Indonesia
NovelToon NovelToon
Bulan Untuk Bintang

Bulan Untuk Bintang

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Dokter / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:10k
Nilai: 5
Nama Author: Buna Seta

Sungguh tidak menyangka bagi dokter Rembulan. Ia akan mendengar permintaan aneh dari Mentari sahabat sekaligus pasiennya yang sudah dia tangani selama satu tahun. Mentari meminta untuk menjadi ibu bagi Talita. Menjadi ibu tiri anak Mentari berarti Rembulan harus menikah dengan Bintang suami sahabatnya.

Jelas Bintang suami Mentari menolak dengan tegas.

"Tolonglah Mas, Demi anak kita, aku sudah tidak kuat lagi."

"Sayang... jangan berpikir yang aneh-aneh, kamu akan sembuh dan kita akan hidup bahagia selamanya."




Apakah Bulan akhirnya menyanggupi permintaan Mentari? Lalu bagaimana tanggapan Bintang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Buna Seta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Belum genap satu jam Rembulan beristirahat, dua orang wanita masuk mengganggu tidurnya. Secepatnya ia duduk menatap ke samping baru menyadari jika Bintang tidur memeluk perutnya.

"Pak Bintang, bangun..." ucap Rembulan menyingkirkan tangan Bintang. Namun, sulit sekali karena melingkar di pinggang terlalu kuat, membuat tubuh Bulan tidak bisa bergerak. Suara pintu dibuka dengan kencang hingga membentur tembok tadi rupanya tidak mengusik tidur Bintang.

Bulan beralih memandang Ratih dan Sherly yang melangkah masuk mendekati ranjang, ia merasa panik dan bingung. Berakhir sudah niatnya untuk menutupi pernikahannya dengan Bintang.

 Tanpa Bulan sadari Sherly sudah memutar video dengan kamera ponsel ke arahnya, mengabadikan posisi tubuh Bintang yang tampak intim kepada Bulan.

Sementara itu, Ratih berdiri di samping anaknya dengan tangan bersedekap, melempar tatapan dingin penuh rasa puas karena berhasil menangkap basah.

​"Viralkan Sherly," cemooh Ratih, suaranya menggelegar menembus telinga Bintang yang belum sepenuhnya hilang dari rasa kantuk.

"Jadi begini kelakuan kalian di belakang Mentari?!" Tandas Ratih sinis.

​"Mama, Sherly... apa-apaan ini?!" Tanya Bintang serak, seketika melepas tangannya dari perut Bulan. "Kalian main masuk kamar orang tanpa ketuk pintu!" Lanjut Bintang, menatap Sherly tajam karena mereka tidak sopan.

​"Kami yang harusnya tanya, kenapa kalian tega selingkuh di belakang Mentari?!" potong Ratih geram, tatapannya masih menjurus ke wajah Bintang dan Bulan yang duduk berhimpitan. "Mentari di luar sana berjuang untuk hidup tapi kamu khianati, Bintang!"

​"Ibu salah paham," Bulan mencoba meluruskan dengan wajah panik.

​"Tutup mulutmu, Bulan, kami tidak minta pendapatmu!" bentak Sherly dengan nada menusuk.

"Tolong dengarkan dulu Sherly," Bulan tidak mau diam, sudah saatnya ia mengatakan jika dirinya istri Bintang, tapi, Sherly tidak memberi kesempatan untuk bicara.

 "Kamu mengaku temannya Mentari! Tapi bisa-bisanya menusuk dia dari belakang? Kalian berdua pengkhianat!" Tandas Ratih, menatap Bulan berapi-api.

​"Awas kalian, hanya dalam hitungan menit video ini akan tersebar," Sherly menimpali dengan sinis, mengayunkan ponselnya di udara dan penuh ancaman.

Bulan hanya bisa menelan ludah dengan susah payah tidak menyangka Sherly merekam saat ia dan Bintang tidur.

"Benar Sherly. Kita lihat saja, apakah dokter gadungan ini masih berani bercokol di rumah ini setelah video mereka beredar? Lalu apakah Mentari masih mau mempertahankan suaminya yang tega menghancurkan hatinya seperti ini."

Ratih mengeluarkan makian hingga membuat Bulan tidak bisa lagi membela diri. Sementara Bintang bangkit dan berdiri di hadapan mertuanya.

"Saya akan jelaskan Mah, saya dan Bulan sudah..."

"Cukup Bintang! Kamu tidak bisa mengelak lagi!" Ratih memotong ucapan Bintang, lalu balik badan menarik tangan Sherly keluar dari kamar itu.

"Ini gara-gara Pak Bintang?!" semprot Bulan, tidak lagi bisa menahan amarah yang sudah sampai di ubun-ubun.

​ "Kenapa sih, Bulan? Kok kamu malah marah-marah sama aku?" Bintang mendekat, mengusap matanya yang masih terasa mengantuk.

​"Gimana aku nggak marah?! Kalau Pak Bintang tidak lancang tidur di sebelah saya, mereka tidak akan memergoki kita!" Jawab Bulan, menatap Bintang benar-benar marah dan emosi.

Bintang hanya diam dan cuek, lalu merebahkan tubuhnya di kasur, rupanya masih ingin lanjut tidur.

 "Pak Bintang jangan cuek gitu! Ratih sama Sherly tadi ngerekam kamu yang lagi tidur meluk aku," Bulan panik jika Sherly membuktikan ucapannya menyebarkan berita itu, hancur sudah reputasi nya sebagi dokter.

"Terus kenapa kamu takut kalau mereka menyebarkan video itu Bulan? Sudah saatnya kita menjelaskan," Bintang bertanya tetap santai. ​Kata-kata Bulan seketika membuat rasa kantuknya lenyap. Ia menegakkan tubuhnya, menatap Bulan yang panik dan marah.

​ "Aku udah bilang berulang kali, Pak Bintang! Jangan bertindak sembrono di rumah ini! Tapi kamu malah nyelonong masuk ke kamar ini terus tidur sambil meluk seperti tadi!"

"Terus kenapa kalau aku memelukmu?" Bintang merasa Bulan berlebihan. "Kita ini suami istri Bulan! Bahkan tidak berdosa meski melakukan hubungan yang lebih dari memelukmu," lanjut Bintang terbawa ikut emosi, ia merasa Bulan tidak menganggapnya ada, bahkan selalu menjauh saat ia dekati.

"Seharusnya kamu tahu Pak Bintang, pernikahan ini hanya sementara. Jika Mentari sembuh nanti aku akan minta cerai dari kamu, selanjutnya aku akan pergi dari rumah ini dalam keadaan utuh," jujur Bulan, ia harus mengatakan ini dengan tegas agar Bintang tidak berharap.

"Tapi aku ingin kita benar-benar menjadi suami istri Bulan," sela ​Bintang mengusap wajahnya kasar, menyadari betapa situasi ini semakin menyakitkan hatinya saat Bulan mengatakan bahwa pernikahan ini hanya sementara.

Bulan bergerak meninggalkan Bintang lalu membanting bokongnya di depan kaca rias. Dua tangannya meremas rambutnya.

Bintang pun menyusul dan berdiri di belakang Bulan, menatap wajah istrinya yang memerah dari pantulan kaca.

"Bulan, dengarkan aku. Pernikahan kita ini bukan suatu kebetulan, kita ditakdirkan bertemu dan akhirnya menikah, itu artinya kita benar-benar jodoh," kata Bintang lembut.

Bulan berdiri dengan tubuh menyentak kursi hingga berbunyi 'krat' berdiri tegak di hadapan Bintang seolah ingin mengeluarkan sejuta uneg-uneg yang ia rasakan selama menjadi istri Bintang kurang lebih tiga minggu. Namun, belum sempat mengeluarkan satu kata pun air mata Bulan jatuh lebih dulu.

"Bulan..." Bintang menatap mata istrinya mulai berair tangannya hendak menyetuh, tapi Bulan menarik kakinya mundur.

  "Jangan lagi sentuh aku," Bulan tidak ingin Bintang berbuat terlalu jauh, bukan tidak tahu bahwa yang ia lakukan ini salah. Tetapi posisinya hanya istri kedua, yang kerap dihantui rasa insecure dan ketakutan.

"Kenapa Bulan?" Bintang melangkah maju ingin tahu apa alasan Bulan, jika Mentari yang menjadi alasan, seharusnya tidak, karena Mentari sudah rela berbagi.

 "Kamu tidak akan tahu seberat apa peranmu menjadi suami dua istri Pak Bintang," tegas Bulan, ia takut Bintang tidak akan pernah bisa berlaku adil, mengingat betapa besar cintanya kepada Mentari.

"Aku akan buktikan Bulan."

"Tidak semudah itu Pak Bintang," pangkas Bulan, minta Bintang mendengarkan kata-katanya jangan dulu memotong.

Bintang pun akhirnya duduk di sofa, memberi waktu apa yang akan Bulan katakan..

"Aku tidak yakin Pak Bintang menggauli saya karena benar-benar cinta, tapi semata-mata karena dorongan nafsu yang tidak pernah kamu dapatkan dari Mentari."

Bintang kaget lalu mengangkat wajah menatap Bulan membelalak.

"Saya takut hanya sekadar dijadikan pelampiasan Pak Bintang karena tidak pernah lagi mendapat jatah biologis dari Mentari," lanjut Bulan, bayang-bayang penawar dahaga itulah yang membuat dirinya selama ini hati-hati kepada Bintang.

"Kamu ini bicara apa, Bulan?" Bintang kecewa, mendengar kata-kata Bulan yang menilai dirinya seperti itu. Keributan justru terjadi pada mereka.

"Sebaiknya Pak Bintang renungkan dulu kata-kata saya," pungkas Bulan lalu melangkah ke kamar mandi. Di dalam sana, ia tidak melakukan apa-apa selain menangis dan bersandar di pintu.

Sementara Bintang ambil jaket menyangkutkan di pundak, lalu pergi tanpa pamit, mengendarai mobilnya menuju rumah sakit dengan perasaan campur aduk.

Tiba di ruang inap sudah jam empat sore, Bintang berjalan mendekati mamanya. Namun, ada yang aneh dari tatapan Mega. Dingin, dan membuang muka ke arah tembok seolah tidak suka dengan kehadiran dirinya. Jauh berbeda seperti saat ia tinggalkan siang tadi.

"Mah, mandi dulu ya... ayo aku bantu," Bintang hendak membantu Mega bangun, tapi kaget tiba-tiba mama menyingkirkan tangannya dengan kasar.

...~Bersambung~...

1
Teh Yen
harus bagaimana memberitahu ibu mertuamu yg ngeyel itu yah ,, suruh aj mentari yg cerita semuanya bintang coba percaya engg tuh ibu mertuamu tp aku yakin mereka pasti akan menghasut mentari agar membenci rembulan
Eka ELissa
ksian Talita jadi korban... khilngan mama nya kan....
Eka ELissa
nah kan....
hrus nya mentari juga jujur dari awal klau bulan istri ke dua binta⭐biar tu mulut duo keong racun diem 😡
Eka ELissa
mknya kmu yg tegas jgn mbut mbut aj...dong....klau gini ribett kan..🤦🤦🤦
falea sezi
kapok makanya bulan ngapain sok baik ma sahabat 🤣🤣 mau mati aja nyusain lu mentari sahabat prettt bkin bulan di hujat sana sini 😒😒 mati aja lu mentari gk tau diri amat lu
mery harwati
Belum lagi kenyataan yang harus Bulan hadapi di tempat kerja, pasti lah video itu udah viral & sebagian orang di tempat kerja Bulan udah nonton termasuk ibu kandung Bintang sendiri, di tempat kerja tekanan psikologis Bulan makin berat gegara video viral itu 🥴
Setyowati Setyowati
karakter bintang kurang tegas , terlalu plin-plan ...dan Bulan harusnya dlm perdebatan jangan mau kalah SM Serly dan ibunya ..mereka cuma mau depak kamu dan Serly yg bakal menggantikan posisi mentari ..karena jiwa pelakornya meronta "
tiara
kasihan Bulan udah nikah ga sesuai keinginan eh malah dibuat sakit hati sama mertua ibu dan adiknya mentari,udah usir aja tuh orang ga punya hati mah mereka cuma pengen harta aja tuh
Agunk Setyawan
Uda tau mertua sama ipar gitu tp gak ada tegas" nya malah lembek kaya kangkung
Teh Yen
huuh kenapa bukan dari siang blng begitu nya bintang huuh bikin kesel.dulu deh baru tegas hadeuuh 🙈
mery harwati
Noh Bintang liat di dunia nyata bagaimana kekuatan nitezen mengorek abis kisah asmara CEO & artis yang diberitakan dapat uang dari mantan suami ratusan juta tiap bulannya
Gak abis² beritanya sampe sekarang juga, udah berapa bulan itu berlangsung
Kamu jangan meremehkan jagat maya Bintang karena efek psikologisnya mengena pisan terutama ke korban
Buna Seta: 🤣🤣🤣🤣❤❤❤
total 1 replies
mery harwati
Emang semudah itu menghapis jejak digital di medsos? Mimpi Bintang ketinggian dalam menghadapi netizen di jagat maya 🤣
Meremehkan netizen, menganggap sepele udah dihapus, selesai dalam pikiran Bintang yang masa bodo
Gak mikir efek psikologis Bulan, Mentari, anaknya & ibu kandung Bintang sendiri
Pret lah Bintang, kau anggap remeh kekuatan nitezen tanpa memikirkan psikologisnya
tiara
bagus Bintang usir saja mertua sama ipar yang ga ada akhlak,bikin rusuh aja
Perempuan
lelet kamu Bintang. Kamu sudah melukai bahkan mendzolimi Bulan. Bulan rugi banget nikah sama kamu, masih ditambah dgn sikap kamu yg gak jelas, lambat ngambil keputusan
Eka ELissa
Halah telat basi...ktika bulan mju baru kmu nongol bintang ⭐⭐⭐⭐😡😡😡😡😡gaje lu....🤦🤦🤦
Eka ELissa
huuu....nah kan yg jadi korban mlhn bulan... mikirin perasaan orang Mulu cih..... prasaan orang yg terdekat GK di pikirin kmu kurang tegas bintang 😏😡
Agunk Setyawan
telat
mery harwati
Sosok Bintang dibuat BODOH di novel ini
Secara Bintang tuan rumah, mudah baginya untuk mengusir mertua & afik ipar meski masih berstatus suami Mentari
Tapi gimana lagi 🤷‍♀️
memang dibuat bodoh & masa bodo agar tetep salah paham antara mertua, ipar, istri kedua & orang tua kandung Bintang sendiri
Sabar aja nunggu episode selanjutnya yang bikin viral nama Bulan ancur karena narasi kejelekan² dari Sherly & Ratih
Teh Yen
duh gemes deh smaa bintang malah pergi ke rmh sakit harusnya jelasin dulu sama ibu mertua mu itu biar tidak nyebar jg gosipnya skrng nama baik rembulan d RS d pertaruhkan loh dengan menyebarnya vidio itu hadeeuh
Rohmi Yatun
disini posisi bulan sangat tdk menguntungkan.. tapi itu juga salahnya sendiri sih gak dipikirkan akibatnya wktu dia menerima permintaan mentari... dia yg menjerumuskan dirinya sendiri dlm situasi yg rumit..
dimata siapapun bukan diposisi yg salah. orang awam gk akan percaya kalo semua itu istri pertama yg meminta.. mau dijelaskan gimanapun dimata netizen Bulan seorang pelakor..
kasian juga sich sebenarnya.. 😌😌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!