Simura Seorang pangeran yang diasingkan dinegeri asing karena difitnah saudaranya. Dia menonjol dalam bidang strategi dan politik namun disisi lain ada sebuah kekuatan magis didalam tubuhnya yang sengaja ia sembunyikan...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LukmanÆ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Guru Kekaisaran
Setelah eksekusi dua menteri korup yang mengguncang takhta telah terlaksana, Kaisar Mei Tian segera merestrukturisasi kekuasaan. Simura kini menyandang gelar Tuan Agung, tangan kanan Kaisar yang kedudukannya setara dengan Perdana Menteri. Sementara itu, nama baik Liusan dan anak buahnya dipulihkan sepenuhnya. Liusan kini menjabat sebagai Ketua Keamanan Istana, posisi yang sebelumnya dipegang oleh Simura.
Suatu sore, saat Simura dan Liusan tengah berbincang santai di paviliun, langit tiba tiba terbelah oleh pancaran aura biru yang menyilaukan. Gelombang energi itu bersumber dari tempat pelatihan tertutup Li Xiu. Tanpa membuang waktu, Mereka menuju lokasi tersebut.
Di sana, para praktisi tingkat lanjut Dinasti Mei termasuk Lin Xiu berdiri terpaku. Aura kebiruan itu meledak hebat, menyapu awan. dari pusat cahaya muncul sosok wanita anggun dengan pedang Tian Ya di genggamannya. Itulah Li Xiu. Ia memancarkan niat pedang yang unik, sangat kuat namun memiliki kelembutan yang mematikan.
Lin Xiu menghampiri adiknya dengan tatapan tak percaya. Namun, perhatian Li Xiu justru tertuju pada Simura yang juga melihatnya dari kejauhan. Baginya, Simura adalah kunci dari segala pencapaiannya. Baru saja ia hendak melangkah mendekati Simura, sebuah tekanan raksasa turun dari langit. Atmosfer mendadak berat, memaksa semua orang untuk tunduk.
Dari balik awan, muncul seorang pria tua yang berjalan menapak udara.
"Siapa pria tua itu?" bisik Simura, matanya menyipit menahan tekanan.
"Beliau adalah guru Zhu Tian, Guru Kekaisaran Dinasti Mei, Beliau baru menembus batasan kultivasi tingkat tinggi Pedang Doulou," jawab Liusan dengan suara gemetar ketakutan.
Guru Zhu Tian memandang murid muridnya dengan bangga, hingga matanya terpaku pada satu anomali. seorang pemuda yang berdiri tegak tanpa terpengaruh sedikit pun oleh tekanannya. Merasa tertantang, guru Zhu Tian mencoba meningkatkan tekanan spiritualnya khusus ke arah pemuda itu.
Namun, sesuatu yang mengerikan terjadi. Di mata guru Zhu Tian, di balik sosok pemuda itu, mendadak muncul bayangan Naga Langit yang mengaum tanpa suara. Aura naga itu berbalik menekan jantungnya, menghancurkan niat pedangnya dalam sekejap. Guru Zhu Tian tersentak dan terjerembap dari langit serta memuntahkan darah segar. Melihat hal itu semua muridnya bergegas menghampirinya.
"Guru!" ucap Lin Xiu panik, segera memapah tubuh tua itu.
"Tak apa..," ucap guru Zhu Tian terengah, matanya liar mencari sosok pemuda tadi, namun tidak ketemu.
"Ada apa guru, apakah ada seseorang yang guru cari?" tanya Li Xiu penasaran.
Melihat raut wajah semua muridnya panik mengkhawatirkan dirinya. Guru Zhu Tian mengajak mereka semua ke pusat pelatihan.
Di pusat pelatihan, Lin Xiu dan Li Xiu heran. tidak seperti biasanya Guru Besar Kekaisaran turun gunung. Guru Zhu Tian mengaku alasannya turun gunung karena merasakan getaran kekuatan yang mampu mengguncang jiwanya. Saat itulah pandangannya teralih kan ke Li Xiu, Guru Zhu Tian bertanya kepada Li Xiu darimana kekuatan itu berasal. Saat itulah Li Xiu menjelaskan prinsip pedang baru yang ia pelajari dari Simura. Guru Zhu Tian tertegun. Ia tak pernah mengajarkan teknik sedalam itu kepada semua muridnya.
Merasa penasaran, guru Zhu Tian meminta pedang Tian Ya untuk diperiksa. Namun, saat tangannya hendak menarik bilah pedang dari sarungnya, pedang itu menolak. Energi biru memancar, menahan tangan sang Guru Besar. Merasa harga dirinya tergores, guru Zhu Tian memaksakan energi spiritualnya masuk kedalam rongga pedang.
Tanpa diduga, pedang itu melesat keluar dengan liar. Pedang Tian Ya bergerak seolah memiliki nyawa sendiri, menyerang guru Zhu Tian dengan kecepatan yang melampaui logika. Dalam ruang kesadarannya, guru Zhu Tian melihat sosok gadis kecil menampar wajahnya dengan keras sebelum ia sempat bereaksi.
Melihat hal itu, Li Xiu segera memanggil pedangnya kembali. Di tangan Li Xiu, pedang itu kembali tenang seperti anak domba yang patuh dengan pengembalanya.
Guru Zhu Tian memegang pipinya yang terasa panas, meski secara fisik tak ada luka. Ia teringat legenda tentang roh pedang yang memilih tuannya sendiri. Ia merasa heran kenapa pedang Tian Ya mempunyai roh pedang. Padahal, saat ia memberikan pedang itu kepada Li Xiu, pedang itu hanyalah besi mati yang ia temukan disebuah pandai besi tua di puncak gunung Negara Nesia.
"Bagaimana bisa pedang Tian Ya memiliki roh sekuat itu? Siapa yang mengisinya?" tanya guru Zhu Tian kepada Li Xiu dengan nada mendesak.
"Maaf guru, hamba juga tidak tahu. Yang pasti pedang Tian Ya pernah jatuh di Hutan Kematian dan ditemukan oleh Pengawal setia hamba, Simura," jawab Li Xiu jujur.
Guru Zhu Tian terdiam lama. Ingatannya kembali pada bayangan naga yang menjatuhkannya dari langit. Ada sesuatu yang sangat besar dan rahasia pada diri pemuda itu. Ia yakin bahwa pemuda itu adalah sosok Simura yang diceritakan Li Xiu.
"Panggil Simura menghadapku sekarang juga!" Aku perlu bicara dengannya..," Perintah Guru Zhu Tian kepada murid muridnya.
(Bersambung)
semangat thor ✍️🤭😉🌹
kalo berkenan mampir juga ya thor😉🤭