Indonesia
NovelToon NovelToon
Terjebak Di Sarang Serigala

Terjebak Di Sarang Serigala

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:9.9k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

kisah seorang anak yang bernama Nina yang tinggal di desa dan bertahun-tahun di tinggal ayahnya, kemudian saat beranjak dewasa , ia di ambil kembali dan di paksa menikah untuk menggantikan saudara tirinya dengan laki-laki kejam seperti serigala.


yuk.. ikuti kisahnya... , akankah Nina bisa bertahan hidup di sarang serigala yang isinya manusia kejam berhati iblis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Di tengah heningnya malam yang kian larut, Nina melangkah pelan menuju ruang kerja Faris di lantai bawah. Pintu kayu jati itu sedikit terbuka, membiarkan pendar cahaya lampu meja menerobos keluar bersama bau asap rokok yang menyengat. Faris duduk bersandar di kursi kulitnya dengan wajah lesu dan guratan frustrasi yang amat dalam.

Nina mengetuk pintu pelan.

 Tok... tok...

"Ayah..." panggil Nina dengan suara lembut nan polos, memasang kembali topeng gadis desa yang patuh. "Nina cuma mau pamit. Tuan Jafar sudah kembali ke Jakarta, Nina harus pulang ke penthouse malam ini... Kalau tidak, Tuan jafar akan marah lalu menyiksaku"

Faris mendongak. Begitu matanya menangkap sosok Nina yang berdiri di ambang pintu, berbalut pakaian sederhana namun memancarkan keanggunan alami dan kecantikan murni yang tak tersentuh polesan palsu, sebuah kilatan licik mendadak muncul di otaknya.

Di tengah kehancuran bisnis Anggun, penangkapan Hadin, dan ulah Hazel yang tidak jelas, Faris melihat sebuah titik terang.. Nina.

Seketika, raut muka Faris berubah drastis. Pria itu menghembuskan napas panjang yang terdengar sangat berat, lalu menegakkan tubuhnya dengan wajah penuh duka buatan. Ia berdiri dan melangkah mendekati Nina, memegang kedua bahu putrinya dengan jemari yang berpura-pura gemetar.

"Nina... anakku... Maafkan alAyah nak, karena sudah menyerahkan mu pada monster itu" ujar Faris dengan nada suara yang bergetar, berusaha keras mengeluarkan setitik air mata di sudut matanya. "Maafkan Ayah, Nak. Maafkan Ayah yang tidak berguna ini. Rumah ini sedang seperti neraka... dan Ayah terpaksa membiarkanmu pergi bersama pria kejam seperti Jafar."

Faris menunduk, mengusap wajahnya seolah ditimpa beban dunia, mencoba memainkan peran sebagai ayah yang penuh penyesalan.

"Tapi dengarkan nasihat Ayah baik-baik, Nina," lanjut Faris, suaranya berubah menjadi bisikan penuh intrik. "Pria berkuasa , kejam dan kaya raya seperti Jafar itu tidak akan pernah menghargai wanita yang murahan atau menyerahkan diri begitu saja. Pria seperti dia suka tantangan! Jadi, kamu harus jual mahal. Jangan pernah memohon, dan jangan pernah meminta harta apa pun darinya... apapun yang dia beri, kamu tolak saja!"

Faris tersenyum sangat tipis, menyembunyikan niat busuknya. Ia berniat menjadikan Nina sebagai umpan. Jika Nina bisa membuat Jafar jatuh cinta dan tergila-gila karena sikap jual mahal itu, Faris akan menggunakan Nina untuk memeras dan mengeruk kekayaan Jafar demi membangkitkan kekuasaannya kembali.

"Mengerti, Nak? Buat dia mengejarmu,..agar jafar tidak menyiksamu nak..., kamu akan bahagia hidup bersama nya ketika dia sudah mencintai mu" tekan Faris penuh harap.

Di balik wajah polosnya yang menunduk taat, Nina menahan tawa sinis yang hampir meledak di dadanya. Ia tahu betul isi kepala Faris yang busuk. Pria itu pikir sedang mengajarinya cara memikat pria, padahal Faris sedang memutar roda kehancurannya sendiri.

"Iya, Ayah... Nina mengerti,..meski Nina tidak tahu wajah tuan jafar seperti apa,tapi Nina menerima pernikahan ini , ini Takdir Nina, ayah " jawab Nina pelan dengan nada pasrah buatan.

Namun di dalam hatinya, Nina berbisik dingin.“Kau salah besar, Ayah.”

Nina sama sekali tidak berniat memainkan permainan jual mahal konyol demi memeras harta. Sebaliknya, Nina justru siap menyerahkan apa pun yang diminta Jafar, termasuk kepatuhan dan hidupnya sendiri. Bagi Nina, meski pernikahan ini berawal dari paksaan dan dilakukan secara siri, Jafar adalah suaminya yang sah di mata Allah. Selama perintah Jafar tidak melanggar syariat agama, Nina akan taat sepenuhnya. Ia akan menjadi perisai yang patuh, berdiri di samping penguasa itu untuk menghancurkan Ayahnya sampai ke akar-akarnya sampai ayahnya itu benar-benar sadar akan perbuatannya di masa lalu.

"Kalau begitu, Nina berangkat sekarang, Ayah,... Assalamualaikum" pamit Nina lembut, lalu mencium tangan Faris yang terasa dingin.

"Waalaikumsalam...hati-hati nak, Ayah selalu mendoakan mu".

Faris menatap kepergian Nina dengan binar mata penuh keserakahan, merasa rencananya sangat sempurna. Ia tidak pernah menyangka bahwa alat pemicu harta yang baru saja ia lepaskan adalah serigala berbisa yang akan kembali untuk mencabut nyawanya.

Satu jam kemudian, sebuah mobil mewah hitam membawa Nina tiba di pelataran parkir privat penthouse milik Jafar.

Pintu lift khusus terbuka langsung menuju lantai teratas. Suasana penthouse begitu hening, dingin, dan temaram. Aroma maskulin yang khas bercampur sedikit bau tembakau mahal memenuhi udara, menandakan sang pemilik tempat telah berada di dalam.

Nina melangkah masuk dengan tenang. Di sudut ruangan dekat jendela besar yang menatap pemandangan gemerlap malam Jakarta, sosok tegap berjas hitam berdiri membelakanginya.

Jafar berbalik perlahan. Sepasang mata tajamnya berkilat di balik masker hitam, menatap lurus ke arah Nina yang baru saja melangkah mendekat.

Namun, tadi Sebelum Nina melangkah lebih jauh ke dalam penthouse, Dako yang baru saja meretas CCTV ruang kerja Faris melangkah cepat mendekati Jafar. Dengan suara yang sangat pelan, Dako berbisik tepat di samping telinga tuannya.

"Tuan, harap waspada," bisik Dako penuh kehati-hatian. "Baru saja terdeteksi rekaman CCTV dari rumah Faris. Faris menyuruh Non Nina untuk jual mahal, menolak harta, dan menahan segala sentuhan Anda. Faris berniat memanfaatkan Non Nina untuk membuat Anda tergila-gila lalu memeras Anda."

Jafar menyipitkan mata. Kilat kecurigaan yang dingin kembali membeku di balik matanya. Ia belum bisa memastikan sepenuhnya di mana posisi Nina berdiri, apakah gadis ini murni musuh Faris, ataukah ia justru pion licik yang sedang memainkan peran ganda demi keuntungan pribadinya?

Suasana penthouse mendadak hening membeku.

Nina melangkah perlahan menembus temaram ruangan. Langkah kakinya terdengar ragu, wajahnya menunduk dengan raut yang tampak takut-takut saat mendekati sosok tinggi tegap yang berdiri mematung di depannya. Jafar menatap setiap pergerakan Nina dengan kewaspadaan penuh, menanti jurus jual mahal dan penolakan yang telah direncanakan oleh Faris.

Namun, saat jarak mereka hanya tersisa satu langkah, Nina mendongak pelan. Tatapan matanya yang jernih menatap lurus ke arah sepasang mata tajam Jafar.

Tanpa ragu dan tanpa ada penolakan seperti yang dibisikkan Dako, Nina justru mengulurkan jemarinya yang halus. Dengan berani namun penuh kelembutan, ia meraih tangan kanan Jafar yang berotot, lalu membungkuk dan membubuhkan ciuman takzim di punggung tangan pria itu.

Deg.

Sensasi dingin dan lembut dari hidung mancung Nina yang menyentuh kulit tangannya membuat tubuh Jafar membeku seketika. Sepasang mata tajam pria perkasa itu membelalak sempurna di balik masker hitamnya. Rencana permainan jual mahal yang baru saja diwaspadainya runtuh berantakan hanya dalam hitungan detik oleh sebuah gestur kepatuhan seorang istri.

Dako yang berdiri tak jauh dari sana menangkap jelas binar terkejut dan kebingungan yang tak pernah ia lihat sebelumnya dari sang tuan. Menyadari suasana mendadak berubah menjadi sangat intim dan penuh ketegangan yang pekat, Dako buru-buru menunduk dalam.

"S-saya permisi keluar dulu, Tuan," bisik Dako cepat, lalu melangkah mundur dengan terburu-buru dan menutup pintu penthouse rapat-rapat.

Kini, hanya tinggal mereka berdua di dalam ruangan megah yang hening itu.

Jafar masih menatap tangannya yang baru saja dicium, lalu mengalihkan pandangannya pada Nina yang kembali menundukkan kepala dengan sangat anggun.

Jafar menyembunyikan keterkejutannya dengan sangat rapi. Pandangan tajam di balik masker hitamnya kembali dingin dan sulit ditebak. Pria itu sengaja berpura-pura tidak tahu apa-apa tentang Faris maupun analogi Firaun dari Tania. Sebagai penguasa dunia bisnis yang penuh tipu daya, Jafar memilih memainkan permainannya sendiri untuk menguji di mana sebenarnya loyalitas gadis di hadapannya ini.

Tidak ada kata yang keluar dari mulut mereka berdua. Jafar melangkah perlahan menuju meja kaca di tengah ruangan. Dari dalam dompet kulit mewahnya, ia mengeluarkan sebuah Black Card, sebuah kartu tanpa batas yang menjadi simbol kekayaan tertinggi lalu meletakkannya dengan bunyi denting halus di atas meja.

"Ambil kartu ini," ujar Jafar dengan suara berat dan datar, menatap Nina tanpa ekspresi. "Beli apa saja yang kamu inginkan. Perhiasan, pakaian mewah, atau mobil. Habiskan sesukamu."

Nina membelalak tak percaya, ia pernah melihat kartu seperti itu, Saat Tania berkunjung ke desa, Tania menunjukkan kartu sakti itu padanya... Ia hanya bisa memegang, dan mengelus, berharap suatu saat ia juga bisa memiliki nya... Dan di hadapannya saat ini, terpampang nyata kartu seperti milik Tania... Tentu saja, ini kesempatan emas agar ia juga bisa memiliki kartu yang sama...

dengan pelan dan penuh kehati-hatian, Nina menggambil kartu tersebut.

1
Ayusha
udah paling bener begitu, orang bebal susah sadar sebelum masuk liang kubur
@Mita🥰
bagus Nina
Ayusha
wis lah, ga usah di kasih hati orang begini
Ayusha
lagi dan lagi, hanya rasa sakit yg di dapat
Teh Qurrotha
🤣 faris2 lucu,mungkin karena uang hasil jual Nina blm kamu nikmati dan lupa utang dibayarin dengan jual Nina.
sungguh terlalu kamu Faris
Ayusha
gaada penyesalan kah di hati Faris, dulu menyia²kan istri dan mengorbankan anak kandung nya.
@Mita🥰
Faris ...faris
suti markonah
faris ini ga sadar bahwa selama ini ga merawat nini, tp giliran butuh uang' anak yg selama ini tak di ksh nafkah malah di peras
@Mita🥰
jafar udah mulai bucin
@Mita🥰
mungkin preman suruhan nina
@Mita🥰
🤣🤣🤣🤣🤣 jafar kejang" Krn terkejut 🤣🤣🤣
M⃟3💋AisyahRendra
Jafar oh Jafar..Pelan tapi pastiiii, dikit demi sedikit lama² jadi bukitt itu cintamu untuk Nina 🤣 tunggu sajaaa MP nyaa yaaa 🫢😆🤣 gasabar nih menantikan saat² romantisnya 🫠
Sri Supriatin
Wah karma tuh Faris... Akakah mereka kapok 🤭🤭🤣🤣
Sri Supriatin
wah Fajar mulai deketin Nina🤭🤭
M⃟3💋AisyahRendra
Berasaaa lumayan puas sihh yaa sm nasib kehidupan Faris Anggun Dkk. 🫠 Tapiiiii tunggu tunggu tunggu dlu Hazel belum dapet giliran, dan lagiiiii kakaknya yg berada dalam rehabilitas juga belum merasakan kesakitan yg amat krn sudah pernah bermimpi ingin menganuuu Nina 🙄😒😏 next kak Onel
Ayusha
jajan nya orang have, sekali beli jajan nya aset dong 🤭
Ani Sulastri
Jafar pasti shock nich , liat nonif dari perbankan 😂😂..
gantung banget cerita nya Thorrrr
next 💪💪🥰🥰
Sri Supriatin
Tks upnya thor💪💪💪
Ayusha
gadis desa yg keren khaan🤭
Ayusha
malah bagus dong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!