DILARANG BOOM LIKE!!!
JIKA SUKA SILAKAN DI BACA
JIKA TIDAK BERKENAN TINGGALKAN!
Katanya bukan cinta jika belum berkorban. Termasuk mengorbankan hal paling berharga yang dimiliki, "keperawanan".
Tapi bagaimana jadinya jika Elma Authafunnisa yang telah menyerahkan keperawanannya pada laki-laki yang sangat ia cinta secara suka rela, malah ditinggal begitu saja?
Dianggap sampah.
Apakah Elma MENYESAL?
Bagaimana kehidupan Elma setelahnya?
Masih bisakah ia berpijak di bumi yang sama, dengan diri yang tak sempurna?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linda sagita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terkesiap
Lampu tidak hanya menjadi sumber penerangan dalam suatu acara. Namun juga bisa memiliki fungsi ganda yang dapat memperindah ruangan sehingga memberikan decak kagum para tamu undangan.
Kerlap-kerlip lampu yang dibuat menjuntai seperti gerimis dari langit-langit ballroom, membuat mata siapapun yang melihatnya akan berkata ‘wow’.
Di bawah pencahayaan yang indah, Kevin dengan bangga dan penuh percaya diri menggandeng Elma menaiki pentas tempat Satrio dan Cleon berada.
Semua mata yang hadir, sempat terhipnotis melihat betapa cantiknya wanita yang di gandeng Kevin.
Gaun hitam, melekat cantik di tubuh putih semampai. Atas permintaan Kevin, rambut panjang nan legam sengaja di roll lalu diselipkan indah disalah satu sisi bahu. Sehingga mengekspos leher jenjang yang membuat jakun kaum Adam naik turun.
Tidak banyak aksesoris yang digunakan. Hanya satu anting panjang yang menggantung indah di salah satu kuping Elma. Pakaian yang di kenakan juga tidak terlalu terbuka, tapi anehnya semua mata menatap penuh damba padanya, terutama kaum Adam.
Anjar dan Joe juga sama, rasa tercekat, susah menelan saliva. Mata membulat, enggan berkedip. Keduanya dibuat menganga. Ia tau wanita yang naik ke pentas itu. Hanya saja kenapa setelah lima tahun tidak bertemu cantiknya semakin paripurna. Tidak ada lagi si Elma yang berpenampilan miskin. Semua barang yang melekat ditubuhnya adalah original.
Tanda tanya besar muncul di kepala masing-masing, bagaimana bisa Elma mampu menghadiri acara pertunangan sang mantan, sekaligus laki-laki bang-sat yang telah menghancurkan hidupnya.
Tinggal beberapa langkah lagi, Kevin dan Elma akan menyalami si pemilik acara.
Deg......
Elma tersentak kaget. Senyumnya seketika memudar. Reflek tangan menggandeng erat laki-laki disamping, mencari kekuatan agar tetap seimbang. Netranya beradu tatap dengan pemilik mata elang yang tak lain adalah Satrio.
Kaki Elma serasa di paku, melekat di lantai tak bisa bergerak. Terkejut luar biasa, bagaimana bisa orang yang berusaha di matikan, ada di depan mata.
Rasanya Elma ingin menghilang saja. Tapi, tiba-tiba pergi juga bukan solusi. Inilah saatnya, membuktikan bahwa dirinya baik-baik saja. Bahkan sangat baik. Karena biasanya mental lawan akan menciut saat kita bereaksi tak sesuai yang mereka harapkan. Jika dulu niat Satrio untuk menghancurkan dirinya, melihat Elma dalam keterpurukan, akan Elma patahkan detik ini juga.
Raut wajah Elma kembali normal, bahkan sangat-sangat normal. Senyum yang sempat hilang kembali mengukir indah di wajah cantiknya. Elma tidak ingin terlihat lemah. Dengan mantap ia melanjutkan langkah.
Kevin tiada henti menatap damba wajah yang di claim sebagai kekasih. Senyum tulus selalu ia persembahkan untuk Elma. Tentu saja ini dimanfaatkan Elma sebaik mungkin untuk memperlengkap sandiwaranya. Elma membalas senyum Kevin. Kedua tampak saling mendamba.
Satrio terkesiap, bagaimana bisa Elma dengan santainya berjalan ke arah dirinya. Cleon yang menyadari kehadiran Elma, juga sedikit salah tingkah.
"Selamat untuk pertunangannya pak Satrio! Semoga lancar hingga hari H. Perkenalkan saya Kevin Arkino, mewakili pimpinan dari bank BXA " Kevin berjabat tangan dengan Satrio. Dengan tulus memberikan ucapan selamat. Kevin tidak sadar, laki-laki di depan adalah bang-sat kelas kakap yang sudah menghancurkan wanita pujaannya. Jika ia tau, bukannya ucapan selamat yang bakalan diberikan, melainkan tonjokan.
"Terima kasih atas ucapannya, dan terima kasih juga sudah menyempatkan waktu untuk hadir" balas Satrio dengan wajah kurang bersemangat. Entah kemana hilangnya senyum yang sejak kemaren melekat dibibir.
Kevin bergeser kembali menyalami wanita Satrio. Disaat bersamaan posisi Elma berada tepat di hadapan Satrio. Dengan manisnya, Elma memberikan ucapan selamat. Wajahnya terlihat biasa, malah lebih ke pada bahagia, di karenakan senyum yang senantiasa menghiasi wajah cantiknya. Tatapan mata Elma juga biasa, seakan tidak pernah mengenal, apalagi sampai jatuh cinta pada laki-laki yang pernah mengisi seluruh ruang hatinya.
"Selamat atas pertunangannya, semoga bahagia selalu" ucap Elma diiringi senyum yang dibuat senormal mungkin.
Satrio kembali dibuat terkesiap. Ini Elma atau siapa. Kenapa bisa selancar itu bicaranya?
Satrio dengan percaya diri mengulurkan tangan, namun Elma lebih memilih mengatupkan tangan di dada. Enggan bersentuhan dengan Satrio. Tindakan Elma di luar ekspektasi membuat Satrio semakin tak dihargai. Dihargai ? Sebagai apa? Satrio bingung sendiri.
Perlakuan Elma, lagi-lagi membuat nyeri di ulu hati Satrio. Kenapa bisa wanita yang pernah bucin gila padanya, bersikap biasa saja. Kemana Elma yang menangis di saat dirinya sakit parah dulu? Dimana Elma yang patah hati saat mengetahui ke brengsekannya? Sosok yang ada sekarang seperti bukan Elma yang pernah ia kenal. Dari sisi manapun Elma yang sekarang memang tidak lagi ia kenali.
Elma beralih menuju Cleon. Ia tau wanita itulah yang dicintai Satrio sejak dulu, bukan dirinya. Dia hanya dijadikan media balas dendam Satrio ke pada sang kakak Althaf.
"El....!" sapa Cleon pelan sambil menarik Elma ke dalam pelukannya.
Sebenarnya ada rasa nyeri melihat laki-laki perenggut kesuciannya bertunangan dengan orang lain. Namun Elma tetap menjaga kewarasan. Ia harus terlihat biasa saja. Elma balas memeluk dan mengucapkan "Selamat......! Semoga lancar hingga hari H" Elma melerai pelukan, dan tersenyum pada Cleon.
Setelahnya, baik Elma maupun Kevin saling menautkan jemari sebelum benar-benar beranjak pergi dari atas panggung. Aksi keduanya jadi tontonan Satrio juga Cleon. Sekilas Cleon melirik Satrio, melihat reaksi menyaksikan itu. Bagaimana pun juga, Cleon sangat tau bagaimana hubungan Elma juga Satrio dulu. Raut wajah yang tak terbaca. Hanya saja, tidak ada lagi senyum dibibir Satrio.
"Aku tidak tau apa yang kamu rasakan, yang pasti aku melihat ada ketidak nyamanan di matamu" suara hati Cleon.
Acara tukar cincin baru saja selesai di lakukan. Kini saatnya acara hiburan. Pasangan pemilik acara dan undangan yang datang di perkenankan untuk menari dengan masing-masing pasangan.
Instrumen dari lagu perfect ciptaan Edd Sheeran mulai mengalun indah di telinga, cahaya lampu yang terang telah diredupkan, menyisakan satu lampu sorot yang menyala terang di tengah stage yang digunakan untuk mempertontonkan gerakan indah mereka.
Satrio meraih tangan Cleon, keduanya menuju stage yang telah di kosongkan. Sehingga hanya orang yang ingin menari yang masuk ke sana.
Sesaat setelah berada di stage, Satrio menyatukan tautan jemari tangan kanannya dan Cleon. Tangan yang satunya lagi melingkar posesif di pinggang Cleon. Membuat posisi keduanya terlihat intim.
Suitan terdengar dari beberapa tamu undangan ikut menyemangati sekaligus menonton kebolehan keduanya dalam mengolah gerak yang sebentar lagi akan di mulai.
Satrio sengaja menyatukan keningnya dan Cleon, karena baru saja ia menangkap Elma yang juga ikut berdiri tak jauh stage menatap ke arah mereka.
Ini dilakukan demi memberi efek panas pada Elma, entah apa motifnya.
Cleon hanya mengikuti permainan Satrio, menolak juga rasanya percuma. Hanya ia berdoa, semua ini tak berlangsung lama.
Kevin antusias bertepuk tangan, saat Satrio dan Cleon mulai meliukkan badan.
Elma tau, Satrio sebenarnya sengaja mempertontonkan kemesraan.
"Mau coba?" tanya Elma pada Kevin.
"Ha....?" Kevin dibuat tak percaya.
Tanpa ba bi bu be bo, Elma menarik tangan Kevin ke arah stage tempat Satrio dan Cleon berada.
Bersambung........
Kakak ku emang terkerennnnnnn bikin novel 👍🏻👍🏻👍🏻🤗🤗😘😘😘
lanjut ektra partnya ya 😁😁