Indonesia
NovelToon NovelToon
Kami Berbeda

Kami Berbeda

Status: tamat
Genre:Horor / Fantasi / Tamat
Popularitas:13.2k
Nilai: 5
Nama Author: xzava

Empat orang perempuan sebaya, bisa melihat makhluk tak kasat mata yang ada di sekitarnya. Walaupun mereka takut tapi itu tidak menghalangi mereka untuk membicarakan makhluk yang mereka lihat.

Sampai dimana, salah satu diantara mereka mengetahui suatu fakta yang membuatnya takut apa yang akan terjadi padanya.

Teman-temannya yang mengetahui hal itu tidak tinggal diam, mereka membantu untuk menyelesaikannya walaupun nyawa mereka taruhannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon xzava, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Saat terbangun Bulan sudah berada di dalam kamarnya, ia berusaha bangun tapi kepalanya sangat sakit.

"Siapa yang mengangkat ku ke kamar," tanyanya dalam hati.

Tak lama ibunya masuk ke kamar Bulan, "Kamu gak apa-apa sayang?" Tanya ibunya.

Bulan yang mendengar itu tidak merespon, ia kembali memejamkan matanya.

"Ya sudah istirahat lagi aja," ucap ibunya sambil mengelus rambut Bulan.

"Akan ku balas perbuatan mu makhluk jelek," ucap Bulan dalam hati.

Keesokan harinya, Bulan mengetahui bahwa orang tuanya akan mengunjungi orang tua ayah di pulau Jawa karena kabarnya ia sakit.

"Bulan mau ikut," ucap Bulan ke orang tuanya.

"Gak usah sayang, kami disana gak liburan, nenekmu lagi sakit," ucap ibunya melarang.

"Ibu berapa hari disana?"

"Sebentar aja, tiga hari nak kalau nenekmu membaik,"

"Baiklah, aku akan mengajak temanku menginap di rumah," ucap Bulan.

Ia melihat raut wajah ibunya seperti ingin melarang tapi tidak jadi, "Boleh tapi jangan keluyuran malam ya," ucap ibunya.

Orang tuanya berangkat, meninggalkan dengan makhluk merah itu.

Saat orang tuanya pergi makhluk itu tetap berdiri di tempatnya tidak menggangu Bulan seperti biasanya saat Bulan sendirian.

Bulan menghubungi temannya untuk datang ke rumahnya menginap karena orang tuanya sedang ke luar pulau.

"Yuhuuuuuuuuu," teriak Chika saat sampai di rumah Bulan.

"Sampai rumah orang tuh salam oon bukan malah teriak gak jelas," ucap Adel.

"Apaan sih," ucap Chika, "Hai kawan," sapa Chika ke Bulan.

Bulan hanya tersenyum melihat tingkah temannya.

Saat masuk, mereka langsung melihat makhluk merah itu hanya mematung di dekat wc di bawah tangga.

"Hai makhluk jelek," sapa Chika, "Ngapain dia disana mematung, udah kek patung aja," ucapnya yang berhasil membuat makhluk itu melotot ke arahnya.

Makhluk itu berusaha menggerakkan badannya tapi tidak berhasil, Adel yang melihat itu penasaran.

"Ah ternyata kamu di rantai ya pantesan gak bisa gerak, kasian." Ucap Adel saat mengetahui dari Bulan kalau makhluk itu di rantai.

"Di rantai?" Tanya Delis.

"Kemarin dia buat aku pingsan, kayaknya ayah yang rantai tuh makhluk," ucap Bulan.

"Pingsan? Tapi kamu gak apa-apa kan?" Tanya Delis lagi.

"Gak apa-apa, setelah tidur rasa sakitnya hilang," ucapnya.

Karena temannya itu tidak menginap sore harinya mereka pulang dan akan datang lagi saat malam tahun baru untuk merayakan pergantian tahun baru sekaligus merayakan ulang tahun Bulan.

Tiga hari setelah orang tuanya ke pulau Jawa, ia mendapatkan kabar bahwa orang tuanya tidak bisa pulang dalam waktu seminggu karena nenek Bulan meninggal dunia.

"Kenapa waktunya sangat pas, apa ini juga ulah orang tuanya," kata Bulan.

"Sungguh menyebalkan di jadikan tumbal kepada makhluk jelek seperti mu," ucap Bulan tepat di hadapan makhluk itu.

"Tiga hari lagi aku berusia 17 tahun, aku harap semuanya baik-baik saja. Lagi pun makhluk itu di rantai," ucapnya.

Bulan kembali ke kamarnya, ia mendengar makhluk itu terus-terusan berteriak minta di lepaskan.

"LEPASKAN AKU."

"AKU TIDAK AKAN MEMAAFKAN KALIAN SEMUA."

"TIDAK ADA AMPUN UNTUKMU HAHAHAHA."

Bulan yang muak mendengar teriakan makhluk itu keluar kamar dan melemparnya botol yang berisi air, "Diam!" Bentak Bulan ke makhluk itu.

Tapi makhluk itu tetap saja berteriak tidak karuan, Bulan pergi meninggalkan rumah karena tidak tahan dengan makhluk itu.

Saat kembali makhluk itu ternyata sudah diam, Bulan hanya menatap makhluk itu dan masuk ke kamarnya.

Baru saja Bulan menutup pintu kamarnya, lagi-lagi makhluk itu berteriak minta untuk di lepaskan, saat bersamaan ia melihat album foto yang didalamnya ada foto sang kakak. Bulan yang benar-benar muak, ia keluar kamar lalu naik ke lantai 2.

Ia masuk ke dalam kamar lamanya yang sudah penuh dengan sesajen, bau kemenyan membuat Bulan semakin murka, ia menendang semua sesajen yang ada di kamar tersebut.

"Sialan, ini benar-benar membuatku tidak tahan." Ucap Bulan.

Ia mengumpulkan sesajen itu lalu membawanya turun, ia bermaksud untuk membakar semua itu.

Tapi belum sempat ia melakukan, makhluk merah itu datang menghampiri Bulan.

Bulan kaget melihat sosok itu, ia berfikir bahwa makhluk itu masih di rantai.

Tubuh Bulan di lempar sehingga tubuhnya mengenai pohon yang ada di belakang rumahnya, makhluk itu terlihat sangat marah.

"BERANI-BERANINYA KAU MEMBUANG MAKANANKU SEENAKNYA," 

"KAU AKAN MERASAKAN AKIBATNYA."

Lagi-lagi tubuh Bulan di hempasan ke dinding rumahnya, Bulan hanya bisa membaca doa meminta tolong kepada sang pencipta.

"MANUSIA TIDAK TAU DIRI." 

"AKU AKAN MEMBUATMU HANCUR BERKEPING-KEPING."

Makhluk itu mendekati tubuh Bulan, ia mengangkat tubuhnya tapi saat bersamaan adzan berkumandang  membuat makhluk itu tidak tahan dan akhirnya melepaskan Bulan.

"Ah sialan," ucap Bulan saat tubuhnya terjatuh dari genggaman makhluk itu.

Bulan mengumpulkan tenaganya untuk masuk kedalam rumah, badannya benar-benar sakit dibuat makhluk merah itu.

Saat berusaha masuk kedalam kamarnya, ia kembali terjatuh dan membuat dirinya tidak sadarkan diri.

Bulan sayup-sayup mendengar suara yang memanggil namanya, itu membuat ia terbangun tapi saat bangun ia tidak melihat siapapun, bahkan makhluk jelek itu.

"Badanku sakit semua rasanya, jam berapa sekarang?" Ucapnya sambil melihat jam dinding.

"Jam 12, kenapa aku harus terbangun di jam segini," ucapnya.

"Makhluk jelek itu kemana lagi, badanku remuk semua dibuatnya."

Bulan berjalan masuk ke dalam kamarnya untuk mencari ponselnya, ia langsung menelpon temannya tapi tidak ada yang mengangkat.

"Apa mereka semua tidur ya," ucap Bulan.

Ia lalu menelpon kak Raffi, panggilan pertama tidak di angkat, Bulan menelpon kembali, tidak lama panggilan itu di jawab.

Belum sempat Bulan mengatakan sesuatu tiba-tiba saja makhluk merah itu menendang Bulan dari belakang, ponsel Bulan terjatuh ia melihat panggilannya masih terhubung.

Tubuh Bulan di seret keluar kamar lalu di lempar ke kursi, Bulan mengerang kesakitan.

"Apa yang harus aku lakukan," ucap Bulan dalam hati.

"BESOK KAU BENAR-BENAR MENJADI MILIKKU HAHAHAHA,"

"JANGAN HARAP ADA YANG MENOLONG MU,"

"ORANG TUAMU SAJA TIDAK PEDULI."

"HAHAHAHA." 

"Berisik." Bentak Bulan ke makhluk itu.

"Aku harus bagaimana, aku tidak punya tenaga untuk melawan dia," ucap Bulan dalam hati.

"Aku harus keluar dari rumah ini, itu satu-satunya jalan. Dia tidak bisa menyerangku saat aku tidak di rumah." Ucap Bulan saat teringat ucapan Ibunya kalau makhluk ini hanya bisa mencelakai aku saat aku di rumah.

Makhluk itu seperti tau apa yang dipikirkan Bulan.

"JANGAN BERPIKIR UNTUK KABUR, KAU TIDAK AKAN BISA HAHAHAHAHA."

"Aaaaah diam jelek, kau sangat berisik." Ucap Bulan yang berhasil membuat makhluk itu marah.

Tubuh Bulan diangkat lalu di lemparkan ke dinding, ia merasa tubuhnya benar-benar remuk sekarang.

"KAU BAHKAN TIDAK BISA APA-APA MELAWANKU."

Bulan kembali pingsan, tubuhnya sangat sakit. 

Di sisi lain kak Raffi yang mendapatkan telpon dari Bulan tengah malam membuatnya kaget, karena tidak biasanya dia menelpon.

"Tumben sekali anak ini menelponku, apa terjadi sesuatu." Ucapnya.

Baru saja ia ingin mengatakan Halo, tiba-tiba dia mendengar suara ponsel yang terjatuh. Ia juga mendengar suara benda yang jatuh dan, "Bulan," ucapnya tiba-tiba.

1
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒄𝒆𝒓𝒊𝒕𝒂𝒏𝒚𝒂 𝒃𝒂𝒈𝒖𝒔 👍👍👍👏👏👏😘😘😘
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒂𝒌𝒉𝒊𝒓𝒏𝒚𝒂 𝒉𝒂𝒑𝒑𝒚 𝒆𝒏𝒅𝒊𝒏𝒈 👏👏👏👍👍
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒌𝒐𝒌 𝒃𝒆𝒓𝒃𝒆𝒅𝒂 𝒔𝒊𝒉 😏😏😏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒋𝒅 𝒌𝒂𝒑𝒂𝒏 𝒃𝒆𝒓𝒆𝒔𝒏𝒚𝒂
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒕𝒆𝒓𝒏𝒚𝒂𝒕𝒂 𝒐𝒉 𝒕𝒆𝒓𝒏𝒚𝒂𝒕𝒂 🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒌𝒂𝒚𝒂𝒌𝒏𝒚𝒂 𝑩𝒖𝒍𝒂𝒏 𝒅𝒊 𝒈𝒖𝒏𝒂" 𝒅𝒆𝒉 🤔🤔
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒂𝒑𝒂 𝑯𝒆𝒍𝒆𝒏𝒂 𝒂𝒏𝒂𝒌 𝒌𝒆𝒑𝒔𝒆𝒌 𝒚𝒂 🤔🤔🤔
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒔𝒊𝒑𝒂 𝒍𝒈 𝒄𝒆𝒘𝒆𝒌 𝒊𝒕𝒖 🤔🤔🤔
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒂𝒅𝒂 𝒂𝒑𝒂 𝒚𝒂 🤔🤔🤔
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝑩𝒖𝒍𝒂𝒏 𝒅𝒉 𝒅𝒑𝒕 𝒓𝒆𝒔𝒕𝒖 𝒏𝒊𝒉 𝒅𝒓 𝒄𝒂𝒎𝒆𝒓
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒎𝒌𝒊𝒏 𝒔𝒆𝒓𝒖 👍👍👍
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒔𝒆𝒎𝒐𝒈𝒂 𝑪𝒉𝒊𝒌𝒂 𝒔𝒆𝒍𝒂𝒎𝒂𝒕 𝒚𝒂
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒂𝒅𝒂 𝒂𝒑𝒂 𝒚𝒂 🤔🤔🤔
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒑𝒂𝒔𝒕𝒊 𝒊𝒕𝒖 𝒔𝒆𝒕𝒂𝒏 𝒑𝒆𝒏𝒋𝒂𝒈𝒂 𝒌𝒆𝒑𝒔𝒆𝒌
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒂𝒚𝒐 💪💪💪💪 𝒑𝒂𝒓𝒂 𝒑𝒐𝒍𝒊𝒔𝒊
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒔𝒂𝒚𝒂 𝒕𝒂𝒌𝒖𝒕 𝒎𝒆𝒓𝒆𝒌𝒂 𝒃𝒆𝒓𝒆𝒎𝒑𝒂𝒕 𝒌𝒆𝒏𝒂𝒑𝒂"
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒉𝒂𝒕𝒊" 𝒌𝒂𝒍𝒊𝒂𝒏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒔𝒘𝒆𝒆𝒕𝒏𝒚𝒂 𝑹𝒂𝒇𝒊 😘😘😘
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒔𝒆𝒕𝒂𝒏𝒏𝒚𝒂 𝒃𝒏𝒚𝒌 𝒃𝒂𝒏𝒈𝒆𝒕
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒂𝒑𝒂 𝒈𝒖𝒓𝒖" 𝒅𝒊 𝒔𝒆𝒌𝒐𝒍𝒂𝒉 𝒕𝒆𝒓𝒍𝒊𝒃𝒂𝒕 🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!