"Abi sangat senang bergonta-ganti wanita simpanan hanya untuk memuaskan nafsunya saja, jika dia sudah bosan, Abi akan langsung menyingkirkannya. Jadi, sebelum dia yang menyingkirkanmu, aku sarankan kau pergilah sejauh mungkin dari kehidupannya."
Dinda bergeming wanita itu sangat terkejut mengetahui kenyataan yang menghantam jiwa dan raganya. Dinda tidak menyangka telah memberikan mahkota yang selama ini dia jaga kepada pria brengsek seperti Abi.
Kini, 4 tahun sudah berlalu. Dinda bersama sepasang anak kembar. Kebanggaannya, meski lahir tanpa nama ayah. Masa lalu sudah Dinda kubur dalam, nama Abi sudah menjadi sejarah saat dia datang lagi mengemis cinta dan menawarkan tanggung jawab. Apakah Dinda akan kembali kepada Abi?
Atau menikah dengan Satria dokter tampan yang sangat mencintainya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon saffana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
sesampainya di rumah Dinda, Abi pun langsung membantu istrinya membersihkan rumah yang sudah lama tidak dihuni itu. Dinda bersyukur walaupun sudah lama tidak ditempati. Namun, rumahnya masih kokoh dan masih layak untuk ditinggali. selagi Dinda dan Abi membersihkan rumah, Irma dan kedua anak kembar Dinda pun turut membantu mengeluarkan baju di dalam ke koper dan memasukkan nya ke dalam lemari. Kedua netra ibu dua anak itu seketika berkaca-kaca, dia sangat terharu melihat kedua anaknya sangat pintar dan tidak banyak mengeluh, mereka malah bahagia karena pindah ke rumah ini. melihat perubahan wajah istrinya, Abi pun langsung memegang pundak DInda.
“maaf Sayang, sekali lagi aku malah membuat hidup kamu susah!” cicitnya dengan wajah sendu. Pria itu mengira Dinda sedih karena dirinya.
Dinda menggeleng. “Aku nggak lagi sedih,Bi … aku hanya sedang terharu saat ini, kita bisa bersama kembali dilengkapi dengan anugerah pemberian Tuhan yang selama ini menjadi penguat selama kamu jauh dariku. dan yang membuat aku bahagia Rayanza dan Raina mereka berdua sangat mengerti keadaan kita saat ini, lihatlah … umur mereka terbilang masih balita. Namun, mereka sangat pandai dan pemikiran mereka sangat berbeda dengan anak seusia mereka berdua, sungguh Tuhan sangat baik kepadaku,” jawab Dinda menjelaskan nya pada Abi, tanpa terasa air matanya menetes mewakili kebahagiaan saat ini.
Abi tersenyum tanpa sadar pria itu pun meneteskan air matanya mendengar perkataan istri yang paling dia cintai.
“Din, apapun yang terjadi di masa depan, aku harap kamu nggak ninggalin aku lagi, kita harus menghadapinya bersama-sama … hm …?”
Dinda mengangguk. “Iya, Bi,” Jawabnya sambil membalas pelukan Abi.
“Sayang. Besok aku akan ke kantor untuk menyerahkan semua jabatanku, setelah itu aku akan mengajak teman untuk memulai usaha baru, hanya saja mungkin dalam waktu beberapa bulan ini kondisi keuangan ku belum stabil … aku harap kamu mengerti, tapi … kamu jangan khawatir, karena kebutuhan kamu dan kedua anak kita pasti akan tercukupi!” jelas Abi penuh keyakinan.
Dinda semakin mengerat kan pelukan nya. “Abi … jangan terlalu memaksakan diri untuk memulai bisnis yang baru, lebih baik kita berusaha bersama, kamu lupa aku memiliki toko roti yang lumayan terkenal? lebih baik kita berusaha bersama dan membuka kembali toko roti itu, aku yang membuatnya dan kamu yang memasarkan nya, kita akan membuka toko roti online dan offline. Mungkin usaha ini hanya memiliki untung yang terbilang sedikit. Tapi, kalo penjualan online dan offline banyak. Aku yakin kita tidak akan hidup susah … tapi ini hanya ideku saja, jika kamu keberatan aku juga nggak akan maksa.”
Abi terdiam mencoba memikirkan ide Dinda, tidak lama kemudian pria itu mengangguk dengan mengembangkan senyum tampannya. “Sayang, ide kamu sangat bagus! aku sangat setuju, aku juga akan mengajukan proposal kepada klien-klienku, aku yakin usaha roti yang akan kita buka akan berkembang pesat …!” ungkapnya dengan nada yang bersemangat.
Dinda ikut tersenyum melihatnya. “Apa kamu yakin? seorang CEO Sanjaya Group, beralih profesi menjadi pengusaha roti?” tanya Dinda meyakinkan suaminya.
“Tentu saja aku sangat yakin, pekerjaan apapun itu akan aku kerjakan asal kamu selalu ada disampingku!” jawab Abi.
“Baiklah … mulai besok kita kan menjadi partner!” ujar Dinda dengan senyum mengembang.
Abi langsung menghujani kecupan di puncak kepala istrinya, sekali lagi dia baru mengetahui satu hal. Bahwa dalam hubungan suami istri, tidak akan terjadi masalah jika kita bisa saling mengerti dan berjuang bersama, harta bukanlah segalanya karena adanya cinta dalam suatu hubungan pasti semua masalah akan teratasi bersama.
“Abi … sudah lepaskan aku, pekerjaan kita masih banyak.” Dinda mencoba melepaskan dirinya dari dekapan Abi.
bukannya melepaskan Abi malah semakin mengeratkan pelukannya dan terus menghujani setiap inci wajah Dinda dengan penuh rasa Cinta.
Sedang asyik menikmati momen berdua, sepasang suami istri itu tidak menyadari jika ada dua pasang mata yang sedang melihatnya, sambil berbisik diselingi cekikikan tawa. dua sosok itu dengan perlahan mendekat ke arah Abi dan Dinda.
“Ayah … Ibu, apakah kalian akan membuatkan adik bayi untuk kami?”
kedua mata Abi dan Dinda membulat, dengan cepat mereka pun langsung mengurai pelukannya.
sia sia 4 tahun terbuang waktunya Wkwkwkwk
ceritanya sangat bagus
tetap semangat 💪💪💪