hai guys ketemu lagi..
ini cuma cerita fiksi ya,anggap saja lagi di planet lain.kalo ada kata² yang kurang sopan di maafin ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mommy july, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
jadi sekertaris?
Rama melihat hanya ada satu botol air minum disana,mata dia mengedar keluar untuk mencari warung Namun dia tidak melihatnya.
"pelit"gumam Utari yang tidak mendapatkan jawaban dari Rama namun Rama mendengarnya.
"itu botol minum ku"ucap Rama.
"ya makanya aku minta sama bapak ga minta sama orang lain karena itu punya bapak"sungut Utari.
"itu bekas minum ku"ucap Rama melihat gadis yang duduk di sebelahnya.
"lalu?"Utari mengerutkan keningnya.
Rama diam tak menjawab.
"emang kenapa?bapak penyakitan?penyakit menular gitu?"ucap Utari dia benar-benar kehausan saat mendorong motor tadi.
"emang dasarnya aja pelit"ucap Utari lirih membuang wajahnya ke luar.
"aku kan kehausan,apa dia ga mikir aku dorong motor itu ga capek?"gumamnya.
Rama pun mendengarnya,dia menghela nafasnya.
"ambilah"ucapnya.utari tersenyum lebar dia meraih botol minum itu.
"terima kasih pak,selain tampan bapak juga baik"ucap Utari membuka botol minum itu.
Rama tersenyum tipis,baru saja gadis itu mengatainya pelit,lalu sekarang mengatakan dia baik,Rama menggelengkan kepalanya.
Rama memperhatikan Utari minum leher Utari bergerak naik turun saat menelan air minum itu, habis. gadis itu benar-benar kehausan.
Utari menutup botolnya kembali.
'bekas bibir ku disana saling menempel'gumam Rama dalam hati.
"akhirnya,terima kasih ya pak"ucap Utari mengelap bibirnya dengan punggung tangannya.dan mengucapkan terima kasih lagi,namun nada nya lebih lembut setelah minum air tidak seperti sebelum minum ngegas.
hingga seseorang mengetuk jendela mobil Rama dan meminta kunci motor itu pada Utari.
mobil pun berjalan lima belas menit,Utari meminta Rama menghentikan mobilnya.
"maaf ya pak sebentar saya mau beli bakso dulu buat Kakak saya"ucap Utari.
"bapak ga mau turun?"tanya utari.rama menggelengkan kepalanya.
Utari pun turun dan memesan bakso dan sekalian sate ayam untuk makan malam. sedangkan bakso pesanan attala.
'laper gue'gumam Utari.
"pak satu di bungkus satu makan disini,yang makan disini pake mie putih extra tetelan ya pak"ucapnya.
Rama pria itu yang menunggu Utari di dalam mobil pun berdecak melihat Utari menarik mangkok bakso di atas meja.
"sialan"umpatnya.rama turun dari mobil dia menghampiri Utari yang sedang menyuapkan bakso ke mulutnya.
"lupa ada yang nungguin?"tanya Rama duduk di depan Utari.
Utari tersedak dia terbatuk-batuk dia lupa Rama menunggunya.
Rama berdiri menghampiri Utari dan menepuk punggung Utari hingga batuk itu mereda lalu dia menyodorkan minuman pada Utari.
"bapak ngagetin"ucap Utari wajahnya masih merah dan matanya berkaca-kaca.
Rama mengerutkan keningnya ngagetin darimana?bahkan dia duduk di depan Utari bukan mengagetkan nya dari belakang.
"ngagetin dimana?"tanya Rama.
Utari tak menjawab dia kembali memakan baksonya.
"bapak mau?"tanya utari melihat rama memperhatikan dia makan bakso.rama menggelengkan kepalanya.
"enak tau"ucap Utari.
"cobain aja dulu"Utari mengambil bakso kecil dan menyodorkan sendoknya depan mulut rama.rama menggelengkan kepalanya.
"cobain,pasti nagih yakin deh"ucap Utari 'ini waktunya menebarkan umpan,umpan nya bakso dulu aku ga akan buang kesempatan ini'gumam Utari tersenyum.
"kalo ga enak,bapak boleh tinggalin aku disini,kalo enak aku traktir satu mangkuk"ucapnya memberikan penawaran.
'penawaran macam apa itu?'pikir Rama.
'ninggalin dia?apa ga mikirin motornya ada sama orangnya Rama? traktir satu mangkuk di tempat kaya gini pula yang benar saja,tapi tak apalah'
"ayo pak buka mulutnya"ucap Utari.
Rama pun membuka mulutnya satu butir bakso kecil masuk di indera perasanya yang menikmati rasa enak dari makanan pinggir jalan.
"enak kan?"tanya Utari.
"biasa aja"jawab Rama tidak mungkin dia langsung mengatakan enak.utari pun menyuapkan bakso ke mulutnya mengabaikan Rama yang sedang melihat ke arahnya.
Rama menarik tangan Utari yang akan memasukan bakso ke mulutnya.dia menariknya dan melahap bakso tersebut.
Utari mencebikan bibirnya.
"katanya ga enak"ucap Utari.
Rama hanya mengangkat bahunya.
satu mangkuk pun telah habis setelah membayar dan mengambil pesanan sate,Rama mengantarkan Utari pulang.
"jadi nama kamu Gista atau Utari?"tanya Rama.
"namaku Gista utari pak,kakak ku manggil Utari tapi di kantor manggilnya gista.
Rama mengangguk.
motor attala sudah sampai setelah beberapa saat lalu Rama meminta alamat untuk mengantar motor.
"terima kasih ya pak udah nganterin aku dan motorku juga"Rama mengangguk.
"ga usah mampir ya pak"ucap Utari membuka pintu mobil itu.
'dimana-mana orang pasti akan mengajaknya mampir ke rumah,gadis ini malah mengatakan ga usah mampir'rama menggelengkan kepalanya.
kaca mobil iya turunkan sebelum dia kembali menjalankan mobilnya.
"hati-hati di jalan pak,terima kasih sekali lagi"ucap Utari.utari pun masuk dan Rama pun menginjak gas nya meninggalkan rumah Utari.
"sama siapa?"tanya attala yang saat ini sedang depan laptopnya.
"coba tebak"ucap Utari mendudukkan tubuhnya tidak jauh dari attala.
"mana aku tau"ucap attala.
"Rama ku oh Rama..."ucap Utari tersenyum lebar.
attala menggelengkan kepalanya.
"udah jadian?"tanya attala.
"belum sih,tapi kan ada kemajuan"ucap utari.
*
*
sudah dua bulan Utari bekerja di daxo, setiap akhir pekan juga dia akan ke komunitas tari nya,dia juga sering membuat video saat sedang dance bersama teman-temannya atau sendirian di rumah.
utari juga aktif mempromosikan jualan Attar yang kini makin laris.bahkan Attar sedang membuat produk baru dan melebarkan sayapnya di bisnis makanan.
attala ikut membantu usaha adiknya itu yang sudah mempunyai dua puluh karyawan di pusat belum lagi para reseller.
hobinya yang suka nge-band membuat Attar bergaul dengan banyak orang.dan mempunyai banyak teman,membuat nya mudah mempromosikan barang jualanya.
sosial medianya pun banyak followers nya namun memang lebih banyak Utari,Attar selalu menutup wajahnya dan dia selalu berpoto tanpa memperlihatkan wajahnya,hanya tubuhnya saat gym atau Poto candid atau wajahnya yang di tutup stiker.
hanya attala yang introver entahlah mungkin dia tidak percaya diri dengan kakinya.atau memang kepribadiannya.dan attala hanya mempunyai satu teman,selain para tukang parkir.padahal Attar suka mengajaknya untuk ikut kemanapun.
...----------------...
Desas desus di bagian marketing yang mengatakan Dirut akan mengambil seorang sekertaris dari bagian marketing pun santer di bicarakan.
"kira-kira siapa ya?"tanya Ani.
"yang pasti ga mungkin aku ya,aku kan baru dua bulan"ucap Utari.
"kamu masih kecil"ucap Hana.
"ibu aku di katain kecil"ucap Utari merengek seperti anak kecil ke salah satu staf yang sudah berusia empat puluh tahunan.
"emang bener kamu kan masih piyi"ucap be Retno.
"mba Ani hanya mba Ani yang sayang sama aku"ucapnya.
"udah kecil bandel lagi"ucap Dio terkekeh.
Utari menghembuskan nafas kasar.
"aku seperti anak tiri disini"ucapnya.
semenjak ada Utari divisi marketing itu selalu ramai bahkan penjualan pun mencapai target.
"Gista ikut saya"ucap Bu Meri.
Utari pun mengikuti Bu Meri dia masuk ke lift dan membawanya ke lantai dua puluh.
"tok..tok...tok..
"masuk..