Indonesia
NovelToon NovelToon
Semuanya Palsu

Semuanya Palsu

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Sci-Fi / Misteri
Popularitas:91
Nilai: 5
Nama Author: likaa0_0

Rey adalah manusia yang diubah menjadi anomali-monster kanibal yang sengaja dijadikan tameng oleh para penjajah halus di Paradise. Menganggap nasibnya sebagai hukuman atas dosa masa lalu, ia menemukan sosok yang ia anggap sebagai ibu keduanya. Namun, kasih sayang Dwi ternyata hanyalah manipulasi. Perlahan, jati diri dan kewarasan Rey dihancurkan hingga melahirkan The Luna, seorang psikopat yang rela mempertaruhkan sisa kemanusiaannya demi melindungi Dwi dari hukuman mati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon likaa0_0, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

chapter 20

Pandangan sekarang berfokus ke Dwi Lucas kemudian menanyakan Dwi

"sepertinya kamu belum mengetahui kalau dokumen athena telah berhasil di curi?"

Dwi menatap ke arah Lucas dengan ekspresi serius

"bagaimana aku bisa tahu itu... Kalian selalu berjalan secara diam-diam"

seketika Dwi merasa mencurigai lucas atas perkataannya tadi

"tunggu. Lucas apakah dirimu terlibat dalam revor padahal jabatan ku di atas mu? "

Lucas tidak menjawab pertanyaan Dwi namun ia malah memojok-mojokkan Rey

"Rey... Bagaimana bisa gagal dalam misi kemarin. Padahal setahu kamu adalah salah satu anomali yang paling kuat serta paling teliti.... wow ternyata yang paling kuat serta teliti bisa menjadi teledor" (ujar Lucas)

Rey segera menundukkan pandangannya segera menjelaskan dengan perasaan bersalah.

"pak Lucas aku sudah berusaha. Namun banyaknya warga disitu serta di posisi itu juga aku di kepung banyak pemburu yang menghalangi pergerakanku serta fokus ke targetku"

Namun Lucas sama sekali tidak menunjukkan rasa empatinya melainkan memiripkan Rey seperti seorang pencundang tanpa rasa bersalah.

"kamu tahu rey. kata-kata seperti itu adalah kata-kata yang paling cocok untuk pecundang"

Rey yang mendegar dirinya di mirip-miripkan oleh pecundang segera mengangkat kepalanya dan menatap Lucas dengan kesal dan segera ia menjelaskan lebar di hadapan Lucas dengan perasaan emosi campur aduk kekesalan.

"bapak sering mengatakan diriku adalah pencundang... Tapi diriku tetap diam, aku tau memang terlihat tidak ceroboh selalu kompeten di mata kalian tapi kalian selalu diam di saat diriku melakukan kesalahan satu saja langsung teringat bahkan di pojokkan seperti ini!!"

Dwi menoleh ke arah Rey, ekspresi pengluapan emosi melalui kata-kata yang ia baru saja lontarkan walaupun Rey tidak menunjukkan melalui eksepsi wajah. Dwi memahami perasaan Rey segera ia menenangkan Rey dengan mengelus punggung dengan lembut.

Rey terus mengeluarkan uneg-uneg nya kepada Lucas.

"bapak... mungkin tidak bapak saja yang melakukan ini, aku tau orang-orang di luar sana mungkin akan melakukan ini juga... mereka akan lebih menghargai seseorang yang bekerja berisik namun berantak di bandingkan seseorang yang bekerja rapih tapi dalam kesunyian. Untuk apa...? Untuk validasi!!! jujur aku merasa diriku kurang di hargai di bandingkan kloningku. "

"sudah selesai uneg-unegnya?" (tanya Lucas tanpa menunjukkan rasa empatinya)

Saat Rey mendengar kalimat itu membuat perasaannya tergores seperti bilah pisau yang mengsayat daging, Rey langsung terdiam, Rey merasa dirinya di pandang remeh tatapannya seketika kosong.

Dwi melihat dan merasakan apa yang terjadi pada perasaan rey, Segera Dwi menegur Lucas.

"Lucas... apa yang dikatakan Rey itu benar. Tapi mengapa yang awalnya aku menanyakan dokumen itu dirimu mengapa tidak menjawabnya melainkan dirimu malah memojokkan anakku, Rey"

"Hei... Tunggu dulu Dwi... Sepertinya dirimu mulai terbawa suasana" (ujar Lucas)

Dwi menurunkan tangannya lalu menaruh kedua tangannya di pahanya kemudian ia tersenyum tipis di hadapan Lucas. Lucas yang melihat ekspresi Dwi juga membalasnya dengan tersenyum tipis seolah-olah dirinya tau apa yang dimaksud oleh Dwi

"aku bisa melihat dirimu Lucas... " (ujar Dwi sambil menatap Lucas dengan santai serta tersenyum tipis)

Lucas entah mengapa saat melihat wajah Dwi yang terseyum tipis tiba-tiba ia tersentak sedikit. Entah mengapa dirinya teringat pada kejadian yang dimana dirinya pertama kali bertemu dengan almarhum mama kandungnya Rey yang tersenyum tipis yang begitu mirip dengan dwi.

*apa...? bagaimana Dwi bisa semirip itu dengan Liza*

Segera Lucas tersadar dan mengembalikan topik awalnya

"baiklah... Ayo kita kembali ke topik awal. Dwi... Mungkin dirimu tidak mengetahui bahwa dokumen milik Athena di curi karena kita berusaha melindungi"

"melindungi apa maksudmu?" (tanya Dwi)

"melindungi dari khalayak umum agar tidak terdengar tapi ya begitulah revor malah mengpublishnya. Hahaha... ini terdengar membahas pembicaraan sampah bukan. Dwi aku memiliki rencana, ini kan beberapa warga sudah mulai tersadar oleh dokumen itu bagimana. kalau kita melakukan hal yang sama seperti di strate jika ada salah satu warganya memberontak tinggal kita bungkam, eksekusi, dan tutup semua identitasnya bahkan jika ada keluarganya yang tau atau orang terdekatnya. Tinggal lakukan saja hal yang sama"

"aku suka namun banyak sekali orang-orang yang mulai tersadar. Ohhh dan bagaimana kita membayar buzzer dengan harga tinggi agar terlihat nama kita bersih...? Ya... Aku mulai memahami maksudmu"

"itu ide yang bagus dwi"

Seketika Lucas berdiri dari duduknya dan berjalan mendekati Rey yang melamun kemudian lucas memegang dagu Rey dan mengdangkannya ke arah wajah Lucas. Lucas menatap Rey dengan rasa begitu percaya diri, Rey menatap Lucas dengan kebingungan

"rey aku memiliki tugas baru kepadamu"

"apa maksud bapak..?"

"ini pasti akan memicu demo besar-besaran. Sebelum terjadi dirimu harus mencari siapa penyebar dokumen itu dan provokator dalam demo jika itu terjadi, paham?"

Lucas menurunkan tangannya seketika Rey juga ikut menurunkan pandangan dan menghadap lurus sebentar. Lalu ia kembali menghadap wajah Lucas.

"iya, siap paham"

"baguslah. Tenang saja Rey dirimu ini tidak akan melakukannya sendirian seperti misi sepelemu itu, aku akan mengirimkan beberapa anomali bersamamu"

Seketika pandang Rey yang awalnya di penuhi rasa kekecewaan kini kembali dipenuhi rasa ambisi dan kepercayaan yang terlihat dari matanya. Lucas tersenyum sedikit saat mengetahui bahwa Rey sudah kembali seperti semula.

lalu Dwi mencoba memberitahu bahwa rey harus berhati-hati karena revor sendiri juga memiliki anomali namun dalam tingkat yang cukup rendah

"Rey. Berhati-hatilah revor juga memiliki anomali, mereka adalah sebagian anomali yang terbuang yang bersatu bersama manusia yang terkhianati untuk membuat kekacauan"

Rey menoleh ke arah Dwi dan mengganguknya setuju

"iya ma itu pasti aku akan berhati-hati"

Lalu Rey kembali menoleh ke arah Lucas

"apakah aku bisa kembali menemui para dokter untuk melanjutkan pengetesan"

Lucas menganggukkan kepala untuk mengijinkan Rey kembali menemui para dokter

"tentu saja kamu bisa kembali, aku berterimakasih kepadamu bisa meluangkan waktumu"

berdiri

"iya sama-sama pak Lucas. Kalau gitu saya permisi dulu"

Rey berjalan menuju pintu untuk segera meninggalkan Dwi dan lucas untuk menemui para dokter agar menyelesaikan pengetesannya

krekk... Suara membuka pintu

brakk... Suara pintu tertutup

Rey pun segera langkah-langkahnya menuju ruangan pengetesan.

Saat Dwi dan Lucas mereka berdua melihat ke arah pintu melihat Rey telah pergi. Seketika Dwi membuka pembicaraan kembali kepada Lucas.

"Lucas..."

Lucas menoleh ke arah Dwi

"tak ku sangka ternyata Rey mudah sekali berubah dirinya... padahal tadi dia sebelumnya kecewa dan kesal kini sekarang kembali seperti semula. Aku merasa Rey sepertinya dirinya mengalami krisis identitas. Dirinya sering meragukan pada dirinya sendiri"

"kamu benar Dwi" (ujar Lucas)

1
Dian Dian
good job👍
likaa: makasih kak😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!