Indonesia
NovelToon NovelToon
MY BROKEN WINGS

MY BROKEN WINGS

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / CEO / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:13.6k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Ratri adalah potret perempuan sempurna: seorang istri yang berdedikasi sekaligus pilot sukses dengan jam terbang tinggi. Namun, dunianya runtuh dalam semalam ketika kejutan manis yang ia siapkan untuk suaminya, Indra, justru mengungkap pengkhianatan keji. Ratri memergoki Indra berselingkuh dengan sahabat karibnya sendiri, Imelda.
Rasa sakitnya kian menghujam ketika ia menyadari bahwa kedua anak mereka justru berpihak pada sang ayah. Diperlakukan layaknya mesin uang oleh keluarga parasit yang membodohinya, Ratri hanya bisa menangis dalam senyap di dalam lemari, sembari memahat sumpah untuk membalas setiap tetes air mata yang jatuh.
Setelah memutuskan pergi dengan hati yang hancur, Ratri jatuh pingsan di depan bandara karena guncangan hebat. Beruntung, seorang pria bernama Devandra datang menolongnya. Pertemuan tak terduga ini menjadi titik balik bagi Ratri untuk menyembuhkan luka, mengepakkan kembali sayapnya yang patah, dan memulai misi menuntut keadilan mutlak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

...Mereka berdua berdiri di depan rumah kontrakan dan segera memanggil taksi menuju ke rumah Ratri....

...Sang sopir taksi segera melajukan mobilnya menuju ke rumah Ratri....

...Indra berharap penuh bahwa Thomas atau anak buah Devandra lainnya tidak ada di sana untuk menghalanginya....

...Perjalanan yang lancar dan taksi berhenti tepat di depan rumah megah yang dulunya menjadi saksi penderitaan Ratri....

..."Ayo, kita turun. Dan, kita mulai sandiwara ini," ucap Indra....

...Indra turun bersama Tasya dan Gabriel dengan membusungkan dada, merasa yakin rencana busuk mereka akan berjalan mulus....

...Indra melangkahkan kakinya dan akan membuka pagar rumah mereka...

...Tiba-tiba seorang petugas keamanan berseragam lengkap keluar dengan wajah sedikit tegas....

..."Selamat malam. Kalian mencari siapa?" tanya petugas keamanan itu sambil menatap mereka bertiga dari atas ke bawah dengan penuh curiga....

..."Tentu saja saya mencari Ratri, istri saya!" jawab Indra dengan nada sinis....

...Petugas keamanan itu mengernyitkan keningnya saat mendengar jawaban dari Indra....

..."Ratri, siapa? Maaf, sepertinya Anda salah rumah. Disini tidak ada yang bernama Ratri. Karena, rumah ini milik Tuan Gerald yang baru pindah dari Surabaya pagi tadi."...

...Deg!...

...Jantung Indra seolah berhenti berdetak seketika itu juga....

...Wajahnya yang angkuh tadi langsung pudar, berganti raut pucat pasi....

..."Pa, sepertinya Mama menjual rumah ini," bisik Tasya dengan suara bergetar panik....

...Kakinya terasa lemas membayangkan mereka benar-benar tidak punya tempat tinggal lagi....

...Indra menggelengkan kepalanya keras-keras, menolak mentah-mentah kenyataan di depan matanya....

..."Tidak mungkin! Jangan membohongiku! Panggil Ratri sekarang!! Ratri! Keluar kamu!!" teriak Indra dengan wajah penuh emosi....

...Ia berusaha menerobos masuk dan menggedor-gedor pagar besi tersebut sampai tidak mempedulikan petugas keamanan yang berjaga....

...Melihat aksi nekat Indra yang berusaha masuk ke dalam...

...Petugas keamanan itu langsung mendorong dada Indra hingga pria itu mundur beberapa langkah, lalu memegang tongkat pemukul di pinggangnya dengan raut wajah galak....

..."Jangan buat keributan di sini! Pergi kamu dari privat properti orang, atau saya panggil polisi sekarang juga dan masukkan kalian bertiga ke penjara karena mengganggu ketertiban!" ancam petugas keamanan itu tegas...

...Indra yang masih keras kepala tidak menghiraukan perkataan petugas kemanan....

...Petugas keamanan yang geram langsung mengambil ponselnya untuk menghubungi polisi....

...Gabriel dan Tasya yang ketakutan langsung menarik-nari kemeja Indra....

...Dengan langkah terhuyung dan menahan malu di bawah tatapan para tetangga, Indra memaksa mundur....

...Ia menyadari bahwa Ratri kini telah benar-benar terlepas dari jangkauan liciknya....

...Dengan uang pas-pasan, mereka menghentikan angkutan umum dan kembali ke rumah kontrakan....

...Sementara itu di rumah sakit dimana Devandra dan Rizal baru saja sampai kembali di kamar VVIP...

...Ratri yang sedang merapikan tas pakaian langsung menoleh saat pintu terbuka dan melihat mereka telah kembali dari kampus....

..."Bagaimana, Dev?" tanya Ratri dengan wajah penuh kecemasan....

..."Sudah beres semua," jawab Devandra...

...Ratri yang mendengar jawaban itu langsung bernafas lega....

..."Terima kasih, Dev." ucap Ratri....

...Devandra menganggukkan kepalanya dan kemudian ia beralih ke arah ranjang pasien....

...Ia melihat Sandra sudah berdiri dengan pakaian bersalinnya, sepenuhnya bebas dari selang infus....

..."Sudah siap pulang?" tanya Devandra....

..."Sudah siap, Om," jawab Sandra mantap dengan senyuman cerah di wajah cantiknya....

..."Baiklah ayo kita pulang. Tapi, sebelum pulang, ada sesuatu yang ingin Om bicarakan," lanjut Devandra....

...Suaranya mendadak berubah menjadi lebih dalam dan serius, membuat seluruh isi ruangan menghentikan aktivitas mereka seketika....

..."Ada apa, Dev?" tanya Ratri dengan wajah bingng....

...Ia menatap pria di hadapannya yang memasang raut penuh kesungguhan....

...Devandra merogoh saku dalam jasnya dan mengeluarkan sebuah kunci perak berlogo apartemen mewah....

..."Pertama, ini kunci apartemen untuk keluarga kecil kamu. Dan jangan menolaknya, Ratri."...

...Ratri membuka mulutnya hendak memprotes, namun Devandra bergerak lebih cepat. Dan, tidak sampai itu juga....

...Pria berwibawa itu menurunkan tubuhnya, duduk berjongkok di hadapan Ratri sambil membuka sebuah kotak beludru kecil berisi cincin berlian yang berkilau indah di bawah lampu ruangan....

..."Izinkan aku untuk menikahimu dan mengurus anak-anakmu," ucap Devandra....

...Jantung Ratri berdegup kencang saat mendengar ajakan itu....

...Namun, kebahagiaan dan keraguan meletup bersamaan di dalam dadanya....

...Masih ada urusan yang belum ia selesai dengan Indra....

..."Tapi Dev? Aku, masih belum selesai urusan perceraian dengan Indra."...

..."Soal itu gampang, Ratri," potong Devandra mantap....

...Bagi pria dengan kekuasaan dan tim hukum sehebat dirinya, membereskan urusan hukum Indra hanyalah masalah waktu yang sangat singkat....

...Melihat ibunya yang masih ragu, Rizal melangkah mendekat dan menyenggol pelan bahu Ratri....

..."Ayo Ma, terima Om Devan! Biar Mama ada yang menjaga dari Indrajid!" ucap Rizal yang mengganti nama ayahnya seenaknya sendiri, membuat Sandra yang berdiri di dekat kasur langsung tertawa terbahak-bahak hingga memegangi perutnya....

...Suasana yang tegang seketika mencair oleh kehangatan keluarga baru itu....

...Devandra tersenyum tipis, lalu menatap Ratri kembali dengan binar penuh harapan....

..."Jadi, apakah aku diterima?" tanya Devandra....

...Ratri menatap Devandra, lalu beralih melihat kedua anaknya yang mengangguk penuh dukungan....

... Ratri akhirnya menganggukkan kepalanya pelan, menyambut cincin dan masa depan barunya bersama pria yang tak pernah berhenti mencintainya....

..."Sekarang, ayo kita pulang dengan keluarga kita," ajak Devandra sambil mengukir senyum hangat yang jarang sekali ia perlihatkan pada orang lain....

...Ratri menatap pria di hadapannya dengan mata berkaca-kaca, lalu menggenggam erat tangan Devandra....

...Rasa aman yang sempat hilang belasan tahun kini kembali sepenuhnya di dalam dekapan pria itu....

...Kemudian mereka semua melangkah keluar dari rumah sakit dan masuk ke dalam mobil mewah meluncur menuju ke bandara untuk kembali ke Jakarta....

...Di kursi belakang, Sandra dan Rizal duduk berdampingan....

...Sandra sibuk mengutak-atik ponselnya sebelum menyenggol lengan sang kakak dengan antusias....

..."Kak, mama kita hebat ya. Seorang wanita yang jadi pilot dengan jam terbang tinggi!"...

...Sandra menunjukkan layar ponselnya kepada Rizal, menampilkan sebuah artikel media sosial yang memuat foto Ratri mengenakan seragam pilot lengkap dengan kapten bar di pundaknya, tampak begitu gagah dan berkarisma....

...Rizal menatap foto itu dengan binar kagum di matanya....

...Sifat narsis yang biasanya melekat padanya mendadak luntur, berganti rasa bangga yang luar biasa pada sosok ibu yang baru ditemukannya kembali....

..."Wah, pantas saja kalau aku terlihat keren seperti Mama. Ternyata diturunkan dari mama," ujar Rizal penuh percaya diri....

...Devandra yang melirik dari kaca spion depan tersenyum tipis mendengar percakapan kedua remaja itu....

..."Mama kamu memang sangat hebat," sahut Devandra sambil melirik Ratri yang duduk manis di sampingnya....

..."Sampai Om rela menunggu mama kamu belasan tahun, dan Allah akhirnya mengabulkan doa Om untuk menyatukan kita semua hari ini."...

...Ratri membalas tatapan Devandra dengan senyuman penuh kehangatan, menyandarkan kepalanya di bahu tegap pria yang kini siap menjadi pelindung hidupnya dan kedua anak kembarnya....

...Sementara itu di rumah kontrakan dimana Imelda yang baru saja bersiap untuk keluar dan meninggalkan rumah kontrakan dikejutkan dengan kedatangan Indra beserta kedua anaknya yang berjalan terhuyung dengan raut wajah kusam....

...Imelda menghentikan langkahnya di depan pintu, menatap mereka bertiga dengan dahi berkerut heran....

..."Lho, katanya pulang ke rumah mau merayu Ratri?"...

..."Merayu apanya, Tante!" sahut Gabriel dengan nada tinggi dan penuh kejengkelan....

...Tasya melemparkan tas kecilnya ke atas meja secara kasar....

..."Mama Ratri sudah menjual rumahnya!"...

..."APA?! DIJUAL?!" jerit Imelda histeris, matanya melotot tidak percaya. ...

...Suara Imelda sampai melengking memecah keheningan kontrakan sempit itu....

..."LALU, BAGAIMANA DENGAN KITA?!"...

...Indra hanya bisa menggelengkan kepalanya saat mendengar ucapan Imelda....

...Wajahnya pucat pasi, seluruh kesombongan yang tadi pagi membumbung tinggi kini hancur berkeping-keping tanpa sisa....

..."Rumah itu sudah atas nama orang lain. Ratri benar-benar sudah pergi dan memutus semua akses kita," bisik Indra lirih....

...Ia menyuarakan kenyataan pahit bahwa kini mereka benar-benar terlunta-lunta tanpa harta maupun tempat bernaung....

..."Kita tidak bisa tinggal diam, Mas! Dia harus bertanggung jawab terhadap Tasya dan Gabriel!" ucap Imelda dengan matanya memancarkan ketakutan sekaligus keserakahan yang tak bertepi....

...Wanita itu masih belum tahu bahwa rahasia besarnya sudah terbongkar total dimana Ratri telah mengetahui siapa sebenarnya anak kandung yang ditukarnya belasan tahun lalu....

..."Iya, Pa! Mama Ratri nggak bisa seenaknya membuang kita begitu saja!" timpal Tasya tidak terima....

..."Selama ini kan Tasya sama Gabriel anak Mama!"...

...Indra mengepalkan tangannya kuat-kuat, meratapi kebodohannya sendiri....

..."Kalian pikir gampang?! Kita bahkan nggak tahu sekarang Ratri ada di mana! Rumah sudah dijual, nomor teleponku di blokir, dan Devandra punya pasukan pengawal yang siap meremukkan kita kapan saja!"...

..."Ya, cari sampai ketemu, Mas!" bentak Imelda makin menjadi-jadi, mencengkeram lengan baju Indra....

..."Kalau bisa kita datangi maskapai tempat dia bekerja! Sebarkan berita di media kalau perlu! Buat Ratri kelihatan seperti ibu jahat yang menelantarkan anak-anaknya! Kalau namanya tercemar di dunia penerbangan, dia pasti bakal memohon-mohon pada kita!"...

...Gabriel tersenyum licik mendengarkan ide Imelda....

..."Betul kata Tante, Pa! Pakai media! Mama Ratri kan pilot terkenal, dia pasti takut reputasinya hancur!"...

...Indra yang sudah buntu hanya mengangguk dan setuju dengan mereka....

1
Angraeny Angraeny
seratus apa sepuluh juta
Sayekti 0519
luarr biasa... mantap thooor
Sayekti 0519
Rizal daftar pilot kan keren
Sayekti 0519
mimpiii.....
Sayekti 0519
siksa aja dulu, udah benyok ks kepolisian
Sayekti 0519
mata d balas mata,jual anaknya k klup malam.biar rasa si anjing indra
Sayekti 0519
tolong tangkap si indra,siksa sampai ngaku patahkan tangan sama kakinya.bila perlu matanya jg
Sayekti 0519
rumah mobil dan yg lain d jual tinggal lah d luar negeri aja.biar amaan
sri hastuti
akhirnya happy end, makasih thor, bagus critanya 👍👍👍
my name is pho: terima kasih kak 🥰
total 1 replies
Muft Smoker
tasya Dan Gabriel udh bisa Mandiri ,,
keluarga baru ratri juga udh bahagia ,,
semoga si indra ma Imelda gx perlu deh kluar dr penjara ,, ganggu aj nnti dy bisa nya ,,
Muft Smoker
lihat tasya Gabriel ,,
org yg km sakiti ,,
msh peduli Dan cemas dg kondisi kalian ,,
Muft Smoker
lengkap sudaah kebahagiaan mereka ,,
alhamdullah tasya Dan Gabriel juga udh punya pekerjaan masing2 ,,
bahagia selalu kalian semua
Muft Smoker
waah devandra kecil udh debut kayakny
Muft Smoker
akhirny mereka sadar Dan mau berubah menjadi lebih baik lgii ,,
semoga jalan kalian di permudah ,,
krn semua org pernah berbuat salah ,,
hingga mereka berdua pun pantas mendapat kesempatan kedua buat berubah ,,
Muft Smoker
laaanjut kak ,,
Muft Smoker
yeeey akhirny ,,
semoga setelah ini cuma kebahagiaan yg mereka rasakan ,,
Muft Smoker
akhirny ratri Selamat ,,
udh deg2an ,,
Muft Smoker
aduuuuh kak ,, sypa lgii ini ,,
baru juga masalah satuu beres ,, dtg masalah lain ,,
semoga ratri cepat di temukan Selamat sampai lgi di Jakarta ,, ,,
sri hastuti
waduh thor ,baru bahagia sebentar ,blm menikmati ,sdh spt itu , 😡😡😡
Muft Smoker
kenyataan yg gx sesuai ekspetasii begitu menyakitkan bukan ,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!