Indonesia
NovelToon NovelToon
Bocah Kecil Perebut HATI Sang CEO

Bocah Kecil Perebut HATI Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Beda Usia / Cinta Seiring Waktu / Keluarga & Kasih Sayang
Popularitas:15.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ottiliatarzi

Aku Arsy Maharani panggil saja aku Arsy. Hidupku penuh dengan lika liku dan drama keluarga, tapi aku tidak sedikitpun merasa tertekan. Bagaimanapun aku adalah seorang Arsy.

Jangan pernah meremehkanku karena hidupku. Hanya karena hidupku seperti ini kalian dapat menginjak ku. Tunggu, aku bukanlah orang yang diam saja. Mungkin saat ini aku diam tapi entah esok.

Hingga suatu hari aku merasakan yang namanya putus asa. Bagaimana tidak orang yang aku sayangi selama ini tiba tiba memutuskan hubungan denganku. Mungkin tidak apa apa, tapi mengapa saat aku menyetujui keputusannya ia malah merengek.


"Satu hal yang kamu perlu kau tau dariku Arsy. Aku sungguh mencintaimu aku tak akan sanggup untuk kehilanganmu. Ini mungkin lebih ke drama tapi aku tidak seperti aktor didalamnya yang hanya mencintai di depan layar".....

ikuti ig baru author...
ig: ottiliatarzi

Gomawo, InsyaAllah berkah.



Penasaran....... Ayo ikuti langkah Arsy.......

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ottiliatarzi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

part 20

"El, apa yang kamu... "

Cup.

Deg.

Arsy mematung ditempat dengan wajah memerah malu. Kata-katanya berhenti setengah jalan, dan jantungnya berdegup kencang. Ia masih tidak percaya dengan apa yang telah dilakukan El saat ini.

Ia ingin menyentuh bibirnya, tapi tidak bisa. Apa yang tengah dilakukan El sekarang? Apa El mungkin sedang mabuk? Tapi Arsy tidak mencium bau alkohol sedikitpun.

Arsy ingin segera mendorong El pergi. Menyadari tangannya yang masih berada digenggaman pria itu.

Bibir El sengaja belum ia jauhkan. Yang ingin di lihat El saat ini adalah wajah gadis itu, gadis itu tidak marah.

"Kamu masih akan berduaan dengan pria lain? " El berkata dengan bibir mereka yang masih melekat.

Arsy bisa merasakan bibirnya yang bergerak di atas bibirnya, ia merasa sangat takut untuk memprovokasi pria didepannya. Arsy menggeleng pelan. Takut, seakan jika ia tidak segera menjawab El tidak akan segera menjauh.

Namun yang diharapkan Arsy agar El menjauh, ternyata salah. El masih menatap Mata Arsy dalam. Arsy diam karena takut untuk berbicara.

Setelah beberapa saat El akhirnya menjauh. Sebenarnya, El masih ingin kembali merasakan bibir kecil dihadapannya. Hanya, ia masih harus menjaga kesucian bibir kecil itu sebelum menikah.

Setelah dipikir, apakah setelah dia mengecupnya barusan bibir Arsy masih suci? Tidak. Mengangkat tangannya dan meraih wajah Arsy, menghapus bibirnya sedikit.

Arsy tidak tahu harus berbicara apa dengan El saat ini. Mungkinkah dia harus bersikap biasa saja setelah kejadian ini. Arsy tidak terlalu mempercayainya.

"Good girl." El mengacak rambut Arsy melampiaskan kepuasannya.

Lagi lagi Arsy dibuat terpaku. Ini... mungkinkah El salah minum obat? Arsy merasa sedikit aneh. Dan perasaannya juga aneh. Ia tidak marah ketika El mengecup bibirnya, hatinya malah menghangat. Apa mungkin dirinya menyukai El?

Bisakah, atau El menyukai Arsy hingga melakukan hal semacam ini. Arsy tidak bisa menyanhka jika pikiran ini benar. Selama ini yang mereka mainkan adalah peran paman-keponakan bagaimana ini bisah menjadi pria-gadis. Atau, mungkin saja El hanya menghukunya sedikit agar dia tidak berpacaran sebelum umurnya cukup.

Tapi untuk menghukumnya, bukankah ini sedikit berlebihan? Tentu saja, menghukum bukan berarti bertindak mesum. Dan yang dilakukan El tadi, itu mesum kan.

Arsy menggelengkan kepalanya membuang semua pikiran negatif yang menghantuinya. Mungkin opsi pertama tentang El yang menghukumnya, itu lebih tepat.

"Arsy, tidak perlu menyangkal. Semua yang kamu pikirkan benar." El berkata.

El mengetahui apa yang dipikirkan gadis didepannya. Dia sedang memilih opsi opsi di kepalanya. Antara benar dan tidak. Jika gadis itu yakin dengan opsi pertamanya pasti ia akan mengangguk, dan jika opsi kedua yang dipilih pasti akan menggeleng.

Ia sudah hafal dengan sifat dan pikiran yang dimiliki gadis itu. Pilihan opsi pertama biasanya apa yang gadis itu yakinkan, dan opsi kedua merupakan sangkalan dari kemungkinan tersebut. Tentu saja saat ini Arsy sedang menyangkal opsi pertamanya.

El tahu, Arsy tidak akan mengakui opsi pertamanya karena kemungkinan mereka bermain permainan keponakan-paman. Jadi bagimana mungkin keponakan-paman bisa menjadi pria-gadis.

Ini kemungkinan yang El maksud dari tadi dari opsi-opsi yang ia percayai. Jadi El langsung menekankan dari kebimbangan Arsy dengan berkata "tidak perlu menyangkal," Iya.. itu karena semua pikiran Arsy pada opsi pertamanya sangat tepat.

"Apa makudmu? "

Arsy tidak ingin salah paham.

"Kamu tahu dengan jelas." El berkata dengan santai.

Orang biasanya ketika mengalami hal seperti ini pasti akan sangat gugup. Tapi El terlihat sangat tenang. Itu karena ia sangat terkendali.

Arsy hanya diam belum menjawab apapun. Ini terasa aneh karena terlalu tiba-tiba. Hanya, kenapa Arsy menyukai pernyataan El?" Pipinya memerah kembali ketika membayangkan kecupan singkat itu.

"El, ini mungkin salah. Bagaimana paman-keponakan bisa menjadi pria-gadis. Bukankah ini tidak masuk akal dan emmm... sedikit aneh?"

Arsy bertanya hati hati. Takut menyinggung orang didepannya. Orang didepannya bisa sangat nekat, apalagi ketika ia sedang dalam keadaan marah.

Mengerutkan keningnya. El juga tidak tahu dengan permasalahan ini. Ia hanya menuruti keinginan hatinya, masa bodoh dengan yang lain.

El tidak memperhatikan perasaan orang lain, jadi mau ataupun tidak Arsy akan tetap menjadi miliknya.

"Tidak perlu tentang itu, kita bisa mengubah statusnya." El berkata ceplos.

Tidak bisa berkata lagi. Arsy hanya diam mendengar El. Memang tidak apa apa, mereka juga bukan paman-keponakan asli. Mereka hanya palsu. Hanya, kasih sayang yang terjalin erat kini berbuih menjadi benih cinta selama mereka tumbuh bersama.

Mereka ingat. Saat itu Arsy hanya memiliki seorang El untuk bercerita keluh kesahnya. Hanya El yang peduli padanya. Bahkan El rela saat hari libur datang ke sungai itu hanya untuk menemaninya. Entah, kehidupan memang sangat membingungkan.

"Jadi, sekarang kisah kita sudah berganti menjadi kisah cinta." El memandang Arsy dalam.

Meraih tangan Arsy menggenggamnya erat. "Arsy, aku tahu kamu tidak mengetahui semua tentangku. Tapi tenanglah, cukup aku yang mengetahui semua tentangmu."

El berhenti sejenak sebelum kembali berkata. "Aku tidak tahu kisah ini dimulai dari kapan. Dan Arsy walaupun kamu tidak tahu semua tentangku, kamu hanya perlu tahu satu hal tentangku. Aku mencintaimu, jadi jangan pergi dariku atau aku juga akan ikut menghilang. Ini mungkin lebih mirip drama picisan. Arsy, aku bukan aktor dalam drama tersebut yang hanya mencintai di depan layar. Cukup itu yang perlu kamu tahu dariku."

1
Vinoya Chan
next semangat ya kak 💪
princecrisya
Sangat bagus
princecrisya
Terima kasih sudah mampir di ceritaku.
Ummi Alima
lanjut thor.. semangat 💪
Elisabeth Ratna Susanti
lanjut 😍
Anis Hasan
lanjut kirain beneran pingsan si arsy
Anis Hasan
lanjut
Anis Hasan
lanjut penasaran
Anis Hasan
lanjut
Elisabeth Ratna Susanti
next 👍
Anis Hasan
lanjut
Mommy QieS
lanjut kak, semangat 😊💪💪
Mommy QieS
Aku pernah mengalami diposisi Arsy, Kak. Mengsedih 😭😭
Ottiliatarzi
untuk kalian semua... yuk mampir di karya author yang satunya. dipastikan seru... aku sudah pernah meletakkan episode 1 ada di sini. yuk mampir, ramaikan karya author.

terimakasih
Elisabeth Ratna Susanti
semangat lanjut 😍
Lukman Suyanto
bagus
Anis Hasan
lanjut
Elisabeth Ratna Susanti
keren pol 👍
Aurellia
heloo aku mampir.. thanku sudah mampir di novelku.🧚🏼‍♀️ salam kenal 😁
Elisabeth Ratna Susanti
dua jempol utk Katya keren ini 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!