Indonesia
NovelToon NovelToon
From Me To The World

From Me To The World

Status: tamat
Genre:Spiritual / Vampir / Pengganti / Dunia Lain / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:11.7k
Nilai: 5
Nama Author: Yurhein

Dariku untukmu.
Dan darimu, kepada dunia.

Dimulai dari sebuah kisah, seorang dewa yang mampu memasuki kisah dewa lainnya, dengan suatu 'ketidaktahuan'

Saat saya berusia 15 tahun, ada suara yang sering muncul dalam kepala saya, apakah ini efek dari pubertas? atau kah cara agar aku dapat menjadi lebih kuat?

Perjalanan Levis agar dapat menjadi sekuat ayahnya, atau bahkan lebih, banyak rintangan yang menunggu Levis agar dia dapat menjadi lebih kuat dari ayahnya, bahkan sesekali dia harus berhadapan dengan para dewa yang jauh dari kata adil.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yurhein, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21 - Segerombolan Serigala

Bibi Leona lah yang menyembuhkanku. Ia bukan sekadar healer biasa, melainkan sosok yang selalu berjasa bagi anak-anak tak berdaya, yang tak tahu apa-apa tentang dunia dan kekuatan di sekeliling mereka. Ingatanku kembali ke masa kecil, saat aku masih berumur sembilan tahun, ketika aku dipukul oleh seorang anak seusiaku yang baru saja membangkitkan kekuatannya. Pukulan itu mengenai perutku, aura hitam menyelimuti kepalan tangannya. Rasanya seperti terbakar dari dalam, dan meninggalkan luka yang parah, hampir membuatku menyerah saat itu juga.

Aku adalah anak yang lemah, dan mungkin itulah sebabnya aku begitu rentan terhadap kekuatan orang lain. Saat aku berada di ambang putus asa, Bibi Leona muncul. Dengan sabar dan sepenuh hati, dia merawatku. Ia tidak hanya membersihkan luka, tetapi juga menggunakan kekuatannya untuk menyuntikkannya melalui jarum suntik yang dimasuki energi penyembuhnya. Luka di perutku menghilang, perlahan-lahan, hingga tak ada bekas sedikit pun. Aku bersyukur, karena tanpa bekas luka itu, aku dapat terus berlari, melompat, dan berlatih tanpa hambatan, dan lebih penting lagi, aku merasa selamat dari trauma masa kecilku.

Aku menatap Bibi Leona sambil tersenyum. “Apa yang kau pikirkan tentangku, Bi?” tanyaku lembut.

Bibi Leona menatapku, matanya melotot sejenak, seolah menilai seberapa nakal aku sekarang. Lalu ia tersenyum, sedikit menyeramkan tapi hangat, “Sama saja. Kau masih anak nakal.”

Aku tertawa kecil. “Yah, mungkin aku tidak se-nakal yang kau kira, Bi.”

Dia berjalan perlahan ke arah tempatku duduk di ujung kasur. “Aku permisi sebentar,” katanya, lalu menyuntikkan obat ke lenganku. Aku menahan rasa sakit, yang masih terasa sama seperti dulu, tidak berubah sedikit pun. “Dengan ini, kita selesai. Beristirahatlah.”

Aku mencoba melanjutkan, “Sementara itu, Bi, aku ingin bertanya…”

“Kau anak manja,” potongnya sambil duduk di sampingku, mengelus rambutku. “Kau sudah mulai tumbuh dewasa. Siapa yang berani melukaimu sekarang, keponakanku yang tampan ini?”

Aku tersenyum getir. “Aku tidak tahu, Bi. Banyak kejadian aneh akhir-akhir ini. Badanku terasa berbeda sejak bertemu Ordeya. Sesuatu berubah di dalam diriku, dan aku tidak mengerti apa itu.”

Bibi Leona terlihat terkejut. “Sungguh? Kau barusaja bertemu Ordeya?”

“Iya, Bi. Setelah pertemuan itu, aku berakhir di sini, di tempat ini.”

Air mata menetes dari mata Bibi Leona. Dia menatap kosong ke depan, menutup kedua tangannya dan merapatkan pahanya. Aku merasa hatiku ikut tersentuh. “Bi, apa yang salah?” tanyaku lembut.

“Ordeya… Ordeya!” katanya, suaranya terdengar patah dan tersedak.

Aku meraih tangannya dan mengusap air matanya, berusaha menenangkannya. Perlahan, tangisnya mereda. Aku tahu, di balik sosok kuat dan tegasnya, Bibi Leona juga manusia yang memiliki hati lembut dan kenangan yang membekas lama.

“Dulu, aku ikut dalam pertempuran antara Denoir dan Loresham,” cerita Bibi Leona. Suaranya datar tapi penuh emosi yang tersimpan. “Aku berada di garis belakang, sebagai Healer, merawat para dewa yang terluka dan warga yang tidak bersalah. Saat Ordeya, Kargize, dan satu rekannya ikut campur, mereka berhasil melumpuhkan banyak musuh yang dipimpin Darren Kargalant—pendahulu pemimpin Denoir saat ini, Hariel.”

Dia berhenti sejenak, menahan napas, lalu memegang tanganku erat-erat. “Rekan Ordeya dan Kargize bernama Sarrath. Dia tampak seperti manusia biasa, tapi memiliki dua tanduk naga yang tumbuh di kepalanya. Saat ingin menyelamatkan warga yang terancam, ia terkena gelombang ultrasonik bercahaya ungu dari Hariel. Serangan itu menembus pertahanan Ordeya dan Kargize. Serangan itu tepat mengenai jantungnya, dan ia terjatuh ke tanah.”

Bibi Leona meneteskan air mata lagi. Aku memeluknya, berharap dapat sedikit mengurangi rasa sakit yang ia rasakan.

“Bibi, aku berjanji mereka akan menanggung tanggung jawab lebih besar daripada yang mereka lakukan pada rekan-rekanmu,” kataku dalam hati, tekad mengalir deras di seluruh tubuhku. ‘Tunggu saja dunia sialan, aku akan merubahnya. Aku akan membuat dunia ini menjadi lebih baik.’

Tangis Bibi Leona perlahan mereda. Ia tersenyum, meski getir. “Haha, omong kosong. Bagaimana anak nakal ini bisa membalas mereka?” katanya, menertawakanku.

Aku cemberut. “Tapi bibi akan mempercayaiku, dan selalu berada di sampingku, kan?” tanyaku, sedikit memohon.

Bibi Leona mengangguk. “Ya, aku akan selalu berada di sampingmu,” jawabnya, menenangkan.

Tiba-tiba, pintu terbuka perlahan. Seorang pria dengan rambut pirang dan pakaian kasual masuk ke ruangan—Geron.

“Gero—” sebelum aku sempat melanjutkan, Geron meloncat ke sampingku dan menempelkan tangannya ke leher dan dahiku, seperti sedang memeriksa apakah aku demam.

“Kak Levis, apa kau sudah merasa lebih baik?” tanyanya, suaranya penuh kekhawatiran.

“Tentu, ini semua berkat Bibi Leona,” jawabku sambil tersenyum.

“Syukurlah,” ujarnya lega, kemudian duduk di kasur yang luas di sampingku.

Aku membuka mulut, hendak bertanya, “Ngomong-ngomong, kenapa aku bisa ada di sini? Siapa yang membawaku?”

“Kamu memang berat, kak Levis. Tidak mungkin aku membawa seorang diri. Naga Lira lah yang membawa kita kemari,” jawab Geron sambil menoleh ke Bibi Leona, yang hanya mengangguk.

“Terima kasih,” kataku, mengingat betapa besar usaha Lira. Aku tahu, berubah menjadi naga membutuhkan banyak energi dan kekuatan. Lira masih belum dewasa, tapi ia memaksakan tubuhnya untuk menyelamatkanku. Aku bertekad, suatu saat aku akan membalas jasanya.

Aku teringat teman lamaku, Chely. “Bibi, bagaimana dengan Chely? Bagaimana kabarnya?”

Bibi Leona tersenyum, wajahnya teduh. “Dia aman. Tempat kalian berbeda jauh, tapi masih dalam lingkup kerajaan. Jangan khawatir.”

Geron menambahkan, “Kak Chely sedang dilatih keras bersama ayahnya. Tenang saja, kak, dia aman.”

Aku menarik napas panjang, menenangkan diri. “Lagipula, dia menyuruhku menemuinya lima tahun lagi. Saat itu aku ingin langsung melamarnya.”

Geron tertawa tak percaya. “Kak Chely memiliki banyak teman laki-laki, tapi mereka tak setampanmu. Aku mendukungmu!”

Aku tersenyum. “Geron, kau anak nakal.”

Bibi Leona hanya tersenyum, pasrah melihat drama kecil kami.

“Omong-omong, di mana tempat ini?” tanyaku penasaran.

“Ini kamar khusus, diperuntukkan bagi yang diprioritaskan untuk diselamatkan. Tempat ini dekat perbatasan antara kerajaan dan desa. Ada banyak ruangan lain untuk merawat orang lain, tapi tempat ini, aku yang merawatnya sendiri,” jawab Bibi Leona dengan bangga.

Aku tersentuh. “Terima kasih, Bi.”

Ia menatapku, tersenyum, lalu mengangguk. “Lalu Geron, apa kau sudah mengabari orangtuaku?”

“Tentu, aku sudah melapor ke ayahmu dan pamanku Luke. Jangan khawatir, kak,” jawab Geron sambil tersenyum malu.

Aku menghela napas. Semuanya terasa aneh, namun juga menenangkan. Aku selamat, dan di sini aku merasa aman. Tapi hatiku tetap waspada, menyadari bahwa tantangan masih menunggu di depan, terutama untuk menghadapi serangan yang telah melukai desaku.

1
Nora Neko
Kesel ih /Scream/
Nora Neko
Kalimat ini sama bagian atas kayaknya lompat kejauhan
Nora Neko
Ceritanya bagus
Nora Neko
Kakak, maksudnya diselempangkan kali ya. Ada sedikit salah kata
Nora Neko
Itu maksudnya habis-habisan atau ada kata lain di deket kata an?
Kok aku bacanya lebih enak habis-habisan ya
Yurhein: iya diburu habis-habisan harusnya, ada kesalahan penulisan, makasih ya
total 1 replies
Nora Neko
Aku kira demon slayer
Nora Neko
Aku ngebayangin kantong doraemon
Yurhein: haha bagus juga kalo pake kantong Doraemon, makasih udah mampir!
total 1 replies
Nora Neko
Bangsawan ya
Yurhein: iya benar
total 1 replies
Ariel
ini kurang dari 1000 jumlah kata ya? sebaiknya usahakan 1000 kata per episode karena ngaruh sama retensi.
Yurhein: okee.. terimakasih atas sarannya thor!
total 1 replies
NewJerseyJack
seru thor... perjalan akan dimulai....
margo and me
Komentarku mendarat untukmu Thor!! Seneng banget bisa baca cerita ini~
Yurhein: thank you!!
total 1 replies
Louis
Good.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!