Xan Yiran adalah polisi bagian kriminal, suatu ketika dia berhadapan dengan kelompok gengster. Apesnya Yiran tertembak oleh ketua gangster itu, kemudian dia terbangun di dunia yang berbeda, dunia zaman kerajaan. Yiran reinkarnasi ke tubuh ratu bodoh yang selalu di permainkan oleh orang orang yang ada di kerajaannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Selir Xima hamil.
Kabar mengenai selir Xima yang saat ini sudah hamil, kabar itu membuat dayang Lin dan Yura sangat tidak percaya. Kaisar sudah lumpuh selama beberapa bulan, sedangkan selir Xima baru hamil.
"Kabar Ini harus segera kita beritahukan kepada yang mulia Ratu." ucap Yura.
"Kamu benar sekali, kita harus segera memberitahu yang mulia Ratu." jawab dayang Lin yang kemudian bergegas ke tempat Chang-yu.
Kehebohan yang ada di paviliun selir Shima sudah didengar oleh Chang-yu, wanita itu tidak langsung marah namun dia malah menertawakan rencana selir Xima yang terlalu gegabah.
"Ratu! ratu!" seru Yura yang sudah berada di paviliun Chang-yu.
"Kenapa kalian teriak-teriak seperti itu? kalian seperti melihat setan saja." kata Chang-yu ke
"Gawat Ratu." gawat ucap dayang Lin.
"Memangnya ada apa dayang? kenapa kamu seperti itu?" tanya Chang-yu yang masih terlihat begitu santai sembari memakan kacang almond.
Yura kemudian menceritakan mengenai apa yang terjadi di paviliun selir Xima. Yura juga menceritakan bagaimana hebohnya istana saat ini. "Kenapa kalian jadi bodoh seperti ini, apa kalian tidak ingat apa yang terjadi?" kata Chang-yu.
Dayang Lin dan Yura saling menatap satu sama lain. "Maksud Ratu?" tanya dayang Lin.
"Iya, apa maksud yang mulia Ratu?" tanya Yura juga.
Chang-yu hanya menjelaskan beberapa kalimat saja kepada dayang Lin dan Yura.
"Maksud yang mulia Ratu, jika selir Xima benar-benar hamil.. anak itu bukan anak yang mulia Kaisar?" tanya Yura.
Chang-yu menganggukkan kepalanya. "Mana ada orang lumpuh bisa bercinta, jika aku tebak.. pasti selir Xima mengatakan dia sudah hamil beberapa bulan. Aku juga yakin kalau dia akan mengatakan kalau anak yang ada di kandungannya ada adalah anak Kaisar. Tapi jika kalian pikir, yang mulia Kaisar itu sudah lumpuh 4 bulan lebih, jika dia membuat rencana dengan matang, maka saat ini dia harusnya sudah hamil 6 bulan. Jika dia hamil 3 bulan itu artinya dia melakukan rencana yang sangat bodoh dan rencananya itu sangat fatal." jawab Chang-yu yang masih bersikap begitu santai.
"Itu artinya dia membuka jalan untuk kita?" ucap dayang Lin.
Chang-yu menganggukkan kepalanya. "Kita tidak usah repot-repot untuk membuat rencana untuk menjebak selir Xima, wanita itu sudah menyiapkan rencana bunuh diri sendiri." jawab Chang-yu.
Dayang Lin dan Yura kemudian menghela nafas begitu lega, mereka berdua nampak lega setelah mendengar penjelasan dari Chang-yu.
"Untunglah yang mulia Ratu sangat cerdas, jika tidak pasti saat ini mereka sudah membuat rencana jahat untuk yang mulia Ratu." kata Chang-yu.
"Lalu, apa yang akan kita lakukan, yang mulia Ratu?" tanya Yura.
"Tenang dan Jangan melakukan apapun, selir Xima akan masuk ke jebakannya sendiri, dia akan mendekati kematian. Entah menteri Wang sudah mengetahui rencana putrinya atau belum, tapi yang jelas rencana bunuh diri dari selir Xima ini benar-benar sangat berbahaya. Kehamilan yang direncanakan oleh selir Xima akan membuat seluruh klan Wang-Xigu akan hancur, jika mereka ingin menyelamatkan diri mereka maka mereka harus merelakan selir Xima mati di tanganku." ujar Chang-yu.
Ketika mereka sedang berbahagia di tempat selir Xima, berbeda dengan Chang-yu yang nampak menunggu hari terakhir kehidupan selir Xima.
Di tempat lain kabar mengenai kematian mengenaskan menteri Liang-ho di dengar oleh para menteri sayap kiri, mertua menteri Liang-ho tidak ingin mayat menantunya itu dikuburkan di pemakaman keluarga. Mertua menteri Liang-ho memerintahkan para pelayannya untuk membawa pergi jasad sang menteri.
"Bagaimana bisa tiba-tiba menteri Liang-ho mati?" tanya menteri Ji-xan.
"Aku tidak tahu." jawab menteri Wang Ji-bai kesal.
"Katanya dia gila, semenjak dari terjatuh di jurang wilayah barat dia menjadi gila." ucap menteri Cae-bong.
"Huh...," helaan nafas kasar menteri Wang Ji-bai.
Kabar menyebar dengan begitu cepat, kematian menteri Liang-ho menjadi sebuah pertanyaan yang sangat besar. misteri kematian itu tidak mampu diungkapkan oleh para menteri sayap kiri. Bahkan menteri Wang Ji-bai harus mencari cara untuk mengungkap kebenaran itu namun sayangnya dia tidak mendapatkan jalan keluar sama sekali.
Kabar mengenai kehamilan selir Xima membuat menteri Wang Ji-bai besar kepala, pria itu berpikir kalau putrinya akan bisa mendapatkan gelar kehormatan.
Pagi itu para menteri sayap kiri meminta Chang-yu mengumpulkan para menteri dan pejabat istana, para menteri sayap kiri mendesak agar posisi selir Xima diangkat menjadi selir agung.
"Sekarang selir Xima sudah mengandung keturunan kerajaan Xangui, kami harap yang mulia Ratu bisa memberikan gelar kehormatan untuknya." minta menteri Ji-xan.
"Jadi menurut menteri.. kedudukan selir Xima sekarang sudah harus disamakan posisinya denganku?" tanya Chang-yu yang sudah berada di singgasana.
"Ampuni kami yang mulia, kami tidak bermaksud ingin mensejajarkan yang mulia Ratu dan selir Xima. Namun sekarang selir Xima sudah mengandung putra dari yang mulia Kaisar." jawab menteri Ji-xan.
"Mengandung ya?" tanya Chang-yu dengan nada yang begitu tajam, seolah kata kehamilan itu menyudutkan para menteri sayap kiri.
"Benar sekali Yang mulia, sekarang selir Xima sudah mengandung, dia mengandung pewaris tahta kerajaan ini." sahut menteri Cae-bong.
Chang-yu tersenyum, namun sesaat kemudian menteri Mang-di langsung memotong perkataan menteri Cae-bong. "Penerus kerajaan ini? maksudmu apa menter jika yang lahir itu adalah anak dari yang mulia Ratu maka dia adalah pewaris kerajaan ini, tapi jika dia anak dari selir.. dia tidak bisa dikatakan sebagai pewaris kerajaan ini. Yang mulia Kaisar adalah orang luar yang tidak mempunyai darah keturunan Raja Kaisar terdahulu. Jika para menteri sayap kiri ingin mendesak yang mulia Ratu maka itu tidak bisa kalian lakukan!" seru menteri Mang-di.
"Benar sekali, anak dari selir Xima tidak bisa dikatakan sebagai penerus dari kerajaan Xangui, dia bukan keturunan yang mulia Ratu!" sahut menteri Yu-xin.
Para menteri sayap kiri langsung terdiam, karena benar adanya kalau dulu Chang-yu masih bodoh maka pewaris kerajaan itu akan jatuh ke tangan keturunan selir Kaisar Xen-dong. Namun sekarang Chang-yu sudah sembuh, ratu kerajaan Xangui bahkan memerintah dengan sangat tegas.
"Kaisar kondisinya sudah sangat memprihatinkan, tabib sudah mengatakan kalau yang mulia Kaisar tidak akan bisa bertahan lama. Jika kalian ingin mengatakan anak dari selir Xima sebagai penulis kerajaan ini, maka kalian tidak bisa melakukannya." jawab Chang-yu yang kemudian mengangkat tangannya, tanda para menteri tidak boleh mengeluarkan suara sama, sekali setelah itu dia pergi bersama jendral Fu.
Chang-yu kembali ke paviliunnya, dia memberitahu Kaisar Xen-dong mengenai kehamilan selir kesayangannya itu.
"Menurutmu wanita itu bermain-main dengan siapa, Kaisar? selir kesayanganmu sekarang sedang mengandung, apakah kamu tahu dia anak siapa?" tanya Chang-yu.
kedua mata Kaisar Xen-dong membulat, dalam hati dia juga terkejut mengenai kabar selir Xima yang mengandung. "Itu tidak benar, itu tidak benar. Bagaimana mungkin wanita itu hamil? aku sudah sakit seperti ini, dia tidak mungkin hamil denganku." Kaisar Xen-dong mulai marah. dia sangat murka, beberapa selirnya dikatakan mengandung. Perlahan kabar itu membuat sang Kaisar seperti mendapatkan serangan luar biasa.
*Bersambung*
Terima kasih sudah membaca novelku, baca juga novelku yang lainnya.
*pesona Selir yang di sia siakan
*Reinkarnasi ke tubuh permaisuri terbuang
*Warisan rumah tua yang ajaib
Dan masih banyak lagi, semoga suka dengan karyaku, mohon dukungannya juga ya. Terima kasih.