Indonesia
NovelToon NovelToon
Terjebak Cinta Saudara

Terjebak Cinta Saudara

Status: tamat
Genre:Cinta Terlarang / Obsesi / Bullying di Tempat Kerja / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:73.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Fi

Jatuh cinta pada seorang pria yang ternyata adalah saudaranya sendiri menjadi kenyataan pahit untuk Alice. Alice adalah gadis yang tumbuh besar tanpa kehadiran ayah. Tak ada sedikit pun hal yang Alice ketahui tentang ayahnya, hingga disaat usia Alice 18 tahun, ibu Alice mempertemukan Alice dengan ayahnya yang ternyata juga ayah dari pria yang Alice cintai.


Menerima kenyataan dan melupakan cintanya itulah yang Alice lakukan, tetapi semua menjadi sulit untuk Alice saat pria yang menjadi saudaranya justru membalas cinta Alice.


Bagaimana akhir cerita cinta Alice dan Mike? Ikuti kisahnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Fi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TCS 21

Suara tangisan Alice memenuhi kamar. Wanita itu merasakan pedih di tubuh dan hatinya setelah Mike memerkosanya tanpa rasa manusiawi sedikit pun, hanya seperti penyalur nafsu yang tidak ada bedanya dengan hewan liar.

Mike merapikan celananya yang satu-satunya dibuka ketika bersetubuh dengan Alice. Dia sama sekali tidak mempedulikan apa yang terjadi pada wanita sampah itu setelah memperlakukannya seenaknya. Nafsu dan sebagian dendam pria itu terpenuhi, sekarang tinggal menutup mulut wanita itu agar tidak pernah menceritakan perbuatan Mike pada siapapun.

"Diam, berhenti menangis!" hardik Mike dengan penuh penekanan.

Alice mendengar perkataan Mike, tapi perasaannya tidak langsung mau menuruti perkataan itu, terutama rasa sakitnya yang masih berdenyut nyeri di dalam dirinya. Wanita itu akhirnya membekap mulutnya sendiri dan meredam tangisannya di ntara kedua tangannya yang gemetaran.

"Bagus, ternyata kamu masih penurut juga."

Mike terdiam, begitu juga dengan Alice yang sudah berhasil mengurangi volume tangisannya menjadi tarikan nafas yang tersendat. Pria itu akhirnya mengatakan sesuatu yang membuat Alice tidak bisa memilih untuk melupakan kejadian malam ini, selamanya.

Mike mengancam Alice, memegang dagunya dengan kuat sehingga mata keduanya bisa saling bertatapan. "Tutup mulutmu mengenai kejadian ini, jangan ceritakan pada siapapun, termasuk Haris dan ibumu yang busuk itu. Anggap saja apa yang kulakukan saat ini adalah penebusan dosa bagimu."

"Penebusan ... dosa? Siapa ... yang telah melakukan dosa, Kak?"

Mike menatapnya tajam. "Kamu masih bertanya juga? Apa kamu memang sebodoh ini sejak lahir atau kamu hanya berpura-pura polos sehingga dilepaskan dari kesalahanmu?"

Alice menggeleng. Dia sama sekali tidak mengerti dengan maksud Mike melakukan perbuatan nista ini pada dirinya sebagai penebusan dosa, ketika dirinya saja tidak melakukan apa pun selain masuk ke dalam keluarga Haris.

Esme juga tidak pernah menceritakan apapun sebelumnya mengenai sosok ayah dan kakak lelaki yang ternyata dimiliki Alice selama ini. Dia tentu tidak punya pilihan untuk menolak karena sudah sejak lama mendambakan keluarga yang lengkap, terutama ketika melihat ibunya yang tampak senang ketika membicarakan Haris sebelum mereka pindah.

Jika Alice tahu kalau masa sekarangnya akan seperti ini, wanita itu tentu akan menolak untuk mengikuti Esme atau kabur sejauh mungkin menuju kehidupan mandiri yang tidak terlalu menakutkan jika dibandingkan situasinya saat ini.

Sekarang, yang bisa Alice rasakan adalah sisa pengalaman yang begitu kejam dan menyakitkan dalam masa kehidupannya yang baru beranjak dewasa.

"Yah, tetaplah seperti itu, aku tidak peduli kalau kamu hanya pura-pura tidak tahu mengenai dosa yang telah kamu perbuat. Asalkan kamu tetap menutup mulut, maka tidak akan ada hal buruk yang langsung terjadi pada ibumu."

Alice menatap Mike dengan takut-takut. "A-apa yang akan kamu lakukan pada ibuku, Kak?"

"Entahlah. Aku akan memutuskannya ketika kamu membocorkan sedikit saja kejadian ini pada orang lain, entah siapapun itu. Yang pasti, kamu dan ibumu tidak akan berakhir dengan terusir dari rumah ini saja," ancam Mike dengan santai, puas dengan ekspresi ketakutan yang ditampilkan oleh wanita bodoh itu.

Alice tidak melihat ekspresi santai Mike dan hanya kepikiran dengan beberapa hal buruk yang mungkin dilakukan oleh saudara tirinya itu. Mulai dari menggugat Esme entah karena apa sampai melakukan perbuatan keji yang sama pada ibunya. Mau yang mana pun, Alice tidak tega membiarkan ibunya mengalami kejadian seperti itu. Cukup dirinya saja yang seperti ini dan menanggung semuanya.

Alice tidak lupa ekspresi bahagia Esme ketika tiba di rumah Haris. Seakan, semua hal yang diinginkan ibunya itu hanya berasal dari rumah ini dan sosok ayahnya yang juga mencintai ibunya.

"Aku berjanji ... Kak. Aku akan ... menutup mulut, mengenai apa pun yang terjadi di kamar ini."

Perasaan sayang Alice pada Esme sebagai seorang anak satu-satunya, membuat wanita itu mengambil keputusan untuk merahasiakan semua perbuatan Mike dan menyimpan dukanya dalam-dalam di lubuk hatinya.

***

Alice merasakan nyeri di tubuhnya merambat ke seluruh tubuh, kemudian tanpa disadari menjadi demam yang membuat kepalanya pusing. Dia tidak mungkin bisa masuk ke kantor dalam keadaan sakit.

Dalam keadaannya yang seperti itu, Alice berusaha membuat dirinya bangun dan merapikan tempat tidurnya. Menyingkirkan selimut yang ternoda darah ke kamar mandi lalu menggantinya dengan yang baru. Dia juga membersihkan tubuhnya meski sambil menggigil, tidak ingin bukti kejadian kemarin ketahuan oleh siapa pun dan mengganti baju.

Ketukan pintu kamarnya membuat Alice terkejut. "I-iya?"

"Alice, kamu tidak masuk kantor?" tanya Esme.

Alice tidak tahu kenapa ibunya menanyakan keadaannya ketika perhatian wanita yang hampir menyentuh usia kepala empat itu lebih banyak diberikan pada Haris dan dirinya sendiri, tapi tentu saja Alice tidak bisa diam saja.

"Aku tidak enak badan, Bu ...," ucap Alice sekenanya, tidak tahu harus memberikan alasan seperti apa untuk meyakinkan Esme yang tiba-tiba perhatian.

"Oh. Tidur lah kalau begitu, ibu tidak akan membangunkanmu supaya kamu bisa beristirahat."

"Baik, Bu."

Alice menghembuskan nafas lega ketika mendengar suara langkah kaki ibunya menjauh lalu kembali berbaring ke tempat tidurnya untuk beristirahat.

***

"Di mana wanita sampah itu?"

Sekretaris Mike tampak bingung dengan pertanyaan Mike. "Siapa yang Anda maksud, Pak?"

"Alice."

Asistennya segera mencari tahu informasi mengenai kehadiran Alice ke kantor dan menemukan kalau wanita itu sedang tidak masuk kantor.

"Mungkin dia kecapekan setelah menerima banyak tugas dari Anda, Pak," ucap sekretarisnya, tampak simpati pada keadaan Alice.

Mike menggebrak meja dan langsung pergi menuju mobilnya, kembali ke rumah. Walaupun Alice sudah berjanji semalam, tapi dia masih takut jika wanita itu memiliki keberanian untuk melaporkan perbuatannya.

"Sial."

Mike segera berderap menuju kamar Alice dan membukanya dengan paksa. Wanita itu terlihat sedang berbaring dengan lelap, tapi suhu tubuhnya terasa terlalu hangat.

"Apa yang terjadi padanya?" tanya Mike pada salah satu ART yang lewat.

"Dia sakit, Tuan. Nyonya meminta agar kami membiarkannya istirahat."

Mike menggertakkan giginya karena ART itu menyebut Esme sebagai nyonya rumah, tapi mau tidak mau mengabaikannya dan segera memanggil dokter ke rumah untuk memeriksa keadaan Alice. Wanita itu jauh lebih penting untuk rencana balas dendamnya.

"Tolong obati dia dan beri suntik KB, Dok."

"Apa ... nona ini sudah setuju dengan hal ini, Pak? Saya tidak bisa sembarangan menyuntik KB tanpa persetujuan pasien."

Mike tampak dingin supaya dokter yang dipanggilnya itu tidak bertanya lagi. "Saya walinya. Apa saya harus menunjukkan buktinya, Dok?"

Dokter itu akhirnya setuju setelah Mike memberikan pernyataan tersebut lalu melakukan semua yang diminta oleh Mike. Mike sengaja meminta semua itu agar Alice dapat bertahan lama sebagai budak seksnya serta tidak mengandung benihnya sedikit pun.

1
Bunda Hani
akhirnya mereka bersatu dalam ikatan cinta yg sesungguhnya bukan sebagai saudara...
Bunda Hani
di saat sedang terpuruk rasa bersalah pasti muncul dengan sendirinya
Bunda Hani
kenapa ga percaya sama omongan Haris?? kalau nunggu omongan dari esme malah bikin tambah sakit
Bunda Hani
kasih tau yg sebenarnya kasian Alice jadi terpukul banget
Bunda Hani
kaget banget pasti pas bangun liat orang yg di benci... sabar sabar ya mike
Bunda Hani
untung Brandon lewat jalan itu kalau ga mungkin ga akan ketemu sama alice
Bunda Hani
walaupun udah di lupain tetep aja ya ke inget sama orang itu
Bunda Hani
aku kira orang suruhan Johan ga tau dimana Alice tapi ternyata mereka malah culik alice
Bunda Hani
jadi kasian udah usaha tapi belum dapet hasil...
Bunda Hani
esme esme udah di sana juga masih aja berbohong untuk apa coba.. udah gada guna nya
Bunda Hani
cepet bawa Alice pulang Mike dan kasih tau kebenarannya
Bunda Hani
yees akhirnya harus tau siapa peneror itu, kaget banget pasti karna dia istri nya sendiri..
Bunda Hani
jangan gegabah dan jangan sampai kamu mental untuk kedua x nya Mike
Bunda Hani
akhirnya Mike tau siapa sebenarnya esme dan johan
Bunda Hani
jadi udah dari kecil Alice sama esme.. dan dia bukan anak harus berarti Mike dan Alice sah sah aja kalau punya hubungan
Bunda Hani
jadi lelaki yg selama ini bareng sama esme itu Johan anak nya sendiri.
mereka keluarga yg udah di sakiti oleh Haris dan sekarang lagi bales dendam
Bunda Hani
berharap banget Mike tau kebusukan nya esme
rain03
kirain endingnya alice hamil.
hehehe.
terima kasih banyak author.
moga makin sukses dan sehat selalu ❤️❤️❤️❤️❤️
Bunda dinna
Mike dan Alice akhirnya bisa bersatu tanpa ada ketakutan.lagi ttg hubungan darah..
Happy ending
Bunda Hani
anak sendiri loh tapi masih aja di jahatin, bukan merasa kehilangan malah seneng
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!