Indonesia
NovelToon NovelToon
Gressa'S Second Life

Gressa'S Second Life

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Reinkarnasi / Isekai / Mengubah Takdir / Harem / Masuk ke dalam novel / Chicklit / Tamat
Popularitas:105.6k
Nilai: 5
Nama Author: nurliza eri

Aku mengalami kematian sangat konyol…
Dan di saat itu aku mengira bahwa kehidupan yang telah aku jalani akan berakhir…

“Sudahlah kalau ini sudah berakhir lagi pula kalau aku mati tidak akan ada yang peduli,” itu kata-kata terakhir yang aku katakan

Tetapi saat aku membuka mata dan melihat keadaan sekitarku…

“Ingatan ini… bukan ingatanku, tapi kenapa semua yang adegan yang berada di ingatanku sangat asli? Dan kenapa rasanya setiap orang di ingatan ini sangat familiar?

“WAJAH INI ADALAH TOKOH ANTAGONIS DI BUKU YANG AKU BACA DAN DIA BERADA DI COVER NOVEL, BARU SAJA BANGUN DAN HIDUP TERNYATA KEMATIANKU DI KEHIDUPAN BARUKU HANYA SEBENTAR?”

“Tidak… tidak aku harus berpikir bagaimana caranya tidak mati di sini,"

Namun beberapa tahun setelah aku berhasil menjalani hidup...

“Gressa, selamat atas keberhasilanmu mendapatkan posisi ini, ini hadiah untukmu,”

“UHUK… Kenapa kepalaku terasa berat? Dan jantungku begitu sakit? Kenapa aku begitu sesak? Apa aku akan mati lagi di kehidupan keduaku?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nurliza eri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20 aku tidak di haruskan

Setelah mendengarkan ucapan dari perempuan itu Gressa tanpa pikir panjang langsung membanting mereka, tidak lama kemudian ada seorang siswa yang lewat melihat ketiga gadis yang dikalahkan oleh Gressa langsung membantu gadis itu untuk dibawa ke ruangan perawatan.

"Sekarang kamu tidak akan di ganggu lagi mereka dan jika mereka masih memiliki nyali untuk mengganggu dirimu maka beri tau aku maka aku akan menolong dirimu," ucap Gressa sambil tersenyum ke gadis yang terduduk kagum menatapnya

"Terima kasih telah ingin membantuku,"

"Padahal dari tadi ada orang yang lewat, tapi tidak satupun orang yang mau membantuku,"

"Sekali lagi terima kasih," ucap gadis itu dengan senyuman yang lembut

'Aku sudah menduga kalau dia adalah perempuan yang lembut dan baik hati,' ucap Gressa

"Ah... sama-sama,"

"Aku membantu karena aku merasa tidak tega jika aku berada di posisi yang sama seperti dirimu,"

"Aku punya sedikit obat-obatan yang selalu aku bawa,"

"Aku harap ini bisa membantu dirimu," ucap Gressa sambil menyerahkan sebotol obat ke perempuan yang duduk itu

"Aku pergi dulu karena mungkin aku akan dicari kalau tidak pulang sekarang ke rumah," ucap Gressa sambil berjalan

"Terima kasih dan apa boleh aku tau siapa namamu?" ucap perempuan itu dengan lantang

"GRESSA NAMAKU," teriak Gressa sambil berlari ke arah koridor yang menuju ke gerbang

'Gressa, namanya seperti orang yang pemberani,'

'Aku harus membalas kebaikannya nanti,'

'Kalau berhasil bertemu kembali,' ucap gadis itu dengan tatapan yang bahagia

Disisi lain di mansion Baron...

"Ck..."

"Kenapa lama sekali Gressa kembali?"

"Dan juga seharusnya tesnya sudah selesai lama dan dia kembali dengan cepat,"

"Tapi dia belum juga terlihat kereta kudanya dari sini,"

"Apa sebaiknya aku pergi untuk menjemputnya langsung?" ucap Addison dengan tatapan dingin namun dengan perasaan khawatir

"Tuan, anda telah berjalan mondar-mandir sejak tadi,"

"Dibandingkan anda mondar-mandir bukankah anda mengerjakan pekerjaan anda yang ada di atas meja," ucap seorang laki-laki yang duduk mengerjakan pekerjaannya

"Kamu tidak tau kalau Gressa terakhir kali pergi ke luar dari mansion, dia tidak kembali ke mansion?" ucap Addison dengan tatapan dingin dan tatapan tajam

'Dia bukankah hanya pergi ke katedral dan menginap disana?'

'Dan itu juga hanya pikiran berlebihan dari dirimu kalau terjadi sesuatu kepada Gressa,' ucap laki-laki itu di dalam hatinya dengan tatapan dingin dan datar

"Tuan itu karena anda khawatir berlebihan, saya yakin kalau dia akan sampai ke sini dengan selamat dan mendapatkan hasil yang baik dalam mengerjakan tes tertulis,"

"Jadi lebih baik anda mengerjakan bagian anda dalam bekerja,"

"Kalau tidak saya yakin dia akan menjadi orang yang kecewa dengan sikap anda yang luar biasa itu," ucap laki-laki itu dengan tatapan yang lelah karena banyak bekerja

"Aku akui semua yang kamu katakan adalah benar, tapi aku tetap merasakan kalau Gressa benar-benar membutuhkan perlindungan karena dia masih kecil dan rapuh,"

"Ditambah lagi dia sama sekali belum mendapatkan kebahagiaan jadi aku ingin memberikan perlakuan sebaik mungkin,"

"Yah... setidaknya aku harus menjadi kakak yang bisa dijadikan panutan untuk dirinya," ucap laki-laki itu dengan senyuman bangga

"Saya mohon untuk mengerjakan pekerjaan anda kalau tidak anda tidak akan bisa makan malam bersama dengan nona," ucap laki-laki itu dengan tatapan lelah dan suara yang sedikit lantang

"Oh kamu sudah berani berbicara seperti itu kepadaku ya, Wilmer Clover," ucap laki-laki itu dengan senyuman yang menakutkan dimata bawahannya

"Aku tidak berani hanya saja aku berbicara dengan diriku sendiri," ucap laki-laki itu dengan jiwa yang mendadak menciut karena bagaimanapun dia masih menyayangi nyawanya

"Tok... tok... tok..." Suara ketukan pintu

"Wilmer, tolong periksa siapa yang datang," ucap Addison sambil berjalan ke tempat duduknya untuk mengerjakan dokumen yang menumpuk

"Baiklah," ucap Wilmer sambil berjalan ke arah pintu untuk membuka pintu

"Ada perlu apa?" ucap Wilmer sambil membuka pintu itu

"Wilmer, aku merindukan dirimu," ucap seorang perempuan yang langsung memeluk laki-laki itu tanpa aba-aba hingga membuat pintu itu terbuka lebar

"Nyonya Clover sudah lama tidak melihat anda," ucap Addison sambil beranjak dari kursi untuk memberikan hormat kepada orang yang lebih tua darinya

"Aku tidak menyangka kalau aku bisa melihat anak yang dulunya imut sekarang tumbuh menjadi laki-laki yang tampan," ucap perempuan itu sambil tersenyum

"Terima kasih pujiannya nyonya Clover tetapi menurut saya anda masih terlihat masih muda dan cantik," ucap Addison sambil tersenyum

"Terima kasih, kamu harusnya memanggilku ibu karena aku juga orang yang telah merawat dirimu sejak kecil," ucap Nyonya Clover dengan senyuman tipis

"Ahaha..."

"Dimana ayah? Apakah dia tidak ikut untuk menemani ibu datang ke sini?" ucap Wilmer dengan tatapan kebingungan

"Tidak, karena ayahmu harus menemani kakakmu untuk pergi ke keluarga Erlan mengurus pekerjaan Duke muda kerajaan Lavina,"

"Tapi aku rasa tujuan sebenarnya karena ayahmu ingin menemui kakekmu yang tinggal di mansion Duke,"

"Kamu tau kan kalau keluarga Erlan memberikan hak kecil kepada salah satu anggota keluarga Clover yaitu tinggal di mansion Duke kepada siapapun yang terpilih menjadi asisten pribadinya," ucap perempuan itu sambil tersenyum

"Aku tidak menyangka kalau keluarga Clover memiliki sejarah seperti itu," ucap Addison dengan tatapan terkejut

"Yah itu karena kakekku yang mengabdi kepada keluarga Duke kerajaan Lavina,"

"Jadinya sampai semua keturunannya yang beruntung maka bisa bekerja untuk keluarga Halmiton atau keluarga Erlan tapi karena aku adalah putra kedua maka aku diberikan kebebasan memilih,"

"Walaupun aku tawarkan, aku tidak di haruskan," ucap Wilmer dengan senyuman bangga

"Memangnya keluargamu tidak memerlukan kepala keluarga?" ucap Addison dengan tatapan datar

"Kakakku yang akan mewarisinya jadi aku hanya fokus menjadi asisten pribadimu," ucap Wilmer sambil tersenyum

"Ternyata seperti itu, baguslah aku pikir aku akan kehilangan orang yang kompeten," ucap Addison dengan tatapan dingin dan muka datar

'Bagaimana bisa aku mendapatkan atasan seperti dia? Tidak senang malah dingin,' ucap Wilmer di dalam hatinya dengan perasaan tertusuk tidak berdarah

"Tok... tok... tok..." suara ketukan pintu

"Aku buka pintu sebentar," ucap Wilmer sambil berjalan ke arah pintu

"Ada perlu apa?" ucap Wilmer sambil membuka pintu

"Tuan Wilmer, saya ingin menyampaikan kalau nona Gressa telah melewati gerbang mansion dan sebentar lagi sampai ke mansion," ucap laki-laki itu dengan menghormat

"Siapkan penyambutan dan aku akan menyampaikan langsung kepada tuan Baron," ucap Wilmer dengan tatapan dingin

"Baik tuan," ucap laki-laki itu kemudian memberikan hormat dan pergi meninggalkan atasannya

"Jadi ada berita apa?" ucap Addison dengan tatapan serius

"Nona muda telah kembali dan semua orang telah saya perintahkan untuk menyambut nona muda,"

"Apakah anda ingin langsung melihat nona?" ucap Wilmer dengan sopan dan profesional

Apakah Addison akan langsung menyambut? Apakah reaksi Gressa setelah menerima penyambutan? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?

Gressa's second life

1
Andry Lenny
wah Thor ending ga nampol bgt, masa Gressa nya mati gt aja... /Sob//Sob/
Andry Lenny
eh ada hubungan dg Reina ternyata... apa jgn² yg panggil Gressa itu Reina/Albern?
Nurijan Daud
Luar biasa
uci umami
salah ketik derick mah novel satu lagi Thor , Addison keles
Lady Karin: iya kadang gak bisa move on sampai salah ketik terima kasih koreksinya 😅🙏
total 1 replies
Loveta Brillian TinurLampung
lah lah tau nya sad ending toh
Lady Karin: iya kak
total 1 replies
Aisyah Suyuti
menarik
Lady Karin: hayo di pantau terus kak
total 1 replies
Luciana
semangat teross Thor!!!
Lady Karin: ok sip
total 1 replies
Loveta Brillian TinurLampung
di tunggu up lagi Thor
Loveta Brillian TinurLampung
up up up up up up up up up up up
Lady Karin: siap nona
total 1 replies
Loveta Brillian TinurLampung
kayaknya sekedar obsesi si Lucius suka sama gresa
Lady Karin: mungkin saja kak karena gak ada yang tau juga
total 1 replies
Loveta Brillian TinurLampung
thanks Thor udah up
Lady Karin: sama-sama
total 1 replies
Loveta Brillian TinurLampung
wah si Lucius cemburu
Lady Karin: mungkin
total 1 replies
Loveta Brillian TinurLampung
wah si Lucius suka sama gresa
Lady Karin: bisa jadi
total 1 replies
Loveta Brillian TinurLampung
jadi bingung ini si Lucius suka sama gresa apa aleysya
Lady Karin: sama kak
total 1 replies
Maîra⊰⁠⊹
Koreksi, " ucap William..."
Lady Karin: terimakasih koreksinya kak 🙏 kadang nulis di jam malam buat pikiran agak oleng
total 1 replies
Loveta Brillian TinurLampung
aku juga suka uang gresa gx kamu aja😁
Lady Karin: begitulah kira-kira kak siapa yang gak mau uang
total 1 replies
Loveta Brillian TinurLampung
mungkin si Luci suka sama aleysya
Lady Karin: bisa jadi tuh kak
total 1 replies
Loveta Brillian TinurLampung
wah hampir ketauan ya luci
Lady Karin: iya tuh kak Si Gressa peka
total 1 replies
Loveta Brillian TinurLampung
next Thor
Lady Karin: iya siap
total 1 replies
Loveta Brillian TinurLampung
fighting Thor 💪
Lady Karin: iya terima kasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!