Naga merupakan salah satu mahasiswa baru fakultas Psikologi UI yang masuk melalui jalur prestasi non akademik bidang olahraga american football. Saat masa orientasi hal tidak terduga terjadi dimana Naga bertemu dengan Mira cinta pertamanya yang belum pernah disampaikan hingga saat ini. Di waktu yang sama Naga juga bertemu dengan Moa pacar pertama sekaligus mantan satu satunya yang juga menjadi mahasiswa baru fakultas Psikologi UI. Dengan bertemu mereka berdua Naga harus memilih diantara keduanya, kembali kepada pelukan sang mantan yang masih mencintainya atau memulai cerita baru dengan mengungkapkan perasaannya kepada cinta pertamanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Palagan Paksina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Latihan Terakhir Bersama Tim
... Di hari Sabtu seluruh anggota tim american football kembali latihan bersama termasuk Naga yang tidak mengetahui bahwa kakaknya akan datang bertemu dengan Moa pada hari itu. Naga fokus berlatih bersama rekan - rekan timnya sementara Tisha dan Moa mulai lari pagi bersama mengelilingi kampus. Meskipun sempat bertemu dengan beberapa rekan Naga yang sedang berlatih, tapi karena mereka fokus berlatih tidak ada yang menyadari bahwa mereka melewati Tisha dan Moa termasuk ketika Tisha dan Moa berlari melewati para lineman yang sedang mendorong bus....
“Kamu suka sarapan disini Moa?” tanya Tisha ketika mereka duduk di sebuah tempat makan untuk sarapan bersama.
“Kadang - kadang kak.” jawab Moa ramah penuh hormat.
“Hoo iya aku tahu dulu kamu meninggalkan Naga karena laki - laki lain tapi itu bagian dari masa lalu kalian. Namun alasan aku ingin bertemu dan mengobrol dengan kamu saat ini adalah untuk mengajakmu mendukung Naga sama - sama, maukah kamu melakukannya?” tanya Tisha sambil tersenyum ramah.
“Aku tahu kak aku pernah menyakiti hati Naga tapi aku tidak berniat melakukan kesalahan yang sama lagi. Jadi aku akan mendukung Naga apapun keputusan dan jalan yang akan dia pilih.” jawab Moa ramah penuh hormat.
“Maksudku maukah kamu ikut bersamaku dan Joe menonton pertandingan Naga di Christmas Bowl?” tanya Tisha menjelaskan maksudnya yang tersenyum ramah sambil menatap Moa dan membuat Moa terkejut.
“Ke Amerika kak?” tanya Moa memastikan.
“Iya aku yakin kehadiran kamu disana pasti akan memberikan sesuatu yang berharga untuk Naga.” jawab Tisha sambil tersenyum ramah.
“Mau kak Tisha.” jawab Moa sambil tersenyum penuh semangat.
“Aku dan Joe sudah menyiapkan tiket untuk kita bertiga di tanggal 23 Desember dan kita akan menonton pertandingan final karena aku yakin Naga pasti berhasil membawa tim UI melaju ke babak final. Setelah itu kita berlibur beberapa hari disana dan jika memungkinkan mungkin kita bisa merayakan tahun baru disana.” jelas Tisha ramah sambil menatap Moa penuh kasih sayang.
“Aku yakin Naga akan membawa tim UI keluar sebagai juara di Christmas Bowl kak.” jawab Moa sambil tersenyum penuh percaya diri yang membuat Tisha juga ikut tersenyum sambil menatap Moa.
“Tapi Moa jangan beri tahu Naga ya kalau kita akan datang ke Christmas Bowl!” pinta Tisha ramah.
“Baik kak Tisha!” jawab Moa penuh hormat.
... Setelah selesai sarapan bersama Moa dan Tisha pulang ke tempat tinggal mereka masing - masing. Sementara Naga bersama anggota tim american football lainnya berlatih keras hingga sebelum masuk jam makan siang. Pekan ini merupakan pekan terakhir latihan Sabtu Minggu karena pekan depan mereka hanya akan berlatih pada hari Sabtu sedangkan hari Minggunya dialokasikan untuk mempersiapkan UAS (Ujian Akhir Semester) masing - masing....
“Sebagai pemberitahuan untuk pekan depan kita hanya akan berlatih di hari Sabtu saja dan hari Minggunya silahkan dipergunakan untuk mempersiapkan UAS masing - masing. Pekan berikutnya akan jadi latihan terakhis kita sebelum aku mengumumkan daftar skuad Christmas Bowl pada tanggal 14 Desember. Jadi aku sangat berharap kalian bisa berlatih semaksimal mungkin dan menunjukan kemampuan terbaik kalian di hari - hari terakhir kita latihan sebelum berangkat!” jelas Kid penuh harap sambil melihat kepada seluruh anggota timnya.
“Ketua!” kata Naga menginterupsi sambil mengangkat tangan kanannya.
“Ada apa Naga?” tanya Kid yang membuat Naga langsung berdiri.
“Aku ingin meminta izin sekaligus memberikan penawaran kepada ketua dan seluruh anggota tim yang lain. Pada latihan pekan depan Aku, Taka, Leo, dan Rio izin untuk tidak ikut karena kami akan pergi ke gunung Gede Pangrango untuk berlatih disana. Hal ini juga jadi penawaran jika ada dari teman - teman yang ingin ikut bergabung dengan latihan kami disana dengan syarat kalian yang ingin ikut harus siap mati.” jawab Naga penuh tekad dengan tatapan tajam yang membuat semua orang terdiam membisu mendengarnya.
“Aku tidak menggertak dengan syarat harus siap mati karena itu resiko nyata yang akan kami alami ketika kami sudah memutuskan untuk berlatih disana. Kami tidak berniat mati di gunung Gede Pangrango karena kami ingin bermain di Christmas Bowl dan ini salah satu cara yang harus kami lalui agar kami bisa jadi bagian dari tim.” lanjut Naga dengan penuh tekad.
“Aku tidak bisa membayangkan latihan seperti apa yang akan lakukan disana, tapi aku mengizinkan kalian untuk tidak berlatih bersama kami karena kalian akan memindahkan lokasi latihan kalian.” jawab Kid sambil tersenyum bangga melihat ke arah Naga, Taka, Leo, dan Rio.
“Jika diantara teman - teman ada yang tertarik latihan bersama mereka berempat bisa langsung menghubungi mereka saja ya!” pinta Kid sambil melihat seluruh anggota timnya penuh percaya diri.
... Pada hari Minggunya Naga, Taka, Leo, dan Rio masih berlatih bersama anggota tim yang lain dengan metode latihan yang sama. Sejak memulai latihan untuk Christmas Bowl Naga sudah hiatus untuk live streaming game dan memberi tahu kepada seluruh subscribernya dengan alasan sedang menyelesaikan project kampus. Mereka berempat sepakat membicarakan lebih detail latihan yang akan mereka jalani di gunung Gede Pangrango pada jam makan siang di kantin fakultas psikologi pada hari Seninnya....
“Naga semuanya boleh aku, Vivi, dan Yona gabung?” tanya Moa sambil tersenyum ramah menatap Naga, Taka, Leo, dan Rio.
“Tentu Moa, kami bertiga tidak ada yang duduk di samping Naga karena tahu cepat atau lambat kamu akan datang.” jawab Rio sambil tersenyum ramah.
“Sudah kuduga, ini kan alasan kalian ingin membahas latihan pekan ini di kantin fakultas psikologi.” jawab Naga yang sinis menatap Rio, Taka, dan Leo.
“Bukan ide yang buruk melihat Naga mode anak bungsu sebelum latihna pekan ini.” jawab Rio sambil tersenyum jahil meledek Naga yang membuat Moa tersenyum.
“Berisik!” protes Naga sinis.
“Kalian masih akan tetap latihan hari Sabtu dan Minggu pekan ini?” tanya Moa memastikan sambil menikmati makan siangnya.
“Iya kami berempat akan berlatih di gunung Gede Pangrango.” jawab Leo yang membuat Moa terkejut.
“Apa aku bisa membantu latihan kalian?” tanya Moa yang membuat Naga, Taka, Leo, dan Rio langsung melihat ke arah Moa.
“Apa kamu yakin Moa? Pekan depan adalah pekan UAS.” tanya Naga memastikan.
“Tidak masalah Naga, aku senang kalau aku bisa membantu kamu dan membersamai kamu ketika latihan.” jawab Moa sambil tersenyum manis yang membuat Rio, Taka, dan Leo tersenyum jahil melihat ke arah Naga.
“Kehadiran Moa akan sangat membantu Naga.” kata Taka penuh percaya diri.
“Apakah aku dan Yona juga boleh ikut membantu?” tanya Vivi penuh harap sambil melihat ke arah Taka diikuti oleh Yona dan yang lainnya.
“Kenapa kalian semua melihat ke arahku? Kita akan beristirahat di salah satu vila kenalan keluarga Naga seharusnya kalian meminta izin kepada Naga.” jawab Taka keheranan sambil melihat semua orang secara bergantian dengan cepat.
“Kamu tahu aku tidak mempermasalahkannya Taka.” jawab Naga santai.
“Kalau begitu tidak masalah.” kata Taka yang membuat Vivi dan Yona tersenyum bahagia bisa ikut membantu Naga dan teman - temannya latihan.
...
... Pada akhirnya yang berangkat berlatih ke gunung Gede Pangrango hanya Naga, Taka, Leo, dan Rio dimana mereka berangkat jam enam sore bersama Moa, Vivi serta Yona. Taka, Leo, Vivi, dan Yona pergi dengan satu mobil sementara Naga, Moa, dan Rio di mobil yang lain memimpin jalan menuju vila salah satu kenalan keluarga Naga di daerah Cibodas. Mereka tiba di vila sekitar jam sepuluh malam karena sempat makan malam bersama di perjalanan. Setibanya mereka di vila mereka langsung membereskan barang bawaan masing - masing dan tidur di kamar yang sudah disiapkan oleh penjaga vila tersebut....