MASIH TAHAP REVISI..DAN BANYAK BEBERAPA KATA YANG SALAH
"kamu ingat perkataan kamu yg mengatakan dengan cara apa kamu berterimakasih?? sekarang saya menagih perkataan kamu dengan menikah dengan putra saya Ezra"
"tapi..nyonya saya tidak pantas.."
"tidak ada penolakan.."
"baiklah"
Anindita yg di jodohkan oleh bibinya dengan juragan di kampung, memilih untuk kabur dari rumah dan pergi ke kota..namun tak di sangka ia justruh menikah dengan seorang Ceo yg tidak lain adalah anak dari bos nya sendiri...ia menerima pernikahan itu di karna kan hutang budi karna pada suatu hari ia di selamatkan oleh putranya yg tidak lain namanya Ezra, dan juga berhutang budi karna mama nya Ezra yg bernama Nesya sudah memberikan pekerjaan di rumahnya sebagai Art.. tentu saja ia tidak dapat menolak untuk menikahi Ezra..karna Dita juga mencintai nya selama ini..
tapi akankah pernikahan yg Dita dambakan menjadi kenyataan???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Anggita sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Meminta Ijin
Keesokan harinya..seperti biasa Dita bangun lebih dulu daripada mereka dan sudah menyelesaikan tugasnya..sudah hampir siang namun batang hidung mereka tidak ada yg kelihatan, dan pastinya Dita sudah tau apa yg terjadi..sedari malam Dita sudah bertekad akan menahan sakit hatinya..yg ia ingin cuma bersama Ezra selama batas waktu yg di tentukan setelah itu ia akan kembali ke kampung nya dan akan menerima apa yg bibinya inginkan bahkan menikahi dirinya dengan jurangan itu ia akan menerima nya..
Dita mulai membuat makanan untuk dirinya dan juga untuk ian...tapi sepertinya bahan² makanan sudah habis.. untungnya masih ada roti dan selai..untuk mengganjal perut nya ia akan membuat roti selai saja untuk dirinya dan juga ian..dan ia hari ini akan meminta ijin keluar beli bahan²...pass banget Ezra turun sendirian dengan menggunakan pakaian kantornya..
"em..tuan" panggil Dita, Ezra menghentikan langkah nya lalu menatap Dita.
"apa! ingin menawarkan ku makan? apa kau lupa dengan syarat ke 6?? apa aku perlu.." ucap nya terputus karena Dita menyela nya..
"bukan tuan..saya hanya ingin meminta ijin keluar sebentar...saya ingin ke pasar membeli beberapa sayuran dan lainnya" Ezra yg mendengar itu menjadi kikuk..ia kira Dita ingin menawarkan nya makan siang...
"baiklah pergi saja..nih uang nya" ucap Ezra mengeluarkan 100 rbu sepuluh lembar lalu hendak di berikan kepada Dita..
"tidak tuan..saya punya uang sendiri" tolak Dita secara halus, namun di salah artikan oleh Ezra..
"kenapa menolak?! apakah kurang?! kau tenang saja saat kontrak kita berakhir kamu akan mendapatkan lebih dari ini..ambil lah!!" Ucap Ezra kembali menyerahkan uang itu..Dita yg tidak ingin membuat suaminya marah segera mengambil nya tidak lupa ia mengucapkan terimakasih..
"itu roti buat siapa?? jangan bilang kamu mau kasih ini ke istriku? tidak boleh!!"
"ti..dak tuan ini..untuk saya dan buat Aa ian"
"Aa?? ian siapa?" tanya Ezra penasaran
"dia..yg menggantikan pekerjaan pak Tio"
"ouh anak nya? tapi!! untuk apa kau membawa kan nya makanan!! kau fikir rumah ku ini gudang nya makanan untuk pekerja?!"
"tidak..tuan..bukan itu maksud saya..saya hanya..."
"gk peduli!!" ucap nya langsung pergi
***
Ezra kembali melangkah kan kaki nya, tadinya ia tidak ingin pergi ke kantor tapi tiba² ia di telfon salah satu pekerja nya bahwa setengah jam lagi ada rapat yg sangat penting, mau tidak mau ia meninggalkan istri tecinta nya..
Sedangkan Dita ia pergi ke kamar nya untuk bersiap siap tidak lupa ia memakai masker agar tidak ada yg mengenali nya..walaupun usaha itu hanya sia² saja karena sejak menikah dengan Ezra ia tidak di kenalkan di publik, jadi siapa yg akan mengenalinya..tapi tetap saja Dita masih berhati²...
"Aa Dita pergi dulu yah..."
"mau kemana? "
"ke pasar..."
"emng nya jam segini pasar buka?"
"eh..bukan nya pasar buka nya sampai malam yah"
"becanda neng...tapi emang nya kamu tau pasar daerah sini dimana?"
"iya juga...aku gk tau Aa gimana dong?"
"bagaimana jika Aa saja yg mengantar neng?"
"hah?! terus yg jaga rumah siapa?"
"yah..kan ada istrinya..udh yuk..paling juga aku yg dihukum"
"lah emng Aa teh mau di hukum?"
"ya mau lah..apa sih yg gk buat neng"
"haha bener nih?"
"iya..ayok"
maka nya zra jadi laki jangan kelewat posesif 😃😃