Indonesia
NovelToon NovelToon
Terjebak Di Sarang Serigala

Terjebak Di Sarang Serigala

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:9.9k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

kisah seorang anak yang bernama Nina yang tinggal di desa dan bertahun-tahun di tinggal ayahnya, kemudian saat beranjak dewasa , ia di ambil kembali dan di paksa menikah untuk menggantikan saudara tirinya dengan laki-laki kejam seperti serigala.


yuk.. ikuti kisahnya... , akankah Nina bisa bertahan hidup di sarang serigala yang isinya manusia kejam berhati iblis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Sementara itu, puluhan ribu kaki di atas udara, jet pribadi bernuansa hitam elegan milik Jafar membelah kegelapan malam. Di dalam kabin privat yang hening, Jafar duduk di kursi kulit mewah dengan laptop berlayar lebar terbuka di hadapannya.

Sebagai pria yang paranoid dan tidak pernah memercayai siapa pun, termasuk gadis desa yang baru diikatnya dalam pernikahan siri, Jafar telah memasang kamera pengawas berteknologi tinggi di setiap sudut penthouse miliknya. Tak hanya itu, ponsel Nina pun sudah disadap secara penuh tanpa cela.

Jafar memajukan tubuhnya sedikit. Sepasang mata tajam berbulu mata lentik itu menatap layar monitor yang menampilkan rekaman CCTV langsung dari ruang tamu penthouse.

Di layar, ia melihat Nina yang tadinya memegang ponsel dengan raut bingung, mendadak membeku secara dramatis. Pria itu mengamati setiap perubahan garis wajah istrinya, mulai dari mata polos yang membelalak sempurna, hingga warna merah padam yang menjalar cepat di wajahnya.

Lalu, hal yang paling tak disangka terjadi. Gadis yang beberapa jam lalu menangis histeris ketakutan di depan moncong senjata api, kini justru menyungkurkan wajahnya ke bantal sofa sembari menendang-nendangkan kakinya di udara seperti anak kecil yang menanggung malu luar biasa.

Melalui perangkat sadap audio di ponsel Nina, samar-samar terdengar suara jeritan kecil Nina yang meratapi kepolosannya sendiri karena mengganggu momen privat sahabatnya.

Senyum sinis dan dingin yang biasa terukir di bibir Jafar perlahan pudar, berganti dengan sesuatu yang asing. Di balik masker hitam yang menutup wajahnya, sudut bibir pria yang terkenal kejam dan anti-wanita itu sedikit terangkat. Sebuah kekehan sangat tipis dan berat lolos dari tenggorokannya.

"Gadis bodoh..." gumam Jafar pelan, suaranya sangat berat namun tak lagi sepekat biasanya.

Sepasang matanya terkunci pada sosok Nina di layar. Bagi Jafar yang tumbuh di tengah dunia bisnis yang culas , keluarga yang terpecah belah dan dikelilingi wanita-wanita penuh intrik, tingkah polos nan kekanak-kanakan Nina terasa begitu kontras. Ada percikan rasa tertarik yang tidak biasa merayapi dadanya, sebuah kepuasan aneh melihat reaksi menggemaskan dari mainan baru yang kini sah menjadi miliknya.

Jafar menyandarkan kembali punggungnya ke kursi, memiringkan kepala sembari tetap membiarkan layar monitor menampilkan tingkah Nina.

"Kita lihat..." bisik Jafar dingin pada dirinya sendiri, tatapannya berkilat penuh teka-teki, "...seberapa lama kepolosanmu itu bisa bertahan di tanganku, Nina."

____

Pagi itu, tawa renyah bergema memenuhi ruang makan keluarga Faris. Meja makan dipenuhi hidangan mewah untuk merayakan kembalinya kejayaan bisnis mereka serta kelenyapan Nina dari rumah itu.

"Pasti saat ini si anak desa itu lagi disiksa habis-habisan sama Tuan Jafar!" Hazel terkekeh geli sembari memotong daging di piringnya, senyum cerianya memancarkan kepuasan yang kejam. "Bagus deh, biar dia kapok dan sadar diri, untung bukan aku yang menjadi istrinya!"

Faris menenggak kopi di cangkirnya santai, menyandarkan tubuhnya yang masih terbalut perban. "Biarlah, setidaknya anak itu ada gunanya juga untuk keluarga ini. Lima miliar plus utang lunas, tidak ada ruginya."

Anggun dan Hadin ikut tertawa pelan, menyetujui ucapan Faris. Namun, di tengah gelak tawa yang sarat akan kesombongan itu, sebuah langkah kaki yang tenang terdengar dari arah pintu utama.

Gelak tawa di meja makan terhenti seketika. Suasana mendadak dingin dan senyap.

Di ambang pintu, Nina berdiri tegak. Ia mengenakan pakaian santai yang rapi lengkap dengan jilbab bersih, rupa nya atas perintah jafar, para pengawal yang siap siaga di depan pethouse sudah menyiapkan keperluan Nina, dari mulai perlengkapan ibadah maupun pakaian ganti. Wajahnya terlihat tenang walaupun sedikit pucat, ada lingkaran hitam juga karena Nina tidak bisa tidur karena takut, hanya sendirian tidur di pethouse besar itu , namun tidak ada bekas luka, tangisan, ataupun tanda-tanda penderitaan yang baru saja mereka tertawakan.

Mata Hazel membelalak tak percaya. Anggun dan Hadin membeku di tempat duduk masing-masing.

Melihat keberadaan Nina yang utuh dan hanya sedikit pucat, Faris dengan cepat mengubah raut wajahnya. Dalam hitungan detik, ekspresi puasnya berganti menjadi raut penuh penyesalan dan rasa bersalah yang dibuat-buat. Faris berdiri dengan tubuh bergetar buatan, melangkah pincang mendekati Nina, lalu mendadak merengkuh tubuh putri kandungnya itu dalam sebuah pelukan erat.

"Nina... Maafkan Ayah, Nak..." bisik Faris dengan suara serak yang dibuat seolah-olah hendak menangis. "Ayah tidak berdaya semalam... Ayah benar-benar menyesal terpaksa membiarkanmu di sana..."

Nina berdiri mematung di dalam pelukan ayahnya. Aroma kepalsuan tercium begitu pekat dari setiap hembusan napas Faris.

Di balik wajah menunduk dan kepasrahan yang ia tunjukkan, mata Nina berkilat dingin bak mata pisau. Otaknya yang tajam langsung merangkai semua fakta, tawa lepas yang sempat ia dengar saat melangkah masuk, kondisi rumah yang meriah, hingga perubahan sikap Faris yang terlalu cepat dan dramatis.

"Sandiwara yang luar biasa", batin Nina dengan amarah yang membatu di dalam dada.

Ia baru saja menyadari sepenuhnya bahwa kejadian panik dan aksi membela putri kandung yang dilakukan Faris di penthouse semalam hanyalah akting murahan. Ayahnya sengaja memancing emosi dan iba Nina agar ia bersedia menyerahkan dirinya kepada Jafar tanpa memberontak.

Nina merapatkan kedua tangannya di sisi tubuh, menahan jemarinya agar tidak langsung meremukkan tulang rusuk pria yang memeluknya ini."kurang ajar, tahu gini, biarin dia di siksa jafar sampai tidak berdaya... ternyata Aku masih memiliki hati, rela mengorbankan hidup ku demi Ayah pengkhianat".

Nina memejamkan matanya sejenak " Ibu.., ternyata Aku juga sama bodohnya denganmu" Nina memaki dirinya sendiri yang ceroboh.

"Tidak apa-apa, Ayah..." jawab Nina dengan suara pelan dan bergetar, memasang raut gadis polos yang amat pemaaf. "Nina mengerti... yang penting Ayah selamat."

Faris melepaskan pelukannya, mengusap bahu Nina dengan raut lega yang sangat palsu. Di belakangnya, Hazel membuang muka dengan dengusan kesal, sementara Hadin menatap Nina dari atas sampai bawah dengan sorot mata yang kembali membakar hasrat liarnya.

"Kalian semua pikir kalian sudah berhasil membodohiku, Ya , walaupun semalam juga Aku bodoh". batin Nina sembari menatap satu per satu wajah anggota keluarga tirinya dengan senyum tipis yang tak terlihat. "Kalian tidak tahu, bahwa pintu neraka untuk keluarga ini baru saja resmi dibuka."

"Akan ku cari celah untuk menghancurkan kalian " .

Melihat semua mata menatapnya dengan berbagai spekulasi busuk, Nina memutuskan untuk ikut menari dalam panggung sandiwara mereka. Ia menundukkan kepala kian dalam, meremas ujung bajunya seolah-olah tengah menanggung rasa trauma dan malu yang luar biasa.

"T-Tuan Jafar... beliau tiba-tiba harus pergi ke luar negeri tadi subuh," bisik Nina dengan suara pelan dan bergetar, terdengar begitu malang. "Beliau bilang... Nina boleh tinggal di sini dan bebas melakukan apa saja... sampai beliau kembali nanti. Dan akan membawa Nina kembali ke tempatnya"

Mendengar kata bebas mata Faris berkilat puas. Artinya, ancaman Jafar berada jauh di seberang benua untuk sementara waktu, sementara keuntungan lima miliar dan pelunasan utang sudah aman di tangannya.

"Begitu, ya? Ya sudah, yang penting kamu selamat dan bisa pulang ke rumah, nanti kita cari cara , agar kau cepat bebas dari nya" sahut Faris dengan nada tenang yang sangat tidak berjiwa.

1
Ayusha
udah paling bener begitu, orang bebal susah sadar sebelum masuk liang kubur
@Mita🥰
bagus Nina
Ayusha
wis lah, ga usah di kasih hati orang begini
Ayusha
lagi dan lagi, hanya rasa sakit yg di dapat
Teh Qurrotha
🤣 faris2 lucu,mungkin karena uang hasil jual Nina blm kamu nikmati dan lupa utang dibayarin dengan jual Nina.
sungguh terlalu kamu Faris
Ayusha
gaada penyesalan kah di hati Faris, dulu menyia²kan istri dan mengorbankan anak kandung nya.
@Mita🥰
Faris ...faris
suti markonah
faris ini ga sadar bahwa selama ini ga merawat nini, tp giliran butuh uang' anak yg selama ini tak di ksh nafkah malah di peras
@Mita🥰
jafar udah mulai bucin
@Mita🥰
mungkin preman suruhan nina
@Mita🥰
🤣🤣🤣🤣🤣 jafar kejang" Krn terkejut 🤣🤣🤣
M⃟3💋AisyahRendra
Jafar oh Jafar..Pelan tapi pastiiii, dikit demi sedikit lama² jadi bukitt itu cintamu untuk Nina 🤣 tunggu sajaaa MP nyaa yaaa 🫢😆🤣 gasabar nih menantikan saat² romantisnya 🫠
Sri Supriatin
Wah karma tuh Faris... Akakah mereka kapok 🤭🤭🤣🤣
Sri Supriatin
wah Fajar mulai deketin Nina🤭🤭
M⃟3💋AisyahRendra
Berasaaa lumayan puas sihh yaa sm nasib kehidupan Faris Anggun Dkk. 🫠 Tapiiiii tunggu tunggu tunggu dlu Hazel belum dapet giliran, dan lagiiiii kakaknya yg berada dalam rehabilitas juga belum merasakan kesakitan yg amat krn sudah pernah bermimpi ingin menganuuu Nina 🙄😒😏 next kak Onel
Ayusha
jajan nya orang have, sekali beli jajan nya aset dong 🤭
Ani Sulastri
Jafar pasti shock nich , liat nonif dari perbankan 😂😂..
gantung banget cerita nya Thorrrr
next 💪💪🥰🥰
Sri Supriatin
Tks upnya thor💪💪💪
Ayusha
gadis desa yg keren khaan🤭
Ayusha
malah bagus dong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!