Jeon Kookie, Yeoja cantik dengan mata Hazel , hidungnya yang mancung serta postur tubuhnya yang proporsional membuat semua mengagumi kecantikan itu .
Temannya sering memanggilnya Kookie , Anak manis yang penyayang namun merasa kesepian dengan semua hidup yang dijalaninya . Seperti apa Kisahnya? Yuk simak cerita Kookie .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eowyn Yasahiro, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23
Semenjak kepergian Kookie , Yumi semakin membaik . Ini sangat aneh ,namun kondisi mentalnya semakin membaik. Semua seisi rumahnya mulai rapi
. Wajahnya semakin berbinar . Kini Yumi menjadi Yumi yang cantik setelah kepergian Kookie dari rumah itu .
Semua rasa yang Yumi bisa rasakan sekarang adalah tidak ada tekanan apapun dihidupnya . Ia hanya harus bertanggungjawab membahagiakan dirinya sendiri . Yumi menjalani hidupnya dengan baik hari demi hari .
Namun bagaimana dengan Kookie? Kookie terluka . Kookie sangat hancur ketika harus pergi meninggalkan ibunya . Bahkan hampir setiap hari ia mendengar riuh dikepalanya.
Kookie duduk disofa dan membuka kotak P3k yang ada ditangannya . Ia mengambil beberapa alat yang ia perlukan untuk mengobati luka Taehyung .
" Oppa sudah lama menjadi kekasihnya?" Tanya Kookie .
Matanya masih fokus membersihkan luka yang ada ditangan Taehyung .
Mata Taehyung menatap mata kepala Kookie yang sedikit menunduk didepanya .
" Hmm .. 8 tahun dan tahun ini kita merencanakan pernikahan." Jelas Taehyung .
Kookie terkejut mendengar itu . Ia tak menanyakan apapun lagi setelahnya .
" ehh maaf oppa . Bukan maksudku mengungkitnya lagi ." Ucap Kookie .
Taehyung pun terkekeh . Ia mencoba mencairkan kecanggungan Kookie .
" Haha aku sudah melupakannya . Aku yang bodoh selama ini . " Ucap Taehyung .
Kookie pun tersenyum dan menganggap jawaban itu adalah sebuah lelucon .
" Kalau kata kookie , Cintai orang itu sampai kamu benar-benar di titik capek . Setidaknya , kalaupun harus pergi Kamu tidak ingin kembali lagi . Bukankah Oppa belum ada di fase itu?" tanya Kookie .
Taehyung diam sejenak .
" Hmm semuanya membuatku gila . Tapi aku harus bertindak . Ada kalian yang harus aku jaga dari serangan Namjoon ." Ucap Taehyung .
Kookie tidak menanyakan lebih lanjut tentang masalah itu . Ia menyelesaikan ,dan mebalut luka Taehyung .
" udah selesai , Oppa sekarang harus tidur ." ucap Kookie .
Taehyung menatap wajah cantik Kookie yang tersenyum manis didepannya .
" Kamu juga tidur . Mulai besok , kamu sudah harus ke kantor bersamaku . " ucap Taehyung sambil tersenyum .
Melihat senyum Taehyung ada rasa bahagia yang berbeda dari Kookie. Setelah melihat kemarahan Taehyung kemarin membuatnya sangat ketakutan .
Kookie menganggukan kepalanya dan membereskan kotak p3k yang sempat berantakan . Kookie berjalan mengembalikan kotak p3knya dan tersenyum kearah Taehyung sebelum ia masuk ke kamarnya .
Senyum itu , semua suara lembut yang kini Taehyung dengar hampir setiap hari . Bahkan senyum itu menguasai pikirannya setiap hari .
................
Namjoon duduk di meja kerjanya . Melihat puluhan berkas yang menumpuk didepannya membuat Namjoon semakin merasakan sakit pada kepalanya . Ia memijat pelipisnya . Ia memikirkan banyak cara untuk menghancurkan Minhyuk dan Taehyung . Namun tak ada satupun rencananya yang berjalan dengan mulus .
Ditengah kepusingannya. Tiba-tiba ponselnya berdering . Menandakan ada telepon masuk disana .
Namjoon hanya memandangi layar ponselnya .
" Kenapa kamu datang dalam keadaanku yang seperti ini ? " Gumamnya .
Ia kembali meletakan ponselnya . Membiarkan ponsel itu berdering dan mati dengan sendirinya . Namjoon mendongakan kepalanya . Sesekali ia memikirkan betapa sia-sianya waktu yang ia habiskan hanya untuk membalaskan dendamnya kepada Minhyuk .
Namun Ibunya lebih merasakan semua sakitnya . Namjoon masih merasakan sakit yang tiada ujungnya . Melihat ibunya harus berjuang sendirian untuk membesarkannya .
" Aku akan membalaskan semuanya . Aku akan menghancurkan keparat itu !!!" Geram Namjoon .
Lagi-lagi Namjoon dikuasai oleh amarahnya. Dendam didalam hatinya mungkin tidak akan memudar sebelum ia berhasil menghancurkan Minhyuk dan semua anaknya .
.........................
Malam itu terasa sangat hening untuk nenek Kyon . Dari luar toko yang biasa ramai kendaraan berkeliaran kini ia merasa sangat sepi . Ia memikirkan kejadian dimana ia harus kehilangan orang yang telah membantunya saat itu .
Kini ia memikirkan Kookie . Pasalnya Kookie belum memberinya kabar lagi setelah terakhir kali Kookie berkunjung ke tokonya . Nenek Kyon yang cemas pun memutuskan untuk beranjak dari tidurnya dan mengambil air putih didapur .
Malam itu membuat nenek Kyon ketakutan . Lagi-lagi nenek Kyon memikirkan Kookie .
" Semoga kamu baik-baik saja Nak . Jangan sampai kamu terluka ." Gumam nenek Kyon .
Berjalan perlahan ke dapur dan berdiri didepan meja dapurnya untuk menuang air minum . Angin berhembus meraba kulitnya yang sedikit berkeriput .
" Ada apa ini? Apa yang akan terjadi lagi Tuhan?" Gumam nenek Kyon .
Namun secara tiba-tiba seseorang masuk kedalam tokonya . Mereka membawa sapu tangan yang sudah dicampur dengan obat bius . Orang misterius itu pun dengan mudah melumpuhkan nenek Kyon dan langsung membawanya pergi .
..................................
Diruangan yang berbeda Kookie merasakan kecemasan yang sama . Tiba-tiba jantungnya berdegup kencang . Ia merasakan gelisah yang tak tahu apa penyebabnya .
" Kenapa seperti ini ? aapa yang terjadi Kookie?" Gumam kookie .
Kookie duduk diranjangnya , mencoba membuka ponsel yang sedari tadi tidak ia cek sama sekali .
" tidak ada kabar apapun dari ibu ."
Kookie hanya diam merasakan semua kegelisahannya . Semuanya benar-benar membuatnya kesulitan untuk tidur .
Namun tiba-tiba fikirannya tertuju pada nenek Kyon yang tinggal di toko sendirian . Ia pun memikirkan cara untuk bisa menghubungi sang nenek . Ia beranjak pergi ke kamar Minhwa .
" Minhwa !... Minhwaa ... Kamu sudah tidur ?" tanya Kookie .sambil mengetuk pintu kamar Minhwa .
Mendengar itu , Minhwa pun langsung membukakan pintu untuk Kookie .
" kenapa Kookie? Gue masih belum tidur ." jawab Minhwa .
" Kamu punya nomor telepon nenek Kyon kan?? Boleh aku minta?" Tanya Kookie .
Minhwa mengerutkan dahinya .
" Kenapa tiba-tiba nanyain nenek Kyon? Ada masalah?" tanya Minhwa .
Kookie pun menggelengkan kepalanya .
" Aku cuma kangen aja sama nenek . "
" Ini udah malem Kookie mending lo tidur . Gue akan send nomernya ke hp lo. " Ucap Minhwa .
Kookie pun terseyum senang mendengar itu .
" Hehe . Terimakasih Minhwaa ."
Minhwa tak menjawab dan langsung menutup pintu kamarnya . Kookie pun senang dan kembali lagi masuk kedalam kamarnya.
Setelah mendapat nomor nenek Kyon , Kookie mencoba meneleponnya . Namun tak ada jawaban apapun dari sang nenek.
" Nenek mungkin sudah tidur ya . Tapi aku tidak pernah melihat nenek main ponsel? Kenapa Minhwa punya nomernya? Aneh." gumam Kookie .
Ditengah kebingungannya , Kookie mendapat pesan misterius dari orang yang tidak ia kenali .
" nomer tidak dikenal? Siapa?" gumam Kookie .
Kookie pun membuka pesan tersebut . Matanya membulat ketika melihat seseorang yang sangat ia kenali itu duduk terikat disebuah kursi dan mulutnya terbungkam .
" Nenekk??" teriak Kookie .
Kookie pun langsung panik dan mencoba untuk menghubungi orang tersebut. Kookie mencoba menelepon orang itu .
" yaiishhh kenapa tidak diangkat !!!" panik Kookie .
Namun ponselnya kembali berdering menandakan pesan masuk yang ada disana . Pesam itu berisi titik lokasi yang tak pernah ia ketahui sama sekali .
Kookie membuka link lokasi itu . Terdapat satu titik lokasi yang menunjukan bahwa nenek Kyon berada disana . Disebuah gedung tua ditengah hutan belantara .
" Lokasinya tidak terlalu jauh dari sini . Aku harus pergi sekarang ." Gumam Kookie .
Kookie mengenakan jaketnya dan langsung berlari keluar dan hanya membawa ponsel sebagai penerangannya . Ia keluar dari pintu utama . Berlari keluar mengabaikan semua orang yang berjaga disana .
" nonaa .. Mau kemana ?" Tanya security yang bertugas dirumah itu .
" Bukakan pintu sekarang . Aku harus pergi !!!." ucap Kookie .
Namun sesuai dengan peraturan di Mansion itu ketika malam hari tidak boleh ada yang keluar tanpa seijin Minhyuk .
Security pun tidak membukakan pintu ,dan Kookie tidak mungkin memohon kepada daddy sambungnya itu .
Dengan nekat Kookie memanjat pagar yang menjulang tinggi itu untuk bisa keluar dan menyelamatkan sang nenek .
gimn ini?.