Emilio Jingga Wesley. Mendedikasikan hidupnya hanya untuk seorang wanita, bahkan mengabaikan hatinya. Sehingga berujung kekecewaan untuk para wanita yang mendekatinya karena tidak bisa berkomitmen.
Floransia Calla. Gadis ceria, namun itu semua hanyalah kamusflase untuk menutupi ketakutan akibat trauma masa lalu. Introvert dan hanya mempercayai sahabatnya, Gaga.
Nathaniel Parker. Pria dingin dan sombong, playboy dan suka bergonta-ganti pasangan tidur tapi dalam hatinya hanya ada satu orang wanita.
Xeraina Agatha. Punya masa lalu kelam dalam hal percintaan, sehingga membuatnya tidak percaya cinta dan ikatan pernikahan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariesgurlll, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Akui Perasaanmu!
Xeraina mengernyitkan keningnya ketika menyadari atmosfer berbeda dari Jingga dan Flora. Keduanya tampak seperti Tom and Jerry. Jingga berusaha menjaga Flora dan berusaha agar gadis itu tidak banyak gerak dan Flora tampak enggan berdekatan dengan Jingga dan terus mengabaikan pria itu. Dan sepertinya bukan hanya Xeraina yang menyadari hal ini, karena Nathan dan beberapa kru yang lainnya pun juga ikut mengernyit heran ketika Flora tampak seperti melarikan diri ke arah mereka demi menghindari Jingga.
“Break satu jam! Dan busana selanjutnya adalah gaun merah. Serta biarkan model menghangatkan diri dan beristirahat terlebih dahulu,” ucap Jingga tiba-tiba.
Ya, Jingga memang masih turun tangan untuk memotretnya. Tetapi, meskipun mereka banyak berinteraksi bersama, tetapi pria itu tampak berubah. Jingga tidak sama lagi seperti pemotretan awal di mana pria itu banyak melontarkan godaan-godaan kecil yang membuat Xeraina bersemu kemerahan karena malu. Sekarang pria itu banyak diam, dan hanya berbicara jika memintanya untuk berganti pose, atau menanyakan keadaannya yang terlalu lama berendam dalam air, Jingga kali ini benar-benar menempatkan diri sebagai pria yang sudah memiliki kekasih. Hal itulah yang membuat Xeraina begitu muak dan sedikit kurang berkonsentrasi dan banyak melakukan kesalahan.
Xeraina memandangi Jingga yang kini berjalan menghampiri Flora yang sedang berusaha menjauh dan menyembunyikan diri di balik punggung beberapa kru yang tengah berkumpul, namun Jingga tetap melakukan niatannnya dan menarik tangan gadis itu dan membawanya pergi. Flora tampak sudah pasrah saja diseret oleh Jingga.
“Ga ....”
“Diam, Flo!” bentak Jingga kesal. Mereka tidak lagi menyembunyikan hubungan keduanya, dan berbicara layaknya seorang teman dekat.
Dengan kesal Jingga menarik lengan Flora menuju mobil, lantas membuka pintu mobil dan mendorong Flora masuk ke dalamnya. Flora langsung terduduk di kursi penumpang, dan tampak ketakutan.
Mobil mereka melaju kencang meninggalkan hotel tempat dilakukannya pemotretan salah satu produk Jingga dan Xeraina sebagai modelnya. Kendaraan beroda empat itu melaju menuju taman kota yang masih lumayan sepi karena siang hari. Jingga lalu menghentikan mobilnya dan menatap Flora yang tampak ngeri dan meremas safety belt-nya.
“Jadi, kenapa kau menghindariku seharian ini?”
Flora lantas menggeleng.
“Kau tahu, aku melakukannya itu karena ingin memastikan kau baik-baik saja dan tidak terluka lagi. Tetapi kenapa kau malah terkesan berusaha untuk menghindar?” tanya Jingga kembali masih dengan kekesalan penuh pada Flora.
“Karena ... karena di sana ada mbak Xera,” cicitnya, lalu menunduk dan memainkan kuku-kuku jemarinya dengan gugup.
“So? Apa hubungannya dengan dia?”
Flora seketika mengangkat wajahnya. “Apa kau sadar, Ga. Mbak Xera itu terlihat cemburu melihat kedekatan kita dan aku tidak mau menimbulkan kesalahpahaman. Karena aku tahu kalian saling menginginkan dan tidak ada yang salah dari itu semua.”
“Kami tidak memiliki hubungan kalau itu yang ingin kau tahu, Flo. Bukankah aku sudah memberitahumu kalau aku dan Xera itu tidak akan pernah memiliki hubungan yang lebih dari partner kerja.”
“Tetapi ... bukankah kalian—"
“Ya, kami memang bercinta,” potong Jingga dengan cepat. “Kami tidur bersama seperti yang kau lihat pagi itu. Tetapi, Flo, hanya sebatas itu tidak lebih. Sama seperti wanita-wanita yang aku kencani di luar sana, Xera pun ada di posisi itu.”
Flora terbelalak kaget. “Benarkah?”
Lama Jingga terdiam, raut wajahnya terlihat ragu. Dan hal itu yang membuat Flora tanpa sadar tidak bisa menahan senyumnya. “Ga, kalau kau tertarik pada mbak Xera akui saja, karena aku lihat dia juga memiliki perasaan yang sama terhadapmu.”
“Tidak! Aku bilang tidak, ya tidak, Flora.” Jingga kini berubah kesal karena Flora terus-terusan menggodanya.
Flora terkekeh pelan. “Oke, oke ... baiklah. Aku mempercayaimu, Ga.”
Jingga mendengkus dan membuang tatapannya pada jalanan. “Ya, terima kasih,” ucapnya dingin dan kembali melajukan kendaraannya menuju hotel tempat pemotretan berada.
Sepanjang sisa perjalanan berlalu dalam diam. Flora sama sekali tidak menunggu Jingga membukakan pintu mobil untuknya dan berjalan mendahului pria itu menuju kolam renang. Sampai di sana dia kembali menyibukkan diri dan mengabaikan tatapan Xeraina yang bertanya-tanya yang diarahkan kepadanya. Jingga pun tidak lagi berusaha untuk mengganggunya seperti tadi, dan mereka tidak lagi menjadi perhatian orang-orang di sana.
****
Xeraina naik ke atas air dan menghirup udara sebanyak yang dia bisa. Jingga mengikuti gerakannya dan sedikit meremas rambutnya sambil mengamati kamera dalam genggamannya. Ya, mereka kembali melanjutkan pemotretan di dalam air setelah terpending beberapa menit tadi untuk beristirahat, sekaligus diambil kesempatan oleh Jingga untuk meluruskan kesalahpahaman Flora akan hubungannya dengan Xeraina. Sedangkan Xeraina sendiri sangat menyadari Jingga yang berdiri di hadapannya adalah Jingga yang berbeda dengan Jingga yang memeluknya kemarin malam. Laki-laki itu kini semakin kaku sejak kembali lagi bersama Flora yang berubah menjadi sama kakunya. Dan Xeraina bertanya-tanya, apa yang terjadi sehingga kedua orang ini berubah menjadi sekaku itu seperti ini.
“Sebaiknya kau menggunakan obat mata agar tidak iritasi karena kelamaan berada dalam air,” ujar Jingga memperingatkan pada Xeraina sambil lalu.
“Pemotretan selesai?” tanya Xeraina sambil membersihkan air yang menetes-netes di wajahnya.
Jingga mengangguk. “Kita lanjutkan besok,” ucapnya dengan suara keras dan Xeraina segera dibantu untuk keluar dari air. Flora juga ada di sana menyerahkan handuk untuk wanita itu tetapi ditepis dengan kasar, pengaruh dari rasa kesalnya karena Jingga begitu cuek terhadapnya.
Setelah dia menjauh, dan lebih memilih dibantu dengan yang lainnya, sempat dilihatnya Flora menyerahkan handuk putih tebal itu pada Jingga yang bertelanjang dada sebelum Xeraina sendiri hilang di balik ruang berganti pakaian.
Ketika Xeraina kembali ke ruang tunggu, Flora sedang duduk di samping Jingga dan mereka tampak mengamati laptop yang berada di pangkuan Jingga. Hal ini membuat Xeraina bingung dan bertanya-tanya, hubungan seperti apa yang sebenarnya dimiliki kedua orang ini hingga mereka bisa berubah-ubah begitu cepat? Sebagai kekasih pun masih terlihat aneh dalam pandangan Xeraina.
“Ada waktu makan siang?” tanya Nathan pada Flora secara tiba-tiba.
Flora menampilkan senyum menyesal. “Maaf, saya harus ke dokter untuk melakukan check-up rutin.”
Sedangkan Jingga yang masih di sampingnya, hanya mencuri dengar obrolan keduanya. Lalu, betapa bahagianya Jingga saat mendengar Flora menolak ajakan dari pria itu, Jingga memang sudah mewanti-wanti agar Flora tidak banyak berinteraksi dengan Nathan mengingat sebelumnya traumanya kembali muncul karena pria itu.
Nathan kemudian mengangguk. “Mungkin lain kali kalau begitu,” jawabnya tanpa nada kecewa, meskipun Xeraina tahu laki-laki itu sedang kesal. Nathan dan egonya yang besar itu tidak menerima penolakan.
Mendadak Jingga menutup laptopnya. “Biar aku yang mengantarmu, Flo,” ajaknya pada Flora sambil bangkit berdiri.
“Oh iya, Xera. Untuk jadwal kamu yang selanjutnya biar aku infoin ke Flora, bukankah dia adalah asistenmu yang mengetahui agenda jadwalmu?”
Xeraina memilih mengangguk. lalu kemudian Jingga berpamitan pada Xeraina dan Nathan yang dibalas anggukan oleh keduanya.
Dan tanpa diduga-duga, Jingga menarik tangan Flora dan menuntunnya berjalan. Hanya saja berbeda dengan sebelumnya. Bila sebelumnya Jingga menarik lengan Flora, maka kali ini Jingga menautkan jemari mereka dan tampak lebih seperti membimbing Flora layaknya seorang kekasih yang saling mencintai. Seketika perut Xeraina mulas. Sialan!
Apakah dia benar-benar tidur dengan kekasih orang? Tetapi kenapa Flora terkesan terlihat biasa saja kepadanya sedangkan dia melihat dengan mata kepalanya sendiri dia tengah memadu kasih bersama Jingga di atas ranjang. Dan kenapa Xeraina begitu bodoh tidak menyelidiki hubungan mereka terlebih dahulu.
Sialan! Ini benar-benar memalukan.
soalnya ini alur cerita nya unik ga seperti kebanyakan novel2 romansa yg lain...
entah apa ending nya author akan memasang kan Silang antara flo vs Nathan Dan jingga vs flo... atau jingga tetep sm flo.. krna pd dasarnya persahabatan laki2 Dan perempuan yg bgtu dlm seperti itu ga mungkin klo gada apa2/ gada cinta ... terlalu ambigu gtu ga sh...
oia ka Thor jujur setiap Hari yg lagi paling aku tunggu up nya tuh novel ini loh ka,,, JD mohon bgt pliss klo bs up nya lebih Dr 2 bab dong kk 🤭😁✌️ semangaattt teruuss 💪
gatau knp justru aku lebih suka hub yg terikat kuat antara flo Dan Gaga drpd Nathan Dan xera...
Gaga memang berengsek tp dia ga rusak flo. klo pun Gaga tidur am xera krna sm2 mau bukan pemaksaan /pemerkoxxxx... tp Nathan berengsek wlopun dia jaga xera tp d tidurin selain itu dia jg perkoxx flo ....
hidup Gaga Dan flo ,aku restuin kalian 🤭....
setiap Hari ini salah satu novel yg paling aku tunggu2 up nyaaa💪🥰
padahal jelas sekali sikap jingga sebagai laki2 bukan hanya krna kasian Dan sekedar tanggung jwb atas kesalahan kk nya dlu smpe 5 thn bgtu ... duduuhhhh ku harap kalian akhirnya segera menyadari nya yah drpd akhirnya melukai perasaan yg lainnya lg ....
ga sabaaarrrr bgt ka nunggu lanjutannya...
suka cerita ini soalnya cerita nya ga biasa Dan ga kebanyakan dlm cerita novel yg sm kaya yg lainnya....
semangaattt Terus ya kk up nya klo bs tambahin up nya💪😅
suka bgt sm hubungan mereka apa lg klo akhir nya mereka JD bersama.... ohh Thor pliiissss JD in flo cantik Dan modis smpe akhirnya jingga bener2 sadar klo dia tuh cinta sm flo.... satuin mereka thorrr pliiissss😂
klo aku liat selama Gaga jagain flo smpe dia bs nangis ,peduli Dan ingin jagain flo smpe mau nikahin sudah jelas itu perasaan kasih sayang atau cinta yg tulus sesungguh nya... sedangkan Gaga dngn xera kayanya krna ketertarikan penampilan Dan sex aja dh....
maaf yah Thor kecewa klo Gaga JD nya sm xera