Axel lelaki tanpan namun penakut dan juga sering di bully di sekolah karna dulu ia tidak pernah keluar dari rumah juga begitu manja. Sedangkan kembaran nya Axella wanita tangguh yang tidak mengenal kata takut sedikit pun karna ia terpisah dari saudara memilih tinggal bersama kakek dan nenek nya di luar negeri.
Bagaimana kisah kedua nya saat kembali di pertemukan?.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon H.Elisha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23
Axella menatap asisten itu yang juga menatap nya membuat Axella menyeringai di dalam hati nya.
"Bukan kah begitu paman akan lebih baik ada atasan di sini yang bisa memantau perusahaan ini agar tidak akan terjadi lagi seperti ini aku akan meminta pada kakek agar aku yang memimpin perusahaan ini saja di lihat dari cara jam kerja nya juga perusahaan terlalu longgar aku akan mengubah cara kerja di sini juga agar perusahaan ini semakin berkembang"jelas Axella.
"Benar nona"ucap asisten itu kaku.
"Bagaimana pertanyaan ku tadi katakan di mana mereka mendapatkan kunci itu"tanya Axella menatap satpam di depan nya.
"Kau mau diam saja atau aku sendiri yang akan mencari tahu nya"sambung Axella.
"Mereka yang memaksa nona jika kami tidak memberikan nya dia mengancam akan membunuh kami"ucap satpam itu takut karna asisten itu menatap nya tajam dan itu tak lepas dari mata Axella.
"Ohh begitu seperti nya kalian juga kurang aku akan memasang setiap cctv di setiap sudut perusahaan ini agar kita tidak kecolongan lagi dan akan aku pantau langsung sekarang aku kurang percaya pada kalian yang menjaga perusahaan ini"jelas Axella.
"Jika aku tahu ada yang berhianat di sini aku tidak akan melepaskan orang-orang itu"sambung Axella yang kini mata nya semakin menajam.
"Sella masuk ke ruangan ini"teriak Axella pada sekretaris yang ada di depan ruangan nya.
"Ada apa nona"tanya Sella.
"Kapan pertemuan antara perusahaan kita dengan perusahaan lain untuk membahas kerja sama"tanya Axella.
"Hari ini ada dengan perusahaan xx nona jam sembilan pagi"ujar Sella.
"Hanya satu itu"tanya Axella.
"Benar nona"ucap Sella di angguki Axella.
"Buatkan jadwal pertemuan dengan mereka dalam minggu ini aku ingin melihat langsung bagaimana kerja sama perusahaan kita dan mereka"ucap Axella.
"Baik nona"ucap Sella.
"Nona membuat jadwal seperti itu rasa nya kurang pas karna kerja sama kita dengan mereka juga sudah terjalin"ucap asisten itu.
"Apa yang paman katakan memang benar tapi jika ada pemilik perusahaan ini pasti akan lebih benar lagi aku ingin melihat nya secara langsung juga bukan kah akan lebih bagus jika pemilik nya langsung yang turun tangan mengurus semua nya"ucap Axella.
"Paman sudah bekerja keras mengurus semua nya sekarang aku yang akan melanjutkan nya paman bisa istirahat sejenak di rumah urusan perusahaan akan menjadi tanggung jawab ku"sambung Axella ingin tertawa melihat wajah pias asisten di depan nya.
Saat mereka berdebat ketiga orang yang pingsan di dalam ruangan itu perlahan mulai sadar membuat Axella mengalihkan pandangan nya.
"Ho ho ho para cecenguk ini mulai sadar rupanya"ucap Axella santai mengambil minuman di sana.
"Minum dulu agar pikiran kalian lebih baik karna aku ingin menanyakan hal yang penting pada kalian"sambung Axella memberi minum itu pada salah satu dari mereka yang membuat Axel geleng kepala di buat oleh tingkah abstrud kembaran nya itu.
Ia merasa bangga sendiri karna Axella begitu berani dan tegas bahkan tidak takut sama sekali sedang berhadapan dengan siapa.
"Sudah lebih enakan bukan"tanya Axella lagi.
"Terimakasih nona"ucap nya seperti belum sadar situasi.
"Oh ok santai saja"ujar Axella menatap ketiga nya bergantian.