap2 dia kehilangan anak istri nya jangan pernah ada urusan sama mantan apapun bentuknya
dyah EkaPratiwi
raifan harus belajar banyak ini
Yani Suryani
semangat terus kak Nita.P 🔥
Mia Camelia
lanjut thor😁
Angga Gati
nah salah paham lg klo nguping jgn setengah donk seruni l...
MamDeyh
Lanjuuut kak
Yani Suryani
jangan lupa like 👍🌻
Yani Suryani
seruni ramah dan baik, sampai" di jahati aja masih dibaiki
Yani Suryani
kalau dengerin itu sampai tuntas biar gak salah paham
Susma Wati
nah salah paham lagi nih seruni
Yani Suryani
selalu ditunggu up selanjutnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!