Utari hanyalah gadis sederhana dan dari keluarga kurang mampu. Di besarkan oleh Ibunda tercinta dengan penuh kasih tanpa adanya sosok seorang Ayah. Semasa SMP Utari adalah siswi yang berperstasi tapi saat di SMA Utari merasa semuanya terasa sulit.
Utari sangat menyukai idol Kpop BTS, bukan tanpa alasan. Bagi utari ketika melihat BTS terutama Jimin dia selalu bertanya pada dirinya, apakah dia bisa sukses? Utari tidak ingin menjadi orang super kaya apalagi jadi paling kaya di Indonesia. Tidak, setidaknya Utari tidak melihat Ibu nya terlilit hutang hanya karena memiliki anak tidak berguna seperti dirinya.
Utari berinisiatif dan berjuang menjadi kaya. Ambisi terbesarnya adalah ingin ke Korea dan punya suami Jimin BTS. Tapi tentunya itu hanya di mulut saja, bukan Jimin tujuan utama Utari, tapi dia dan Jimin masih di langit yang sama bisakah dia membahagiakan sang Ibunda.
Inilah kisah Utari si pesimis yang ngotot pengen sukses dengan 1001 impiannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tindek_shi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Claudy's Love Story~Poligami (Novel baru)
Mendengar perkataan maaf dari sang suami Claudy hanya diam saja, dia bingung harus berekspresi seperti apa. Rasanya aneh ketika di kecup oleh seseorang yang masoh baru di hidupnya meskipun itu adalah suaminya sendiri.
Keheningan membuat jalan berlalu tanpa terasa. Claudy sibuk dengan pikirannya dan menatap keluar jendela. Sedangkan Khalid hatinya merasa kacau melihat respon sang istri.
Bukan tanpa alasan Khalid merasa kacau melihat respon istrinya, hal ini dikarenakan Claudy dan dirinya menikah tanpa rasa cinta. Semuanya terjadi karena terpaksa dan terjebak keadaan.
"Sudah sampai," kata Khalid dengan nada pelan tapi masih bisa didengarkan Claudy. Saat Khalid memegang knop pintu untuk membuka pintu mobil, Claudy menggengam tangan sang suami hingga membuat Khalid terduduk kembali.
"Mas, maaf perkara tadi," kata Claudy seraya menundukkan kepalanya.
"Tidak masalah Sayang, mungkin kamu masih perlu beradaptasi. Ya sudah ayo kita turun agar bisa langsung beristirahat di kamar," kata Khalid.
Melihat Khalid yang bersandiwara jika dia dalam keadaan baik-baik saja. Claudy kembali menggegam erat tangan suaminya sebelum mereka turun.
"Sekali lagi aku minta maaf dengan responku hingga membuatmu tidak nyaman Mas. Tapi ketahuilah, aku sungguh-sungguh ingin memulainya bersama dengan mu. Jadi aku mohon jangan ngambek-ngambek terus ya," kata Claudy yang mengecup tangan Khalid hingga ketika Claudy menatik wajah Khalid lebih dekat dengannya dan mengecup kening suaminya sekilas dengan menjinjit.
"Aku harap kamu bisa bersabar hingga rasa itu tumbuh dengan mekar indah di hati kita," kata Claudy saat mengusap wajah suaminya.
"Apalagi kita akan pergi jauh dan hanya berdua saja, jadi ayo saling menjaga dan percaya. Aku juga akan belajar mencintai Mas dengan sepenuh hatiku," kata Claudy dengan menatap sang suaminya dan tangan masih betah di pipi sang suami.
Saat perlahan Khalid mendekatkan wajahnya pada Claudy dan ketika eajah mereka hanya berjarak sekitar 2 cm lagi Claudy langsung mundur dengan wajah yang memerah.
Reaksi Claudy yang jelas sekali sedang salah tingkah sukses menghadirkan taea di wajah pria tampan yang selalu bersembunyi di balik penampilan kutu buku handalannya.
"Ya udah ayo kita masuk," kata Khalid langsung keluar dari stank kemudinya.
Saat mereka akan berjalan masuk, Claudy merasa tangannya di genggam seseorang. Lalu mata bening itu menatap pria disampingnya yang tengah tersenyum menatap kedepan.
"Apa ini yang dimaksud Papa? Mungkin ini adalah yang terbaik, meski bukan dengan jalan yang baik. Tapi kami tidak salah, hanya momentnya saja yang terkadang tidak bisa terduga. Terima kasih Ya Allah, setidaknya aku melakukan pacaran halal bersama suamiku," kata Claudy menatap sang suami dengan pandangan mendalam.
Sedangkan di meja resepsionis, kedua petugas dengan tampilan anggun rupawan itu saling tatap dan saling lempar tawa.
"Ya Allah, kita kalah sama anak SMA. Masih SMA sudah berani bawa pacarnya ke hotel, mana yang perempuan hijabnya dalam amat. Aku malah mikirnya dia itu kerdus deh! Mending kayak aku ini baju cuma sepaha dan menampilan memukau kalaupun ketemu sama laki-laki dan itu pacar aku masih wajarlah. Lah ini? Penampilan ukhti, sikapnya kunti! Hi hue banget deh!" kata resepsionis itu mengomentari penampakan yang dilihatnya.
Sedangkan temannya sibuk tertawa, mendengar celotehan teman sepekerjanya itu.
"Udahlah, itu bukan urusan kita. Walaupun itu kerudung dusta, tapi niatnya menutup aurat sudah satu langkah lebih maju dari pada kita. Ingatloh menutup aurat itu bukan sunnah tapi wajib dan ada perintahnya di dalam al-qur'an. Aku berharap bisa menemukan pekerjaan yang lebih baik dari ini dan diberikan kesiapan mental untuk mengenakan hijab," kata Resepsionis yang bernama Flora itu.
"Halah Flo! Gaya lu! Ntar kalau si Dwiki ngamuk ngelihat lu kayak bungkusan lemper dan minta putus lu juga bakal lakuin apapun juga. Ngak usah sok yes deh!" kata Riri teman yang sedari tadi menjadge penampilan Claudy.
"Huft!" Flora menghembus nafas kasar dan matanya sudah berkaca. Ya cinta terkadang membuat orang menjadi bodoh, mengutamakan semuanya demi nama cinta hingga tanpa sadar mereka telah mengkhianati Dia yang memiliki cinta.
Paginya kedua pasangan muda itu check out dari hotel yang semalam keduanya tempati. Dengan mobil putih milik Claudy keduanya pulang menuju kota kampung halaman.
"Sayang," panggil Khalid ketika mengemudi tampa melihat pada sang istri.
"Iya," kata Claudy.
"Malam ini kita tidur di tempat Bunda dan Ayah boleh?" tanya Khalid.
Claudy langsung menoleh pada sang suami yang menatapnya penuh harap. Karena tidak ingin mengecewakan terlebih Mama sedang tidak di rumah, biasanya kalau Mama di rumah mau jumpalitan juga ngak diizinkan bermalam di tempat mertuanya. Bukan tanpa alasan, banyak sedikit kisah Dewi dan sang suami mempengaruhi emosi Adit dan Dini sehingga Futri sangat tidak ingin jika itu sampai membawa pengaruh buruk bagi putrinya.
Perjalanan yang memekan waktu terlebih weekend hingga membuat Claudy tertidur didalam perjalanan.
Saat mobil tengah berhenti diperjalanan, Khalid sangat menikmati wajah terlelap sang istri.
"Ya Allah apa aku jatuh cinta pada istriku? Tapi aku tidak ingin jatuh cinta Ya Allah, aku penginnya bangun cinta sama orang yang telah kau tetapkan sekarang tengah tertidur di mobil yang sama dengaku ini Ya Allah. Ya Allah anugerahkanlah rasa yang sama di hatinya untukku, lembutkan hatinya agar mau menerimaku," kata Khalid dengan suara pelan.
Setibanya di depan rumah Bunda dan Ayah Khalid. Claudy sontak tersadar dari tidurnya.
"Udah sampai ya?" tanya Claudy.
"Iya ini sudah di rumah Bunda, Sayang. Pusing?" tanya Khalid pada Claudy dan dibalas gelengan saja oleh istrinya itu.
"Kenapa Mas ngak bangunin aku tadi? Pasti capek nyetir sejauh ini, kitakan bisa gantian Mas," kata Claudy dengan raut rasa bersalah.
"Ngak, Mas seneng lihat kamu tidur. Capek banget ya?" tanya Khalid.
Claudy hanya tersenyum cengegesan, ya mau bagaimana lagi. Biasanya juga dia selalu memilih tidur jika berpergian jauh, bukan tidak ingin inisiatif tapi biasannya akan ada Abangnya dan Papa yang gantian nyetir.
Kalaupun pergi lomba begini maka Kenzie akan ikut menemani agar bisa menggantikan pak sopir menyetir kalau mengantuk dan lelah. Serta hal paling utama adalah untuk menjaga keamanannya.
"Assalmau'alaikum," kata Claudy dan Khalid bersamaan memasuki rumah sang Bunda.
Rumah itu tampak sepi, tidak ada kehidupan didalamnya. Hingga Kak Dewi yang tengah hamil 6 bulan keluar dan menjawab salam.
"Khalid dan Claudy? Masuk dulu Dek, duduk-duduk," kata Dewi dengan ramah.
"Mau minum apa?" tanya Dewi lagi yang masih disambut senyuman oleh Claudy.
Khalid mendekati sang Kakak dan meminta Kak Dewi duduk.
"Udah Kakak duduk saja, biar aku yang buatkan minum," kata Khalid.
Tapi saat Khalid ingin membuatkan minum Claudy melarang dan memilih membuatkan minum untuk mereka bertiga.
"Apa? Kakak memilih untuk berpoligami demi si Brengsek itu?" tanya Khalid dengan suara keras bertepatan dengan teh hangat yang dibawa Claudy ke ruang keluarga
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...