Bryen berusia 25 tahun seorang pria pemilik cafe sederhana, memiliki karyawan untuk membantu melayani seorang pelanggan, saat sibuk melayani pelanggan ia tidak sengaja menumbuhkan Kopi ke pakaian seorang perempuan sombong, angkuh dan dingin, yg lagi asik berbincang sama teman kantor nya, hingga ia kaget langsung beranjak
"HEI KAMU... HATI - HATI DONG! INI BAJU MAHAL, LIHAT.... BAJUKU JADI KOTOR!! PAKAI MATA ENGGAK!! ". Ucapnya sentak marah
" maaf nona, saya tidak sengaja, sini saya bersihin! ". Jawab brayen sambil mengelap gaun yang kena tumpahan kopi
" TIDAK USAH!! BISA SENDIRI, DASAR LAKI-LAKI!! ". Ucapnya dengan tatap kesel melangkah melewati, temannya pun mengikuti dengan ekpresi bingung
Ini pertama kalinya bagi bryen di marahin oleh seorang wanita.
kehidupan bryen sangat suka hidup biasa saja, walaupun sang ayah selalu menjodohkan dirinya dengan seorang wanita kenalan teman ayahnya, sampai kini sang ayah masih membahas perjodohan itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 2 MERASA KAKAK YANG GAGAL
******
******
******
Mereka melangkah di lorong kantor
"Hadeh Elin. sampai kapan kamu akan ribut terus dengan adik kamu, kapan kalian akan akur? " Tanya Sanfani
Elina menghela nafas berat tercampur dengan rasa bingung, ia pun juga bingung kenapa harus ribut, jujur saja Elina selalu terpancing dan mudah emosi setiap kali mereka berdebat mau hal kecil atau hal besar, tidak pernah bicara baik-baik atau hal manis.
"Kamu tahu, hubungan aku dengan adikku tidak pernah akur sama sekali. dia selalu salah paham setiap kali aku melakukan sesuatu, padahal aku lakukan ini semua untuk kebaikannya, tapi balasannya apa tadi... malah di sembur sama air minuman, gimana aku tidak terpancing emosi kalau kelakuan dia kayak gitu.. ". Keluh Elina kesel mengingat kelakuan adiknya tadi.
" Iya... aku tahu. kamu kesel. tapi sebagai kakak tertua harusnya menjaga bukan? ".
" Bukan! tapi bikin emosiku darah tinggi ". Jawab Elina kesel melangkah jalan begitu saja.
Sanfani yang melihat sikapnya pun hanya menggeleng kepala.
Tiba di dalam ruang kantor, Elina melangkah menghampiri meja kerjanya. Meletakkan tas kecil ia pegang di atas meja, Duduk di kursi depan meja dengan raut wajah murung tercampur kesel.
"Apa-apaan sih.. anak itu, bukannya mengucapkan terimakasih pada kakaknya ini mah... di sembur sama air minum, di tambah malu-maluin di depan banyak orang lagi... hadehhh... punya adek tapi sikapnya gitu.. ". Keluh Elina bicara diri sendiri.
Di tempat lain____
Terlihat dara begitu kesel ia pun menelepon sang pacar yang selalu membelanya.
" Hallo sayang... aku kesel nih.. ". Rengek dara
" ok, kita ketemu di kantor ok". Jawabnya
"ok, sayang". Di balas dengan ekpresi tiba-tiba berubah dengan cepat, menjadi lebih ceria dan lebih ringan. Dara pun menutup telepon tersenyum senang, ia melangkah jalan pergi.
Kemudian tidak lama sampai di kantor sang pacar, melangkah jalan di lorong lobby, ia pun melihat sebuah pintu ruang kantor sang pacar, tidak berfikir panjang dirinya pun ke pintu itu, melangkah jalan memasuki ruang kantor.
"Sayang... ". Sahut dara dengan ekpresi senyum bahagia
terlihat seorang pria bernama Kelvin saat dirinya sibuk berkerja seketika terkejut kedatangan pacarnya
" Hai sayang... ". Jawabnya beranjak melangkah mendekat sambil tersenyum.
" Hemmm, aku kangen ". Rengek dara langsung memeluknya dengan nyaman.
" Aku juga sayang, gimana? apa yang terjadi sayang... hemmm! ".Tanya kelvin
" Mau tau tidak sayang...? ".
" Apa? ".
" tadi tuh... aku sembur sama air minum di depan banyak orang di Cafe... aku hajar dia.. sampai merasa malu, tapi di hentikan sama pria seorang karyawan Cafe itu hemmm! aku bete tau... " Rengek sedih dara mengeluh pada pacarnya sendiri.
"Sayang... jangan sedih dong.. nanti cantiknya hilang.. itu sudah hal bagus menurutku.. kamu harus pastikan, kalau Elin benar-benar harus kasih pelajaran setelah dia bikin kita jadi salah paham". Ujar kelvin menghasut Dara
" Tenang.. sayang aku tidak akan membiarkan wanita itu berani sama kita lagi.. percaya sama aku". Jawabnya senyum.
"Aku percaya sama kamu, sayang... sini! ". Kelvin pun memeluk kembali sang kekasih dengan senyuman liciknya.
*****
Malamnya Elina melangkah masuk ke dalam rumah, saat hendak melangkah ke kamar
" Elin.. ! ". Panggil sang ayah datang mendekat
Ayah Elina adalah Williams Santoso berusia 50 tahun memiliki dua putri yaitu Elina dan Dara, ia sudah lama kehilangan istrinya sejak dara lahir. dan sekarang dirinya hanya hidup sendiri bersama anak-anak perempuannya walaupun sering berselisih antara dua kakak, adik.
Elina pun berhenti melangkah berbalik menoleh
" Ayah ".
" Kenapa kamu sampai ribut dengan adik kamu, ada apa dengan kalian tadi siang? ". Tanya Williams
" Ayah, Aku sekarang capek, aku tidak ingin membahas adik yang kurang ajar sama kakaknya, ayah kenapa sih.. selalu membelanya, ayah tidak pernah bertanya padaku, Elin.. gimana kerjanya? , apa capek? , lelah? , ayo istirahat dulu, makan dulu. dan semua itu tidak pernah aku dengar dari mulut ayah! ". Ucap Elina kesel di sertai bete
" Ok, ayah minta ma'af, ayah tidak bermaksud berkata seperti itu, tapi tolong kalian jangan sering ribut hanya masalah seorang laki-laki, cobalah salah satu di antara kalian mengalah dan mencoba menerima ". Ujar Williams
" ayah... ini bukan soal merebutkan, tapi soal Dara.. aku tidak mau anak itu, terhasut oleh rayuan mautnya kelvin, dia playboy, suka gonta-ganti pasangan sering ke Club malam, mabuk-mabukan". Jelas Elina
"Tau dari mana? , kalau kelvin suka seperti itu, yang ayah tahu anak itu baik-baik keluarganya juga baik-baik tidak ada yang aneh-aneh".
" Ayah tidak akan pernah tahu, sampai kapanpun, hanya aku yang tahu, dia bermuka dua! ". Jelas Elina menegaskan
" ok, ok. lebih baik kamu istirahat, ya... jangan terlalu di pikirkan". Minta Williams pada putrinya
"Dari tadi juga ingin istirahat". Jawabnya tegas, berbalik melangkah memsuki kamar
Williams hanya menggelengkan kepala dengan rasa heran pada putrinya sendiri.
Punya dua anak perempuan, dua-duannya memiliki sifat yang sama, suka egois tidak mau mengalah dan suka mencari kesalahan satu sama lain, sebagai ayah hanya bisa mencari celah untuk berdamai untuk mereka. tapi sepertinya itu hal mustahil.
Sementara di kamar terlihat Elina terbaring terlentang dengan menatap di atas langit-langit lampu sambil terdiam melamun.
"Ibu.. aku kangen, Aku seorang kakak, tapi rasanya aku gagal menjadi kakak, seperti apa sebenarnya menjadi kakak, ibu. Ajari aku menjadi kakak yang baik untuk adikku sendiri". Elina berkata pada diri sendiri sambil memandangi lampu di atas langit-langit
Elina merasa dirinya tidak pantas menjadi seorang kakak, apa lagi ia sering sekali emosi dan mudah marah terhadap adiknya, bagaimana tidak sebagai kakak sulit untuk berbaikan sama adiknya sendiri, rasanya gengsi dan canggung, itu bukan gayanya dan bukan jati dirinya sendiri, yang akan merasa aneh dan terasa paling rendah. Dan Elina merasa kalau Dara pasti akan mengeledeknya, Itu percuma menurut dirinya. dari sejak dulu tidak pernah bicara baik-baik atau pun secara hal bicara lembut.
Elina menghela nafas panjang berbalik meringkuk seperti seorang yang polos sambil merasakan rasa sedih. Di balik tegasnya, jutek dan emosi, Elina memiliki hati yang lemah dan mudah rapuh