Indonesia
NovelToon NovelToon
Civilization Of Warlord

Civilization Of Warlord

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Fanfic / Vrmmorpg / Game
Popularitas:61.7k
Nilai: 5
Nama Author: orpmy

Kirana seorang pro gamer yang memilih untuk pensiun karena penghianatan teman-temannya.

Karena penghianatan tersebut membuat Kirana yang tidak mempercayai rekannya terpaksa harus mengakhiri karirnya sebagai PROgamer.

Satu tahun setelah menghilangkannya Kirana, Civilization of Warlord yang kehilangan banyak pemain akhirnya merilis versi terbaru yang sekarang telah menjadi Virtual reality game.

Dengan sistem baru yang membuat game CoW menjadi lebih nyata akankah membuat Kirana sang Srikandi kembali ke Medan perang?.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon orpmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertempuran Yang Tidak Mungkin Dimenangkan

{Wahai kalian yang telah membuat kekacauan di hutan ini.….}

Dengan menggunakan [Death Scream] Athena berbicara pada semua pasukan demihuman.

{Terimalah hukuman kalian}

Melihat jika ancaman yang dia berikan berhasil membuat para demihuman ketakutan, Athena kemudian memerintahkan para semut penembak menyerang dari atas pohon.

“ATTACK!.”

Splat splat splat ……

Dalam waktu yang bersamaan 200 semut shooter menembakkan cairan korosi pada pasukan di bawahnya.

“Aaaaaa panas!.”

“Toloooong!”

“Mataku matakuuuuuu!.”

Menerima serangan dari atas membuat formasi pasukan di bawah menjadi kacau balau.

Tidak ingin jika usahanya untuk mengambil alih desa goblin gagal, Crome pun segera menyusun kembali pasukannya.

“Semuanya berbaris!, Infantri segera dirikan Formas Fotress!.” perintah pemain dengan Avatar gajah itu.

“Crow cepat urus pemimpin mereka!.” lanjutnya.

Walaupun diteriaki oleh temannya, manusia gagak yang memiliki kebanggaan tinggi itu sama sekali tidak marah. Dia tahu jika saat ini keadaan begitu genting. Jumlah pasukan mereka yang tersisa hanya sekitar 30 Npc, sementara pasukan semut yang baru datang berjumlah ratusan.

Dalam segi kekuatan dan jumlah sudah pasti pihak mereka akan kalah, tapi bukan berarti pihak mereka tidak memilikinya kesempatan.

Prang di game ini memilik banyak faktor penentu kemenangan, salah satunya adalah komandan. Jika sebuah pasukan komandannya terbunuh maka 50% kekuatan pasukan itu akan berkurang.

Crow yang merupakan seorang assassin memiliki kemampuan untuk menyembunyikan keberadaannya, dia menyelinap diantara pasukan musuh dan membunuh komandan lawannya dari belakang.

‘Kena kau.’ pikir Crow saat mengayunkan cakar kaki ke arah semut humanoid yang sedang asik memakan tubuh temannya.

Tapi...

Traaang!!!

Cakar itu tidak mempan pada kulit keras Spesial ant Rara.

“Gila!”

Crow begitu terkejut karena serangannya hanya menggores cangkang semut itu. Merasa ada yang telah memukulnya Rara menoleh kebelakang melihat Crow terbang di dekatnya.

“Tuan burung apa kau enak?.” tanya Rara seperti anak kecil melihat makanan.

Perlahan Rara membuka mulutnya yang penuh darah dan potongan daging. Kemudian...

(Note : Omae wa mo shinde iru)

“Nani!.”

Wussss

Jraaa.…

Dalam sekejap salah satu kaki crow menghilang.

‘Sial jika tidak menghindar tepat waktu mungkin tubuhku akan terbelah dua.’

Crow tidak dapat melihatnya kecepatan gerak manusia semut itu hingga membuatnya terlambat bereaksi. Gagak itu kemudian menatap Rara yang sudah berada di tempat lain dengan kaki miliknya di dalam mulut monster itu.

“Sial dia terlalu kuat.”

Merasakan jika tidak mungkin dia memilik kesempatan untuk menang, Crow segera berbalik untuk bergabung bersama Crome. Namu dia segera menyadari jika kondisi pasukan Crome pun tidak lebih baik darinya.

Blaar blaaar blaaaar.

Dari atas berjatuhan semut dengan tubuh besar, menghantam tanah dengan bobot yang begitu berat. Semut pembawa dengan perut yang terisi penuh oleh daging dari kelabang raksasa. Pasukan musuh yang tertimpa semut ini dalam sekejap menjadi jus daging.

(Note : bagaimana semut seberat itu bisa naik pohon?.)

Braaak

Dijatuhi semut pembawa membuat pertahanan Formas Fotress yang dibentuk oleh pasukan demikian hancur.

Melihat Formas itu hancur membuat Crome menyadari jika pertempuran ini mustahil mereka menangkan. Kemudian dengan pasukan yang masih tersisa Manusia gajah itu mulai penarikan.

“Mundur... MUNDUR!.” Perintah Crome.

Tapi sebelum pasukannya berhasil melarikan diri, Athena memulai gelombang serangan terakhir pasukan semut.

“Guardian ant tutup pintu keluar.” perintah Mandragora itu.

200 guardian Ant yang sejak tadi hanya diam segera berlari menuruni pohon menuju gerbang desa goblin.

Crome yang mengetahui rencana itu segera berlari menyelamatkan diri bersama beberapa pasukannya. Namun dia terlambat pasukan semut yang berlari cepat telah memenuhi gerbang desa.

“Siaal, jangan meremehkan aku!” gajah itu berteriak pada para semut, dia terus berlari bahkan lebih cepat berniat untuk menabrak kerumunan itu.

“[Charge Attack]”

Crome menggunakan skill khusus miliknya, skill yang selalu dia gunakan untuk mendobrak benteng lawan, kekuatan dobrak dari skill ini tergantung pada pasukan yang menemaninya.

“Hanya ada 12 pasukan yang bersamaku, tapi mereka hanya semut dengan ukuran lebih besar, seharusnya kekuatan segini akan cukup untuk menerobos.” Crome merasa yakin jika skill andalannya dapat membuatnya lolos dari Kematian.

Melihat pasukan Crome yang ingin kabur menggunakan skill [Charge Attack] membuat senyum gila Athena semakin lebar.

“Oh… lihat itu adalah skill yang langka, aku penasaran jika skill itu di adu dengan kekuatan Formas Fotress milik guardian Ant mana yang lebih kuat.”

Athena kemudian mengibaskan tangannya yang menjadi pertanda bagi seluruh guardian Ant untuk mengunakan Formas Fotress. Kemudian dalam sekejap 200 semut membentuk dinding menutupi jalan keluar.

“Fu*k bagaimana mereka bisa menggunakan formasi Fotress dengan peserta sebanyak itu dalam waktu singkat!.” maki Crome.

Melihat tembok didepannya membuat kepercayaan diri gajah itu lenyap, dia berusaha untuk menghentikan dirinya tapi skill [charge attack] tidak mengizinkan.

“Tidak… berhenti TIDAK!.”

BRAAAAKK!.

Bagaikan sebuah bus yang menabrak tembok besi, Crome merasakan seluruh tulangnya remuk. Sementara itu ke dua belas pasukannya tewas akibat tabrakan tersebut.

“Hemmm… terlalu buruk.” ucap Athena yang terlihat kecewa karena kekuatan serangan charge attack dari Crome tidak sekuat yang ia harapkan.

***

Crome yang tidak dapat menggerakkan Avatarnya karena tulangnya yang hancur hanya bisa menatap layar.

Di atas dia dapat menyaksikan Crow yang berulang kali diserang oleh semut setengah manusia.

Manusia burung itu benar-benar kesulitan menghadapi serangan yang datang, luka ditubuhnya membuatnya hampir tidak dapat untuk menahan keseimbangan saat terbang.

Sadar jika terus seperti ini tidak akan ada dari mereka yang selamat, Crome mulai menghubungi Crow lewat friends chat.

Mendapat pesan dari Crome, gagak itu menatap sahabatnya yang terkapar di tanah.

“Cih.” Crow hanya bisa mendecakkan lidah melihat temannya yang sudah menyerah.

“Tapi bagaimana aku bisa lolos dari monster ini?.” pikir Crow yang terus-terusan mendapat serangan dari Rara.

Gagak kemudian melirik sisa-sisa mayat Sunday yang masih terletak di atas monolit.

Gagak tidak mengerti apa yang direncanakan oleh temannya. Tapi berpikir jika tidak ada rencana lain dia pun mulai berusaha untuk mengambil Arrow bom milik Sunday.

“Graaa Burung!.” tapi Rara kembali meluncur dengan cepat kearahnya. Crow yang sadar jika kali ini tidak dapat menghindar segera bersiap untuk melakukan serangan dengan cakarnya yang masih tersisa.

Jraaas

Namun hasilnya kaki terakhir crow menghilang.

“Sial, akan aku ingat ini.” ucapnya.

Crow menang sengaja mengorbankan kaki terakhirnya agar dia dapat mencapai monolit. Kemudian setelah meraih Arrow bom crow segera melemparnya kearah Crome.

“Hahaha ini pertama kalinya aku menggunakan skill ini.” Crome menatap Arrow bom yang meluncur kearahnya.

“[Strong Suction]”

Crome menggunakan skill khusus ras yang dimiliki oleh Avatar manusia gajah. Kemampuan yang dapat menyedot udara dalam jumlah besar. Skill yang kurang diminati karena tidak terlalu berharga.

Ya memangnya untuk apa menggunakan skill penyedot udara?, Apa mereka bisa meniupkan angin yang mereka sedot untuk menerbangkan musuh?. Tidak kekuatan pendorongnya bahkan tidak sanggup untuk meniup gelembung.

Tapi Avatar manusia gajah tetap digemari walaupun skill bawaan mereka sangat tidak berguna, itu disebabkan oleh ketahui fisik mereka yang sangat cocok untuk para Tank.

Lalu kenapa Crome meminta gagak untuk melemparinya dengan Arrow bom lalu mengunakan skill tidak berguna itu?.

Ding.

[jawabannya di chapter berikutnya]

***

Chp 24 end.

1
Azure
halo aku pendatang baru

ceritanya menarik aku suka💜
Hito
mntaps
Alreia
Artemis? tokoh cerita kak Orphmy di cerita lain kah
~Anyelir~
up lagi kak
Mindy_Tinky-Winky
BTW bakalan ada genre yuri-nya nggak kayak Queen Parasite
Mindy_Tinky-Winky
semangat buat author nya paling suka novel kek ginian, yang mc-nya cewek.
Mindy_Tinky-Winky
wahahaha... ternyata orang tua toh yang berharap bereinkarnasi menjadi pohon...bukan ras Druid ato elf??
Ryadhipertama
up
Nana Ana
up thor
gehena
iya thor kayak sungai atau sesuatu
gehena
lah, bukan nya of course?
gehena
kayak sejenis COC atau LM gitu ya
Xing愿
menunggu pembantaian troll😏😈
Zul Khaidir
up
lux.reinzel
budak baru nih,
eksperimen baru juga hehe
Hinata Sakaguchi
Bawahan Baru Yey
KAGUYA
mencium bau"bawahan baru:V
Hinata Sakaguchi
Yah Bener Kurang Serek Aja Kalo Pake Nama Kali
Hinata Sakaguchi
🥷
Hinata Sakaguchi
Yahhhhhh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!