Indonesia
NovelToon NovelToon
Duda Dan Gadis

Duda Dan Gadis

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi
Popularitas:519.5k
Nilai: 5
Nama Author: HaysiAllem

Pagi ini, seorang gadis yang baru saja mendapatkan gelar sarjananya tengah memejamkan matanya meski ia sudah terbangun dari tidurnya sedari tadi.

Sekar Almira, nama yang diberikan oleh orangtua gadis tersebut hampir 22 tahun yang lalu.

Ia masih memikirkan tentang ucapan Ibunya minggu lalu. Bahwa pada hari ini, tepat jam 10 nanti, ia akan berkenalan dengan seorang pria yang di jodohkan dengannya. Bahkan gadis yang kerap disapa Mira ini sudah memohon kepada sang Ibu untuk membatalkan perjodohan ini. Mira merasa bahwa dirinya masih terlalu muda untuk menikah. Apalagi pria yang akan menjadi calon suaminya ini sudah berstatus duda. Catat!!! DUDA!!

Tak lama, pintu kamarnya terbuka. Siapa lagi yang berani masuk ke wilayah pribadinya selain Ibunda tercinta?

Wanita paruh baya itu mendekati putrinya dan menarik selimut yang membalut tubuh mungil Mira.

"Anak gadis kok jam segini belum bangun?! Kamu itu sudah mau menjadi istri orang loh! Jangan malas-malas lagi ah!" ucap wanita paruh baya tersebut sembari melipat selimut putrinya meski tahu jika putrinya hanya pura-pura tidur.

"Iya, Mamaaaa! Lagian Mama juga sih, ngapain jodohin Mira cepet-cepet. Iya kalau Bapaknya itu ganteng. Kalau enggak gimana? Mama mau tanggung jawab sama hati Mira yang bakalan hancur berkeping-keping? Sama hidup Mira yang bakalan berantakan?" sahutnya lebay. Mendapatkan toyoran di kepala dari Ibunya.

"Ngawur aja kamu kalau ngomong! Ini juga demi kebaikan kamu, tahu!? Cepet bangun terus mandi! Ini sudah jam 8. Calon suami kamu akan jemput jam setengah 10!" titah Ibunda Mira tak terbantahkan.

"Ho-oh Mamaaaa! Ini otewe kamar mandi!" jawab Mira sekenanya.

Mira pun meninggalkan Ibunya untuk menuju ke kamar mandi dan membersihkan badannya sesuai perintah sang Ibu tadi.

"Hahhh!!!! Selamat datang 'penderitaan'!" ucap Mira saat sudah berada di dalam kamar mandi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HaysiAllem, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 24

Sayup-sayup aku mendengar suara adzan subuh pertama berkumandang. Aku mencoba untuk membuka mata dan menemukan lampu kamar yang sudah di hidupkan. Dan sedikit terkejut saat melihat Mas Zafran keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.

"Mas? Mau ke masjid?" tanyaku sembari beranjak dari ranjang.

Mas Zafran pun mendekatiku dan memberikan kecupan di keningku yang pastinya berminyak dan kotor karena baru bangun tidur. Membayangkannya saja aku sudah imsecure. Hiks...

"Ih cium-cium! Jijik tau masih bau jigong!" Kataku. Tak bermaksud merendahkan diri sendiri sebenarnya. Tapi memang ini kenyataan kan? Hiks...

"Kamu cantik dan wangi dalam keadaan apapun," pujinya yang membuatku seperti melayang.

"Ih gombal! Awas, ah! Aku juga mau ke kamar mandi," kataku lagi. Lebih tepatnya untuk menghindari tatapan maut Mas Zafran yang bisa membuatku mabuk kepayang. Aih, lebay!

Aku pun dibiarkannya masuk ke kamar mandi untuk sekedar cuci muka dan gosok gigi. Tak lama kemudian aku kembali lagi ke hadapannya. Aku membantu Mas Zafran untuk mengancingkan baju kokonya. Diapun tak membuang-buang kesempatan untuk mencium dan memelukku tentu saja.

"Setelah ini tolong ambilkan baju koko dan sarung Rendra di kamarnya, ya!" pintanya membuatku sedikit heran.

"Rendra sudah mulai sholat?" tanyaku. Dan aku melihat Mas Zafran mengangguk.

"Almarhumah Mamanya sudah mengajarkan ia untuk sholat tepat waktu sejak dulu," balasnya. Nampak sekali raut kerinduan di wajah suamiku.

Cemburu? Jangan tanya lagi! Wanita mana yang tidak sedih saat melihat suaminya masih menyimpan rasa untuk wanita lain. Bahkan wanita itu sudah meninggalkan dunia untuk selama-lamanya. Salah nggak sih aku punya perasaan seperti ini untuk orang yang sudah meninggal?

Tapi aku kembali disadarkan oleh fakta. Suamiku dulu juga melakukan hal yang sama kepada Almarhumah istrinya. Dia selalu jujur jika masih mencintaiku meski sudah menikah ddengan Mbak Eva. Aku sekarang paham bagaimana rasanya. Dan aku salut akan kelapangan dada Mbak Eva. Wanita yang pernah menemani hidup suamiku itu, tetap menghormati Mas Zafran dan mencintainya meski Ia mengetahui kenyataan pahit yang tentu saja melukai hatinya sebagai seorang istri.

Aku pun berusaha untuk tersenyum di hadapan Mas Zafran. Aku tak mau Ia masih berpikir aku terlalu kekanakan hingga terlalu cemburu dengan orang yang bahkan sudah tidak mungkin merebut suamiku lagi.

"Mas yang bangunkan Rendra?" tanyaku mengalihkan pemikiranku sendiri.

"Iya, sayang!"

Aku keluar dari kamar untuk menuju kamar putra sulungku dan mengambilkannya pakaian untuk sholat.

Hmmmmn! Baiklah! Semangat, Mira!

Aku yakin aku bisa menjadi Istri dan Mami yang terbaik untuk keluarga kecilku mulai sekarang. Terimakasih, Mbak Eva! Kamu sudah sangat berjasa dengan melahirkan kedua jagoan yang sangat aku sayangi. Sekarang giliran aku yang menjaga dan menyayangi mereka ya, Mbak!

POV end

*

*

*

Matahari sudah siap menerangi bumi pagi ini. Tepat pukul 6 seluruh anggota keluarga sudah berkumpul di meja makan untuk menikmati sarapan yang sudah disiapkan oleh Ibu dan juga Almira.

Hanya nasi goreng dan telur mata sapi memang. Namun kehangatan yang diciptakan oleh keluarga itu membuat sarapan kali ini terasa sangat nikmat.

"Waaaaahhh! Masakan kamu enak sekali, Sekar! Nggak nyangka adik kecil Abang udah dewasa ya sekarang?" Puji Zaidan setelah menyuapkan satu sendok nasi dan telur ke mulutnya.

Sedangkan Almira hanya tersenyum menanggapinya. Sementara itu, Zafran yang melihat tatapan memuja dari Zaidan untuk masakan istrinya pun sedikit merasa terganggu.

"Ekhem!" dehamnya menghentikan godaan Zaidan untuk Almira.

"Almira sudah menjadi istri Mas mu sendiri, Zaidan! Berhenti menyebutnya adik kecilmu lagi!" titah Zafran dengan tatapan tajamnya.

Semua orang yang mendengar pun merasakan aura intimidasi yang kuat di dalam ucapan Zafran. Begitupun dengan Zaidan, adik kandung Zafran itu menelan ludahnya kasar setelah mendengar perintah berisi ancaman dari sang kakak.

Almira menyentuh lengan suaminya. Berusaha untuk meredakan emosinya.

"Dan kamu, Mira! Berhenti memanggilnya Abang! Kamu kakak iparnya sekarang. Panggil Zaidan sama seperti Mas memanggilnya!"

"I-iya, Mas!" Jawab Almira gugup. Bukan gugup karena takut sebenarnya. Justru ia gugup karena menahan tawanya. Melihat kecemburuan sang suami justru membuat ia melihatnya sebagai hal yang lucu.

Zaidan yang melihat tatapan penuh cinta dari kakaknya untuk adik kecilnya pun merasa lega. Setidaknya Almira tidak jatuh ke pelukan orang yang salah lagi.

Pria muda itu hanya bisa berdoa untuk kedua orang yang penting dalam hidupnya. Zafran sang kakak, dan Almira yang kini resmi menjadi kakak iparnya.

"Iya, deh! Maafkan adikmu ini ya, Mas! Mulai sekarang aku panggil Mbak deh ke kakak ipar kecilku itu," goda Zafran.

"Bagus!" Ucap Zafran. Menggundang gelengan kepala seluruh anggota keluarganya.

Mereka pun melanjutkan sarapan dan di akhiri dengan Almira yang membereskan peralatan makan di atas meja. Setelahnya wanita itu mengantar suami dan putra sulungnya untuk berangkat ke tujuan mereka masing-masing.

"Saya berangkat dulu, Mira! Jangan ganjen sama Zaidan!"

"Dih?! Mira nggak pernah ganjen ya sama Bang—ehm maksud Mira, Zaidan! Enak aja Mas Zafran ngomong kayak gitu!"

"Siapa tahu, kan? Mata kamu nggak bisa anteng soalnya kalau lihat cowok ganteng," balas Zafran sembari menyentil pelan kening Almira.

"Awwww! Suami Mira takut ya, kalau Mira kecantol sama cowok ganteng yang lebih muda? Hm, hm?" godanya

Almira tidak takut dengan wajah tanpa ekspresi sang suami, ia justru merasa gemas karena kecemburuan Zafran. Pria itu meski senang sekali menghemat ekspresi, tapi tak pernah pelit untuk menunjukkan perasaannya. Terlebih jika itu menyangkut orang-orang yang dicintainya.

"Ge-er, kamu!" elak Zafran. Pria itu mengalihkan atensinya pada bayi gembil yang ada di gendongan sang istri.

"Lihat, dek! Papa kita memang suka bohong. Adek nggak boleh niru-niru Papa, ya? Tiru Mami aja! Kan Mami Mira cantik nggak suka bohong. Nggak kayak Papa!" ucap Almira kembali menggoda suaminya.

Zafran pun melayangkan tatapan tajamnya untuk beradu dengan tatapan jahil sang istri. Pada akhirnya, kekuatan mata pria itu melemah juga saat menatap wajah istrinya yang sangat menggemaskan. Zafran menarik Almira ke dalam pelukannya, berikut dengan sang putra sulung juga.

"Saya itu Papanya anak-anak, bukan Papa kamu! Jangan panggil suamimu ini Papa!" ucap Zafran pelan.

"Ih nggak gitu, Mas! Kita tuh harus kasih contoh yang bagus buat anak-anak. Kalau di depan mereka, Mira nggak boleh panggil Mas Zafran! Mas Zafran juga nggak boleh panggil nama aja ke Mira. Nanti kalau anak-anak mencontoh panggilan kita gimana? Kita pokoknya harus Papa Mami -an kalau di depan anak-anak! Mas Zafran ini gimana sih, " nasehat Almira untuk Zafran.

Mau tak mau ucapan istrinya ini membuatnya tertawa gemas. Tidak ada yang spesial memang dengan kalimat istrinya tadi. Tapi mendengar sang istri memarahi dirinya layaknya seorang ibu yang menegur putranya sendiri membuatnya nampak menggemaskan. Apalagi dengan wajah cemberut istrinya itu.

"Papa, ayo!"

Teriakan Rendra dari dalam mobil membuyarkan lamunan sepasang suami istri itu. Mereka yang tersadar pun kompak mengiyakan panggilan dari putra mereka. Almira mengulurkan tangannya agar bisa mencium punggung tangan sang suami.

"Hati-hati ya, Mas! Jangan pulang sore! Mas Zafran udah janji cuma di kantor sampai siang aja!" tagih Almira.

"Iya, sayang! Kalau nggak urgent juga saya nggak mau berangkat ke kantor di hari cuti pernikahan kita," jawab Zafran.

"Hmm..."

"Assalamualaikum, istri! Assalamualaikum adek Geon," pamit Zafran sebelum melangkahkan kaki menuju mobilnya.

"Walaikumsalam Papa sayang!" balas Almira seraya menggoyang-goyangkan tangan bayinya.

Mesin mobil sudah dihidupkan. Zafran sudah mulai menginjak pedal gas secara perlahan. Pria itu membunyikan klakson sekali sebagai tanda berpamitan.

"Daaaa, Mami! Daaaa Adek! Abang sayang Mami sama Adek!" teriak Rendra meski tadi sudah sempat berpamitan.

"Daaaa, sayang! Mami sama Adek juga sayang Abang!" balas Almira tak kalah lantangnya.

Almira berhenti menggoyangkan tangan sang putra saat mobil suaminya tak lagi nampak dalam jarak pandangnya.

"Mi....Mi......" Geon yang berada di gendongan Almira pun berceloteh ria. Balita itu terus memanggil-manggil nama Maminya.

"Uluh-uluh anak Mami! Mau main sama Mami? Iya? Yuk kita masuk!" Ujar Almira sembari menciumi pipi gembul putra bungsunya. Dan wanita itu pun membawa putranya ke dalam rumah lagi.

*

*

*

To Be Continued

1
apajalah
🍂
Jihan Hwang
lucu thor.... aku baru baca dah dibikin senyum²...
mampir juga dikarya ku ya jika berkenan/Smile//Pray/
kagome
bau2 calon pelakor
kagome
cocok berarti mir😁
kagome
calon istri ajaib.kantong ajaib doraemon kali thor🤣
kagome
om duda gesrek ternyata.semangat thor🥰
kagome
nama calon suami gk tau.wah gk ada akhlak emang.11 12 ma aq thor😘
Nurafni Zalfaalituhayu
i love you to mas zafran .....to twiiiiit bngt sih
Nurafni Zalfaalituhayu
dari pertama bac aj adah ramai gimana ya ....kelanjuutan ya.....?????😀😀😀
mama een
xlo aku tim gx di aduk,, soal nya xlo di aduk aku jijik ngeliat nya seperti bekas muntahan xlo menurutku
Isnawati Wisnu
ga ada lanjutan nya ya
Novianti Mawardisyah Chaniago
top
Novianti Mawardisyah Chaniago
keren...
gladis21
baru kali ini baca novel orang kaye gk ad pembantu 😂😂😂
Ike Kartika
kmp jafran gk miara art aja.ya buat bantu2 beres2 rmh gt..jd kl ada kejadian gini kan gk kacau😅😅😅
Ike Kartika
ada masa lalu apa terhadp almira sm dirga..
Ike Kartika
🤣🤣🤣🤣🤣kocak.gaya almira mirip cerita ana anak nya reno sm nisa😅😅
Ike Kartika
br mulai bc ak dah mesem2..br x ini bc novel bs mesem2 ngebaygn gaya almira ky nya org nya kocak lucu penyang😅😅
s@gItaR!u$
aku baru ngeuh thor ..kenapa mamanya mira namanya harus sama kaya aku sih ...ketika aku baca "mama santika" berasa manggil diriku sendiri 😂😂😂😂
Nuzumul Hidayah
koq aku curiga Almira pernah deket SM Zaidan ya,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!