SEMPURNA. Kata yang tepat untuk mewakili Naela Alexandria Vegar pewaris tunggal keluarga Vegar yang cantik, kaya raya, cerdas, terkenal dan multitalenta.
Sayangnya manusia tidak ada yang sempurna. Begitu juga dengan Naela, karena dia hanyalah seorang PUTRI BONEKA.
Semua kegiatannya dari pagi hingga malam, sudah terjadwal apik oleh mamanya. Ia tidak memiliki hak untuk menentukan keinginannya sendiri dan hanya menuruti keinginan orang tuannya.
Namun dibalik kepatuhannya Naela memiliki banyak rahasia yang tidak diketahui semua orang, termasuk orang tuannya.
Lalu bagaimanakah cerita hidup Naela Sang putri Boneka? Akankah Naela bertahan dan tetap patuh? atau melawan? Atau malah rahasia yang dijaga Naela akan terbongkar?
______
27/01/2021
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Quella.Vedirra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PUTRI BONEKA Chapter 21
"NAELA" teriak Liam dan Diego begitu melihat Naela dan kedua sahabatnya memasuki area kantin.
Mendengar namanya dipanggil, Naela melihat ke sekeliling kantin untuk mencari orang yang memanggil namanya. Sayangnya kantin saat ini sangat ramai sehingga Naela kesulitan untuk menemukan orangnya.
"Disana" bisik Naya pada Naela sembari menunjuk Liam dan Diego yang sedang melambaikan tangan ke arah mereka
"Mau kesana?" tanya Naela pada Lucia dan Kana
"Terserah" kata Lucia cuek
"Boleh, lagian udah nggak ada tempat lagi" kata Kana menganggukkan kepalanya
"Oke" kata Naela berjalan ke arah Liam, Diego, dan Barra
"Hai" kata Naela melambaikan tangannya menyapa mereka
"Boleh gabung?" tanyanya menunjuk kursi yang masih kosong
"Duh Naela, 2 hari nggak ketemu tambah manis aja" goda Liam mengedipkan sebelah matanya
"Boleh lah, duduk" kata Liam senang
"Makasih" kata Naela lalu duduk di depan Barra yang sedang asik dengan hpnya
"Bar, depan Lo ada cewek cantik"
"Jangan main hp mulu" kata Liam cerewet
"Hm" Gumam Barra acuh
"Bar" panggil Liam
"Hm" Gumam Barra masih acuh
"Barra" panggil Liam lagi
"Hm"
"BARRA" teriak Liam kesal karena diabaikan
"Berisik" kata Barra melirik Liam tajam
Merasakan suasana yang mencekam dan dingin dari arah Barra. Liam hanya bisa cengengesan tanpa rasa bersalah.
"Lagian Lo fokus hp trus" kata Liam membela diri
"Ck" decak Barra menaruh hpnya di sakunya lalu melirik Naela yang duduk didepannya
"Hai" sapa Naela ramah, Barra menganggukkan kepalanya acuh.
"Sabar ya, nggak usah dimasukin hati. Barra emang gitu anaknya cuek banget" kata Diego pada Naela
"Iya" kata Naela tersenyum tipis lalu kembali fokus pada makanannya
"Tumben nggak ada yang kirim makanan?" tanya Liam celingak-celinguk lalu menatap makanan Naela
"Enggak" kata Naela singkat tanpa ingin menjelaskan lebih lanjut
"Oh"
"Padahal gue kangen masakan rumah Lo. Enak banget soalnya" kata Diego
"Kalau kalian suka, aku bisa minta mereka anterin makanan besok" kata Naela menatap mereka
"Gimana?" tanyanya
"Kalau gue sih nggak usah ditanya, udah pasti maulah" kata Liam antusias
"Gue oke-oke aja, selama nggak ngerepotin" kata Diego kalem
"Oke, besok aku bawain makanan"
"Kalian mau makan apa?" tanya Naela
"Terserah, yang penting enak dan bisa dimakan" kata Liam diangguki oleh Diego
"Dasar nggak tau malu" cibir Lucia pelan yang kebetulan didengar jelas oleh Liam
"Kenapa Lo yang sewot. Naela aja slow" kata Liam tak terima
"Lagian Lo orang kaya minta gratisan" kata Lucia sinis
"Jahat" kata Liam menyentuh dadanya dramatis seakan ada yang menusuk jantungnya
"Alay" cibir Lucia
"Lo-"
"Udah Lucy, nggak baik kayak gitu" kata Naela lembut menyentuh pundak Lucia. Bisa berbahaya jika Lucia ngamuk dan tiba-tiba ada insiden piring terbang di kantin.
"Ck, Lo mah kebaikan jadi orang"
"Polos banget, mau aja diporotin" kata Lucia menghela nafas lelah. Bagi Lucia, Naela terlalu baik hati jadi orang.
Bahkan sangking baik hatinya, Naela akan menolong pencuri yang akan mencuri uangnya jika pencurinya terluka.
Mangkanya Lucia kadang tak habis pikir bagaimana Naela bisa menangani perusahaan besar sekelas Vegar Corporation dengan hatinya yang terlalu baik dan lugu itu. Apa dirinya tidak sering ditipu oleh musuh bisnisnya.
Lucia tidak tau saja jika Naela mendengar isi hatinya ini, Naela pasti sudah tertawa terbahak-bahak. Nyatanya dirinya tidak sebaik ibu peri, ada kalanya juga dirinya harus bertindak seperti ibu tiri di film Cinderella.
"Enak ya jadi Lo" kata Liam tiba-tiba
"Maksudnya?" tanya Naela bingung
"Enak bisa sering-sering bolos sekolah" kata Liam polos
"Lumayan" kata Naela terkekeh kecil
"Emang kalau urusan bisnis itu ngapain aja?" tanya Liam lagi
"Tergantung, kebanyakan cuma meeting biasa" jawab Naela
"Gitu ya" kata Liam paham
"Mangkanya Lo sering-sering ikut bokap Lo kalau ada urusan bisnis" cibir Diego
"Jangan maunya ngabisin uang aja"
"Mohon yang berbicara sadar diri" kata Liam sinis membuat Diego yang ingin kembali mencibirnya terdiam seketika. Sedangkan yang lain tertawa melihat Diego yang dikalahkan oleh Liam begitu saja.
Tak terasa sudah hampir 15 menit mereka makan siang sambil sesekali bercanda. Hingga,
Tet... Tet..
"Udah masuk, kita duluan yah" pamit Naela bangkit bersama dua orang sahabatnya
"Hati-hati cantik" kata Liam mengedipkan sebelah matanya menggoda Naela
"Jijik" ketus Kana sinis
"Kenapa? Cemburu yah?" godanya pada Kana.
"Najis" ketus Kana menarik tangan Naela dan Lucia lalu pergi dari kantin secepatnya.
"BEBEB KANA" teriak Liam semakin membuat Kana mempercepat langkahnya
"Yah, bebeb pergi" kata Liam cemberut
"Kelas" kata Bara yang sedari tadi hanya diam saja. Bara bangkit lalu juga pergi meninggalkan kedua orang sahabatnya.
"Kenapa kita selalu ditinggal?" kata Liam pada Diego sedih
"Sekali-kali harusnya kita yang ninggalin Bara. Gimana setuju?" tanyanya pada Diego
"Ogah" ketus Diego lalu pergi meninggalkan Liam
"Nasib gue emang selalu ditinggal" gumam Liam cemberut
...----------------...
"Mbak saya mau potong pendek aja. Trus buat saya terlihat lebih dewasa juga"
"Jangan lupa harus yang elegan" kata Kana pada pegawai salon
Pulang sekolah, Kana mengajak Lucia dan Naela untuk pergi ke salon langganannya. Hitung-hitung hangout pertama bareng Naela, karena selama ini Naela selalu sibuk dengan urusannya. Untungnya hari ini Naela sedang free tanpa ada kekang an dari orang tuanya.
Naela bilang ini hadiah dari orangtuanya karena sudah sukses menangani proyek-proyek besar belakangan ini.
"Kenapa tiba-tiba mau ganti potongan rambut?" tanya Naela yang sedang treatment rambut di sampingnya
"Gebetan gue suka sama cewek yang dewasa dan elegan" kata Kana cekikikan
"Gue mau dia semakin suka sama gue" katanya semangat
"Gebetan Lo yang mana?" tanya Lucia yang sedang mengecat kuku di samping Naela
"Dio" kata Kana
"Hah" kata Lucia menghela nafas
"Cowok playboy itu" kata nya jengah
"Ngapain sih ngerubah penampilan Lo cuma gara-gara cowok playboy kayak dia" kata Lucia ketus
"Nggak guna"
"Lucy kok Lo gitu sih" kata Kana sedih
"Gitu gimana? Emang gue ngomong kenyataan kok" kata Lucia tidak terima
"Udah udah" kata Naela memisahkan mereka
"Lucy" kata Naela memperingati Lucia. Lucy hanya berdecak sinis namun tetap diam.
"Maafin Lucy, Kana. Lucy nggak bermaksud ngomong kasar sama kamu, dia hanya bilang yang sebenarnya. Kamu seharusnya nggak perlu merubah apapun hanya untuk membuat orang lain suka sama kamu" kata Naela lembut
"Kamu nggak perlu jadi orang lain hanya untuk membuat orang lain suka sama kamu. Apalagi sampai kamu nggak nyaman" tambahnya
"Tapi itu juga terserah kamu. Apapun yang ingin kamu lakukan, lakukan. Aku dan Lucy pasti akan mendukung kamu 100%" kata Naela menepuk punggung tangan Kana
Lucia hanya mengangguk setuju dengan pernyataan Naela.
"Kalau gitu... Nggak jadi deh mbak. Saya cuma mau treatment rambut aja sama kayak sahabat saya" kata Kana tersenyum manis kearah Naela dan Lucia
...----------------...