Sopinah dan ibunya terpaksa menginap untuk menunggui tantenya yang dirawat di rumah sakit. Saat tidur malam, keanehan-keanehan terjadi.
Setelah itu, Sopinah bersumpah tidak akan menginjakkan kakinya kembali ke rumah sakit itu.
Beberapa bulan kemudian, dia harus dirawat di rumah sakit itu karena rumah sakit di daerahnya kekurangan alat canggih. Setiap tidur malam, jiwa astralnya selalu keluar dari tubuh dan bertemu dengan makhluk-makhluk yang seperti diketahui oleh orang awam.
Dia pun menemukan sebuah cermin yang mengeluarkan cahaya. Melalui itu, dia memasuki dunia yang sama sekali berbeda dengan wujud fisik rumah sakit itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tita dewahasta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22. Mengambil Kunci
Secepatnya Sopinah mengambil kertas dan menyalin mantra itu dengan pulpen. Tak lupa dia menyalin transliterasi atau cara baca mantra yang kebetulan dalam bahasa dan aksara Yunani itu. Padahal, mantra umum yang lain tidak menggunakan bahasa Yunani.
Hanya mantra khusus seperti magic shield saja yang menggunakan aksara asing itu.
Kenapa beda sendiri ya yang ini? Dan setiap menghilang hanya bertahan 10 menit. Setiap mantra sudah habis, bisa mengulangi lagi. (Sopinah).
Dia penasaran sekaligus takut akan ketahuan seperti saat mengucap mantra pembuka magic shield. Sebelum itu terjadi, dia membaca-baca sepintas. Ternyata beberapa mantra yang cukup berat menggunakan bahasa Yunani.
Menghilang, membakar, memindahkan barang ke tempat yang sangat jauh dalam 1 detik, itu adalah beberapa contoh mantra yang dianggap berat. Karena penasaran pula, Sopinah membuka buku tentang magic shield dan mencari apa yang salah dengan yang ia lakukan sehingga Queen langsung mengetahui.
Oh, ternyata yang bisa membuka mantra magic shield adalah dia yang menguncinya. Setiap ada orang yang berusaha membuka magic shield, sang pengunci langsung dapat merasakan getaran. Pantesan aja Queen langsung tahu. Berarti Queen yang ngunci Jasminul di sana. Huh, ternyata munafik si ratu setan. (Sopinah).
Sopinah menggeleng. Mengapa ia malah sibuk dengan rasa penasarannya? Padahal dia sedang bekejaran dengan waktu. Dia mengembalikan semua kitab ke tempatnya kemudian segera mengucapkan mantra untuk menghilang.
Sayang sekali dia tidak berhasil melakukannya. Energinya telah habis, hanya tersisa energi untuk kegiatan manual.
Duh. Oh, petugas perpustakaan itu bilang kalau ada jus ginseng di dapur untuk kembaliin energi. Aku nggak mungkin tidur buat kembaliin energi, kan? Buang waktu. (Sopinah).
~
Dapur
Sopinah berhasil mencapai dapur. Dia melihat daging kebab di sana yang aromanya sungguh menggoda. Teronggok pula daging sapi di rak berjajar. Daging-daging itu tampak premium.
Bukan saatnya untuk membayangkan hidangan lezat ala istana Dremland yang selama ini ia nikmati juga. Sopinah bergegas mengambil jus. Dia sama sekali tidak mengalami kesulitan mencari jus itu karena telah tersemat tulisan di setiap botolnya.
Dia menenggak dengan cepat hingga habis. Dia merasakan badannya sedikit bergetar, kemudian menjadi bugar. Sangat bugar bahkan seperti di pagi hari. Dia segera mengambil kertas mantra di dalam tas kecilnya.
Tak hati-hati karena buru-buru, kacamata yang sedari tadi ia simpan di tas itu tertaut dengan kertas sehingga ikut keluar lalu jatuh ke lantai.
Aduh, kok malah jatuh sih. Tapi, suaranya kecil, mudah-mudahan nggak ada yang denger. (Sopinah).
Entah apa yang membuat tangan Sopinah mengambil dan langsung memakai kacamata itu. Jemarinya secara otomatis melakukan itu tanpa bisa direm atau dikontrol, atau memang itu sudah takdir ia harus bergaya dengan kacamata pinjaman.
Pemandangan di depan mata Sopinah langsung berubah menjadi terang benderang oleh sinar matahari karena di alam nyata memang siang hari. Namun, ruangan itu tak begitu banyak mendapat sinar matahari juga.
Ruangan apa ini? Kok nggak kayak dapur? Kalau di Dreamland ini dapur, di rumah sakit juga harusnya bagian dapur, kan? Eh nggak juga ding. (Sopinah).
Ruangan yang ia lihat lebih sempit dari dapur istana. Namun, yang paling mengejutkan adalah ketika ia menoleh ke arah daging yang jika di Dreamland adalah daging kebab dan daging sapi premium. Yang ada tepat di penyimpanan daging itu, di dunia nyata, juga daging.
Hanya saja itu adalah daging onggokan yang disinyalir adalah potongan daging tambahan pada manusia (tumor dan kanker). Perut Sopinah terasa teraduk-aduk. Hampir saja ia muntah.
Dia segera keluar dari ruangan itu. Di luar, dia melihat ke sekeliling yang terasa familiar.
Lhoh, ini kan tempatku pingsan waktu pertama kali ke rumah sakit buat jenguk Bulik. Aku lihat pisau melayang, ngiris-iris daging. Ternyata, selama ini yang aku makan di Dreamland itu asalnya daging sampah. (Sopinah).
Entah kenapa batin Sopinah malah berkata-kata yang memperjelas sehingga perut gadis itu tambah mual. Tak disangka, daging premium yang selama ini ia makan ternyata bukan seperti daging sapi di restoran steak ternama, justru daging sampah yang seharusnya dibuang.
Pikiran Sopinah malah membayangkan dirinya memakan daging itu dalam bentuk asli, bukan ilusi, semakin terasa menjijikkan dan semakin mual.
Kacamata!
Sopinah segera melepas kacamata laknat yang membuatnya melihat semua hal menjijikkan ini. Entah salah benda itu, atau salah dunia Dreamland yang seolah mengubah yang menjijikkan menjadi hal-hal yang indah. Sedetik setelah melepas kacamata itu, seluruh pemandangan di depannya berubah menjadi indah kembali.
~
Ruang tidur Knight Dani
Sopinah mengucapkan mantra menghilang yang hanya bertahan 10 menit sehingga dia harus melakukan semuanya dengan cepat. Jika dia harus menggunakan mantra beberapa kali, bisa-bisa energinya habis kembali. Seluruh badan dan baju yang dikenakan Sopinah perlahan memudar dan menghilng.
Berhasil! Berhasil! Berhasil! Hore!
Dia menerobos ke ruang tidur Knight Dani. Kini, sang ksatria tampan itu tidur dengan piyamanya. Baju yang digunakan berada di patung bersama kunci-kunci menggantung menjadi satu.
Kepala Sopinah kembali pening melihat kunci-kunci itu.
Akh, jangan khawatir! Energiku masih gede. Aku bisa panggil kunci ruang bawah tanah! Tapi kalau aku pake mantra panggil barang di sini, bisa-bisa Knight Dani bangun! Hashhhhuuuu. Bawa semua keluar dulu aja. (Sopinah).
Dia membawa semua kunci itu keluar dari kamar agar leluasa memanggil kunci yang ia cari.
Sopinah menepukkan tangan dua kali dengan suara kecil. "Kunci ruangan bawah tanah," bisiknya di atas segepok kunci itu.
Keluarlah kunci yang dicari Sopinah. Dia segera meletakkan di dalam tas selempang kecil yang selalu setia menemani.
Kamar tidur Knight Dani tiba-tiba terbuka. Kali ini Sopinah hanya bisa pasrah. Peribahasa 'sepandai-pandainya tupai meloncat, akhirnya jatuh juga' memang sangat benar. Sedari tadi ia berbohong dan mencari cara, mustahil tak ada orang yang curiga.
Saatnya dia tertangkap basah. Apakah dia akan dikurung bersama Jasminul di ruang bawah tanah? Mungkin saja. Atau justru Knight Dani akan menghukumnya dengan cara lain? Atau dia harus tinggal di Dreamland selamanya dan takkan pulang ke dunia lagi? Akh ... terlalu banyak pertanyaan sudah seperti tes CPNS saja.
Knight Dani keluar sembari mengernyit ke arah Sopinah. Gadis itu hanya tertunduk sembari memejamkan mata, tak dapat berbicara, tak dapat mengelak. Knight Dani kemudian mengambil segepok kunci yang ada di lantai sembari menggaruk kepalanya.
"Kok bisa ketinggalan di sini? Mungkin aku lupa," kata Knight Dani sembari kembali ke kamar bersama kunci-kunci berwarna emas itu.
Hah?! Oh iya, aku kan menghilang. Baiklah, aku harus cepet ke ruang bawah tanah. Waktuku masih 6 menit. (Sopinah). []
Bersambung ....
iyakah ,astaga ngeri nya /Scare//Scare/
omo ..omo...omo...
anak2 biasa nya make merk Nikung ,Adadeh sama Balensiapga 🤣🤣🤣🤣