Indonesia
NovelToon NovelToon
The Moon Curse

The Moon Curse

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi / Kutukan
Popularitas:337
Nilai: 5
Nama Author: stella bluebell

wanita miskin yg biasa-biasa saja tiba tiba jadi putri bangsawan?
violenne lavienna arabelle wanita biasa berusia 29 tahun,yg bekerja di kota Nanterre,Paris.
Dia adalah wanita yg tidak mendapatkan peran keluarga,dan tidak tahu apa itu 'pulang' dia selalu bekerja keras untuk mewujudkan mimpinya yaitu memiliki keluarga yg harmonis.

usahanya sedikit lagi akan membuahkan hasil tapi...takdir berkata lain.dia tiba tiba saja mati,bukan tertabrak,bukan tertembak,bukan juga tertusuk,lalu apa?

semuanya terjadi begitu cepat,tanpa ada yg menyadari,ia sendiri juga tidak tahu apa yg sedang terjadi pada dirinya,lalu apakah hidupnya akan berakhir begitu saja?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon stella bluebell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 23 - Rencana Perang

 "Celestia," ucap Raja, memulai pembicaraan di tengah suasana ruang rapat yang tegang. "Ada apa, Yang Mulia?" jawabku dengan nada sangat malas. Aku datang ke istana untuk menghadiri pesta, bukan untuk menghadiri rapat membosankan seperti ini.

 "Kau kupanggil untuk menjelaskan rencana kita dalam menyelidiki sebuah organisasi gelap," lanjut Raja. "Organisasi Naga Hitam, bukan? Dan sepertinya kata menyelidiki kurang tepat jika digunakan untuk melakukan penyergapan." Raja tampak terkejut. "Bagaimana kau bisa tahu?" Aku tersenyum kecil. "Tentu saja, aku kan peramal." "Kau sungguh seorang peramal? Itu hal yang sangat menakjubkan." "Tentu saja.... aku bercanda." "..."

 "Lalu, kenapa kael juga ikut dipanggil?" tanyaku sambil melirik Kael. Raja menjawab santai, "Oh, dia? Dia tidak dipanggil. Dia hanya mengikutimu." Kael langsung menyahut dengan tatapan sinis, "Tentu saja aku harus mengikutinya. Siapa tahu anak dan ayah sama saja." Gawat. Dia masih mengingat kejadian di pesta dansa kemarin. Batinku mulai cemas mengingat kejadian sebelumnya.

 "Baiklah, akan kujelaskan rencananya. Jika kau khawatir dengan tunanganmu yang sangat amat aneh ini, kau boleh tetap di sini," ujar Raja. Kael mengangguk. "Baik, terima kasih, Raja." Setelah Kael mendapat izin untuk ikut dalam pembicaraan, Raja kembali menjelaskan rencana yang sebenarnya kubuat sendiri.

 "Apa!!?" Kyle langsung menyela begitu Raja selesai menjelaskan. "Aku sama sekali tidak mengizinkan Celestia ikut ke medan perang untuk melawan orang-orang yang kekuatannya tidak diketahui itu!." Aku menatapnya dengan terharu. "Kael..." Namun, ia melanjutkan, "Celestia itu perempuan dan dia juga bukan seorang kesatria. Dia tidak memiliki kewajiban untuk ikut berperang."

 "Dia adalah seorang dewi...," sahut Raja, seolah membantah perkataan Kael. Kyle langsung membalas dengan marah, "Kau bodoh, ya? Dewi tidak akan lahir kembali. Lagipula, Celestia bukan dewi!" Nada suaranya meninggi karena tidak terima jika aku seolah dipaksa ikut dalam peperangan.

 "Lalu, kenapa kekuatannya sangat tidak masuk akal? Dan kenapa dia bisa membaca bahasa dewi?" tanya Raja kembali. Bahasa dewi? Mungkin yang dimaksud Raja adalah tulisan dalam buku sihir yang pernah diberikannya kepadaku. Aku mulai bingung dan mencoba mengingat kembali buku tersebut.

 "Kael, aku akan ikut ke medan perang itu," ucapku sambil menatapnya. "Kenapa, Celes?" tanyanya. Aku menjawab dengan tenang, "Karena yang mereka cari adalah aku." Kael pun terdiam. Ia hanya bisa menerima keputusanku setelah mendengar alasanku.

 "Ayahanda!" Pangeran Gabriel tiba-tiba masuk ke dalam ruangan. Napasnya belum teratur setelah berlari dari aula pesta menuju ruang rapat yang cukup jauh. "Sebelum berperang..., ada sesuatu yang ingin aku lakukan," ucapnya. Raja menatapnya. "Apa itu?"

 "Jika aku mati dalam peperangan itu, berarti aku akan meninggalkan Nera, bukan? Jika itu terjadi, reputasinya akan hancur dan kerajaan akan kehilangan penerus. Maka dari itu, izinkan aku menikah sebelum berangkat ke medan perang."

 Aku tentu saja terkejut mendengar ucapan Pangeran Gabriel yang tiba-tiba itu. Dia baru saja bertunangan. Baru saja! Bahkan belum satu jam, dia sudah ingin langsung menikah.

 "Jadi begitu? Baiklah," jawab Raja dengan tenang.

 Jangan ditanya lagi bagaimana keadaanku. Aku benar-benar terkejut. Perang kecil itu akan dimulai satu setengah tahun dari sekarang. Artinya, Pangeran Gabriel ingin menikah lebih cepat agar bisa memiliki keturunan bagi kerajaan sebelum berangkat berperang.

 Aku harus menghalalkan segala cara agar tidak hamil anaknya.

 Ternyata, apa pun yang kulakukan tetap tidak bisa mengalahkan keras kepalanya Pangeran Gabriel. Pernikahannya akan diadakan tiga bulan dari sekarang.

 Bukankah ini gila?

ya benar ini sangat gila,author pun bingung apa yg dipikirin Gabriel...

Aneh ya..

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!