Indonesia
NovelToon NovelToon
Menjadi Ibu Tiri Anak Jendral Perang

Menjadi Ibu Tiri Anak Jendral Perang

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Ibu Tiri / Ruang Ajaib
Popularitas:26.2k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

Seorang wanita cerdas dengan sejuta keahlian, yang tidak pernah takut dengan apapun, bahkan dengan kematian sekalipun. Bagaimana jadinya saat jiwa nya tiba-tiba terbangun di tubuh Aleta Volis, seorang wanita bangsawan dengan reputasi paling busuk di seluruh kekaisaran.

Marquez Liam Volis, seorang Jendral Perang sekaligus penguasa wilayah Volis yang terkenal dingin, kejam di medan pertempuran, dan memiliki prinsip hidup yang keras. Bagi Liam, hidup hanyalah soal tugas, pedang, dan darah, dia tidak punya waktu ataupun ruang di hatinya untuk urusan cinta.

"Kau berubah, apa yang sebenarnya sedang kamu rencanakan?" tanya Liam, dingin.

"Oh ayolah suami ku, apa pantas pernyataan itu kamu tunjukkan pada istri mu ini," jawab Aleta, tersenyum miring, merapikan kerah pakaian Liam.

Mampukah Liam mempertahankan prinsipnya, atau justru dia bertekuk lutut dan menyerahkan seluruh hidupnya pada wanita yang tadinya paling dia benci?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SIAPA SEBENARNYA LIAM?

Aleta menegakkan tubuhnya, lalu menyapu pandangan ke arah murid-murid bangsawan di dalam kelas yang kini duduk gemetar ketakutan di bangku masing-masing, terutama bocah laki-laki bernama Diego yang tadi menginjak kaki Julian.

Diego menunduk dalam-dalam, berusaha menyembunyikan tubuhnya di balik meja karena takut tatapan mengerikan Aleta beralih kepadanya.

Aleta melirik sekilas ke arah Nyonya Marie yang masih terduduk lemas di lantai, lalu mendengus jijik.

"Anggap ini peringatan pertama dan terakhir untuk kalian semua," ucap Aleta dingin.

Tanpa membuang waktu lagi, Aleta berbalik memutar tubuhnya dan melangkah keluar kelas dengan kepala tegak, tidak perduli dengan keadaan di ruang kelas itu lagi.

Sementara itu, di ruang kerja nya, Liam sedang mendengarkan laporan yang baru saja di bawa oleh Seno, asisten pribadi nya.

Seno baru saja mendengar dari sana salah satu pelayan, bahwa sang Marchiones pergi ke akademi Salova, karena ada guru yang melakukan kekerasan pada Tuan mudanya.

"Dia pergi sendiri tanpa memberitahu ku?" gumam Liam pelan.

"Apa tidak sebaiknya Anda menyusul Marchiones Marquez?" tanya Seno, hati-hati.

"Tidak."

Liam tersenyum miring, beberapa bulan terakhir ini, perubahan sifat istri nya itu mulai mencuri perhatian nya, dan Liam yakin, Aleta bisa menyelesaikan masalah ini.

"Kirim surat resmi ke Tuan Jaden! Katakan aku ingin dia memecat guru tidak berguna itu!" perintah Liam, tegas.

"Baik Marquez," jawab Seno, tegas.

"Satu lagi, jangan sampai istri ku tahu," ucap Liam, lagi.

Seno terdiam cukup lama, sampai saat ini Seno tidak tahu apa alasan Liam menyembunyikan identitas aslinya dan berpura-pura masih menjadi seorang Marquez miskin, ini sudah terjadi dari pria itu remaja sampai saat ini.

"Sampai kapan Anda akan seperti ini Marquez?" tanya Seno hati-hati.

Liam langsung menatap tajam pada Seno.

Glek

Seno langsung menelan ludah kasar begitu merasakan hawa dingin mendadak melingkupi ruangan kerja sang jendral. Ia buru-buru menundukkan kepalanya dalam-dalam, sadar kalau dirinya sudah melewati batas sebagai seorang bawahan.

"Maafkan saya, Marquez, saya terlalu lancang," cicit Seno gugup, merutuki kebodohannya sendiri karena berani mencampuri urusan pribadi atasannya.

Liam membuang muka, mengalihkan pandangannya ke arah jendela besar yang memperlihatkan langit sore di luar sana, rahang tegas pria itu mengeras, jemarinya mengetuk-ngetuk meja kerja nya dengan isi kepalanya yang sedang berputar keras.

"Bukan urusanmu untuk tahu alasannya, Seno," ucap Liam dengan suara rendah, terdengar datar namun penuh tekanan.

"Cukup lakukan apa yang ku perintahkan, atau kepalamu yang akan ku pindahkan ke tempat lain," lanjut Liam, dingin.

"B-baik, Marquez! Saya mengerti!" jawab Seno cepat, langsung berbalik dan melangkah buru-buru keluar dari ruangan kerja itu sebelum kemarahan sang jendral benar-benar meledak.

Begitu pintu tertutup rapat, Liam kembali menyandarkan punggungnya di kursi kerja nya, matanya menerawang jauh, memikirkan rahasia besar yang selama ini mati-matian dia sembunyikan dari dunia luar, termasuk dari istrinya sendiri.

"Hah...."

Liam menghela nafas nya panjang.

"Aku masih belum tahu kenapa wanita itu tiba-tiba berubah, seperti orang lain," gumam Liam pelan.

Walaupun selama ini dirinya jarang ada di kediaman nya dan lebih sering pergi ke Medan perang, tapi insting tajam Liam mengatakan memang ada yang aneh dengan wanita yang menjadi istri nya itu.

"Tidak mungkin dia tiba-tiba berubah seperti itu, dia bahkan di jadikan jaminan perdamaian oleh Ayah nya karena sifat buruk nya sebagai putri seorang Raja," gumam Liam, pelan.

"Seorang putri yang gemar berteriak dan egois, tiba-tiba berubah menjadi sosok penyayang," lanjut Liam, menghela nafas nya panjang.

"Aku tidak boleh lengah, tidak ada yang tahu apa yang sedang di rencanakan oleh gadis itu," ucap Liam, mengingatkan dirinya sendiri.

Sementara itu di dalam kamar, Julian sedang duduk di tepi ranjang sambil memeluk bantal kesayangannya, isak tangisnya sudah berhenti, tapi matanya masih tampak sembab dan telinganya terlihat memerah akibat jeweran tadi.

Ceklekk...

Pintu kamar terbuka perlahan, menampilkan sosok Aleta yang berjalan masuk dengan senyuman tipis di wajahnya.

"Jendral kecil," panggil Aleta lembut, mendekati ranjang Julian.

Julian langsung mendongak, menatap ibu tirinya dengan mata berbinar-binar penuh harap.

"Ibu sudah kembali?" tanya Julian dengan suara serak.

Aleta duduk di tepi ranjang, lalu mengusap pucuk kepala anak tirinya itu dengan penuh kasih sayang.

"Sudah, ibu sekarang ada di sini, ibu juga sudah memberikan sedikit pelajaran sama guru tua yang suka pilih kasih itu," jawab Aleta santai.

Julian mengerjap-ngerjapkan matanya, tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.

"Ibu memarahi Nyonya Marie?" tanya Julian takjub.

"Tentu saja," jawab Aleta menyeringai kecil.

"Wah... ibu keren sekali! Berarti aku tidak perlu takut lagi kalau ke akademi?" tanya Julian antusias, semangatnya langsung kembali seketika.

"Tentu saja tidak perlu,kalau ada yang berani macam-macam lagi sama kamu, lapor ke ibu, biar ibu ratakan satu akademi itu sekalian," ucap Aleta tegas, membuat Julian tertawa kecil.

"Tapi, Bu... aku besok tetap harus sekolah?" tanya Julian pelan, keraguannya kembali muncul mengingat ejekan teman-teman kelasnya tadi.

Aleta mencubit gemas pipi Julian yang sedikit lebih berisi itu.

"Harus dong! Kenapa harus takut? Kamu itu anak jendral, dan sekarang jadi anak ibu yang paling hebat," ucap Aleta tersenyum kecil.

"Besok kamu berangkat sekolah seperti biasa, kalau ada yang berani ngatain kamu lagi, injak saja kakinya seperti yang dia lakukan ke kamu tadi," ajar Aleta tanpa beban.

Julian manggut-manggut patuh, bocah itu merasa dunianya benar-benar berubah, tidak ada lagi rasa takut dan lapar yang menghantui hari-hari mereka.

"Baik, Bu! Aku akan jadi anak pintar dan tidak penakut lagi!" seru Julian penuh semangat, mengepalkan tangan kecilnya ke udara.

Aleta tersenyum tulus, merasa usahanya membela anak itu tidak sia-sia.

"Baiklah Ibu keluar dulu, ibu ingin melihat kebun kita, apa mereka sudah menyiapkan barang untuk pelanggan setia kita," ucap Aleta, beranjak berdiri.

"Ibu aku ikut ya," ucap Julian, menatap Aleta.

"Tidak untuk hari ini Jendral kecil, sekarang kamu istirahat saja ya," ucap Aleta lembut.

"Tapi-"

"Julian Volis," potong Aleta penuh penekanan.

"Baiklah aku akan di kamar," ucap Julian tidak berani membantah.

"Pintar, nanti ibu bacakan buku cerita, sekarang ibu pergi bekerja dulu, untuk mengumpulkan banyak koin-koin emas, agar kamu bisa berbelanja sepuasnya dan makan enak setiap hari," ucap Aleta mengelus lembut rambut Julian.

"Hem, Julian paham ibu, aku akan jadi anak baik," ucap Julian tersenyum lebar.

1
Septi Wijaya
Aleta tiada lawan donggg😍
miss blue 💙💙💙
jadi makin penasaran sama liam 🤔🤔🤔😅😅😅
Maria Lina
makasih ya thor ud up pagi"ya thor🙏🙏🥰🥰
Septi Wijaya
ish ish jenderal liam ini... katanya kismin kok punya banyak koin emas.... bohhong yaaaa😬
Tiara Bella
kena menta pastinya si lady serra....
Anbu Hasna
Garel atau Geral?
Septi Wijaya
yg ada serra justru akan makin dipermalukan di acara sendiri 🤣🤣
miss blue 💙💙💙
ngomongin jiwa modern, apa gak bikin liam makin penasaran 🤣🤣🤣🤣
miss blue 💙💙💙
julian itu anak kandung liam apa bukan kak? gak pernah ada cerita sebelumnya, bahkan ibu kandung julian juga. apa aq yg gak merhatiin cerita sebelumnya ya?? 🤔🤔🤔
miss blue 💙💙💙: sipp kak 👍👍👍
total 2 replies
miss blue 💙💙💙
kok aq curiga liam itu kaisar atau putra mahkota kekaisaran, mungkin dia di angkat anak oleh marques volis sebelumnya 🤔🤔🤔🤔
kaylla salsabella
jiwa modern🤔🤔🤔🤔 pasti Liam mikir🤣🤭🤭
kaylla salsabella
sombong itu wajib🤣🤣🤭🤭🤭
kaylla salsabella
la itu tahu kamu garel
Maria Lina
makasih ya thor ud up double"nya🙏🙏😍😍☕️☕️
IG : hofi03_skrniii: kembali kasih sayangggg🤍
total 1 replies
kaylla salsabella
kenapa jadi gariel mondar-mandir🤣🤣
kaylla salsabella
😍😍😍😍😍😍😍
kaylla salsabella
lanjut thor
Ita Xiaomi
Lady Serra lg mengundang bahaya.
IG : hofi03_skrniii: minta di cincang dia kak😁
total 1 replies
Tiara Bella
Aleta membalas wanita gila itu dengen tenang dan cantik....
Tiara Bella
wow ini yg ditunggu² para pembaca...Pepet trs liam
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!