Indonesia
NovelToon NovelToon
Langkah Sunyi Arunika

Langkah Sunyi Arunika

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Konflik etika / Penyesalan Suami
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Bunaya

Empat tahun lamanya Arunika mengalah dan hidup sebagai istri pajangan, demi menghormati amanah almarhum ayahnya. Namun, segalanya hancur saat ia mendengar rencana kejam Saka. Pria itu berniat menikah lagi dengan kekasihnya, namun menolak menceraikan Arunika hanya karena butuh statusnya demi warisan keluarga Daniswara. Saka mengira Arunika wanita lemah yang akan pasrah dipoligami.
Kekecewaan mendalam itu justru membangkitkan sisi cerdas yang selama ini Arunika sembunyikan. Tanpa labrakan histeris, Arunika menyusun skenario skakmat dalam senyap. Tepat di hari pernikahan megah Saka, ia melangkah pergi membawa dokumen cerai dan menayangkan video perselingkuhan suaminya di gedung pesta. Sebuah langkah sunyi yang tidak hanya menyelamatkan harga dirinya, tetapi juga menjadi awal runtuhnya seluruh takhta palsu yang Saka banggakan.

Ingin tahu kisah selengkapnya? Yuk ikuti cerita Langkah Sunyi Arunika hanya di NovelToon

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20 Perhatian Mahendra

Minggu-minggu awal perkuliahan pascasarjana di Universitas Gadjah Mada berjalan dengan ritme yang teratur dan menenangkan bagi Arunika. Namun tidak dapat dipungkiri berada di lingkungan kampus, sering membangkitkan ingatan Arunika tentang masa lalu, kenangan di awal-awal dia menempuh pendidikan Sarjana, yang artinya itu di awal-awal pernikahannya dengan Saka.

Saat itu sang Ayah Bagus Wiranata masih ada. Hari-harinya yang sepi di rumah mewah Saka, terobati setiap kali dia mengunjungi kediaman ayahnya. Arunika tidak bercerita tentang rumah tangganya, menyimpan rapat-rapat demi menjaga marwah suaminya di depan Sang Ayah. Hingga akhirnya Arunika tahu bahwa, ayahnya, Bagus Wiranata sebenarnya mengetahui kehidupan rumah tangganya yang tidak bahagia.

Penyesalan terdalam Arunika kala itu adalah, dia benar-benar buta dengan sakit yang diderita sang ayah. Hingga pesan terakhir Bagus Wiranata sebelum ajal menjemputnya, membuat Arunika tetap bertahan di pernikahan yang tidak membuatnya bahagia itu.

"Nika, Ayah tahu pernikahan kamu dan Saka tidak berjalan seperti pernikahan pada umumnya. Tapi Ayah minta... tetaplah bertahan, setidaknya hingga kuliah S1 kamu selesai. Maafkan Ayah yang memaksa kamu menikah muda. Sebenarnya... Ayah dan Papa mertuamu akan menikahkan kamu dengan Saka setelah kamu lulus Sarjana. Agar kamu pantas bersanding dengan Saka. Namun... Takdir ingin berkata lain, hidup Ayah menurut dokter tidak akan lama lagi. Jadi... Ayah terpaksa menikahkan kamu lebih cepat dari waktu yang sudah ditetapkan. Ayah hanya ingin, wasiat Papa mertuamu dijalankan dengan semestinya, mengingat Lina, Mama mertuamu itu tidak pernah menerima rencana Raditya untuk menikahkan Saka dengan kamu. Dan untuk semua alasannya mengapa kami menjodohkan kalian, tidak bisa Ayah sampaikan saat ini. Suatu hari nanti, kamu akan tahu. Kelak, di saat kamu sudah benar-benar tidak dihargai oleh Saka dan ibunya, serta pendidikan kamu sudah selesai, kamu Ayah bebaskan untuk memilih: bertahan atau pergi. Apapun keputusan yang kamu pilih, akan ada konsekuensi yang harus kamu hadapi. Tapi kamu tidak perlu takut. Ayah dan Papa mertuamu sudah menyiapkan semuanya untuk kebahagian kamu, putriku. Dan itu akan diberikan sebagai wasiat dari Raditya."

Saat itu Arunika hanya diam, mencerna setiap kata yang disampaikan Sang Ayah, Bagus Wiranata. Pesan terakhir ayahnya itu, membuat Arunika akhirnya berani memilih langkah sunyi meninggalkan Saka yang bukan hanya mengabaikannya, namun juga menduakannya. Siap menerima konsekuensi seperti yang ayahnya sampaikan.

Dan hari ini, di rumah utama keluarga Daniswara, wasiat Raditya dibacakan. Dia seharusnya berada di sana, namun pelariannya memaksanya tetap berada di Yogyakarta. Arunika tidak tahu apa yang akan terjadi setelah wasiat itu dibacakan, dia akan menunggu kabar dari Pak Kevin yang dia wakilkan untuk hadir.

Namun bagi Arunika, fokus utamanya kini sepenuhnya hanya terbagi dua: menyelesaikan tumpukan tugas analisis ekonometrika dan merawat kesehatan janin di dalam rahimnya yang kini perlahan mulai memasuki usia empat bulan.

Karena usia kandungannya yang masih tergolong muda, siluet perutnya masih tersamarkan dengan sangat baik di balik blus batik berpotongan longgar yang selalu ia kenakan bersama hijab segi empat polosnya.

Dan di tengah rutinitas barunya sebagai mahasiswi S2, sosok Mahendra hadir seperti sebuah jangkar ketenangan yang kokoh namun tak bersuara. Sebagai dosen pembimbing akademiknya yang juga sedang menyelesaikan disertasi S3, Mahendra selalu menjaga jarak dan profesionalitas yang teramat tinggi saat berada di lingkungan kampus. Pria itu adalah sosok yang sangat irit bicara. Di dalam kelas maupun di ruang bimbingan, kalimat yang keluar dari bibirnya selalu singkat, padat, dan langsung tertuju pada substansi akademik.

Namun, di balik sikap diam dan wajah datarnya di balik kacamata berbingkai hitam, setiap tindakan Mahendra adalah perisai perlindungan yang mutlak untuk Arunika.

Mahendra tidak pernah mengumbar janji atau kalimat manis, tetapi pergerakannya di balik layar bergerak secepat kilat. Melalui jaringan spionase bisnis logistik milik kakeknya di Jakarta, Mahendra memantau ketat setiap jengkal pergerakan Saka yang sedang linglung usai pembacaan wasiat. Mahendra tahu Saka frustrasi, dia tahu Lina dilarikan ke rumah sakit, dan dia tahu Valerie yang sedang menyusun rencana.

Untuk memastikan kebebasan dan ketenangan Arunika di Yogyakarta tidak terusik sedikit pun oleh orang-orang dari masa lalunya, Mahendra memperketat keamanan dengan sangat rahasia. Beberapa orang kepercayaannya berpakaian kaus kasual selalu berjaga secara bergantian di sudut-sudut strategis koridor kampus, area parkir, hingga jalur arteri menuju rumah Ibu Sandra, memastikan tidak ada satupun mata-mata suruhan Saka yang bisa mendekat.

Kedekatan mereka berdua terbangun melalui interaksi-interaksi hening yang sarat akan perhatian mendalam yang dewasa. Mahendra tahu cara menghormati privasi Arunika tanpa membuatnya merasa tertekan.

Sore itu, hujan rintik-rintik mulai membasahi pelataran gedung pascasarjana. Arunika baru saja keluar dari ruang perpustakaan departemen setelah menyelesaikan revisi proposal tesisnya. Saat ia melangkah di selasar koridor yang mulai sepi, ia mendapati Mahendra sedang berdiri diam menatap rintik hujan di dekat pembatas pilar beton, memegang sebuah map dokumen tebal di tangannya.

"Belum pulang, Arunika?" tanya Mahendra begitu menyadari kehadiran mahasiswi bimbingannya. Suaranya baritonnya terdengar rendah dan tenang, memecah kesunyian koridor.

"Belum, Kak. Mas Anggoro baru saja mengabari kalau ban mobilnya terkena paku di jalan lingkar utara, jadi mungkin agak terlambat menjemput," jawab Arunika dengan senyum tipis yang santun.

Mahendra hanya mengangguk pelan sekali. Pria irit bicara itu tidak menawarkan tumpangan atau mengeluarkan kalimat basa-basi yang berlebihan untuk menjaga profesionalitas mereka di area kampus.

Namun, dia tidak melangkah pergi. Mahendra memilih untuk tetap berdiri diam di samping Arunika, menemani wanita itu menanti jemput dalam keheningan yang meneduhkan selama hampir tiga puluh menit.

Kehadiran fisik Mahendra yang menjulang tegap di sisinya memberikan rasa aman yang aneh di dalam dada Arunika, sebuah kontras yang sangat jauh dari Saka yang dulu selalu meninggalkan Arunika sendirian di rumah demi bersama Valerie.

Arunika mencoba menepis rasa aneh itu. Masih terlalu dini baginya untuk kembali merasakan sesuatu perasaan yang lebih. Dia baru saja bercerai, dan dia juga sedang mengandung. Dia harus menjaga marwahnya sebagai seorang yang baru saja sendiri. Lagi pula Arunika tidak tahu kehidupan Mahendra. Mungkin saja, pria itu sudah berkeluarga. Kegelisahan Arunika diselamatkan oleh kedatangan Mas Anggoro yang memarkirkan mobilnya di lobi depan.

Arunika pamit pada Mahendra. Namun, pria itu justru mengulurkan tangannya, menyerahkan sebuah payung lipat hitam kecil yang sejak tadi dia pegang bersama map dokumennya.

"Bawa ini. Jangan sampai kehujanan. Stamina fisikmu membutuhkan perhatian lebih," ucap Mahendra singkat dengan ekspresi wajah yang sangat datar, seolah perintah "menjaga stamina" itu murni karena urusan beban kuliah makroekonomi yang berat.

Mahendra sengaja memilih kata yang netral. Karena ia masih menghormati masa iddah Arunika, menahan seluruh gejolak cinta lamanya dari masa lalu di balik jubah seorang dosen yang terhormat.

"Terima kasih banyak, Kak Mahendra," ucap Arunika tulus, menerima payung tersebut dengan degup jantung yang mendadak berirama tidak beraturan, bertolak belakang dengan yang baru saja Arunika lakukan, menepis sesuatu yang tumbuh di dalam dadanya.

Mahendra hanya memberikan satu anggukan kecil sebagai salam perpisahan, lalu berbalik arah berjalan menuju ruang kerjanya dengan langkah tegap tanpa menunggu balasan kalimat yang panjang dari Arunika. Tindakannya nyata, efisien, dan selalu menempatkan keselamatan Arunika sebagai prioritas tertinggi.

Arunika berjalan menerobos rintik hujan menuju mobil Mas Anggoro dengan payung hitam milik Mahendra yang melindunginya dari basah. Di dalam kabin mobil yang melaju santai membelah jalanan Sleman, Arunika mendekap payung kecil itu di pangkuannya dengan pandangan mata yang menatap lurus keluar jendela.

Di Jakarta, Saka mungkin sedang didera kehancuran mental yang teramat parah setelah mengetahui rahasia besar statusnya dan kehilangan hak atas nama besar Daniswara Group. Saka sedang meratapi nasibnya yang runtuh seketika.

Namun di Yogyakarta, langkah sunyi Arunika telah membimbingnya masuk ke dalam sebuah lingkaran kedekatan baru yang begitu suci dan kokoh. Kedekatan dalam hening bersama Mahendra, seorang pria dewasa yang tidak butuh banyak bicara untuk membuktikan cintanya, melainkan menggunakan seluruh kekuasaan, perusahaan, dan jiwanya untuk menjadi benteng pertahanan tak terlihat yang menjaga Arunika dan rahasia janin di rahimnya dari kekejaman masa lalu.

1
Muft Smoker
percuma saka ,, arunika udh b aj ma km ,, 🥱🥱😒😒
Aidil Kenzie Zie
Saka mau cari Arunika untuk minta maaf 🤔🤔🤔 yang benar aja 🤭🤭
yang pastinya mau balikan agar bisa jadi orang kaya lagi 🤣🤣🤣🤣
Noey Aprilia
Cari aja smp k lubang semut,biar prshaan bngkrut trs dia d tndang sklian...wktu slingkuh sm mak lampir,otaknya ga d pke sma skli...glirn udh kcau,bru mkir....🙄🙄🙄
Noey Aprilia
Ubek2 aja 1 kota smp puyeng....
d kira gmpng gt buat ktmu sm nika.....🙄🙄🙄
Tini Uje
g seru ih..dah ketauan aja dimna arunika
Bunaya: Tenang kak, author tidak akan semudah itu membuat Saka menemukan Arunika. Tunggu, akan ada kejutan di Bab berikutnya 🤭
total 1 replies
Noey Aprilia
Slmt mnkmti khncuran saka....
stlh mnyesal krna udh mnykti arunika,sbntr lg bkln d ksih kjutan yg lain dr istri trcnta.....🙄🙄🙄
Muft Smoker
lanjuut kak ,,

senengnya kalo arunika tetap di kelilingi org2 baik ,,
gx perlu km ketemu lgi dg saka ,, biar laa dy hdup yg telah di pilih ny ,,
Muft Smoker
kebenaran akhirnya trungkap yx ,,
Aidil Kenzie Zie
apa Mahendra tau kalo Saga bukan pewaris asli
Noey Aprilia
Syukurlh kl nika d klilingi orng2 baik...
slain kluarga,ada jg mas mahen yg diam2 prhtian....mnimal yg onoh ga bkln brani ngusik lg....
Noey Aprilia
Brdo'a sja smga msih bs ktmu sm arunika untk mnta maaf,trnyta kakek agung sm pngecutnya ky saka....🙄🙄🙄
Noey Aprilia
Trnyta saka bkn ank kndungnya pa radit....smuanya msuk akal kl gt...tp mreka yg ga tau malu,pst ttp ngarep haknya arunika.....🙄🙄🙄
Ais
mampus smoga kamu strok lina dan siapa hendrawan ini apakah orang setara raditya atau malah dibwh raditya kedudukannya?
Tini Uje
nah kan benerr sakaratul anak haremmm 😂
Tini Uje
jgn2 saka anak haram lagi 😄..
Noey Aprilia
Mngkin saka sbnrnya bkn ank pa radit,jd wjar aja kl wrisan ga jtuh k tngn dia mskpn ank laki2.....🤔🤔🤔
Lucy
Bom atom nya,apakah saka bukan ank Raditya 😃😃😃ank selingkuhan lina🤭makanya warisan jatuh pada Arunika😃
Lanjut thor👍👍
Rohmi Yatun
cerita yang menarik 👍
Rohmi Yatun
lanjut Thor🙏
Rohmi Yatun
hadir Thor.. menarik ni kayaknya ceritanya👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!