Indonesia
NovelToon NovelToon
Garis Dua Dari Sang Profesor (New)

Garis Dua Dari Sang Profesor (New)

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Pernikahan Kilat / Kehidupan di Sekolah/Kampus
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: queen_

"Saya tidak menyuruh kamu periksa kehamilan sekarang, Asya. Tapi kalau sampai 'pasukan' saya di dalam sana demo, jangan harap kamu bisa wisuda tanpa memakai nama belakang saya."

Asya, mahasiswi Arsitektur paling bar-bar. melihat di depan matanya sendiri, dimana Raka mengkhianatinya. Tanpa pikir panjang, Asyara minum terlalu banyak dan berakhir mabuk—sampai tanpa sengaja menarik seorang dan menciumnya hingga mereka menghabiskan malam bersama—Aksa, dosennya sendiri.

Asya berusaha lari, tapi Aksa bukan pria yang mudah melepaskan mangsanya. Dengan kekuasaan dan kecerdasannya, Aksa mengunci Asya dalam ribuan revisi skripsi hanya agar bisa memantau perkembangan "pasukan kecebongnya" di rahim Asya setiap hari.

Di tengah kejaran revisi, teror mantan pacar, dan kelakuan kompor Celine, Asya harus memilih: Lulus sebagai Sarjana atau menyerah menjadi Nyonya Profesor?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon queen_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Operasi Menghindar

...Selamat Membaca...

...♡♡♡♡♡♡♡♡♡...

Sejak Celine mengirimkan foto itu seminggu yang lalu Asyara semakin malu jika bertemu Aksa. Ia akan selalu menghindar dan melarikan diri. Asyara hanya akan membalas pesan Aksa jika itu berhubungan dengan skripsinya.

Seperti pagi ini, Saat Celine menjemputnya bersama Rayna, Asyara memilih pergi menggunakan taksi daripada harus bersama mereka. Karena sudah pasti kedua sahabatnya akan kembali meledeknya pasal kemarin.

Bukan hanya itu, Celine dan rayna pasti akan kembali bersikap seolah pengawal pribadinya. Memastikan segala makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuhnya. Bahkan Rayna si gadis yang kelewat polos itu sampai menyediakan mangga muda dan kedondong. jika ditanya alasannya:

“Kan Asya suka yang asem-asem seger gitu.”

Bagaimana Asyara tidak makin kesal dibuat mereka? Memangnya dia hamil? Sampai harus memakan mangga muda terus-terusan?

Mengingat pasal hamil, sialnya sampai saat ini Asyara belum juga datang bulan. Ini sudah lewat dua minggu dari jadwal yang seharusnya ia datang bulan.

Bahkan sesampainya di kampus, Asyara masih harus mewaspadai sekelilingnya, takut-takut jika ia akan bertemu dengan Aksa dan berakhir ia sendiri yang akan membeku karena malu.

Asyara berjalan di koridor dengan langkah cepat. Beberapa kali ia melihat ke belakang memastikan tidak adanya Celine atau Rayna yang akan mengikutinya seperti anak ayam.

Namun sepertinya, takdir tak berpihak pada Asyara. Kenyataannya, dari arah berlawanan, sosok tinggi dan tegap tengah berjalan ke arahnya. Asyara membeku di tempatnya. Ia meneguk ludahnya kasar.

“Sial! Harusnya pak Aksa nggak ke kampus hari ini!” gumam Asyara panik. Ia sudah bersiap untuk berbalik, kakinya bersiap melangkah sebelum akhirnya suara seseorang membuat kakinya seolah tak bisa digerakkan.

“Asyara? Mau kemana kamu?”

Asyara masih diam. Ia sama sekali tak bergerak bahkan berbalik menatap Aksa yang sepertinya sudah berdiri tepat di belakangnya, terlihat dari bayangan pria itu yang berada di samping tubuhnya sendiri.

“Asyara… Saya lagi bicara sama kamu,” ucap Aksa, “Bukankah sangat tidak sopan mengabaikan dosen pembimbingmu sendiri Asyara?”

Mau tidak mau Asyara akhirnya berbalik. Ia menunduk. Matanya berkedip menatap sepatunya sendiri. Ia sama sekali tak berani menatap mata Aksa. “Kenapa gue harus ketemu pak Aksa sih?! Lagian dia ngapain masuk?! Harusnya kan nggak?!”

“Kenapa kamu menghindari saya?”

Asyara mendongak. Menatap Aksa dengan mata bulatnya. “Si-siapa yang menghindar? Nggak. Saya nggak menghindar dari bapak.”

“Yakin?” Aksa melangkah semakin dekat, membuat Asyara spontan mundur demi menjaga jarak aman untuk mereka, “Pesan saya tidak kamu balas. Di bimbingan kita, kamu sama sekali tidak merespon saya.”

“Nggak. Saya…saya cuma bersikap sebagaimana mahasiswi sama dosennya. Sopan, dan membalas pesan seperlunya aja pak,” balas Asyara cepat, “Nggak menghindar sama sekali.”

“Tapi kamu tidak seperti biasanya? Kenapa?” tanya Aksa, tatapannya turun ke bagian perut rata Asyara. “Ngomong-ngomong, ini sudah tiga minggu Asya,” bisik Aksa, “Si kecil sudah menunjukkan keberadaannya sama kamu?”

Refleks Asyara melotot sambil menutup mulut Aksa dengan telapak tangannya. “Pak! Kalau ada yang dengar gimana?!”

Aksa tertawa kecil. “Biarkan saja. Biar mereka tau kamu milik saya,” balas Aksa tersenyum.

Helaan nafas kasar keluar dari bibir Asyara. Makin kesini Aksa semakin menyebalkan. Sifat tengil dosen yang terkenal killer ini perlahan semakin terlihat jelas. Aksa bahkan semakin berani mengajaknya keluar, untuk sekedar berjalan-jalan.

Dan yang membuat Asyara kesal, Aksa akan selalu mengatakan, ‘Demi si kecil, kalau kamu tidak mau saya akan katakan pada orang tua kamu tentang malam itu’. Jelas, mau tidak mau Asyara mengikuti kemauannya.

“Bapak bisa waras sebentar nggak pak? Kok semakin kesini bapak makin nyebelin bin tengil gini?!” kesal Asyara mengusap wajahnya frustasi, “Mana pak Aksa yang killer? Mending saya ngeliat bapak yang kaya gitu, suer deh!”

“Dan sayangnya, kamu tidak akan melihat itu jika kamu bersama saya,” balas Aksa santai. Ia mengacak pucuk kepala Asyara sebelum akhirnya pergi melewati gadis itu yang melongo di tempat.

Asyara mengepalkan tangannya. Mau berteriak juga bagaimana, tapi kekesalannya sudah diambang batas melihat kelakuan Aksa yang semakin menjadi. “Pak Aksa!” geramnya.

... ♡♡♡♡♡♡♡♡...

Siangnya, Asyara bersiap pulang setelah kelasnya selesai. Ia langsung merapikan alat tulis dan bukunya lalu segera keluar dari kelas. Tepat sebelum Rayna dan celine kembali membuntutinya.

Namun sialnya sosok Raka sudah hadir di sana. Berdiri sambil bersandar di dinding, dan begitu melihat Asyara, Raka langsung menghalangi jalan Asyara.

“Sya tunggu! Dengerin aku dulu!”

Asyara yang moodnya sedang tidak baik-baik saja tentu merasa sangat kesal. Raka ini sama saja menghalangi rencananya untuk menghindar dari ketiga manusia yang pasti sebentar lagi akan ke sini. “Minggir!”

“Nggak Sya! Dengerin aku dulu.” desak Raka.

“Minggir Raka!” ucap Asyara penuh penekanan. “Atau lo, mau ngerasain kejadian yang kemarin?” tanya Asyara dengan senyum mautnya.

Raka terdiam. Ia meneguk ludahnya susah payah. Refleks ia tangannya langsung melindungi miliknya sendiri, takut jika Asyara akan benar-benar menendangnya lagi. “Sya Aku cuma mau kita balikan!”

“Lo tuli apa gimana sih?! Gue. nggak. Mau. Balikan. sama. lo! Sampai kapan pun!” tekan Asyara, “Jadi, minggir dari hadapan gue sekarang…atau,” Asyara melihat Raka lalu turun ke bawah dan tersenyum menyeringai, “Lo mau gue tendang lagi?”

“Sya kamu—”

“Saya rasa kamu tidak tuli, saudara Raka?”

Suara berat dengan nada rendah itu berhasil membuat Raka mati kutu. Ia tentu tahu siapa pemilik suara berat itu. Raka menoleh perlahan, dan boom!

Aksa sudah berdiri di belakangnya dengan tatapan tajam dan wajahnya yang menampilkan ekspresi dingin.

“P–pak Aksa?”

Aksa menatap Raka, lalu Asyara yang malah menatapnya sinis. “Pergi, jangan ganggu mahasiswi saya.”

“Tapi pak, saya sama Asyara harus bicara mengenai hubungan kami pak!” balas Raka memberanikan diri, “Sebaiknya bapak jangan ikut campur!”

“Bagaimana mungkin saya tidak ikut campur masalah calon istri saya, Raka?”

Bukan hanya Raka, bahkan Asyara langsung menutup mulut Aksa dan melotot ke arah Aksa. “Bapak ngomong apa barusan?! Sadar nggak sih?!”

“Maksudnya apa?” tanya Raka bingung.

Asyara melempar tatapan tajam ke arah Raka, “Pergi! Atau gue bener-bener nendang lo lagi!” Kaki Asyara bersiap mengarah pada milik Raka.

Karena takut melihat Asyara yang sepertinya tidak main-main dengan ucapannya, Raka akhirnya memilih pergi meski hatinya masih diliputi Rasa penasaran mengenai ucapan Aksa barusan.

Sementara di tempatnya, Asyara langsung melepas tangannya dari mulut Aksa. Ia memelototi pria itu dan menggerutu.

“Bapak harus berapa kali saya bilang sih?! Saya nggak mau jadi istri bapak! Saya itu nggak hamil! Bahkan sampe sekarang saya masih aman-aman aja. Jadi kita nggak bakal nikah pak!” ucap Asyara sangat percaya diri, “Inget ya pak, awas kalau bapak ngomong di depan yang lain lagi kaya tadi! Punya bapak yang saya tendang nanti! Awas aja!”

Setelah mengucapkan itu, Asyara meninggalkan Aksa tanpa permisi. Bahkan sempat-sempatnya Asyara memelototi Aksa sekali lagi.

Aksa sendiri tertawa pelan. Merasa lucu dengan tingkah Asyara. “Tidak hamil, tapi makan mangga muda dan kedondong. Terus saja denial Asyara, sampai si kecil sendiri yang menunjukkan keberadaannya sama kamu.”

1
Enz99
bagus
Muft Smoker
Lanjuuut kak ,,
beybi T.Halim
very..very...romantis laa
beybi T.Halim
dah habis aja...seru seru romantis..,yaa gini klo punya suami spek daddy dimanjain terua yaa asyaraa😁👍
Hosniyah Niyah
mantap Thor lanjut ❤❤❤😘😘😘👍👍👌👌👌💞💞💞
vj'z tri
idihh papa genit suka godain mama akuuu jadi iri mau di goda juga /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
dimakan dan dimana jauh atuh KK author /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Puutrh_: udah aku benerin ya beb, lagi review sistem😭
total 2 replies
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
hai guys siap siap kondangan ini kita /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ tapi btw di undang ga ni 😅😅
vj'z tri
selamat pemikiran anda salah besar /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
serangan balasan /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
kalau semua kartu ke buka w mau tau reaksi lu dengan laki lu /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/kalian ber2 mendukung ternyata
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ pacar ku juga pacar papa ku
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/entah harus menangis atau tertawa punya bodyguard model rayna
vj'z tri
lagi seru seru nya iklan lewat /Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ buaya di kadalin ternyata cucok meong sena kawan dengan melani
vj'z tri
paraaaa pembacaaaaaaa ibu ibu kk KK semuaaaanyaaa jangan heran kalau asyara ada bodyguard 1 galak polos yang 1 ceriwis maafkanlahhhh asekkkk💃💃💃💃
vj'z tri
ya pasti gak DA yang mau ...kan udah di komando komandan taksi gak boleh lewat /Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!