Indonesia
NovelToon NovelToon
Jodoh Di Tangan Sahabat

Jodoh Di Tangan Sahabat

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:15.6k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Di balik kesederhanaan hidupnya, Reyna tak pernah menyangka takdirnya berubah hanya karena seikat bunga pengantin. Di pernikahan sahabatnya, Reyna yang merasa minder justru menjadi pusat perhatian saat bunga yang dilempar Agnia mendarat di tangannya, dan kejadian konyol itu berlanjut dengan aksi perjodohan mendadak di atas pelaminan dengan seorang pria yang tidak Reyna kenal.

Bagaimana cerita selanjutnya? Apa yang akan terjadi pada Reyna? Siapa pria yang dijodohkan dengan Reyna?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nggak Mau!

Agnia menatap lekat wajah Reyna, sorot mata sahabatnya itu memancarkan tekad kuat, namun di baliknya tersimpan kelelahan emosional yang amat sangat. Pikirannya melayang pada tawaran liburannya yang sempat ditolak Reyna semalam. Kini, setelah mengetahui akar masalah yang sebenarnya, Agnia semakin yakin bahwa Reyna tidak boleh mengurung diri di kamar ini sambil terus menatap layar laptop dengan cemas.

​"Rey," panggil Agnia dengan nada lembut namun mantap.

"Kamu ikut aku ke Dieng minggu depan," lanjutnya.

​Reyna tertegun sejenak, lalu menggelengkan kepala dengan cepat. "Nia, kan tadi aku udah bilang. Aku harus hemat, memang gaji dan lemburanku udah cair, tapi uang itu cuma cukup buat bayar sewa kontrakan bulan depan sama makan sehari-hari selama aku belum dapat kerjaan baru. Minta tolong paham ya, Ni... jalan-jalan itu bukan prioritas aku sekarang," jawab Reyna.

​"Siapa yang minta kamu pakai uang kamu sendiri?" potong Agnia cepat.

​Reyna menaikkan alisnya, bingung.

​"Kamu ikut aku, dan seluruh biayanya aku yang tanggung. Mulai dari bensin, penginapan, makan, sampai tiket masuk tempat wisata, semuanya aku yang bayar. Anggap aja ini traktiran dari aku karena aku baru nikah, sekaligus syukuran kecil-kecilan karena kamu akhirnya lepas dari atasan kamu itu," tegas Agnia tanpa ragu.

​Dada Reyna berdesir hangat mendengar kepedulian Agnia, namun harga dirinya berontak. Selama ini Reyna tidak pernah ingin menjadi beban bagi siapapun, apalagi memanfaatkan kebaikan orang lain.

​"Nggak bisa gitu dong, Ni... Nggak enak sama Bagas. Masa aku ikut liburan kalian, gratisan pula. Nanti aku malah jadi pengganggu momen kalian berdua," tolak Reyna halus, mencoba mencari alasan.

​"Mas Bagas sendiri yang nyuruh aku ngajak kamu! Mas Bagas tahu kamu satu-satunya sahabatku. Lagipula, kita ke sana naik mobil dan sewa vila yang kamarnya lebih dari satu. Nggak ada yang terganggu, Reyna. Yang ada, kamu butuh menenangkan diri. Kalau kamu cuma mengurung diri di kontrakan ini sambil mikirin lamaran kerjaan tiap detik, kamu bisa stres berat!" balas Agnia pantang menyerah.

​"Tapi, Ni...,"

​"Nggak ada tapi-tapian! Kali ini aku nggak menerima penolakan dalam bentuk apa pun, titik! Pokoknya hari Kamis minggu depan, jam delapan pagi, aku sama Mas Bagas bakal jemput kamu di depan gang kontrakan. Kamu tinggal siapkan baju buat beberapa hari dan bawa badan aja!" tegas Agnia, memotong ucapan Reyna dengan mimik wajah serius yang tidak bisa diganggu gugat.

​Reyna menatap Agnia yang menyilangkan kedua tangan di dada dengan pandangan tajam penuh kesungguhan. Ia tahu betul tabiat sahabatnya satu ini, jika Agnia sudah mengambil keputusan dengan raut wajah seperti itu, tidak ada satu orang pun yang bisa melunakkan pendiriannya.

​Perlahan, pertahanan Reyna kembali luluh. Ada rasa haru yang tak membendung menyusup ke dalam relung hatinya. Di saat ia merasa dihantam ketidakadilan oleh dunia dan kehilangan mata pencahariannya, Tuhan mengirimkan sahabat sejati yang begitu tulus mengulurkan tangan tanpa meminta balasan.

​Reyna menghela napas panjang, lalu menyunggingkan senyum tipis yang tulus dari bibirnya. "Kamu benar-benar nggak mau dengar alasan aku lagi, ya?" tanyanya.

​"Nggak mau!" jawab Agnia mantap, yang kemudian sedetik kemudian berganti menjadi tawa renyah.

"Gitu dong, senyum! Ingat ya, Kamis minggu depan jam delapan pagi. Jangan coba-coba kabur atau pura-pura ketiduran!" ingat Agnia.

​"Iya, Agnia... Terima kasih banyak ya," bisik Reyna pelan, matanya kembali sedikit berkaca-kaca.

​Agnia tersenyum hangat lalu memeluk singkat bahu Reyna, "Sama-sama, Rey. Sekarang, mending kita keluar cari makan siang yang enak. Aku yang bayar!" ajak Agnia.

"Gak usah...,"

Agnia menatap tajam Reyna, "Cepetan Reyna! Aku maksa," ucap Agnia, lalu Reyna pun bersiap untuk keluar bersama Agnia.

...###...

Hari Kamis yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba, udara dingin khas kota Bandung di pagi hari menyusup lewat celah jendela kontrakan Reyna. Di atas kasur busanya, sebuah tas ransel berukuran sedang yang berisi beberapa potong pakaian hangat sudah terkemas rapi.

​Saat Reyna sedang merapikan jaket tebal yang ditaruhnya di atas meja lipat, layar ponselnya di atas kasur mendadak bergetar panjang dan nama Agnia tertera di sana, ​Reyna menggeser tombol hijau dan menempelkan ponselnya ke telinga.

^^^​[Halo, Ni?] - Reyna^^^

​[Reyna! Aku udah sampai di depan gang kontrakan kamu nih] - Agnia

^^^​[Eh, cepat banget? Iya, ini aku langsung keluar] - Reyna^^^

​Reyna segera mengunci pintu kontrakannya rapat-rapat, menyandangkan ransel di bahunya dan berjalan menyusuri gang beraspal rusak. Begitu sampai di mulut gang, mata Reyna menangkap keberadaan sebuah mobil hitam berdesain mewah yang terparkir anggun di bahu jalan.

​Reyna menyunggingkan senyum, menduga itu adalah mobil baru milik Bagas. Ketika ia mendekat, kaca jendela penumpang baris kedua perlahan meluncur turun dan wajah Agnia menyembul dari balik jendela dengan senyuman lebar.

​"Reyna! Ayo cepat masuk!" seru Agnia ceria sembari membuka pintu penumpang belakang.

​Reyna bergegas melangkah maju, namun saat hendak mengayunkan kakinya masuk, ia menyadari Agnia duduk sendirian di kursi belakang. Reyna memiringkan kepalanya bingung, merasa tidak enak hati jika membiarkan Bagas menyetir sendirian di depan bagaikan seorang sopir.

​"Ni, kok kamu duduk di belakang sih? Nggak enak sama Bagas, mending kamu pindah ke depan nemenin suamimu menyetir, biar aku yang di belakang," ujar Reyna pelan.

​"Udah, masuk aja dulu, Rey!" ucap Agnia seraya menarik tangan Reyna.

​Reyna akhirnya melangkah masuk dan menutup pintu mobil. Namun, baru saja ia hendak melepas napas lega dan pintu penumpang bagian depan mendadak terbuka dari luar, seorang pria berpostur tegap melangkah masuk dan duduk di kursi samping kemudi.

​Pria itu memutar tubuhnya sedikit ke belakang untuk menaruh botol air mineral yang baru saja ia beli di wadah pintu. Saat tatapan mata mereka beradu, jantung Reyna mendadak berdesir hebat.

​Pria itu adalah Dikta.

​Reyna mematung dengan mata membelalak penuh terkejut. Melihat raut wajah Reyna yang membeku dan dipenuhi sejuta pertanyaan, Agnia yang duduk di sampingnya terkekeh geli.

​"Maaf ya, Rey. Mas Bagas sengaja ngajak Dikta biar ada yang bisa gantian nyetir," bisik Agnia memperjelas situasi.

​Bagas yang berada di balik kemudi ikut tertawa kecil melihat ekspresi canggung di wajah sahabat istrinya itu, "Perjalanannya kan lumayan jauh dan menanjak, jadi kalau ada Dikta kan bisa gantian. Lagipula mobil dia lebih cocok buat medan pegunungan," tambah Bagas ramah.

Reyna makin merasa canggung dan makin meyakini bahwa ini adalah salah satu rencana terselubung Agnia untuk mendekatkannya dengan dokter muda itu.

​"Bukan cuma kita bertiga dan Dikta aja kok, Rey. Teman-teman Mas Bagas yang lain juga ikut, tapi pakai mobil terpisah. Nanti kita bakalan kumpul dan nunggu mereka di rest area, katanya si Aldo juga bawa pacarnya, jadi makin ramai deh acara liburan kita!" lanjut Agnia bersemangat.

​Mobil hitam milik Dikta mulai melaju perlahan, membelah jalanan kota Bandung menuju gerbang tol. Di sepanjang perjalanan menuju rest area, Agnia terus berkicau riang menceritakan berbagai hal, sementara Reyna berusaha menanggapinya di situasi yang begitu canggung baginya.

.

.

.

Bersambung.....

1
Felycia Fernandez
gue lagi nggak pengen pacaran katanya...mungkin langsung nikah kali ya 🤣🤣🤣
Felycia Fernandez
Keisengan belaka ya bagusnya
lia juliati
ayo anton pepet terooooosssss,
falea sezi
lagian krja kantoran masak sepatu pesta satu aja kaga punya 🤣🤣 bloon
falea sezi
bodoh resain lah
Rizky Manik
bagus Anton dekatin aja Reyna,aku liat reaksi Dikta kekmana🤭🤭🤭
lanjut thor
Rizky Manik
meleleh adk pak dokter🤭🤭🤭
Sastri Dalila
🤣🤣
Felycia Fernandez
duuuuh Dikta...kamu bisa bisa buat Reyna baper ...katanya nggak mau pacaran
Felycia Fernandez
🤣🤣🤣🤣🤣
Sastri Dalila
😘😘😘
Syifa Fauziah
so sweet dikta😍
Aidil Kenzie Zie
kok jawabnya terserah sich Dikta biar nggak ada yang curiga ya kalo ternyata ente emang udah ada rasa
Felycia Fernandez
pernah denger sih mie ini,katanya enak banget khas wonosobo
Felycia Fernandez: ntar kk Thor aku cobain kalau ada perjalanan ke daerah sana👍
total 2 replies
lia juliati
bonus 1 update tor😍
lia juliati
bumbu anton seru nih tor😄
Rizky Manik
makin seru ni pdkt antara Dikta sama reyna🤭
lanjut thor
lia juliati
biarin anton deketin Reyna tor.... biar ada bumbunya🤭
Rizky Manik
lanjut thor🙏
Rizky Manik
yakin Dikta gkmau pacaran? jangan2 nnti langsung nikah aja yakan🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!