Indonesia
NovelToon NovelToon
Tahta Kaisar Iblis

Tahta Kaisar Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Kausafiksi.id

​Di dunia di mana yang kuat memangsa yang lemah, kebenaran tidak ditentukan oleh siapa yang benar, melainkan oleh siapa yang masih hidup.

​Xuan Chen, seorang pemuda yang dikhianati dan dipandang sebelah mata, memilih melangkah di Jalan Demonic yang penuh darah. Berbekal rahasia Mata Dewa Iblis yang sanggup menembus segala hukum alam dan menaklukkan Qi Demonic yang liar, dia menginjak-injak aturan moralitas palsu dunia kultivasi.

​Dari murid luar yang diburu hingga menjadi sosok yang ditakuti seluruh sekte, ini adalah kisah perjalanan dingin Xuan Chen menginjak setiap penentangnya, merebut kembali takdirnya, dan meniti jalan berdarah menuju puncak lima kaisar agung penguasa alam semesta.

​"Qi Demonic ataupun Qi murni hanyalah kekuatan. Seberapa jauh kekuatan itu membawamu bergantung pada seberapa bijak kau mengendalikannya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kausafiksi.id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20: DINDING DUA LAPISAN

​BOOM!

​Pertarungan puncak di bawah naungan langit senja Benua Merah pecah seketika!

​Tanpa membuang waktu untuk omong kosong, Lu Feng melesat lebih dulu bagaikan kilat merah. Sepuluh jarinya yang dialiri tenaga murni Ranah Penempaan Tubuh Lapisan Empat melengkung tajam, menembus udara dan mengincar wajah Han Xiu. Dendam lama atas Hak Jatah Obat yang sempat tertunda tadi pagi kini meledak sepenuhnya di dada Lu Feng!

​"Han Xiu! Hari ini kita tuntaskan semua urusan kita!" raung Lu Feng dengan mata memerah penuh kegilaan.

​"Sangat tidak sabaran, Lu Feng!" balas Han Xiu dingin.

​Slink!

​Han Xiu memutar tumitnya dengan kelenturan tubuh yang ekstrem. Telapak tangannya yang menghitam akibat pendaran Seni Bela Diri: Telapak Racun Korosif meluncur deras, menangkis kibasan cakar Lu Feng secara langsung.

​Brak! Brak! Brak!

​Benturan fisik antar-dua praktisi Lapisan Empat itu memicu ledakan angin keras yang menghempaskan kerikil dan debu di sekeliling mereka. Keduanya saling bertukar puluhan pukulan mematikan dalam hitungan detik, bertarung sengit dan saling mengunci gerakan satu sama lain, mengisolasi medan pertarungan mereka ke sisi kiri pelataran batu.

​Sementara itu, di sisi kanan pelataran, sebuah ancaman yang jauh lebih mengerikan melangkah maju.

​Xiong Wei—pakar Ranah Penempaan Tubuh Lapisan Lima Puncak—menatap Xuan Chen bagaikan seekor beruang purba yang siap melahap mangsanya. Otot-otot dadanya yang dipenuhi tato tengkorak membengkak tajam. Tanpa aba-aba atau basa-basi sedikit pun, tubuh raksasanya meluncur deras menerjang Xuan Chen!

​BAM!

​Hentakan kaki Xiong Wei menghancurkan lantai batu di bawahnya. Tinjuan fisiknya yang berbobot lebih dari seribu lima ratus kati meluncur bagaikan pilar besi runtuh, mengincar dada kiri Xuan Chen!

​Xuan Chen menyipitkan mata. Ia tahu betul betapa berbahayanya menahan hantaman fisik Lapisan Lima Puncak secara langsung. Dengan refleks cepat, Xuan Chen menyilangkan kedua lengan di depan dada dan menggeser tumpuan kakinya ke belakang untuk meredam benturan.

​BOOOOMMMMM!

​"Ugh!"

​Erangan tertahan keluar dari tenggorokan Xuan Chen. Perbedaan dua lapisan penuh di Ranah Penempaan Tubuh terasa sangat mutlak dan mengerikan!

​Meskipun Xuan Chen telah memadatkan kerapatan tulang Lapisan Tiga miliknya, daya hancur murni dari hantaman Xiong Wei melemparkan tubuh Xuan Chen belasan tapak ke belakang. Dua kakinya terseret deras di atas lantai batu, mengukir dua parit dalam sebelum akhirnya ia sanggup menghentikan laju hentakannya.

​Sret...

​Darah kental berwarna merah menyala merembes keluar dari sudut bibir Xuan Chen. Kedua lengannya terasa kebas hebat, serat-serat ototnya bergetar menahan getaran rasa sakit yang luar biasa.

​"Hahaha! Hanya segini kemampuan murid baru yang bertindak sombong?!" raung Xiong Wei dengan tawa liar yang menggema di seluruh medan batu.

​"Di hadapan kekuatan absolut Lapisan Lima Puncak, kau tidak lebih dari seekor serangga yang mudah dipipihkan!"

​BAM! BAM! BAM!

​Xiong Wei tidak memberikan ruang satu detik pun bagi Xuan Chen untuk menarik napas. Tubuh besarnya melesat kembali, melancarkan kombinasi serangan pukulan beruntun dan hantaman siku yang sangat brutal! Setiap gerakan Xiong Wei membawa tekanan angin keras yang menyingkap jubah hitam Xuan Chen.

​Xuan Chen terdesak hebat!

​Ia dipaksa bermanuver mundur secara ekstrem. Dalam pertarungan fisik murni tanpa adanya Qi, perbedaan dua lapisan penuh bukan sekadar masalah jumlah tenaga, melainkan kerapatan serat otot, daya tahan organ dalam, dan kecepatan respons fisik yang jauh melampaui batas fisiknya saat ini.

​Brak!

​Satu kibasan lengan Xiong Wei menyapu bahu kanan Xuan Chen, menghempaskan tubuh pemuda itu hingga menghantam pilar batu raksasa di tepi pelataran!

​Batu hitam itu meretak parah, dan Xuan Chen merosot berlutut dengan satu kaki. Napasnya terengah-engah, dadanya terasa sesak seolah dihantam oleh bongkahan besi panas.

​"Junior Xuan!" teriak Lu Feng dari kejauhan di tengah adu cakarnya dengan Han Xiu, raut wajahnya dipenuhi rasa cemas. Ia tahu betul jika Xuan Chen tumbang, Xiong Wei akan langsung berbalik dan meremukkan kepalanya.

​"Urus saja lawanmu, Lu Feng!" bentak Han Xiu seraya mengepung Lu Feng dengan sabetan racun hitamnya yang kian gila.

​Di bawah gumpalan debu batu yang membumbung, Xuan Chen perlahan menyapu darah di dagunya menggunakan punggung lengan baju abu-abunya. Ia menegakkan punggungnya kembali, berdiri tegap di depan runtuhan pilar.

​Meskipun tubuhnya terluka dan terdesak hebat oleh perbedaan dua lapisan penuh, sepasang mata Xuan Chen tetap sedalam telaga es. Tidak ada rasa takut, tidak ada keputusasaan, dan tidak ada keraguan di dalam jiwanya.

​Sebuah seringai tipis—begitu dingin dan mematikan—perlahan terukir di sudut bibir Xuan Chen.

​"Lapisan Lima Puncak..." bisik Xuan Chen datar, suaranya halus menembus deru angin senja. "Kekuatan fisikmu memang luar biasa, Senior. Tapi di mataku... gerakanmu terlalu banyak membuang tenaga."

​DEG!

​Di balik kelopak mata kiri Xuan Chen, sebuah denyutan panas yang eksotis meledak seketika!

Pupil mata kiri Xuan Chen mendadak bergetar samar. Binar keabu-abuan yang dingin memancar sangat tipis di balik kegelapan matanya. Dalam intipan singkat Mata Dewa Iblis, seluruh jaringan otot Xiong Wei terlihat sangat jelas—padat, tebal, dan dilapisi pertahanan fisik yang hampir tak tertembus oleh pukulan murni Lapisan Tiga.

​Xuan Chen menarik napas panjang, menstabilkan detak jantungnya yang memburu. Otak rasionalnya berputar cepat melakukan kalkulasi dingin di tengah desakan maut.

​(Bertarung secara adu fisik langsung melawan Xiong Wei di Ranah Lapisan Lima Puncak adalah tindakan konyol. Kerapatan tulangnya terlalu tebal. Jika aku nekat bertaruh nyawa menukar serangan seperti saat melawan murid Lapisan Tiga kemarin, yang akan hancur duluan adalah organ dalamku sendiri,) batin Xuan Chen.

​Satu-satunya jalan untuk keluar dari kondisi kritis ini bukan adu kekuatan murni, melainkan adu taktik dan mental!

​Matahari di ufuk barat sudah bergeser sangat rendah, menyisakan sepanduk langit jingga yang kian redup. Batas waktu ujian yang ditetapkan Utusan Sekte berzirah hitam tinggal menyisakan beberapa tarikan napas lagi.

​(Aku tidak perlu menumbangkan Xiong Wei di tempat ini. Aku hanya perlu membuat monster gila ini kehilangan kendali, memancing emosinya, dan membuang waktunya sampai bel tanda berakhirnya ujian bergema! Dan di saat yang sama... tumpuan kemenangan kami berada di tangan Lu Feng!)

​Xuan Chen melirik singkat melalui sudut matanya ke arah pertarungan Lu Feng dan Han Xiu di sisi kiri. Lu Feng bertarung sangat brutal, mengandalkan Teknik Cakar Binatang Buas untuk menembus pertahanan Telapak Racun Korosif milik Han Xiu. Jika Lu Feng bisa menumbangkan Han Xiu dalam waktu singkat dan merampas token dari balik jubahnya, mereka berdua akan resmi memegang dua Token Darah yang dibutuhkan!

​Xuan Chen menegakkan tubuhnya, melipat kedua tangan di balik punggung dengan raut wajah yang mendadak berubah sangat meremehkan. Tidak ada lagi posisi kuda-kuda bertahan.

​"Senior Xiong," suara Xuan Chen bergema tenang, namun diisi oleh nada ejekan yang sangat tajam. "Kau telah menahan pemicuan Dantian selama bertahun-tahun di Lapisan Lima Puncak hanya demi menjadi raja kecil di antara para murid luar... Tapi ternyata pukulan penuh bertubi-tubimu bahkan tidak sanggup mematahkan satu pun tulang murid baru di Lapisan Tiga denganku."

​Xuan Chen melangkah maju satu tapak, menyunggingkan senyuman dingin yang sangat menghina.

​"Kekuatan fisikmu besar, tetapi gerakanmu lambat bagaikan lembu tua yang sekarat. Apakah ini batas kemampuan seorang senior tua yang ketakutan melangkah ke Ranah Pengumpulan Qi?"

​"BAJINGAN KECIL!"

​Raungan murka Xiong Wei menggelegar bagaikan guntur yang membelah langit senja! Pria bertubuh raksasa itu seketika kehilangan akal sehatnya. Sebagai praktisi senior Lapisan Lima Puncak yang selalu ditakuti di zona luar, dihina secara terbuka oleh seorang murid baru di Lapisan Tiga adalah penghinaan mutlak yang menghancurkan martabatnya!

​Otot-otot di leher dan dahi Xiong Wei membengkak hebat hingga pembuluh darahnya menonjol keluar berwarna kehitaman. Matanya memerah padam oleh amarah yang membara.

​"AKU AKAN MEREMUKKAN SETIAP INCI TULANGMU DAN MENGUNYAH DAGINGMU, BOCAH SIALAN!" raung Xiong Wei gila.

​BAM!

​Xiong Wei menerjang maju tanpa memikirkan efisiensi atau pertahanan lagi! Pukulannya meluncur liar dan membabi buta, mengandalkan gaya bertarung barbar penuh emosi.

​Sret! Sret!

​Inilah yang ditunggu oleh Xuan Chen. Dengan tidak lagi bertarung secara frontal, Xuan Chen memanfaatkan kelincahan tubuhnya dan koordinasi Murni mata misteriusnya. Ia bergeser setengah tapak ke kiri, merunduk di bawah sabetan lengan Xiong Wei, lalu memancing pria raksasa itu untuk terus menghantam pilar-pilar batu di sekitar pelataran.

​Setiap kali pukulan Xiong Wei meleset dan menghancurkan batu, stamina dan waktu pria itu terbuang secara sia-sia!

​"Lu Feng!" teriak Xuan Chen menyayat keheningan, suaranya menggelegar memotong deru benturan batu. "Habisi Han Xiu sekarang! Batas waktu senja hampir habis!"

Mampukah Lu Feng menghabisi Han Xiu dan merebut token nya ?

1
Day Chuk
Xuan Chen punya Cheat di mata 🤣
Kausafiksi: Hehehe benar
total 1 replies
Septiana Athorid
makin seru
Kausafiksi: terimakasih
total 1 replies
Day Chuk
lanjut 🙏
Kausafiksi: 👍 siap
total 1 replies
Day Chuk
aku pikir su ling yang akan jafi rekan nya thour
Day Chuk: Hahahha sibuk ngapain thor
total 2 replies
:P @.Ar.world(づ ̄ ³ ̄)づ
mampir ya bro ke buku novel gua (。・ω・。) btw novel mu enak juga ya ceritanya tapi sayangnya fotonya hanya ia mau aku bantu kasih karakter laki laki untuk mu gratis
Kausafiksi: terimakasih sudah mampir 🙏😁

novel mu juga bagus,

semangat😁
total 1 replies
Septiana Athorid
saran thor kamar 405 harus nya pakai nama sajah, kesan fantasi timur nya kurang

tapi so cerita nya menarik.
Kausafiksi: terimakasih saran nya, akan aku pertimbangkan 🙏
total 1 replies
Septiana Athorid
naggung thor, 10 bab langsung biar puas 😁
Septiana Athorid: sehari 2 kali thor
total 2 replies
Day Chuk
lanjut thor di tunggu🙏
Kausafiksi: update satu hari sekali ya jam 19:00 di tunggu sajah 😁🙏
total 1 replies
Day Chuk
bagus cerita nya, anti hero, gue suka yang langsung yanpa bertele tele thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!