Indonesia
NovelToon NovelToon
Lamaran Yang Bukan Untukku

Lamaran Yang Bukan Untukku

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Penyesalan Suami / Konglomerat berpura-pura miskin / Balas Dendam
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Sefin Eka Ramana Putri

Tujuh tahun Cynthia Dewi mencintai YB dengan seluruh hatinya. Namun di hari yang seharusnya menjadi bahagia bagi mereka berdua, YB justru melamar Karen — wanita yang selama ini selalu ia anggap adik. Cynthia melihat semuanya dengan mata kepalanya sendiri, dan hatinya hancur seketika. Di saat ia merasa sudah tak memiliki siapa pun, Aloy datang menolongnya. Ia bukan hanya teman lama, tetapi juga sosok yang menyimpan rahasia besar dari masa lalu Cynthia. Mampukah Cynthia membuktikan jati dirinya, membalaskan dendam, dan menemukan cinta sejatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sefin Eka Ramana Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21: Antara Tuduhan dan Kesabaran yang Teruji

Di kediaman Keluarga Hutapea, suasana seketika berubah menjadi begitu tegang dan penuh kemarahan yang meluap-luap. Karen masih terisak hebat di pelukan Ibu kandungnya, sesekali melirik ke arah pintu seakan menunggu kedatangan Cynthia agar dapat melampiaskan segala kemarahannya. Ibu kandung Karen tampak tak kalah marahnya, langkah kakinya terlihat mondar-mandir dengan gelisah di dalam ruangan tamu yang luas itu, sesekali menghela napas panjang lalu melontarkan tuduhan-tuduhan tajam kepada Cynthia yang belum hadir sama sekali di hadapan mereka.

"Wanita itu memang tak tahu sopan santun!" ucap Ibu kandung Karen dengan nada yang penuh amarah dan kebencian. "Selama ini kami sudah memberinya tempat tinggal dan kehidupan yang layak, namun lihatlah balas budinya! Ia justru berani bersikap tak pantas di rumah ini, berani mendekati tunangan orang lain, dan melakukannya dengan cara yang begitu memalukan!"

Nyonya Hutapea yang sedari tadi hanya terdiam mendengarkan akhirnya membuka suaranya perlahan namun tegas. "Jangan terburu-buru menarik kesimpulan sebelum mendengar penjelasan dari Cynthia sendiri. Apa yang dilihat Karen mungkin saja terjadi karena kesalahpahaman yang tak disengaja. Kita harus bersikap adil dan mendengar kedua belah pihak terlebih dahulu."

Namun kata-kata Nyonya Hutapea seakan tak didengar sama sekali oleh Ibu kandung Karen. Wanita itu justru semakin melancarkan tuduhan-tuduhannya, seakan telah memutuskan bahwa Cynthia adalah wanita paling jahat yang pantas diusir dan dihukum seketika tanpa diperiksa terlebih dahulu. Tak lama berselang, pintu ruangan terbuka perlahan. Cynthia berdiri di ambang pintu dengan wajah yang masih tampak pucat dan lesu, namun langkah kakinya tetap tegak dan tenang. Di belakangnya terlihat sosok YB yang ikut datang untuk mencoba menjelaskan segala kejadian yang sebenarnya.

Begitu melihat kedatangan Cynthia, Karen seketika melepaskan pelukan ibunya dan melangkah mendekat dengan wajah yang masih basah oleh air mata namun penuh kemarahan yang membara. "Berani sekali kau datang ke sini! Kau pikir dengan wajah polosmu itu semua orang akan mempercayaimu? Kau wanita licik yang tak tahu malu! Kau sengaja mendekati YB, sengaja menciumnya, dan berniat menghancurkan kebahagiaanku!"

Cynthia menarik napas panjang, berusaha menenangkan detak jantungnya yang kembali berpacu kencang hebat. Ia menatap satu per satu wajah yang tampak menatapnya dengan pandangan berbeda-beda — Ibu kandung Karen yang penuh kebencian, Karen yang penuh amarah, Nyonya Hutapea yang penuh keraguan, dan YB yang tampak penuh rasa bersalah namun tak berani bersuara lantang. Dengan suara yang tenang namun terdengar tegas dan jelas, Cynthia pun mulai menjelaskan segala kejadian yang sebenarnya terjadi.

"Aku datang ke sini bukan untuk membela diri dengan kebohongan," ucap Cynthia dengan pandangan mata yang jernih dan tulus. "Aku datang untuk mengatakan kebenaran apa adanya. Apa yang dilihat Karen tadi terjadi sepenuhnya tanpa sengaja. YB datang untuk menyampaikan sesuatu, jarak di antara kami menjadi dekat tanpa kami sadari, dan sentuhan bibir itu terjadi secara tidak sengaja. Aku tidak pernah berniat mendekati YB untuk merusak hubungan kalian. Aku tidak pernah berniat menjadi wanita yang kalian tuduhkan selama ini."

"Tanpa sengaja?" potong Karen dengan nada yang tak percaya sekaligus mengejek. "Berpikir kau bisa menipu kami dengan alasan yang begitu konyol! Kalau benar tanpa sengaja, mengapa kau tidak segera menjauh? Mengapa kau justru diam dan menerima sentuhan itu seakan menikmatinya? Jangan berpikir kami begitu mudah ditipu oleh kata-kata manismu itu!"

Cynthia terdiam sejenak mendengar pertanyaan tajam Karen. Ia teringat kembali perasaannya sesaat itu — kenangan masa lalu yang tiba-tiba menyeruak, rasa rindu yang tak pernah benar-benar hilang, dan getaran hati yang sempat ia rasakan tanpa sadar. Namun ia tak bisa mengucapkan alasan itu di hadapan semua orang. Ia tak bisa mengatakan bahwa sesaat itu hatinya sempat terhanyut dalam kenangan, bukan karena ia masih mencintai YB, melainkan karena masa lalu yang tiba-tiba menyapa dengan begitu kuat.

"Aku sempat terkejut dan terpaku," jawab Cynthia dengan suara yang sedikit bergetar namun tetap teguh pada pendiriannya. "Itu bukan karena aku menikmatinya, melainkan karena aku tak menyangka hal itu akan terjadi. Namun aku akui... aku terlambat menjauh. Dan karena keterlambatan itulah kesalahpahaman besar ini terjadi. Untuk itu aku meminta maaf kepadamu, Karen. Namun aku tidak meminta maaf karena aku bersalah atas tuduhan yang kau lemparkan kepadaku. Aku tidak pernah berniat merusak kebahagiaan kalian."

Suasana ruangan kembali hening sejenak. Ibu kandung Karen hendak menyela namun ditahan oleh isyarat tangan dari Nyonya Hutapea. Wanita itu menatap lekat-lekat mata Cynthia, seakan berusaha menembus hingga ke kedalaman hatinya untuk memastikan apakah wanita itu berkata jujur atau berbohong. Keraguan yang selama ini ia rasakan kembali muncul di benaknya. Tatapan mata Cynthia begitu tulus, begitu jernih, dan begitu tenang. Namun di sisi lain, kesaksian Karen tampak begitu nyata dan penuh keyakinan.

Di sudut ruangan, YB berdiri diam mendengarkan seluruh penjelasan Cynthia. Hatinya terasa semakin perih dan sesak. Ia menyadari bahwa semua kesalahan ini bermula dari dirinya. Andai saja ia tidak mendekat... andai saja ia mampu menahan rindunya... wanita itu tak akan pernah berdiri di posisi yang begitu sulit dan menyakitkan. Dengan tekad yang bulat, YB akhirnya melangkah maju dan berdiri di samping Cynthia.

"Semuanya itu adalah kesalahanku," ucap YB dengan suara yang tegas dan penuh tanggung jawab. "Akulah yang mendekat tanpa sadar, akulah yang menyebabkan jarak di antara kami menjadi begitu dekat, dan akulah yang menjadi penyebab utama terjadinya kesalahpahaman ini. Cynthia tidak pernah memintaku mendekat. Ia tidak pernah berniat apa pun. Jika ada yang pantas disalahkan di sini, maka akulah orangnya. Jangan tuduh wanita itu atas kesalahan yang kubuat sendiri."

Pernyataan itu seketika membuat semua orang terdiam terpaku. Karen menatap tunangannya itu dengan mata yang membelalak tak percaya, seakan baru saja mendengar hal yang paling menyakitkan seumur hidupnya. Bahwa YB sendiri yang mengakui telah mendekati Cynthia... bahwa YB sendiri yang menanggung segala kesalahannya... hal itu justru semakin memperkuat keyakinan Karen bahwa ada sesuatu yang tersembunyi di antara mereka berdua.

"Jadi begitulah..." suara Karen terdengar lirih namun penuh kepahitan yang mendalam. "Kau sendiri yang mengakuinya. Kau yang mendekatinya. Kau yang menanggung segala kesalahannya. Bukankah itu berarti kau memang memihaknya? Bukankah itu berarti kau memang menyayanginya di belakang punggungku?"

YB tertegun tak mampu menjawab. Ia tak bermaksud demikian. Namun dalam usahanya membela Cynthia, ia justru semakin memperburuk keadaan. Dan di saat itulah, di tengah keheningan yang berat dan penuh kepahitan itu, Nyonya Hutapea akhirnya berdiri dan memutuskan segala perdebatan yang tak kunjung usai.

"Cukup untuk saat ini," ucap Nyonya Hutapea dengan suara yang tenang namun berwibawa. "Saya tidak akan menarik kesimpulan apa pun hari ini. Namun saya harap hal seperti ini tidak akan pernah terulang lagi. Mulai saat ini, Cynthia... tolong jaga jarakmu dengan YB demi kebaikan semua pihak. Dan YB... kau harus lebih bijaksana dan menjaga sikapmu sebagai pria yang akan segera menikah. Karen... tolong kendalikan emosimu dan jangan terlalu cepat menuduh sebelum memahami keadaan yang sebenarnya."

Meskipun Nyonya Hutapea tak menyalahkan Cynthia secara langsung, namun permintaan agar Cynthia menjaga jarak terasa seperti sebuah keputusan yang membebani hati wanita itu semakin berat. Cynthia menunduk pasrah, menerima segala keputusan itu dengan kepala tegak namun hati yang terluka. Ia pun berbalik perlahan meninggalkan ruangan itu, menyadari bahwa semakin ia berusaha menjelaskan kebenaran, semakin pula ia terjebak dalam jaring kebohongan yang tak pernah ia buat sendiri. Dan di balik kepergiannya itu, keraguan di hati Nyonya Hutapea justru semakin menguat. Wanita itu kembali teringat kalung penanda yang selalu dipakai Karen, dan pertanyaan besar itu kembali menghantui pikirannya — mengapa kebenaran selalu terasa begitu jauh namun sekaligus begitu dekat untuk digenggam?

1
Sefin Eka Ramana Putri
Luar biasa! Alur cerita yang terus berkembang dan penuh kejutan. Saya sangat terkesan dengan bagaimana penulis menggambarkan perasaan masing-masing karakter — rasa sakit, rindu, dendam, dan cinta tulus yang tak pernah padam. Cynthia adalah wanita yang sangat kuat, dan Aloy adalah bukti bahwa pria baik hati memang ada. Bagaimana dengan kalian? Bagian mana yang paling membuat kalian tak sabar menanti kelanjutan ceritanya? Yuk bagikan pendapatmu di kolom komentar! 👇✨
pineapple
semangat kak, kalo berkenan ku tunggu kunjungan nya hehe
Sefin Eka Ramana Putri: ok kak. siap. terima kasih sudah mampir. ntar saya balik berkunjung ke novel kak ya..😊🙏
total 1 replies
Dini
jangan lupa mampir dan komentar di karyaku #Tanah_Luka_dan_Persahabatan
Sefin Eka Ramana Putri: ok kak. siap
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!