Empat tahun lamanya Arunika mengalah dan hidup sebagai istri pajangan, demi menghormati amanah almarhum ayahnya. Namun, segalanya hancur saat ia mendengar rencana kejam Saka. Pria itu berniat menikah lagi dengan kekasihnya, namun menolak menceraikan Arunika hanya karena butuh statusnya demi warisan keluarga Daniswara. Saka mengira Arunika wanita lemah yang akan pasrah dipoligami.
Kekecewaan mendalam itu justru membangkitkan sisi cerdas yang selama ini Arunika sembunyikan. Tanpa labrakan histeris, Arunika menyusun skenario skakmat dalam senyap. Tepat di hari pernikahan megah Saka, ia melangkah pergi membawa dokumen cerai dan menayangkan video perselingkuhan suaminya di gedung pesta. Sebuah langkah sunyi yang tidak hanya menyelamatkan harga dirinya, tetapi juga menjadi awal runtuhnya seluruh takhta palsu yang Saka banggakan.
Ingin tahu kisah selengkapnya? Yuk ikuti cerita Langkah Sunyi Arunika hanya di NovelToon
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23 Pencarian yang Melelahkan
Penerbangan malam dari Jakarta mendaratkan Saka di Yogyakarta dengan sisa-sisa tenaga yang semakin menipis. Namun Saka menolak untuk menyerah, meskipun data yang mereka dapatkan hanya sebagian, tidak tahu Arunika berada di wilayah Jogja bagian mana. Namun Saka tidak peduli, dia tetap datang ke kota budaya ini.
Bersama Bram, anak buah kepercayaannya yang ia bawa dari ibu kota, Saka melangkah keluar dari pintu kedatangan bandara dengan rahang mengetat dan sepasang mata yang memancarkan obsesi liar. Penyesalan batinnya telah berubah menjadi kegilaan yang menuntut kepuasan. Dia harus menemukan Arunika, secepatnya. Membawa mantan istrinya itu kembali ke Jakarta, mendampinginya memimpin Daniswara Group.
Malam pertama di hotel, di tengah kepulan asap rokok yang memenuhi kamar, Saka menggelar sebuah peta digital Yogyakarta di atas meja bersama Bram.
"Kita mulai dari mana besok, Tuan?" tanya Bram takzim, menatap bosnya yang tampak kuyu. "Yogyakarta ini luas, dan kita hanya tahu Ibu Arunika bergerak ke arah sini tanpa mendapatkan alamat domisili yang jelas.
Saka tidak langsung menjawab. Dia sangat yakin kepergian Arunika dengan senyap ada pihak lain yang membantunya. Terduga pertama adalah Dinda, mengingat keluarga sahabat Arunika itu bukan keluarga biasa. Tapi, berulang kali dia berusaha bertanya pada Dinda,selalu berakhir dengan penolakan. Saka juga sudah mengirim anak buahnya untuk mengawasi Dinda, namun tidak mendapatkan hasil mengenai Arunika. Terduga kedua tentu saja Kevin. Namun temannya semasa SMA itu benar-benar menjaga profesionalitas, menjaga rahasia kliennya dengan baik, dan Saka tidak bisa memaksanya. Satu-satunya arah yang bisa membantu Saka menemukan Arunika adalah ketenangan kampus lama mantan istrinya itu, yang menjelaskan Arunika sudah menyelesaikan pendidikannya dan sempat mendaftar untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya.
"Lacak dari semua instansi pendidikan tinggi dan jalur alumni kelulusan Arunika di Jakarta. Arunika orang yang aktif, dia tidak mungkin hanya diam saja di kota ini. Seperti informasi yang kita dapatkan dari kampus lamanya, Arunika lulus dengan cepat dengan nilai yang sangat baik dan pernah mendaftar untuk melanjutkan ke S2. Kemungkinan besar dia ke kota ini karena ingin melanjutkan pendidikannya," Saka diam sejenak, dia teringat pada suatu pagi saat mereka sarapan, jauh sebelum rencananya menikah lagi, Arunika pernah meminta izin padanya untuk melanjutkan pendidikan ke S2. "Kita Cari dia di beberapa universitas terbaik di kota ini. Besok pagi-pagi sekali kita bergerak."
Pikiran Saka menegenai Arunika yang mungkin melanjutkan pendidikannya di Yogyakarta sudah tepat, namun yang Saka tidak ketahui adanya tembok tinggi yang menjaga Arunika dari pencarian Saka. Ada orang-orang Mas Anggoro yang menjaga Arunika di sekitar rumah. Sementara di Kampus, ada Mahendra yang bahkan menghilangkan jejak data Arunika untuk sementara sebagai mahasiswi S2 di universitas tempat Arunika saat ini menempuh pendidikannya.
Maka, memasuki hari kedua dan ketiga, pencarian Saka berubah menjadi labirin kegagalan yang menguras emosi. Membuat Saka dan Bram menyisir beberapa kawasan di Jogja, mendatangi agen-agen bus, hingga memeriksa beberapa penginapan lokal, tempat kost maupun rumah sewa secara acak. Hasilnya nihil. Jaringan pengawal rahasia bentukan Mahendra di Jogja bergerak taktis, setiap kali anak buah Saka mencoba menggali informasi digital, intelijen Mahendra diam-diam mengacaukan sinyal atau memotong jalur informasi mereka di lapangan, membuat Saka terus meraba-raba di dalam kegelapan.
Hari ini sudah hari ke empat Saka di Jogja. Di bawah terik matahari siang di kawasan Kaliurang, mobil sewaan Saka berhenti di dekat sebuah jajaran pertokoan dan area pasar lokal. Saka mulai frustasi memutuskan turun dari mobil untuk membeli sebotol air mineral dingin demi meredam pening di kepalanya.
Saka melangkah di trotoar yang cukup ramai, ia berpapasan dengan seorang gadis muda yang menggunakan hijab polos. Di tangan gadis itu membawa kantong belanjaan sayur hidroponik. Namun bukan itu yang menarik perhatian Saka untuk menyapa gadis berhijab polos itu. Melainkan dia melihat gadis itu mengenakan kaus berlogo salah satu fakultas di UGM. Insting keputusasaan Saka mendadak bergerak liar. Saka langsung menghadang langkah gadis muda itu, yang tidak lain adalah Anggita.
Saka mengeluarkan gawai dari sakunya, lalu menunjukkan sebuah foto digital Arunika berhijab pastel di atas layar. "Permisi... Apa kamu pernah melihat wanita di dalam foto ini?" tanya Saka, suaranya menuntut dengan intimidasi seorang CEO. "Dia mungkin berada di sekitar kawasan kampus UGM atau Sleman sini dalam beberapa minggu terakhir."
Anggita tersentak kecil, jantungnya mendadak berdegup kencang saat matanya mengenali wajah pria di hadapannya. Dari deskripsi foto skandal di media sosial dan cerita Mas Anggoro, Anggita langsung mengenali dengan sangat pasti. Pria kusut di depannya ini adalah Saka Daniswara, mantan suami Arunika.
Kecerdasan dan ketenangan yang tertular dari Arunika, membuat Anggita tidak memperlihatkan gurat kepanikan sedikit pun. Gadis itu berpura-pura mengamati foto di layar dengan kening berkerut, lalu memasang wajah seolah-olah dia baru saja mendapatkan ingatan yang segar.
"Oh... mbak ini?" ucap Anggita, suaranya terdengar polos dan meyakinkan, menipu Saka mentah-mentah. "Saya bertemu dan sempat bicara dengan mbak ini dua hari yang lalu, Mas. Waktu itu dia membawa tas jinjing besar naik bus umum ke arah kabupaten Gunungkidul, di sudut kota yang jauh di daerah perbukitan selatan sana. Waktu saya tanya mau apa, katanya dia mau menetap di rumah saudaranya di daerah pelosok pantai."
Mendengar kata 'Gunungkidul dan pelosok pantai yang berada berlawanan dari Sleman, sepasang mata Saka mendadak berbinar dipenuhi harapan. "Kamu yakin?"
"Iya, yakin sekali, Mas. Mbak ini sangat cantik dan anggun. Dia juga bilang pada saya, kalau dia sedang bersembunyi dari kejaran mantan suaminya," kelit Anggita dengan senyum manis yang manipulatif.
Saka sangat yakin dengan penjelasan gadis muda di hadapannya ini, karena penjelasan terakhir Anggita yang mengatakan Arunika sedang sembunyi darinya.
"Bram! Masuk ke mobil! Kita bergerak ke arah selatan sekarang juga!" teriak Saka tanpa membuang waktu lagi, berbalik arah berlari menuju mobil sewaan tanpa mengucapkan terima kasih pada Anggita.
Anggita berdiri mematung di trotoar, menatap kepergian mobil Saka yang melaju kencang menuju sudut Jogja yang sangat jauh dengan senyum kemenangan yang sangat elegan. Detik itu juga, Anggita langsung merengkuh ponselnya, mengirimkan pesan darurat kepada Mas Anggoro agar memperketat penjagaan untuk Arunika. Karena Saka sudah berada di Jogja.
Selama hari ke lima hingga hari ke sepuluh, Saka dan Bram benar-benar tersesat di daerah Gunungkidul, membuang waktu berharga mereka menyisir daerah pelosok pantai yang kosong dari jejak Arunika, akibat dikelabui oleh Anggita. Frustasi Saka telah sampai ke ubun-ubun ketika dia menyadari informasi itu buntu.
Sementara Saka menghabiskan waktu bagai orang gila di Yogyakarta, neraka yang sesungguhnya sedang bergejolak di Jakarta.
Ketiadaan Saka yang cukup lama di perusahaan tanpa kabar, memicu terjadinya kepanikan di kantor pusat. Akibat pelarian egois Saka, roda operasional raksasa Daniswara Group kembali bergoyang hebat. Banyak urusan penting perusahaan, mulai dari penandatanganan kontrak mega proyek, manifes pengapalan logistik internasional, hingga persetujuan likuiditas bank, tertunda total dan terbengkalai murni karena membutuhkan keputusan pimpinan dan tanda tangan dan otoritas resmi dari Saka selaku CEO yang sah secara hukum.
Investor-investor dari luar negeri seperti Singapura mulai menyuarakan kemarahan mereka, membuat nilai saham perusahaan kembali terjun bebas ke titik merah.
Jajaran dewan direksi yang kian panik akhirnya memutuskan untuk mendatangi kantor Pak Baskoro dan kediaman utama Daniswara untuk melaporkan kekacauan operasional ini langsung ke hadapan Tuan Agung Daniswara.
Di dalam ruangan perpustakaan rumah utama, Kakek Agung mendengarkan tuntutan resmi dewan direksi dengan rahang mengetat penuh amarah yang luar biasa. Melalui laporan senyap Darma, Kakek Agung tahu Saka sedang berada di Jogja untuk mencari Arunika.
Namun, melihat laporan dokumen perusahaan terbengkalai hancur karena ditinggalkan begitu saja oleh Saka karena urusan pribadinya, batin pria tua itu akhirnya mengeras. Saka tidak lagi layak diberi toleransi, dia harus diseret pulang untuk menerima "hukuman" korporasinya dalam waktu dekat.
Dua minggu sudah Saka di Yogyakarta. Dia sudah kembali ke pusat kota Yogyakarta setelah pencariannya di Gunungkidul gagal. Hari ini dua minggu sudah dia berada di Jogja. Saka duduk di sebuah kafe yang berada di satu gedung dengan rumah sakit dan bersebelahan dengan hotel tempat dia menginap. Dari tempatnya duduk, Saka melihat sosok wanita yang selama ini dia cari. Saka mengenali cara jalannya, caranya memegang tas, dan Saka sangat yakin itu Arunika, meskipun wajahnya tertutup masker.
"Arunika!"
slain mngabaikn istri,dia jg smp ngsih obt dlm dosis tnggi biar nika ga hmil anknya...mnyebalkn kl skrng smp ngejar nika,bkn krna cnta tp krna hrta...🙄🙄🙄
yang pastinya mau balikan agar bisa jadi orang kaya lagi 🤣🤣🤣🤣
d kira gmpng gt buat ktmu sm nika.....🙄🙄🙄
stlh mnyesal krna udh mnykti arunika,sbntr lg bkln d ksih kjutan yg lain dr istri trcnta.....🙄🙄🙄
senengnya kalo arunika tetap di kelilingi org2 baik ,,
gx perlu km ketemu lgi dg saka ,, biar laa dy hdup yg telah di pilih ny ,,
slain kluarga,ada jg mas mahen yg diam2 prhtian....mnimal yg onoh ga bkln brani ngusik lg....
Lanjut thor👍👍