Pengorbananku untuk selalu mempertahankan cinta kita berakhir hancur,karena hilangnya sebuah kepercayaan mu padaku,hanya karena sebuah kesalahpahaman kamu memilih meninggalkanku .
Namun aku tidak sebodoh itu untuk meratapi kepergian mu,jika kamu meninggalkanku aku tidak akan bertindak bodoh untuk tetep bertahan menunggumu dengan cinta yang masih tersimpan di hati.
Aku akan membalas rasa sakit di hatiku agar kamu tahu bagaimana rasanya menjadi orang yang sudah tidak dipercayai lagi.
Bagaimana kisah selanjutnya..........
Selamat membaca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon j. seft, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 23
Damara menunggu nenek yang masih terbaring tertidur ,hingga larut malam damara mengantuk dan tertidur dengan posisi duduk dengan kepala nya yang menyender di dinding.
Jam 00.46 ,nenek terbangun dan melihat ke sekelilingnya ,mata nenek jatuh pada Damara yang tertidur di samping ranjangnya . Nenek tersenyum ,"Aku bersyukur bisa bertemu denganmu lagi nak" ucap nenek itu .
Nenek mengelus lengan damara dengan sayang,"Terima kasih karena sudah menolong nenek" ucap nenek lagi.
Keesokan harinya.........
Damara terbangun ,"Hoamm " damara menguap . Lalu damara melihat ke arah depan dan kaget melihat dokter yang sudah ada di depannya dan nenek ternyata sudah sadar .
Damara spontan berdiri karena kaget ,"Maaf ,maafkan saya ,saya tidak tahu kalau dokter sudah datang dan nenek sudah bangun ,maafkan saya karena tidak sopan" ucap damara gugup.
Nenek tersenyum kecil ,"Jangan meminta maaf nak ,kamu tidak salah ,tadi dokter ingin membangunkan mu tapi nenek yang menyuruhnya untuk tidak membangunkan mu karena nenek melihat wajahmu yang kelelahan ,jangan salahkan dirimu ya nak" ucap nenek .
Damara mengangguk pelan. Dokter telah selesai memeriksa nenek ,Damara melihat ke arah dokter dan bertanya pada dokter ,"Bagaimana kondisi nenek dok ?" tanya damara.
Dokter itu tersenyum ,"Alhamdulillah kondisi nenek sudah membaik ,jika kondisi nenek terus stabil sore nanti nenek bisa pulang" ucap dokter.
Damara menghembuskan nafasnya pelan ,"Alhamdulillah " ucap Damara.
Dokter itu tersenyum lalu meninggalkan ruang perawatan nenek .
Damara menatap nenek ,"Nenek mau sarapan apa biar saya Carikan untuk nenek" tanya Damara.
Nenek tersenyum melihat ketulusan di mata Damara ,"Nenek apa saja mau nak ,nenek bukan orang yang pemilih " ucap nenek . Damara mengangguk ,"Damara cari sarapan dulu untuk nenek ya ,nenek tunggu Damara kembali" ucap Damara lalu meninggalkan nenek .
Beberapa menit kemudian ........
Damara sudah kembali dengan membawa sarapan ,"nek Damara bawa bubur untuk nenek ,nenek sarapan dulu ya sebelum minum obat" ucap Damara.
Nenek menurut pada Damara lalu memakan sarapannya dibantu Damara.
Nenek menatap Damara yang tidak ikut sarapan ,sarapan milik Damara masih berada di samping ranjang nenek.
"Nak kenapa kamu tidak sarapan ,nenek bisa sendiri ,kamu sarapan dulu ya " ucap nenek .
Damara menggeleng ,"Damara akan makan setelah nenek selesai " jawab damara.
Nenek tersenyum ,"Terima kasih nak ,nenek sangat beruntung kamu sudah merawat nenek dengan sepenuh hati,nenek tidak tahu bagaimana nasib nenek jika tidak bertemu denganmu" ucap nenek sambil mengelus tangan Damara.
Damara tersenyum dan mengangguk , "Oh iya nenek tahu nomor Anak atau suami nenek kemarin ,damara akan mengabari keluarga nenek ,pasti keluarga nenek sedang mencari cari nenek " ucap damara.
Nenek terdiam sebentar lalu menatap damara ,"nenek sudah tua untuk mengingat nomor telepon nak ,nenek tidak tahu ,semua data nenek ada di tas yang dijambret kemarin " jawab nenek pada damara.
Damara mengaruk kepalanya yang tidak gatal ,"Haduh bagaimana ya ,kalau alamat rumah nenek ,nenek pasti tidak lupa kan?" tanya damara.
Nenek tertawa kecil ,"Kalau alamat rumah mana mungkin nenek lupa nak ,bagaimana nenek bisa pulang kalau rumah nenek lupa" jawab nenek disertai kekehan .
Damara tertawa kecil ,"benar juga ya ,nenek tenang saja ,sore nanti setelah damara izin pada bos damara ,damara akan mengantar nenek ke rumah nenek " ucap damara .
Mata nenek berkaca kaca ," terima kasih nak kamu baik sekali ,semoga Tuhan membalas kebaikanmu dengan berlipat lipat " ucap nenek .
"Aminn nek ,terima kasih doanya" jawab Indira sambil tersenyum.