Indonesia
NovelToon NovelToon
Suamiku Bukan Ayah Dari Anakku

Suamiku Bukan Ayah Dari Anakku

Status: tamat
Genre:Poligami / Pelakor / Tamat
Popularitas:20.2k
Nilai: 5
Nama Author: Yanti

Airin wanita yang dijodohkan oleh sang ibu saat berusia 16 tahun dengan seorang pengusaha, Dipta yang saat itu berusia 23 tahun.Demi harta Dipta memenuhi permintaan sang kakek.
Airin bertahan demi kedua putri kembarnya yang tak ingin kehilangan sosok seorang ayah.Namun sang suami tega melakukan poligami dengan menikahi sang mantan yang ternyata teman masa kecil.
Ditengah keterpurukannya kedua anaknya mengalami kecelakaan.Yang lebih mengejutkan hasil dari salah satu golongan darah anaknya tidak sesuai dengan dirinya maupun sang suami.
Apakah Airi akan bertahan atau mengakhiri pernikahannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mimpi yang menjadi kenyataan...!!!

"Aku mohon Firman,aku takut terjadi sesuatu dengannya,aku mohon antarkan aku kesana.Aku janji aku akan melakukan apapun untukmu asalkan kamu mau mengantarkan ku ke sana."rengek Airin sambil mengatupkan kedua tangannya.

"Baiklah aku akan menemanimu kesana.Tapi sebaiknya besok pagi saja kita kesana.Untuk sementara biarlah anak buah ku yang akan mencari dimana keberadaannya. Kamu tenang saja serahkan semua padaku biar semua anak buahku yang urus.Kamu tunggu disini dulu." ujar Firman sambil berlalu pergi dan menghubungi seseorang.Sementara Airin yang dari tadi terlihat panik.

"Minumlah,pasti kamu haus!" ucapnya sambil menyodorkan segelas air putih.

"Terima kasih." jawabnya sambil meminum air itu.

"Sekarang kamu tidak perlu khawatir.Karena kamu sudah sampai di rumahku,lebih baik aku kenalkan pada keluargaku.Ayo masuk,mereka sudah menunggumu." pinta Firman.

"Tapi bagaimana dengan tanggapan mereka,aku ini seorang janda Firman dan kamu masih singgel." ujar Airin.

"Aku tidak mempermasalahkan status kamu.Dimataku sama saja kamu tetapi Airin yang dulu tidak pernah berubah." ucap Firman sambil menggandeng tangan Airin.

Saat mereka masuk sang kakek langsung menghampiri Airin dan Firman.Sementara ibunya firman tampak tidak suka dengan kehadiran mereka.

"Ayo Airin masuk,kenalin ini kakek aku.Dan yang itu ibu aku,ini Maya dan Sabrina adik aku. Ini Tante Sonya dan kak Mentari.ucap firman sambil memperkenalkan mereka satu persatu.

Lalu Airin memperkenal kan diri pada mereka.

"Kamu cantik sekali nak,wajahmu mengingatkanku pada mendiang istri Danu,Kaila Jasmine.Pantas saja dia sangat menyayangimu dia banyak bercerita tentangmu." ujarnya sambil memeluk Airin.

"Aku tidak menyangka kakak aku bisa menemukan wanita secantik kamu.Tadinya aku pikir itu hanya alasannya saja karena menolak perjodohan.Alu sering lihat foto kakak dikamar kak Firman,ternyata cantikan aslinya ya kak." ucap Maya sambil memeluk Airin.

"Iya,pantas saja kak Firman gak bisa move on.Semoga hubungan kalian berdua langgeng ."ucap Sabrina sambil memeluk Airin.

"Tapi Aku tidak setuju,sampai kapanpun aku tidak setuju dia menjadi menantuku.Dia hanya seorang janda dan dia,,," tegas Fiola namun ucapnya terhenti.

"Diam,aku tidak meminta pendapatmu.Jika kamu tidak suka pergilah dari sini.Aku juga tidak meminta pendapatmu.Siapapun wanita pilihan cucuku aku akan menerimanya."tegas Imron.

"Terima kasih kek,kakek memang yang terbaik." ucap Firman sambil memeluk Imron

"Maya,Sabrina ayo buatkan minum untuk Airin.Jangan lupa camilannya bawa keruang tengah aku ingin mengobrol dengan mereka berdua.Telefon Mala jangan pulang pagi lagi,katakan padanya jika masih diulangi jangan bukakan pintu untuknya.Ayo Firman, Airin kita keruang tengah."pinta Imron.

"Ya kek." sahut Maya dan Sabrina sambil berjalan menuju dapur.

"Apa yang dibicarakan mereka bertiga ya kak?" tanya Maya penasaran.

"Ayo ambilkan camilan aku yang buat minuman biar kita segera menyusul kesana.Jadi kita tau apa yang mereka bicarakan." ujarnya sambil menuang air panas kedalam gelas.

"Kak Airin masih terlihat cantik ya kak walaupun seorang janda.Berbeda dengan kak Mentari dia terlihat tua.Apa Kak Airin sudah punya anak?"tanya Maya.

"Ya lah tiap hari marah marah mulu,makanya cepat tua.Mandi aja sehari sekali,makanya dia dicerai sama bang Fadil.Mungkin Airin belum punya anak badannya aja masih bagus.Aku juga pengin kaya dia,nanti kita tanya tanya deh." jawab Sabrina.

"Ya kak,aku jadi ga sabar.Kak Mentari aja yang punya anak satu badannya Segede gajah gitu gimana kalau anaknya banyak ya.Pasti makin gede aja." pikir Maya sambil menghayal.

"Apanya yang gede,ngomongin aku ya." ujar Mentari berdiri di belakang Maya.

"Pikir aja sendiri,yuk dek udah ditunggu sama kakek." ujar Sabrina sambil menyenggol lengan Maya dan berlalu pergi meninggalkan Mentari.

"Silahkan diminum tehnya kak." ucap Sabrina sambil meletakan minuman dan camilan.

"Ya terima kasih,ayo duduk sini." ucap Airin.

"Tidak kak kami kebelakang saja." sahut Sabrina.

"Memangnya kamu nggak pengin ngobrol.Kemarin katanya penasaran pengin ketemu Airin,giliran udah sampai pura pura nih."ledek Firman.

"Iya kak bukan gitu aku kan ngga enak takut mengganggu kakak." ujarnya basa basi padahal mereka berdua sudah sangat penasaran karena baru kali ini Firman membawa seorang wanita.

"Ayo duduk saja,temani kakak kamu.Kakek mau keluar sebentar.Maaf ya Airin kakek tinggal." ujar Imron.

"Ya kek tidak apa apa." jawab Airin.

"Kakak udah kenal berapa lama dengan kak Firman?Kakak udah lama pacarannya? Kapan kakak segera menikah?" tanya Maya.

"Maya kamu Ini ya.Tanya satu satu dong kak Airin kan bingung jawabnya." ujar Sabrina.

"Udah udah jangan ribut.Kalian ini kepo banget sih sama kakak.Baiklah karena kalian bertanya akan aku jawab.Aku tuh udah kenal Airin sewaktu SMP dan kami udah berpacaran dalam beberapa bulan ini." ucap Firman bangga.

"Maaf aku terpaksa bilang berpacaran sudah lama aku nggak mungkin bilang yang sebenarnya.Aku malu apa kata adik adikku nanti." gumamnya dalam hati.

"Oh berarti CLBK dong kak.Apa kak Airin sudah punya anak?" tanya Maya penasaran hal yang dari tadi ingin ditanyakan.

"Sudah,anakku dua sekarang sudah SMP."jawab Airin.

"Wah nggak nyangka ya anak kakak sudah dua.Padahal kak Airin masih terlihat cantik dan badannya masih bagus. Kakak aku aja anaknya satu udah melar.Udah seperti ibu ibu."ujar Maya.

"Airin ini anaknya kembar dek,cewe cantik lagi kalau kamu bertemu pasti kamu langsung suka." terang Firman.

"Wah pas banget tuh dek,kamu tuh paling demen lihat orang kembar.Ngehalu Mulu katanya nanti kalau hamil anaknya kembar semua.Suaminya kembar juga." ucap Sabrina.

"Kapan kapan ajak anaknya kakak main kesini dong.Atau aku yang kesana aja ya.Di sekolahku juga ada anak kembar kak, adik kelasku sih.Yang satunya cewe sama cowo,satunya lagi cewe cewe.Tapi aku sukanya kembar cewe cewe lebih asik di ajak ngobrol.Jadi ngga sabar pengin ketemu anak kakak." ujar Maya antusias.

Tak terasa waktu berlalu cepat,karena keasikan ngobrol dengan adik adik Firman sejenak Airin melupakan Devan.Namun saat Firman mengantarkan Airin pulang hatinya kembali gelisah tidak sabar menunggu pagi.

Saat pagi tiba Airin bergegas membersihkan diri setelah melakukan salat subuh.Menunggu Firman datang menjemputnya.

"Tin"

"Tin"

"Tin"

Suara klakson mobil terdengar,Airin segara menyambar tasnya dan berjalan keluar.Dia mengunci semua pintu setelah sebelumya dia menelfon anak anak untuk sementara waktu tinggal ditempat kakeknya.

"Ayo Airin kamu sudah siap.kita berangkat sekarang?" tanya Firman sambil membukakan pintu mobil.

"Tentu,aku sudah siap." jawabnya sambil beranjak masuk kedalam mobil.

"Ini aku bawa makanan untukmu,aku tau kamu pasti tidak makan karena memikirkan Devan" ujar Firman sambil menyerahkan rantang yang berisi makanan.

," Terima kasih Firman tapi aku tidak lapar." jawab Airin.

"Aku tau kamu mungkin tidak merasa lapar,tapi pikirkan kesehatanmu.Bagaimana kalau kamu sakit,kasihan anak anakmu mereka masih membutuhkanmu.Kamu tau ini kakek yang menyiapkan untukmu.Makanlah walau hanya sedikit." bujuk Firman sambil menjalankan mobilnya.

""Baiklah aku akan makan." sambil membuka kotak makannya dan menyuapkannya a ke dalam mulutnya.

"Masakan buatan kakek kamu enak ya." ucapnya sambil meletakan tempat makan di bangku.

"Ya,aku akui masakan kakek memang enak.walaupun dia suka marah marah ngga jelas tapi aku sayang sekali dengan kakek " ucapnya sambil fokus menyetir.

 Namun tiba tiba telpon Firman berbunyi dia menepikan mobilnya dan berhenti.Kerana sinyal susah akhirnya dia keluar dan menerima telfon diluar.Airin yang menunggu di mobil nampak terlihat cemas apalagi melihat ekspresi dari muka Firman saat menerima telfon.

"Bagaimana firman apa ada kabar dari anak buahmu?"tanya Airin saat Firman kembali masuk ke mobil.

"Ya Airin,kita harus segera kesana memastikan apakah itu Devan atau bukan.Karena menurut anak buahku belum ada pihak keluarga yang datang.Kita harus cepat sampai supaya dapat memindahkannya ke rumah sakit yang lebih lengkap.Menurut anak buahku keadaanya sangat kritis dan harus segera ditangani secepatnya."terangnya pada Airin.

Firman mengemudi dengan kecepatan tinggi dan hampir saja menabrak.Saat dia sampai dirumah sakit bergegas memarkirkan mobilnya dan menuju ruang IGD.Airin yang didampingi Firman tampak begitu panik dan segera menemui dokter.

" Maaf dok apa saya boleh melihat pasien yang mengalami kecelakaan kemarin."pinta Airin.

"Tentu,kalau boleh tau anda siapanya ya?" tanya dokter.

"Kami kerabatnya dok,kami ingin memastikan kalau yang kecelakaan itu saudara kami."jawab Firman.

Dokter mempersilahkan satu dari mereka masuk.Firman melarang Airin masuk dan menyuruhnya menunggu biar dia saja yang masuk.Namun karena memaksa akhirnya Firman mengijinkan Airin masuk.

Firman takut jika itu benar Devan,Airin pasti bersedih.Namun saat Airin keluar dari kamar IGD dia hanya diam saja sambil menangis .

"Airin bagaimana,apakah yang ada di dalam benar Devan?Airin jawab aku."tanyanya sambil mengguncang bahu Airin.

"Iya Firman ,dia..." jawab Airin sambil menangis.

"Kamu tenang dulu ya aku akan menemui dokter.Kamu duduk dulu semuanya akan baik baik saja." bujuknya sambil bergegas menuju ruangan dokter.

.Setelah keluar dari ruangan dokter Firman menemui Airin yang sedang menangis.

"Firman tolong bantu Devan aku mohon.Lakukan sesuatu untuknya aku tidak mau terjadi apapun padanya aku mohon." pinta Airin sambil menggenggam tangan Firman.

"Bagaimana ini,apa yang harus aku lakukan? Kalau aku menolong Devan pasti saat dia sembuh mereka akan kembali dekat Tapi jika aku tidak segera memindahkannya kasihan Airin.Apa yang harus aku lakukan?" gumamnya dalam hati.

1
Ritasaff
Sedih banget aku thor !!
Ritasaff
Semangat untuk author nya !
Ditunggu kunjungan balik dinovelku . Tinggalkan jejak juga ya kak
Syava Navalena: Siap,
total 1 replies
Nur Hayati
heddeeeeh kok bingung bacanya,ni ada lagi,Devan,ad Devin lagi,yg jelas lah,Anita, Anisa yg mana yg benar,,
Syava Navalena: kalau Devan sama Devin itu saudara kembar'.Mohon maaf jika banyak yang salah tulis
total 1 replies
Nur Hayati
nama omnya Doni apa Dion sih,,kok bingung bacanya, nama karakternya hampir sama semua Alika,Alisa,Airin,yg baca suka lupa/ bingung
Syava Navalena: Iya maaf salah tulis , namanya Dion
total 1 replies
Mianti
endingnya tak terduga
Mianti
Menurutku Airin mending sama Devan aja ceraiin saja itu istrinya
Syava Navalena
Terimakasih semua atas support nya ya 👍🏻🙏
devi kristiana
Semangat thor
Ceritanya menarik
Mianti
menarik ceritanya
Adri Bae
Ceriyanya
Menarik
Semangat
Autor
Syava Navalena
Lanjut
Adri Bae
ceritanya
menarik
semangat
tour
Takahashi HitomiLửa
ceritanya bikin baper nih, semoga thor lancar menulis.
Reva Chavan
Ngangenin deh ceritanya.
Donny Chandra
Keren banget ceritanya!
sweet_ice_cream
Gempar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!