Indonesia
NovelToon NovelToon
Tahta Kaisar Iblis

Tahta Kaisar Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Kausafiksi.id

​Di dunia di mana yang kuat memangsa yang lemah, kebenaran tidak ditentukan oleh siapa yang benar, melainkan oleh siapa yang masih hidup.

​Xuan Chen, seorang pemuda yang dikhianati dan dipandang sebelah mata, memilih melangkah di Jalan Demonic yang penuh darah. Berbekal rahasia Mata Dewa Iblis yang sanggup menembus segala hukum alam dan menaklukkan Qi Demonic yang liar, dia menginjak-injak aturan moralitas palsu dunia kultivasi.

​Dari murid luar yang diburu hingga menjadi sosok yang ditakuti seluruh sekte, ini adalah kisah perjalanan dingin Xuan Chen menginjak setiap penentangnya, merebut kembali takdirnya, dan meniti jalan berdarah menuju puncak lima kaisar agung penguasa alam semesta.

​"Qi Demonic ataupun Qi murni hanyalah kekuatan. Seberapa jauh kekuatan itu membawamu bergantung pada seberapa bijak kau mengendalikannya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kausafiksi.id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7: LAPISAN KE TIGA

​Syuuuk!

​Secara mendadak, gelombang tekanan spiritual yang mematikan dan niat membunuh di dalam ruangan berhenti total. Suasana aula yang tadinya terasa bagaikan neraka mencekik seketika kembali tenang, menyisakan keheningan yang membeku di antara pilar-pilar batu hitam.

​"Selamat, bocah. Kau sudah berhasil naik ke Lapisan 3."

​Suara serak Tetua Mo terdengar santai dari balik kegelapan di ujung aula, diiringi pendaran api ungu dari lentera minyak yang perlahan menerangi ruangan.

​Haaahh... Haaahh...

​Dengan napas terengah-engah dan tubuh yang memancarkan uap panas akibat lonjakan energi, Xuan Chen berusaha bangun dari lantai batu. Kedua tangannya yang bertumpu pada lantai bergetar sebelum akhirnya dia mampu menegakkan lutut dan berdiri tegap kembali.

​Xuan Chen memejamkan mata sejenak, mengepalkan jemarinya kuat-kuat. Dia merasakan perbedaan nyata di dalam jaringan fisiknya. Pembuluh darah di dalam alirannya berdesir lebih cepat, kerapatan tulangnya meningkat, dan serat otot di lengannya jauh lebih padat. Kekuatan fisik murni yang dia miliki kini melesat naik dua kali lipat dibanding saat masih berada di Lapisan 2.

​"Lapisan 3..." bisik Xuan Chen pelan, mengamati telapak tangannya.

​Xuan Chen menyapu sisa darah kental di bibirnya menggunakan punggung lengan baju abu-abunya, lalu menatap lurus ke depan, menembus pendaran cahaya ungu menuju sosok Tetua Mo yang duduk tenang di atas takhta batu. Dia merapikan jubahnya yang kusut dan menundukkan kepala sedikit, memberikan bentuk penghormatan formal.

​"Terima kasih atas pemicuannya, Tetua Mo," ucap Xuan Chen dengan suara yang agak serak namun tetap stabil.

​Tetua Mo mengibaskan lengan jubah hitamnya santai. "Tidak perlu berterima kasih padaku. Memang sudah seharusnya kau menembus lapisan itu. Bermeditasi secara pasif di dalam kamar tidak akan pernah cukup; tubuhmu butuh benturan eksternal yang ekstrem. Aku hanya membantumu mempercepat proses yang seharusnya terjadi."

​Tetua Mo merapikan posisi duduknya, menyandarkan siku di pegangan takhta seraya menatap Xuan Chen dengan mata menyempit.

​"Baiklah, karena kau telah berhasil menahan tekananku dan resmi menjadi bagian dari praktisi Lapisan 3, tugas pertamamu sebagai murid luar Sekte Jurang Jiwa resmi diberikan."

​Xuan Chen menajamkan pandangannya, menatap penuh minat pada pria tua di depannya. Akhirnya, saat-saat yang dia tunggu tiba. Di dalam benaknya, Xuan Chen sudah membayangkan berbagai skenario tugas khas sekte demonic—mungkin dikirim ke Hutan Terlarang untuk berburu binatang buas, mengawal bahan obat berharga, atau mengeksekusi pengkhianat sekte.

​Namun, kalimat selanjutnya yang keluar dari mulut Tetua Mo benar-benar di luar dari seluruh dugaan Xuan Chen.

​"Tugas pertamamu... adalah membersihkan seluruh halaman sekte luar."

​Suara Tetua Mo bergema pelan di dalam aula yang sepi.

​Xuan Chen mengernyitkan dahinya rapat-rapat. Rasa heran, bingung, bercampur ketidakpercayaan menyelimuti pikirannya seketika. "Apa maksud Anda, Tetua? Membersihkan halaman?"

​"Tidak ada arti ganda atau maksud tersembunyi," sahut Tetua Mo datar, suaranya tenang tanpa ada raut bercanda sedikit pun. "Kau hanya perlu mengambil sapu, lalu membersihkan seluruh area halaman terbuka di zona murid luar sampai tidak ada satu pun dedaunan kering atau debu yang tersisa."

​Sebelum Xuan Chen sempat menyela, Tetua Mo mengangkat dua jarinya ke udara.

​"Namun, ada dua aturan ketat yang wajib kau patuhi dalam menjalankan tugas ini," lanjut Tetua Mo dengan nada menekankan. "Pertama, tugas ini harus selesai sepenuhnya sebelum matahari tepat berada di atas kepalamu."

​"Kedua... selama menjalankan tugas menyapu di luar, kau tidak boleh terpancing oleh ejekan, provokasi, atau caci maki dari murid luar lainnya. Dan yang paling utama, kau dilarang keras menggunakan kekerasan atau mengalirkan tenaga fisikmu untuk menyerang siapa pun."

​Tetua Mo menurunkan jarinya seraya menatap mata Xuan Chen yang mulai meredup bahaya. "Jika kau gagal memenuhi salah satu dari dua aturan ini, hukumannya adalah kau harus membersihkan seluruh area pemandian dan kediaman murid luar seorang diri selama satu bulan penuh."

​Krek!

​Tangan Xuan Chen mengepal sangat erat hingga sendi-sendi jemarinya membiru dan pembuluh darah di lengannya menonjol keluar. Baginya, tugas ini bukan sekadar konyol, melainkan terasa seperti sebuah penghinaan yang tidak masuk akal. Di sebuah sekte iblis yang mengagungkan hukum rimba dan kekerasan, seorang murid yang baru saja mematahkan leher musuhnya justru diperintahkan untuk menyapu halaman dan dilarang membalas provokasi.

​Rasa tidak puas bergejolak hebat di dalam dada Xuan Chen. Matanya menajam menatap Tetua Mo, menahan amarah yang hampir meledak dari balik dadanya.

​Tetua Mo yang memperhatikan setiap perubahan raut wajah muridnya itu hanya tersenyum tipis. Suaranya berubah sangat dingin dan menusuk.

​"Ingat satu hal, Bocah Xuan. Di sekte ini, perintah tetua adalah hukum. Selama kau masih berdiri di sini sambil mempertanyakan tugas dengan raut ketidakpuasanmu itu, kau hanya sedang membuang-buang waktumu yang sangat berharga."

​Xuan Chen menarik napas panjang, menghembuskannya perlahan untuk menekan seluruh gejolak amarahnya kembali ke dasar jiwa. Dia tahu betul bahwa berdebat dengan seorang ahli Ranah Lautan Qi hanya akan membawa kerugian bagi dirinya yang masih lemah.

​"saya mengerti," jawab Xuan Chen pendek.

​Tanpa mengucapkan sepatah kata pun lagi atau menoleh ke belakang, Xuan Chen berbalik, merapikan jubah abu-abunya, dan melangkah lebar meninggalkan Aula Tetua Murid Luar.

​Brak!

​Pintu kayu tebal berukir iblis tertutup rapat begitu Xuan Chen melangkah keluar ke platform luar.

​Wuuushhhhh!

​Tepat saat keheningan kembali menguasai interior aula, gumpalan bayangan hitam yang sangat pekat berputar hebat di sudut ruangan. Udara di dalam aula mendadak merosot tajam hingga embun es tipis melapisi dinding-dinding batu. Dari dalam gumpalan bayangan tersebut, sebuah siluet pria jangkung berselimut aura misterius muncul secara perlahan di samping takhta batu.

​Kehadiran sosok itu begitu berbobot hingga aura Tetua Mo yang biasanya dominan seketika tertekan secara alami.

​Tetua Mo segera berdiri dari takhta batunya, menundukkan kepalanya dalam-dalam tanpa berani menatap langsung ke arah bayangan tersebut.

​"Perintah telah disampaikan sesuai dengan instruksi yang diberikan," ucap Tetua Mo dengan nada sangat berhati-hati.

​"Bagus," ucap suara dari dalam siluet hitam itu. Suaranya terdengar sangat dalam, bergema bagaikan dentangan genta kuno yang datang dari kedalaman lautan purba.

​Tetua Mo ragu-ragu sejenak, namun rasa penasaran di dalam dadanya akhirnya tidak bisa dia tahan lagi. Dia mengangkat kepalanya sedikit seraya bertanya pelan.

​"Jika boleh saya mengetahui... mengapa harus memberikan tugas yang begitu sederhana dan terkesan merendahkan itu kepada Xuan Chen? Hanya dalam kurun waktu beberapa bulan lagi, Ujian Seleksi Murid Dalam akan segera dibuka. Dengan bakat fisik, kekejaman, dan ketenangannya, dia sanggup menembus jajaran murid dalam dengan cepat."

​Siluet misterius itu diam berdiri di kegelapan, pandangannya seolah menembus dinding batu aula, memperhatikan sosok Xuan Chen yang kini melangkah turun menelusuri tangga tebing.

​"Kau telah berada di sekte ini cukup lama, tanggap siluet itu dengan nada dingin yang dipenuhi kepahitan mendalam. "Kau tahu betul bagaimana kondisi Sekte Jurang Jiwa yang terus mengalami kemunduran selama beberapa generasi terakhir."

​Tetua Mo mendengarkan dengan saksama, tidak berani menyela.

​"Kemunduran itu tidak terjadi karena kita kekurangan murid kuat," lanjut sosok misterius tersebut. "Kemunduran ini terjadi karena murid-murid yang tidak kompeten dibiarkan lolos begitu saja ke jajaran murid dalam, bahkan menjadi murid elit. Mereka memang memiliki kekuatan fisik dan Qi yang tinggi, tetapi pada akhirnya... mereka hanya menjadi monster haus darah yang gila, yang Hati Dao-nya hancur melahap diri sendiri karena tidak sanggup mengendalikan keganasan Qi Demonic."

​Tetua Mo mengerutkan alisnya, mencoba mengaitkan penjelasan tersebut dengan sosok pemuda jubah abu-abu tadi. "Lalu... apa hubungannya masalah itu dengan bocah Xuan Chen?"

​Siluet hitam itu mulai memudar perlahan, menyatu kembali dengan bayang-bayang pilar batu aula. Sebelum wujudnya benar-benar menghilang sepenuhnya dari tempat itu, sebuah bisikan terakhir terngiang halus namun tajam di telinga Tetua Mo.

​"Ketenangan di saat membunuh adalah hal yang mudah bagi seorang pembantai... Tetapi ketenangan di saat dihina dan ditahan kekuatannya adalah ujian sejati bagi jiwa seorang Penguasa..."

​Siluet itu menghilang total, menyisakan Tetua Mo yang berdiri tertegun di depan takhta batunya, mencerna setiap kata yang baru saja dia dengar.

1
Day Chuk
Xuan Chen punya Cheat di mata 🤣
Kausafiksi: Hehehe benar
total 1 replies
Septiana Athorid
makin seru
Kausafiksi: terimakasih
total 1 replies
Day Chuk
lanjut 🙏
Kausafiksi: 👍 siap
total 1 replies
Day Chuk
aku pikir su ling yang akan jafi rekan nya thour
Day Chuk: Hahahha sibuk ngapain thor
total 2 replies
:P @.Ar.world(づ ̄ ³ ̄)づ
mampir ya bro ke buku novel gua (。・ω・。) btw novel mu enak juga ya ceritanya tapi sayangnya fotonya hanya ia mau aku bantu kasih karakter laki laki untuk mu gratis
Kausafiksi: terimakasih sudah mampir 🙏😁

novel mu juga bagus,

semangat😁
total 1 replies
Septiana Athorid
saran thor kamar 405 harus nya pakai nama sajah, kesan fantasi timur nya kurang

tapi so cerita nya menarik.
Kausafiksi: terimakasih saran nya, akan aku pertimbangkan 🙏
total 1 replies
Septiana Athorid
naggung thor, 10 bab langsung biar puas 😁
Septiana Athorid: sehari 2 kali thor
total 2 replies
Day Chuk
lanjut thor di tunggu🙏
Kausafiksi: update satu hari sekali ya jam 19:00 di tunggu sajah 😁🙏
total 1 replies
Day Chuk
bagus cerita nya, anti hero, gue suka yang langsung yanpa bertele tele thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!