Indonesia
NovelToon NovelToon
Kultivator Iblis

Kultivator Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Ahli Bela Diri Kuno / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Bullying dan Balas Dendam
Popularitas:448
Nilai: 5
Nama Author: Yusub Gultom

Kebencian adalah awal dari kehancuran yg akan ku persembahkan kepada langit, dendam yg terpendam akan ku ukir setajam pedang pusaka, terkadang takdir memang sungguh lucu, dengan sebilah pedang di tangan akan ku tunjukkan kepada langit , dengan sebilah pedang di tangan aku akan menentang takdir langit, dengan sebilah pedang akan ku hancurkan para dewa, dengan sebilah pedang akan ku ukir namaku, dengan sebilah pedang di tangan akan ku ukir namaku sebagai legenda kultivator iblis, kultivator yg paling menakutkan dan paling kejam yg pernah ada.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yusub Gultom, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22. Berkunjung Ke sekte Tebing Salju

"Lembut sekali, kamu memang tau apa yang aku inginkan." Pemuda itu tertawa renyah dan tidak menjawab pertanyaan gadis itu.

Pemuda itu memeluk gadis itu dengan erat lalu membawanya terbang dengan kecepatan tinggi kemudian meliuk-liuk di udara, berputar -putar, berjungkir balik beberapa kali dan terjun bebas. Setelah hampir menyentuh dedaunan, mereka tiba-tiba berpindah tempat dan muncul di atas lautan. Pemuda itu membawa gadis itu ke dasar lautan dan melihat berbagai macam hewan laut yang menakjubkan. Adegan itu cukup lama dan cukup romantis juga, mereka melakukan hal seperti itu sambil beberapa kali berciuman seperti terbuai kenangan lama.

"Aku pernah melakukan hal seperti ini di suatu tempat, sepertinya sebuah lembah yang indah. Ta... Ta... Tapi kenapa pemuda itu bertopeng emas...? Ak.... Ak.... Aku.....!" Dia gelapan setelah berhasil mengingat kenangan lama.

Dia menangis bahkan tubuhnya bergetar. Dia ingat, sebelum namanya Dewi Kematian. Dia pernah menyukai seorang pemuda bertopeng emas, namun karena kebenciannya terhadap orang-orang yang selalu mengejeknya karena dia tidak bisa berkultivasi. Dia menjadi pendendam dan hampir mati melawan sebuah sekte besar.

Sejak saat itu ingatannya hilang sebagian, dan pemuda yang dia cintai menjadi musuhnya. Sampai-sampai dia lupa dengan nama besarnya sebagai Dewi teratai salju, yang akan menjadi penguasa di wilayah Utara alam atas. Kekacauan yang dia ciptakan berlangsung lama hingga langit menghukumnya dan membuatnya terpaksa bereinkarnasi menjadi Qin Zhi.

"Aku merindukanmu yang dulu dan sekarang."

Dia malah mencium Xuan beberapa kali hingga meraka hampir jatuh karena kehabisan nafas. Gadis itu sepertinya masih terbawa suasana.

"Ayo kita pergi ke sekte mu, apakah ibumu sudah mengetahui kemana saja kamu beberapa hari ini?"

Xuan bertanya karena dia penasaran kenapa pihak sekte tebing salju tidak pernah mencari gadis itu kecuali pengawal bayangannya.

"Mereka tidak tahu, kecuali pamanku, Hanya pamanku yang peduli denganku hingga sering menemui ku ke lembah salju kesunyian."

"Bagaimana dengan ayahmu?"

"Dia bahkan menikah lagi setalah aku tidak bisa berkultivasi. Sehingga ibuku sering melampiaskan kemarahannya padaku karena menganggap ku adalah anak pembawa sial."

"Mulai sekarang tidak perlu sedih, ada aku untukmu dan akan menghiburmu kapan saja. Yang jelas lampiaskan kemarahan mu ketika turnamen nanti. Lebih baik kita berpamitan sama paman dan bibi saja."

"Apakah kamu ingin aku mengikuti turnamen kekaisaran selatan ini."

"Tentu saja, itu perlu untuk mencari pengalaman. Tubuhmu pasti terasa kaku karena sudah lama tidak bertarung."

Mereka menghentikan pembicaraan saat tiba di gerbang sekte tebing salju bagian luar. Gerbang sekte itu berada di atas bukit di sebelah kota salju dan mereka memasuki barak murid luar. Saat mereka berjalan beberapa murid luar mengejek Qin Zhi. Xuan menenangkan gadis itu agar tidak mudah terpancing. Xuan juga sudah mengenakan topeng perak dan memakai baju seperti pengemis.

"Zhi'er, sampah seperti mereka tidak perlu kamu ladeni itu menurunkan harga dirimu. Setelah selesai turnamen nanti mereka akan datang sendiri kepadamu dan meminta maaf secara terang-terangan."

"An'gege, kamu memang berbeda. Di restoran tebing salju beberapa hari yang lalu semua orang mengejek mu, namun kamu tidak peduli. Aku akan belajar darimu untuk menahan diri dan menahan emosi.

Setelah melewati banyak drama di bagian murid luar ternyata drama di bagian murid dalam tidak kalah sadis.

"Bidadari tidak bersayap akhirnya muncul juga. Sayang sekali cantik-cantik tapi sampah, benar-benar aib sekte ini. Tumben bawa pengemis ke sekte ini. Apakah tidak ada lagi pemuda yang lebih baik dari pada pengemis?"

"Hahaha! Itu juga sudah keberuntungannya Ma Hui. Dia masih beruntung pengemis ini mau menerimanya, Qin Zhi sang aib sekte."

"Aku juga mau sama dia, dia sangat cantik, namun sebagai istri ke lima."

"Pengumuman, bidadari sekte tebing salju telah kembali. Kalian di persilahkan untuk menghina, mencacinya, memaki-makinya."

Xuan menenangkan Qin Zhi, dan mengusap-usap punggungnya. Dia masih terlihat santai dan bahkan menganggap murid-murid itu adalah ikan-ikan kecil yang bahagia di hilir pemandian

Hanya dalam sekejap, ratusan orang telah datang ketempat itu. Suara-suara penghinaan dan caci-makian dilontarkan kepada Qin Zhi. Meraka juga melakukan hal yang sama kepada Xuan. Yang lebih parahnya lagi beberapa tetua datang untuk melihat apa yang terjadi. Setelah mereka mengetahuinya, mereka malah diam saja, seolah-olah tidak peduli.

"Pergi, apakah kalian ingin bertarung? Aku sanggup meladeni kalian semua..."

Seorang wanita cantik seputih giok tiba-tiba muncul entah darimana. Dia mengusir murid-murid dalam tersebut membuat mereka ketakutan dan kabur hanya dalam sekejap.

"Kakak Zhi, dari mana saja kamu? Aku sudah mencari mu kemana-mana dan bertanya kepada semua orang, namun tidak ada yang tau. Ibumu bahkan mengusirku. Paman Qin Huang juga tidak tau. Eh, kakak Zhi siapa dia?"

"Xiao Xia, Aku hanya jalan-jalan sebentar. Terimakasih kamu selalu menghawatirkan ku. Kamu memang sahabat sejati. Dia kekasihku, calon suamiku."

"Cie... cie ...Akhirnya aku lega, sebentar lagi Xia tidak perlu terlalu khawatir denganmu karena sudah ada yang menjagamu."

"Kakak Zhi, apakah kamu ikut ke kota Nanjing?"

"Tentu saja."

Kedua gadis itu berbicara panjang lebar saat menuju rumah Qin Huang, Xuan hanya menggeleng-gelengkan kepala saat mendengarnya.

"Bibi, apakah bibi ada di dalam? Zhi'er pengen ketemu bibi."

Qin Zhi mengetuk pintu sambil memanggil pemilik rumah dan seorang wanita menyahut dari dalam, lalu membuka pintu.

"Zhi'er, dari mana saja kamu? Kenapa tidak kelihatan beberapa hari ini?" ajak Xia'er masuk." Wanita itu memperhatikan Xuan dengan teliti dari atas sampai kebawah.

"Bibi boleh memanggilku Xuan. Namun maafkan aku, untuk saat ini bibi tidak boleh melihat wajah asliku karena suatu hal" Xuan menyebutkan namanya saat menyalami istri Qin Huang karena dia di perhatikan terus.

"Anak muda silahkan masuk, anggap rumah sendiri. Orang-orang memanggilku bibi Ling. Buang tatapanmu itu, aku bisa berkultivasi namun tidak pernah naik tingkat. Aku punya penyakit yang tidak bisa di sembuhkan.

"Bibi Ling, Apakah pengemis ini boleh memeriksa penyakit di tubuh bibi." Xuan tersenyum lembut. Bibi Ling dan Xiao Xia menaikkan alis mereka saat mendengar pengemis dari mulut Xuan.

"Silahkan anak muda, Walaupun sudah ratusan tabib angkat tangan. Bibi menghargai kepedulianmu."

Bibi Ling tidak berharap pada Xuan, apalagi setelah melihat penampilan pemuda itu. Sudah banyak yang memeriksa penyakitnya namun satu pun di antara ratusan tabib tidak ada yang memberi penjelasan. Para tabib pulang sambil angkat tangan.

Xuan bukan memeriksa dari nadi wanita paruh baya tersebut namun dari perutnya. Xuan mengerutkan dahinya setelah tau apa penyebab penyakit wanita itu.

'Bibit ulat merah.' batin Xuan.

Menurut pengetahuannya, bibit ulat merah adalah salah satu bibit dari daging hewan buas yang masih hidup saat daging itu di panggang. Biasanya ulat merah tidak akan mati jika daging hewan buas hanya di panggang saja, kecuali daging itu berubah jadi arang luar dan dalam.

"Apakah bibi pernah memakan daging hewan buas babi bertanduk."

"Sering anak muda, daging hewan itu sangat enak dan salah satu kesukaan bibi." jawab wanita itu.

"Bibi, Beberapa bibit ulat merah bersarang di rahim bibi dan organ dalam lainnya. Ini tidak terlalu berbahaya namun seiring waktu bibi lebih cepat menua dari orang seusia bibi, dan dipastikan bibi tidak bisa punya keturunan dan bahkan lebih cepat mati."

"Itu benar anak muda. Wanita seusia bibi masih terlihat muda, bahkan mereka sudah mirip menjadi anak bibi." ucap wanita itu sedih, untung saja suaminya masih setia padanya.

Xuan mengeluarkan cincin dari cincin di jari tangannya lalu memberikan kepada Qin Zhi. "Zhi'er, teteskan darahmu, keluarkan semua sumber daya yang aku sebutkan."

"Kulit akar pohon spritual, umbi bengkuang gurun, bunga bidadari ungu, daun sirih merah darah, jantung siluman, jantung cumi, " Xuan menyebutkan lebih dari sepuluh jenis herbal tingkat tinggi.

"Bibi, ini sedikit menyakitkan, tolong tahan sebentar."

"Baik anak muda, lakukan." ucap bibi Ling pasrah.

Xuan mengalirkan energi api kekacauan melalui alis mata bibi Ling. Teriakan-teriakan kesakitan keluar dari mulut bibi Ling membuat Xiao Xia ingin menghentikan Xuan, namun Qin Zhi menenangkan gadis itu.

Setelah beberapa saat tubuh bibi Ling mengeluarkan asap hitam serta bau badan menyengat seperti bau daging gosong. Wajahnya yang sedikit keriput kini berubah menjadi mulus, rambutnya yang hampir memutih kini sudah kembali hitam. Fisiknya yang menua kembali seperti muda, Perubahan itu mengagetkan seorang pria paruh baya yang berhenti di depan pintu.

"Terimakasih anak muda, aku menyukaimu." bibi Ling menangis setelah Kedua gadis itu menjelaskan bahwa perubahan pada tubuhnya sangat luar biasa.

"Zhi'er, Bawa bibi membersihkan diri, aku akan membuat pil." perintah Xuan. Dia tidak memperhatikan ada orang yang terlihat sangat kaget setelah melihat penampilannya.

"Anda pemilik rumah ini, saya tidak perlu menyuruh anda masuk. Saya Xuan, kekasih Qin Zhi, maafkan saya jika kurang sopan meyambut kedatangan anda." Tanpa melihat Qin Huang. Xuan berbicara sambil meneliti herbal- herbal yang berserakan di lantai.

Pria paruh baya itu malah tambah kaget." Anak muda, aku pikir kamu tidak tau kedatanganku, namun sepertinya aku salah menilai." jawab Qin Huang. Dia perlahan masuk namun matanya tidak lepas dari Xuan yang memilah-milah berbagai macam herbal dilantai. Dia bahkan tidak bisa melihat wajah pemuda itu walupun dia sudah mengenalnya.

"Maafkan aku paman, topeng perak ini mengaburkan wajahku, belum saatnya publik tau tentangku dan Zhi'er." Xuan berbicara sambil mengontrol api ditangannya.

"Tidak masalah anak muda, Saya Qin Huang percaya padamu sepenuhnya. Istriku kamu tambah cantik hari ini, itu hal luar biasa. Terimakasih Xia'er kamu memang wanita yang luar biasa." Qin Huang berbicara dalam satu kalimat namun matanya tidak lepas dari tungku yang ada di depan Xuan.

Uap pil memenuhi tempat tinggal Qin Huang saat mereka asyik berbicara. Hanya dari uap nya saja mereka tau pil itu bukan pil sembarang.

"Pil Peremajaan fisik telah selesai." Beberapa butir pil mengambang di atas tungku. Xuan memberikan pada bibi Ling dan memberi dua butir pada kedua gadis itu. Ia membantu menyerap khasiat dari pil tersebut.

"Anak muda, aku tidak tau bagaimana caraku berterimakasih pada anda." Qin Huang bersujud di hadapan Xuan membuat pemuda itu gelapan.

Xiao Xia bahkan dari awal Xuan mengobati bibi Ling dia sudah kagum. Sepertinya dia salah menilai Xuan saat pertama kali bertemu.

Qin Huang juga menjadi lemah beberapa tahun terakhir mungkin karena penyakit istrinya, bahkan kekuatannya tidak meningkat. Hanya tiket turnamen saja dia tidak mampu mendapatkannya dari sektenya sendiri.

"Paman, apa yang kamu lakukan? berdiri atau aku akan membunuhmu."

Xuan menjelaskan dia tidak suka orang-orang baik bersujud di hadapannya.

"Terimakasih banyak anak muda," aku Qin Huang Tidak akan melupakan kebaikan ini."

"Tidak masalah paman, tapi ingat jangan lakukan itu lagi di hadapanku," Xuan mengeluarkan beberapa cincin penyimpanan dan memberikan pada Qin Huang," aku ingin paman Qin Huang menjadi Tetua agung sekte tebing salju, Naikkan kultivasi paman hingga tidak ada lagi yang mampu mengalahkan paman di sekte ini, buat aturan ketat." Xuan membisikkan sesuatu." Aku sudah menyembuhkan bibi!"

"Apakah itu ..... Apa? Aku akan memiliki anak " Tubuh Qin Huang bergetar, baru saja dia mendapatkan keseimbangan tubuhnya untuk berbicara, tubuhnya kembali bergetar saat memeriksa cincin penyimpanan tersebut.

"Tidak ada yang tidak mungkin. penyakit bibi akan sembuh setelah mengkonsumsi semua pil yang aku berikan. Aku berharap punya keponakan setelah berkunjung kesini di lain waktu."

"Anak muda, sepertinya Dewa telah berpihak kepadaku, aku tidak tau lagi cara mengucapkan kata terimakasih, aku akan mengusahakan permintaanmu."

"Tidak masalah paman, kalian sangat baik pada Zhi'er, hal itu tidak bisa aku beli dengan koin emas, pemberianku belum seberapa di banding kebaikan kalian."

"Paman, bibi dan Xiao Xia, kami lebih dulu pamit ke kota Nanjing, tiga hari lagi turnamen akan di mulai. Paman bibi saya harap kalian datang, soal tiket tidak perlu kalian khawatir. Satu bulan yang lalu aku sudah menyiapkan tiket untuknya."

"Terimakasih anak mudah, tolong jaga Zhi'er kami sangat menyayanginya."

Xuan melemparkan satu cincin pada Xiao Xiao." banyak perubahan yang terjadi satu bulan terakhir, aku harap kultivasimu meningkat satu tahap agar kamu tidak tersingkir di babak penyisihan. Jika kamu masuk sepuluh besar, aku mengizinkan Zhi'er membawamu ke turnamen Kekaisaran tengah, Kamu juga teman baiknya, aku hampir lupa berterimakasih padamu." Xuan menatap Xiao Xia dengan penuh harap agar sekte tebing salju tidak mengecewakan.

"Kakak Zhi'er, terimakasih." Xiao Xia memeluk Qin Zhi, setelah itu dia memeriksa cincin pemberian Xuan. Dia bahkan sudah menangis. Sepuluh juta koin emas dan berbagai macam pil dan herbal-herbal langka dan sebuah senjata tingkat semi dewa.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!