Nay dikenal sebagai wanita hebat. Sejujurnya dia hebat hanya untuk dirinya sendiri. Tapi, belakangan dia ditawarkan untuk menjadi pelatih Tuan Muda dari keluarga Sphony.
Mereka adalah mafia kejam.
Tapi Nay memiliki hutang nyawa pada keluarga tersebut.
Dia menerima tawaran itu pada akhirnya dan segera bertemu dengan Tuan Muda paling bungsu dari keluarga Sphony yang baru berusia 13 tahun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Everaynzcle, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 3 - Kenangan masa SMA
Setelah berganti pakaian Keisha kembali ke ruang tamu untuk menyambut kedatangan Deren secara ramah. Kemudian mereka duduk bersama sementara Liliana pergi ke dapur untuk membuatkan minuman.
“Sampai berapa hari kalian akan di bali? apakah kalian ingin berkunjung ke suatu tempat?” tanya Deren. Dia tidak terlalu memperhatikan wajah Keisha akibat canggung.
Keisha menjawab. “Kami akan di sini mungkin selama seminggu.. kami berencana untuk datang ke pantai, katanya pantai di sini bagus. Dan kami sebenarnya datang ke sini berempat, dua teman kami masih pergi keluar.”
“Owhhh.”
“Bagaimana kamu? apakah ada sesuatu yang membuat kamu datang ke sini?”
“Yahhh.. aku mendengar laporan bahwa perusahaan kuliner ku yang ada di sini mengalami penurunan drastis. Untuk memastikan, aku datang ke sini. Tapi tidak ku sangka lalau aku bisa bertemu denganmu hehe.”
Keisha tertawa sedikit. “Sudah lama kita tidak bertemu, terakhir kita berbicara ketika kita di SMA sebelum kamu dipindahkan ke sekolah lain.. hehe.”
Deren kemudian jadi datar ketika bayang-bayang masa SMA nya muncul di benaknya. “Ya, aku dipindahkan karena berkelahi dengan Diluc... bagaimana dia sekarang? apakah kalian masih bersama?”
Keisha tersipu, dengan malu-malu dia menjelaskan. “Kami sudah menikah dua tahun.”
“APA?!” teriak Deren shock. Dia kemudian berdiri dari sofa dan melihat ke arah Keisha dengan tatapan tidak percaya. “Bagaimana bisa kamu berakhir dengan pria kasar seperti dia?”
“Itu karena aku mencintainya..” Keisha tampak murung. Sementara Deren perlahan-lahan juga tampak murung, dia segera kembali duduk di sofa setelah Liliana datang dengan teh yang ada di atas nampan. “Cinta tidak memandang sifat, fisik, harta atau apapun. Baiklah, baiklah, ayo minum teh buatan Liliana, dia sangat pandai menyeduh teh setelah kembali dari London.”
Liliana tersenyum. Dia duduk di sebelah Keisha sambil menyangkut kan rambut sampingnya ke belakang daun telinganya. “Ahahaha, kamu melebih-lebihkan.. teh buatanku sama saja kok dengan yang lain.”
Ding Dong
Bel pintu kamar hotel berbunyi, lagi-lagi ada yang datang.
“Aku harap ini adalah pizza karena aku sudah sangat lapar..” gumam Keisha.
“Aku juga berharap begitu, tunggu sebentar aku akan membukanya.”
Liliana pergi meninggalkan Keisha dan Deren untuk membuka pintu.
“Apakah kalian memesan pizza untuk makan malam?” tanya Deren.
“Iya, Liliana bilang kalau dia sedang ingin makan pizza.. jadi kami makan pizza untuk makan malam. Tapi sejak tadi masih saja belum sampai.”
Tidak lama kemudian Liliana kembali ke ruang tamu. Tapi dia tidak sendirian, dia bersama dengan satu orang wanita di belakangnya.
“Lho Yuna? di mana Tio?” tanya Keisha.
“Dia ada di kamar lain, tidak mungkin kan kalau dia tidur di sini juga.” jawab Yuna.
“Iya sihh..”
Yuna akan duduk di sofa. Tapi matanya tidak bisa berpaling dari Deren. Dia kemudian berbisik pada Keisha. “Aku merasakan familiar dengan orang ini.. siapa ya?”
Keisha menjawab sambil berbisik. “Dia Deren.”
“Hah? Deren? Narendra Deren Prasetyo?”
“Iya.”
“Demi apaaa...” Yuna melihat Deren sekali lagi. Dia seperti melihat sosok baru yang tidak pernah dia lihat. “Apa kamu benar-benar Deren? Narendra Deren Prasetyo yang gendut itu, 'kan?”
Deren tertawa. “Itu Deren waktu SMA. Sejak aku kuliah, aku rajin datang ke gym untuk berolah raja dan menghilangkan lemak jahat di tubuhku.”
“Tapi aku lebih suka dirimu yang dulu.. lebih terlihat polos.” sahut Yuna. “Tapi tidak masalah, dirimu yang sekarang juga menarik, kau seperti model di majalah!” timpalnya memuji seraya tersenyum.
“Hahahaaha, benarkah?”
Di tengah-tengah asiknya obrolan Yuna dan Deren. Liliana hanya diam sambil meminum teh dan terus memperhatikan mereka berdua. “Ternyata mereka semua dekat dengannya.” pikirnya.
˖ ་ 💭𝐀ku 𝐇aya. 𝐊alian 𝐁isa 𝐏anggil 𝐇aya៸៸ ˎˊ-
🌷. 𝙹𝚊𝚍𝚒 𝚊𝚔𝚞 𝚍𝚒 𝚜𝚒𝚗𝚒 𝚔𝚊𝚛𝚎𝚗𝚊 𝚖𝚊𝚞 𝚖𝚎𝚗𝚊𝚠𝚊𝚛𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚊𝚔𝚊𝚔' 𝚜𝚎𝚖𝚞𝚊𝚗𝚢𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚎𝚕𝚒 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚒𝚔𝚞𝚝, 𝚟𝚘𝚝𝚎 𝚊𝚝𝚊𝚞 𝚖𝚒𝚗𝚝𝚊 𝚔𝚊𝚛𝚢𝚊 𝚔𝚊𝚔 𝚔𝚊𝚔𝚊𝚔' 𝚍𝚒 𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐.
🗣️𝙲𝚊𝚛𝚊𝚗𝚢𝚊 𝚐𝚒𝚖𝚊𝚗𝚊?
𝙶𝚊𝚖𝚙𝚊𝚗𝚐 𝚋𝚊𝚗𝚐𝚎𝚝 𝚜𝚊𝚢😘 𝚝𝚒𝚗𝚐𝚐𝚊𝚕 𝙲𝙿/𝚌𝚑𝚊𝚝 𝚙𝚛𝚒𝚋𝚊𝚍𝚒(𝙳𝙼) 𝚊𝚔 𝚍𝚒 𝚊𝚔𝚞𝚗 𝚢𝚐 𝚒𝚗𝚒 𝚢𝚊.
𝙇𝘼𝙔𝘼𝙉𝘼𝙉 𝙅𝙐𝘼𝙇:
⊹ ִ ֹ ♡ 🔭 ꒱ PENGIKUT ─
⊹ ִ ֹ ♡ 🫖 ꒱ VOTE UNTUK KARYA─
⊹ ִ ֹ ♡ 🔭 ꒱ LIKE KARYA ─
⊹ ִ ֹ ♡ 🫖 ꒱ KOMENTAR KARYA ─
𝙰𝚢𝚘 𝚜𝚒𝚕𝚊𝚑𝚔𝚊𝚗 𝙳𝙼 𝚕𝚊𝚗𝚐𝚜𝚞𝚗𝚐!! 𝚝𝚎𝚗𝚊𝚗𝚐 𝚊𝚓𝚊 𝚜𝚎𝚖𝚞𝚊𝚗𝚢𝚊, 𝚑𝚊𝚛𝚐𝚊 𝚖𝚞𝚛𝚊𝚑 𝚍𝚊𝚗 𝚔𝚊𝚕𝚒𝚊𝚗 𝚋𝚒𝚜𝚊 𝚋𝚊𝚢𝚊𝚛 𝚙𝚊𝚔𝚊𝚒 𝚙𝚘𝚒𝚗 𝚢𝚐 𝚔𝚊𝚕𝚒𝚊𝚗 𝚑𝚊𝚜𝚒𝚕𝚔𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚌𝚊 𝚔𝚊𝚛𝚢𝚊 𝚍𝚒 𝙼𝚊𝚗𝚐𝚊 𝚃𝚘𝚘𝚗 𝚊𝚝𝚊𝚞 𝙽𝚘𝚟𝚎𝚕 𝚃𝚘𝚘𝚗.
┈ ꕀ ── ꕀ ── ꕀ ─┈ ꕀ ─
𖥻 ִ ۫ Izin Siaran𖥔 ☆
✧💌 𝘼𝙠𝙪 𝙨𝙚𝙡𝙖𝙡𝙪 𝙢𝙚𝙣𝙪𝙣𝙜𝙜𝙪 𝙠𝙖𝙡𝙞𝙖𝙣!˖˙༢
(mode jahat)
Kemana mana disorakin karena terlalu popu
Wah..... jadi gak demen ama caranya. Malah bakalan diblacklist dia sama Sylphy