Indonesia
NovelToon NovelToon
Samson Otot Kawat Tulang Lunak

Samson Otot Kawat Tulang Lunak

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Penyelamat / Sci-Fi
Popularitas:760
Nilai: 5
Nama Author: PenaGabut_

Punya nama Samson Perkasa Putra dan postur gagah setinggi 178 cm ternyata jadi beban berat buat Samson. Dituntut Papi jadi cowok macho penerus bengkel, Samson malah lebih paham urusan skincare dan bakat histeris tiap liat kecoa. Kehidupan Samson makin riweh saat dia harus bertahan di antara harapan keluarga yang manly abis, godaan gosip tetangga, hingga urusan asmara yang serba salah. Bisakah Samson membuktikan kalau pria "otot kawat, tulang lunak" juga punya caranya sendiri buat jadi pahlawan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PenaGabut_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ekspedisi Herbal Gunung Lawu

"Krim kecantikan terbaik tidak lahir dari racikan laboratorium yang kaku, melainkan dari embun segar pegunungan dan tekad membara para pemberani."

"Samson! Lu yakin sepatu kets pink lu itu bisa bertahan di jalur pendakian tanah basah ini?!" teriak Kenanga seraya melompati akar pohon besar di depannya.

Pagi-pagi kabut tipis masih menyelimuti lereng Gunung Lawu. Di tengah hutan yang rindang, rombongan kecil dari kota melangkah menyusuri jalan setapak. Samson berdiri di barisan tengah dengan tas ransel besar warna pastel di punggungnya, bando pita penahan poni di kepala, dan sarung tangan kain khusus agar jemari lentiknya tidak tergores semak belukar.

Di depan, Kenanga memimpin jalan dengan parang tumpul untuk membuka jalur, sementara di belakang, Bang Jarot bersama dua anggota geng motor Serigala Jalanan berjalan tegap mengangkut tabung pendingin stainless khusus untuk menampung bahan herbal murni.

"Aduh Mbak Kenanga sayang! Sepatu pink pastel ini memang dirancang buat gaya hidup aktif, tapi debu ini bener-bener menguji imunitas kainnya!" rengek Samson seraya mengelap keningnya yang mulai berkeringat halus menggunakan kain mikrofiber.

"Halah, Sam! Bersyukur sepatu lu cuma kena debu tanah!" sahut Bang Jarot yang mandi keringat di belakang. "Nih lihat muka gue! Demi nyari Bunga Wijayakusuma Merah sama Tanaman Pegagan Emas buat bahan kompetisi lu, ketampanan eksfoliasi gue dipertaruhkan kena gigitan nyamuk hutan!"

"Sabar ya, Bang Jarot sayang," hibur Samson seraya menyodorkan botol spray penyegar wajah dari saku depannya. "Nih, semprot dulu pakai hydrating mist ini biar pori-pori Abang kagak stres kena kelembapan hutan!"

Bang Jarot langsung memejamkan mata, membiarkan Samson menyemprotkan cairan harum bunga mawar ke wajah kumis tebalnya.

SRET! SRET!

"Ahhh... seger benar! Rasa capek gue hilang separuh," gumam Bang Jarot puas.

Kenanga menggelengkan kepala melihat tingkah dua rekannya. "Fokus, woy! Pak Joko bilang, tanaman rahasia itu cuma tumbuh di tebing sebelah timur sebelum matahari tepat di atas kepala. Kita cuma punya waktu dua jam sebelum kandungan zat aktif botanisnya memudar diterpa panas!"

Mendengar instruksi itu, Samson langsung membusungkan dadanya tegap. Tubuh bidang setinggi 178 sentimeter itu melangkah lebih cepat, mengabaikan ketakutannya pada serangga atau lumpur basah.

Sejak insiden kedatangan Vektor ke usaha mereka, Samson dan Papi Joko menyepakati bahwa nama Bengkel & Auto-Beauty Lounge Perkasa Putra harus dijaga kehormatannya. Mereka tidak boleh kalah di Festival Industri Estetika Nasional.

Setelah menempuh perjalanan terjal selama satu jam, rombongan akhirnya tiba di bibir tebing yang dipenuhi hamparan kelopak bunga berwarna merah menyala dan dedaunan emas langka.

"Ini dia! Pegagan Emas dan Wijayakusuma Merah kualitas super!" seru Samson berbinar-binar. Ia melihat ke arah tanaman herbal tersebut dengan senyum centil gembira. Samson mengedip-ngedipkan matanya centil dan polos, berusaha memasang raut muka paling menggemaskan yang ia miliki. "Aduh cantiknya... Kalian calon penyelamat masa depan Bengkel & Auto-Beauty Lounge Perkasa Putra ya!" ujar Samson seraya memotong batang tanaman secara hati-hati menggunakan gunting steril khusus.

Namun, belum sempat Samson memasukkan hasil panen pertama ke dalam wadah pendingin, suara ranting patah terdengar nyaring dari arah balik semak-semak.

Tiga orang pria berpakaian serba hitam dengan kacamata gelap tiba-tiba muncul menerobos pepohonan. Salah satu dari mereka memegang cairan zat kimia dalam botol kaca. "Serahkan semua tanaman herbal itu, atau kami hancurkan sampai tak tersisa!" gertak pria berjaket hitam yang rupanya suruhan dari Vektor.

Kenanga langsung melangkah ke depan, memasang kuda-kuda pencak silat tingkat tingginya. "Ternyata bos lu si Vektor itu beneran penakut, ya! Sampai ngirim kroco-kroco kayak kalian ke tengah hutan cuma buat sabotase!"

"Gue kagak peduli!" bentak anak buah Vektor seraya mengayunkan botol kimia tersebut.

Bang Jarot yang melihat aset penting buat ketampanan wajahnya terancam langsung menggeram garang. Ia melepaskan tabung pendingin dari punggungnya, lalu maju mendampingi Kenanga. "Hei, mukanya kusam! Jangan coba-coba merusak persediaan skincare kita!"

BUK! BRAK!

Pertempuran sengit di tengah hutan tak terelakkan. Kenanga meluncurkan tendangan memutar yang mengenai telak dada musuh pertama, sementara Bang Jarot memiting leher anggota kedua dengan gerakan bantingan gulat jalanan yang sangat keras.

Pria ketiga yang memegang botol cairan kimia mencoba menerobos mendekati Samson yang sedang melindungi tempat penyimpanan bahan herbal. "Mbak Ken! Dia mau nyiram bunganya!" jerit Samson panik.

Dengan refleks luar biasa, Samson mengangkat ransel besarnya yang tebal sebagai perisai, menahan siraman cairan kimia musuh, lalu membalas dengan dorongan bahu tegapnya.

BUM!

Pria suruhan Vektor itu terpental tiga meter ke belakang dan tersungkur di atas semak berduri.

"Jangan pernah sentuh tanaman kesayangan Samson!" seru Samson dengan suara yang bergema yang mendadak gagah dan berwibawa.

Dalam hitungan tiga menit, ketiga musuh suruhan Vektor itu lari terbirit-birit menuruni lereng gunung sambil merintih kesakitan.

Kenanga merapikan rambut pendeknya seraya tersenyum bangga. "Kerja bagus, Sam. Badan tegap lu ternyata gak cuma buat pajangan di depan meja rias."

Samson merapikan kembali bando pitanya yang agak miring, memetik kelopak Wijayakusuma Merah terakhir dengan lembut, lalu tersenyum manis. "Bahan baku terbaik sudah di tangan! Sekarang saatnya kita balik ke Bengkel & Auto-Beauty Lounge Perkasa Putra dan meracik Formula Legend Papi Joko buat menumbangkan Vektor di panggung festival!"

Setelah memastikan seluruh sisa-sisa anak buah Vektor dipastikan kabur tanpa jejak, Samson dengan sangat hati-hati mengunci tabung pendingin stainless milik mereka. Senyum kemenangan terpancar jelas di wajahnya, mengalahkan kelelahan fisik usai menempuh medan ekstrem lereng gunung.

"Ayo kita pulang!" seru Samson bersemangat seraya menepuk-nepuk tabung pendingin itu seperti menepuk harta karun bernilai triliunan rupiah.

"Bahan-bahan ini harus segera masuk proses ekstraksi dingin sebelum kandungan antioksidannya berkurang satu persen pun!"

Perjalanan menuruni lereng Gunung Lawu terasa jauh lebih cepat. Motivasi membara untuk mempertahankan nama besar Bengkel & Auto-Beauty Lounge Perkasa Putra membuat langkah kaki rombongan tersebut seolah tanpa beban.

Begitu tiba kembali di halaman Bengkel & Auto-Beauty Lounge Perkasa Putra, Papi Joko dan Mami sudah menunggu di pintu depan dengan raut cemas.

Begitu melihat rombongan Samson kembali dengan selamat membawa wadah pendingin utuh, Papi Joko langsung bernapas lega. "Gimana, Sam? Dapet bahan utamanya?" tanya Papi Joko antusias.

Samson membuka penutup tabung pendingin dengan gaya anggun bagai pesulap membuka tirai pertunjukan. "Papi... Pegagan Emas dan Wijayakusuma Merah kualitas terbaik dari puncak gunung siap untuk diracik!"

Papi Joko mengusap air mata harunya. Pria tua berkumis tebal itu langsung mengenakan apron salon warna soft pink kesayangannya, menyingsingkan lengan kemejanya, dan bersiap memimpin proses pembuatan di laboratorium khusus belakang bengkel.

"Mulai malam ini, kita akan bekerja tanpa henti!" tegas Papi Joko seraya menatap Samson, Kenanga, dan Bang Jarot. "Kita kombinasikan keahlian lama Papi dengan inovasi estetika modern milik Samson. Kita buktikan kepada Vektor dan seluruh dunia kecantikan, bahwa produk lokal dari Bengkel & Auto-Beauty Lounge Perkasa Putra mampu menciptakan keajaiban glowing yang tak tertandingi!"

Samson mengangguk mantap, membetulkan bando pitanya, lalu mengepalkan tangan kekarnya dengan penuh percaya diri. Pertempuran sesungguhnya di panggung pameran nasional tinggal menghitung hari!

1
🍓ADIRA🍓
kwkwkwk kedip^ berharap ada yang terpesona ye Son 😂😂😂
🍓ADIRA🍓
Coba Samson majunya pake daster dan bando pink andalan pasti lucu 🤣🤣🤣
🍓ADIRA🍓
Mirip menaranya papi gak tuh Mi 🤣🤣🤣
🍓ADIRA🍓
Daster emng is the best ya Mam 😂😂
🍓ADIRA🍓
kwkwkwk kehangatan 🤣🤣🤣
🍓ADIRA🍓
hati^ bang Jarot, jangan sampe menaranya terguncang yeee 🤣🤣🤣
🍓ADIRA🍓
bener-bener bando unggulan ini 🤣🤣🤣
Siti Choiriyah
cus tak kepoin... gk seru gk tak kasih gif🤗
🍓ADIRA🍓
Kwkwkwk Kenjiro bakal tersamson-samson ni 🤣🤣🤣
🍓ADIRA🍓
jangan panggil sayang son, jadi gagal paham kita 🤣🤣🤣
🍓ADIRA🍓
hati^ ye Kenjiro,,, jangan smpe terpesona sma Samson loh 🤣🤣🤣
🍓ADIRA🍓
yang ada Kenjiro kaboor karna geli samamu Son 🤣🤣
🍓ADIRA🍓
kwkwkwkw bando andalan 🤣🤣🤣
🍓ADIRA🍓
kwkwkw 🤣🤣🤣🤣
🍓ADIRA🍓
kwkwkwkw bang Jarot 🤣🤣🤣
🍓ADIRA🍓
Ayo buktikan sama si Kenjiro, Son 💪
🍓ADIRA🍓
etdah bang Jarot 🤣🤣 ambil kesempatan dalam kesempitan 🤣🤣🤣
🍓ADIRA🍓
dengerin noh Son 🤣🤣🤣
🍓ADIRA🍓
etdah ni bocahh. 🤣🤣
🍓ADIRA🍓
🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!