Indonesia
NovelToon NovelToon
Aku Belum Mati, Suamiku!

Aku Belum Mati, Suamiku!

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Berondong / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat
Popularitas:37.9k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

Kecelakaan tragis menimpanya, dianggap sudah mati. Rinda kembali ke rumah setelah beberapa bulan.

Namun ketika kembali, bukan sebuah sambutan selamat datang, melainkan sebuah pesta pernikahan megah antara suami dan kakaknya.

"Jasad ku tak kau cari, Gani! Dan kalian malah menikah lalu menggelar pesta megah? Ingat, aku masih istrimu, dan aku masih pimpinan TBBA!"

Semua mata menatap Rinda dengan tubuh yang bergetar takut. Seolah dirinya bangkit dari kematian. Tak terkecuali dengan Gani dan Teani

Namun diantara ketakutan semua orang, ada satu orang yang tersenyum atas kembalinya dirinya. Sang asisten pribadi, Jexen. Pria muda itu terus saja tersenyum ke arahnya.

Lalu, apakah Rinda akan bertahan dalam pernikahannya lalu menerima Teani sebagai madunya, atau melepaskannya?

Dan bagaimana reaksi Rinda ketika Jexen mengungkapkan perasaannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Hidup 20

"Rinda."

Rinda menghembuskan nafasnya kasar saat melihat siapa yang datang ke kamar rawatnya. Orang yang sungguh tak ingin dilihatnya saat seperti ini.

Rinda memutar bola matanya malas ketika orang itu duduk di sisi ranjang.

"Bagaimana keadaan kamu hmm? Apa ada yang sakit? Kenapa kamu sudah berangkat bekerja, seharusnya kamu istirahat dulu di rumah.

Serentetan pertanyaan dilontarkan oleh Gani. Wajah penuh rasa khawatir juga dipertontonkan kepada Rinda. Namun Rinda hanya bergeming. Dia bahkan memejamkan matanya karena enggan melihat wajah Gani dalam kurun waktu yang lama. Rasanya sangat malas bagi rinda sekarang berhadapan dengan Gani yang penuh dengan kepalsuan.

"Pergi."

hanya itu yang Rinda katakan. Dia seolah tak ada tenaga untuk bicara banyak.

"Tidak Rin, aku akan menjagamu di sini."

Gani menolak apa yang baru saja Rinda katakan. Kursi yang didudukinya malah dimajukan sehingga menjadi dekat sekai dengan ranjang Rinda.

Tidak hanya itu, Gani juga hendak meraih tangan Rinda, namun tidak berhasil karena Rinda menarik tangannya.

"Rind, aku tahu aku salah. Aku minta maaf. Kamu pasti sangat kesulitan kan di luar sana. Aku seharusnya tak menyerah dalam mencari mu. Aku seharusnya mengerahkan lebih banyak orang untuk mencari keberadaan dirimu di sana. Aku minta maaf Rin, aku sungguh minta maaf."

Meskipun nada bicara Gani terdengar memilukan, namun bagi Rinda itu hanya omong kosong belaka. Semua yang dikatakan oleh Gani hanya bualan.

Tangan Rinda mengepal erat. Namun dia saat ini tak ingin banyak bicara.

"Belum saatnya," ucap Rinda dalam hati.

Rinda memilih membisu. Dia juga konsisten memejamkan matanya untuk tidak melihat Gani yang duduk di sampingnya.

Ceklek

"Rinda."

Sebuah suara yang sama-sama terdengar memuakkan bagi Rinda. Ia mendengus kesal, dan akhirnya membuka matanya.

"Apa? Mau nyari suami mu? Tuh bawa dia. Kebetulan aku juga muak melihatnya. Pas sekali kamu datang jadinya."

Rinda menatap sinis ke arah Teani. Wanita yang dipanggilnya kakak selama ini, tak ubahnya seperti ular berbisa. Dia memiliki dua lidah yang pandai berbicara.

Di depannya baik, tapi di belakang berkata buruk.

Selama ini, Rinda tak pernah mempermasalahkan tentang siapa Teani. Dia menerima Teani dan dan Nania dengan baik. Rinda juga menganggap Nania layaknya ibunya sendiri.

Peristiwa masa lalu tentang orang tua mereka, bukanlah sebuah hal yang perlu dibahas kembali. Kesalahan orang tua, tidak perlu menjadi dendam bagi anak-anaknya.

Rinda pun berpikir demikian. Dia senang dan ingin akur dengan kakak dan ibu tirinya. Dia memberikan hal yang terbaik bagi mereka berdua. Bahkan meski ayahnya sudah tiada, Rinda tetap memperlakukan Teani dan Nania dengan sangat baik.

Akan tetapi apa yang dilakukan mereka berdua sungguh tak terduga. Perihal kecelakaan tentu Rinda belum tahu siapa dalang dibaliknya. Meski dalam hati Rinda tetap merasa ada yang tidak beres dalam kecelakaan itu. Tapi soal hubungan Teani dan Gani, sungguh dia tak pernah menyangka bahwa sang kakak tega menjadi duri dalam daging pada rumah tangganya.

Kakak yang disayang nya dan suami yang dicintainya, mereka berdua tega berkhianat. Dan jika tanpa kecelakaan itu, mungkin Rinda selamanya tidak akan pernah tahu. Mereka begtu pandai dalam menyimpannya.

"Rinda, kenapa kamu ngomong begitu? Aku ke sini untuk menjaga kamu. Aku mengkhawatirkan," ucap Gani. Dia berdiri dan hendak menggenggam tangan Rinda. Namun Rinda tak mau. Dia tak akan mengizinkan pria itu menyentuh tubuhnya.

"Jangan drama, aku sudah muak dengan sandiwara yang kamu tampilkan, Gani. Dan kau Teani, bawa pergi pria ini bersama mu. Aku sudah muak dengan kalian. Lalu aku ingin besok, kalian keluar dari rumah ku."

"APA?? jangan gila kamu Rinda. Itu bukan rumah mu saja, itu rumah kita."

Rinda menyeringai lalu tertawa keras.

"Kita? jangan bercanda Teani. Rumah itu adalah milik ibuku, jadi itu rumahku. Selama ini kau dan ibu mu cuma numpang saja. Jadi sekarang pergilah kalian semua. Dan bawa pria ini bersama mu."

Teani membulatkan matanya. Dia tidak menyangka Rinda akan mengusir mereka begitu saja.

Sedangkan Gani, kepalanya menggeleng cepat. Dia tidak mau melakukan itu.

"Tidak Rinda, aku tidak mau meninggalkan mu. Aku tidak mau pisah sama kamu."

"Cih, dasar. Sana pergi!"

Teani mengepalkan tangannya erat saat melihat wajah Gani yang memelas dan tampak memohon kepada Rinda.

Ia jelas tidak suka dan merasa marah. Suami yang kemarin dinikahinya, kini sudah berbalik dengan begitu cepatnya.

"Apa ini ribut-ribut. Pasien butuh istrahat, jadi sebaiknya Anda berdua pergi dari sini."

Rinda menghela nafasnya panjang saat Xerena datang dan berkata demikian. Dia merasa mendapatkan pertolongan.

"M-maaf Dokter, kami hanya sedang berbincang saja."

"Lakukan nanti kalau pasien sudah sembuh. Saat ini pasien dalam pengawasan dan tanggung jawab saya. Dan sekarang saya ingin kalian pergi."

Gani dan Teani terdiam sambil melenggang pergi dari ruangan Rinda. Tapi mereka berdua masih berdiri di depan ruangan.

"Kenapa kamu ke sini?" tanya Teani.

"Aku? Aku kemari untuk bertemu dengan istriku. Istriku sakit, jadi aku harus menjaganya."

hahaha

Teani tertawa keras. Dia tak peduli bahwa itu adalah rumah sakit. Apa yang dikatakan oleh Gani sangat lucu.

"Menjaga kamu bilang, Gan? Selama ini, kamu bahkan sama sekali tidak mencarinya dengan benar? Seolah kamu membiarkan dia hilang dan mati begitu saja."

Duk!

Gani mendorong Teani hingga terpojok di dinding. Gani juga menekan tubuh Teani hingga wanita itu meringis karena sakit pada bagian punggung dan juga kedua bahu yang dicengkeram.

"Jangan bicara sembarangan kamu, Tean. Jangan sampai aku melakukan sesuatu padamu."

"Lakukan Gani, lakukan saja. Tapi yang pasti, aku tidak akan pernah mau pisah sama kamu."

Gani menghentakkan tubuh Teani lalu melepaskannya. Dia menghembuskan nafasnya kasar dengan sorot mata yang tajam.

Teani sedikit tersentak dengan cara Gani menatapnya. Tatapan Gani kali ini sedikit menakutkan.

"Gan," panggil Teani.

"Terserah, yang pasti aku tidak akan pisah dari Rinda. Terserah juga kalau kamu mau kukuh jadi istriku. Tapi aku tidak akan pernah mengakui mu sebagai istri."

Gani melenggang pergi setelah mengatakan hal tersebut. Dia sama sekali tak menoleh ke belakang. Sedangkan Teani, wajahnya cukup tenang bahkan sebuah senyum tipis terukir di bibir nya.

"Silakan Gan, silakan yakin dengan pemikiran mu itu. Tapi setelah aku dapat kunci nya, kamu tak akan pernah lepas dari ku."

TBC

1
Esther
Heri hanya menumpahkan oli di jalan, tapi yang menyabotase mobil siapa ?
Ayo Jexen selidiki lagi
GiZaNyA
satu per satu misteri kecelakaan Rinda akhirnya terkuak...
Ilfa Yarni
dia cuma menumpahkan Oli trus yg putusin rem Mobil siapa msh misteri ini
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
fix dia kuat bgt dugaanya, dan tinggal nyri bukti keterlibatan
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
fix si nania ini musuh dalam selimut
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
km lupa dengan ibu ny teani jex
Ilfa Yarni
aku jg ga nyangka gani dan teani ga terlibat malah otaknya adalah nania yg bikin kecelakaan itu
GiZaNyA
hohoho... sepertinya si Nania yaa yang bikin kecelakaan Rinda... hhmmm...
爾妮
tambah seruuuuu😍😍😍
Muft Smoker
mimpi di siang bolong nenek tueee ,, 😒
GiZaNyA
yaampun bener2 si Gani... dah bisa cek in sama Teani masih aja nguber2 Rinda... ckckck... kelakuan emang...
Sri Supriatin
Semangat Jexen👍😍😍😍
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
Gani Gani dasar busuk mokondo knp bisa bisanya Rinda kepincut m gani
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
rasa kasih sayang yg palsu semuanya g tulus
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
gagagagahahahahahhaa ketahuan y
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
busuk sebusuk busuknya buah ini lebih bau seperti bangkai
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
lebih tepatnya wanita busuk
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
buhahhahaa byk utang dong km
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
dasar wanita g tau diri nenek tua
Sri Supriatin
Tks double upnya thor👍🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!