Indonesia
NovelToon NovelToon
Ratap

Ratap

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen School/College / Persahabatan
Popularitas:12.4k
Nilai: 5
Nama Author: Erwan Saputra

Banyak cerita yang ingin kubagi bersama mu.

Hari-hari saat kau tak ada .
Aku selalu cemas bagaimana aku melewati hari tanpa mu.
Tapi, semestinya hidup harus terus berjalan bukan?
Bayangmu di tengah-tengah cahaya senja, gelak tawamu di sela candaanku, dan senyum di kala sore itu.
Aku senang jika waktu berhenti seperti itu.

Bahkan jauh sebelum semua ini bermula, aku telah membayangkan beberapa kemungkinan.
Entah aku atau kau mengucapkan pisah lebih dahulu atau diam yang menjelaskan keadaan.
Jika kelak kita memang tak lagi bersama, tetaplah menjadi tempat teramat rahasia dan mimpi besar ku yang kubagi hanya padamu saja.
Aku harap itu benar-benar mewakili untuk membuat mu sedikit terhanyut pada ingatan masa lalu.
Kau tahu? Aku masih berkunjung sesekali, meski tanpa mu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erwan Saputra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bayang

...****************...

Di tengah Matahari yang mulai pulang ke peraduannya......

"Satu ... dua ... tiga ...," ucap Akhil sambil memegang kamera memotret teman-temannya.

Lalu terdengar bunyi, "Jepretttt" tampak sudah foto segerombolan tim pendakian malam ini.

"Satu kali lagi, Kil. Coba ganti gaya dulu heheh," ujar Rahmat yang berdiri di antara yang lainnya.

Mendengar ucapan Rahmat, Akhil mencoba menuruti perkataannya.

"Yaudah satu kali lagi, untuk yang selanjutnya kalian bayar. Mahal sewa fotografer zaman sekarang," jawab Akhil menggerutu.

Lalu kini Akhil mencoba untuk mengambil gambar mereka lagi.

"Satu ... dua ... ti...ga," ucap Akhil.

Dan ternyata Akhil melihat sosok bayangan wanita berbaju putih bergabung dalam barisan. Kali ini Akhil terkejut dengan cepat ia coba melihat kembali foto yang ia ambil tersebut untuk mengecek ulang tanda belum percaya atas apa yang ia lihat.

Sementara yang lain membubarkan diri coba kembali ke arah mobil.

"Ayo berangkat," teriak Zul dengan senang sambil mengepalkan tangan kanan mengarah ke langit jingga.

Dan yang lain coba mengikuti langkah kakinya. Billa dan Chika masih tetap di tempat foto tadinya bersama Wanda. Terlihat Billa dan Chika coba bertanya atas tingkah Wanda tadinya.

"Kamu tadi kenapa Wan? seperti ketakutan gitu?" tanya Chika.

"E-emmm......Enggak. Gakpapa kok," ucap Wanda coba untuk menutupi apa yang barusan terjadi.

Wanda pun tau kalau ia ceritakan bakalan menambah ketakutan acara pendakian mereka malam ini. Di tambah ia tau kalau sekarang ia tidak ada bukti atas apa yang ia lihat tadinya kepada mereka.

"Serius gakpapa?" tanya kembali kali ini oleh Billa.

"Iya gakpapa kok," ucap Wanda sambil tersenyum untuk menutupi kecemasannya.

Lalu mereka pergi meninggalkan tempat tersebut.

Sementara, Akhil masih berjibaku dengan kamera atas apa yang ia lihat. Melihat tingkah Akhil aneh seperti Wanda tadinya Putra coba menghampiri di kala yang lain sibuk kembali ke arah mobil.

"Ehh lu kenapa? jangan bilang sama kayak Wanda tadi?" tanya Putra.

"Ahh kamu, Put ngagetin aja," ucap Akhil terkejut masih memegang kamera.

"Lho kenapa Kil," tanya kembali Putra dengan tegas.

"Gakpapa, Put," tutupi Akhil.

"Yang bener Kil, bilang Lho kalau ternyata ada apa-apa," ujar Putra coba meyakinkan sambil memegang bahu kanan Akhil.

"Aman kok, Put," Akhil coba meyakinkan.

Akhil tidak menyangka apa yang di katakan Wanda tadinya ternyata terjadi padanya juga. Akhil masih terdiam terpatung sendiri yang di tinggalkan Putra berjalan. Teman-teman yang lainnya juga sudah mulai kembali ke mobil.

Putra sadar kalau Akhil masih mematung sendiri tanpa mengikutinya coba menyadarkan dari kejauhan.

"Woyy Khil!! Ayooo," teriak Putra ke arah Akhil.

Akhil berbalik badan dan berlari ke arah Putra seraya berkata, "Tunggu, Put."

Mereka semua kembali ke tempat duduknya masing-masing di dalam mobil. Terdengar lantang suara adzan menggema ketika mereka akan coba kembali beranjak.

Tiba-tiba Putra berkata, "Adzan, Khil. Tunggu selesai baru berangkat."

"Oh iya ya ...," Akhil menjawab. "Sebentar aku beritahu yang lain dulu.

Akhil kembali membuka pintu mobil untuk memberi tahu yang lainnya.

Akhil memberi kode dengan isyarat seraya berkata pelan kepada yang lainnya, "Tunggu selesai adzan baru kita gas lagi."

Semua yang teman-teman di dalam mobil lain sudah berada di dalam mobil, melihat Akhil dan mengerti apa yang dimaksud oleh bibir Akhil.

Mereka semua menunggu sejenak sampai selesai adzan.

Selain adzan berkumandang mereka lantas masuk ke area pedesaan desa Walang. Mereka jajaki jalanan yang mulai tampak gelap dan campur lampu terang dari ketiga mobil tersebut. Listrik di desa tersebut sudah ada namun jarak antar rumah yang cukup jauh di bandingkan rumah-rumah di kota besar membuat suasana gelapnya desa tersebut tetap terasa. Bangunan kayu khas masyarakat pedesaan serta lampu-lampu rumah berwarna kuning menambah suasana malam kian terasa gelapnya.

Di dalam mobil Billa, "Yakin ...,"Chika berkata sambil menghadap ke kedua temannya, "kita akan istirahat disini dulu ...? kenapa desanya cukup seram ya kelihatannya?"

Billa yang sedang menyetir menjawab, "Kenapa memangnya, Chik?"

"Lihat Loh ... bangunan dan suasana disini serem amat, Bill," ucap Chika.

Billa tersenyum tipis sambil berkata, "Namanya juga pedesaan, Chik. Kalau mau terang yang banyak lampu-lampunya ya ... kita balik aja ke ke kota."

Lalu Wanda dan Chika coba menertawakan Chika yang ketakutan.

Di lain mobil.....

Mobil Akhil berada di paling terakhir di belakang mobil Billa. Di dalamnya Satria dan Yoga tengah sibuk memperhatikan sekeliling desa tersebut. Lalu lalang nya orang-orang yang berpakaian islami mencoba untuk berangkat ke masjid menambah syahdu pedesaan kian terasa bagi mereka.

Sambil memalingkan wajah ke kanan dan ke kiri jalan Satria berkata, "Wahhh ... suasana pedesaan banget ya disini." Sambil memperhatikan sekitarnya.

"Desa kamu tempat kamu tinggal kayak ini juga gak, Put?"

Putra menoleh dan berkata, "Ya namanya desa masih satu kabupaten ya ... hampir-hampir mirip lah, Satria."

Tiba-tiba, Akhil yang sedang mengendarai mobil melihat sesuatu bayangan yang tiba-tiba lewat depan mobil mereka, "Wussss......" Akhil coba mengerem.

"Astaghfirullah," ucap Akhil menginjak rem mobil.

Sontak penumpang di dalamnya yang sedang duduk badannya termaju karena rem dadakan itu.

"Aduh....," ucap Yoga mengelus kening karena terkena bagian bangku tempat Akhil duduk, "Kenapa Khil?"

"A-anu ... ta- tadi ... ada bayangan lewat tepat di depan mobil kita," ucap gagap Akhil.

Mendengar hal tersebut semuanya terkejut.

"Hah ... bayangan? maksud mu itu gimana, Khil?", tanya Putra.

"Iya bayang, Put," jawab Akhil.

Satria mencoba melihat ke depan mobil namun tidak nampak apa-apa.

"Hmm.... ada-ada aja kamu, Khil. Jangan coba-coba menakut-nakuti kami", Satria berkata.

Melihat hal yang barusan terjadi, dirinya juga hampir tidak percaya. Namun, matanya sudah melihat beberapa kali kejadian aneh tersebut saat saat ini.

"Ahh tidak mungkin mataku salah lihat," gumam Akhil dalam hati, "Namun wajar saja mereka tidak percaya dengan apa yang aku katakan. Aku juga mungkin tidak percaya kalau orang lain mengalaminya. Tapi ... ini nyata sekali buat ku kali ini.

Akhil lantas coba kembali menancapkan gas mobilnya untuk menyusul yang lainnya.

Di Mobil Zul ....

Mobil Zul berada di barisan paling depan dari pada mobil lainnya. Mengingat Rahmat sang penunjuk arah berada dalam mobil tersebut.

Zul yang tengah mengendarai mobilnya bertanya, "Ini kemana lagi, Mat?"

"Lurus aja terus, Zul. Sebentar lagi kita akan sampai," jawab Rahmat duduk di belakang Zul.

Di sebelah Rahmat ia duduk bersebelahan dengan Dika. Dika coba melihat-lihat kebelakang seperti ada yang ia amati.

Tiba-tiba Rahmat menepuk pundak Dika sambil berkata, "Heyy ... kamu lihatin apa, Dik ... ?" Rahmat ikut menolehkan wajahnya kebelakang mobil, "Oh... pasti kau lagi memperhatikan Billa, ya?

Dika pun menjawab, "E-ennggak kok."

Dika langsung memalingkan wajahnya kembali ke depan.

"Ngaku aja kamu ...," ucap Rahmat sambil menunjuk Dika, " kamu suka ya?"

Dika coba mengelak. "Nggak ... Rahmat ... masa langsung suka baru juga ketemu."

"Kan siapa tau cinta pandangan pertama," jawab Rahmat.

Mendengar obrolan antara Dika dan Rahmat di belakang, Zul dan Febi yang berada di bangku depan hanya tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepala mereka.

...****************...

1
Friska Qumala
kenapa kesanya bila gitu yach ..
Imursadboy:): Wahh ... bingung juga jadinya kita sama hubungan mereka ya kak😁🙏
total 1 replies
Not Found
Lanjut kakk, penasaran nih sama kelanjutannya gimana hehe 🤩
Imursadboy:): Wihh ... tunggu part selanjutnya ya😁🙏
total 1 replies
Arias Binerkah
lanjut 💪💪💪
Arias Binerkah: komen sesuai judul 😁, ayo semangat lanjut 💪💪💪
total 2 replies
Arias Binerkah
lanjut kak
Imursadboy:): Gas kak lanjut terus ini🤟😁
total 1 replies
ZEROIND
Hujan like untuk "Ratap".

Terima kasih udah selalu dukung novel "Uta & Alber"
😊
Imursadboy:): Bagus kak novelnya, aku bakal berlangganan baca novelnya kakak🙏💪
total 1 replies
Friska Qumala
tulisan rumahnya ada dua Thor.
Imursadboy:): terimakasih sudah mengingatkan, kak🙏
total 1 replies
Cantik Jelita
Jangan jangan suami bu Yesi hilang pas muncak
Imursadboy:): Bisa jadi gitu😄
total 1 replies
“Haha ... aku baru tahu--” kata Putra.

Tanda elipsis pakai spasi.
Imursadboy:): Terimakasih atas koreksinya kk🙏
total 1 replies
“Ke mana?" tanya Putra.


Ke mana adalah yang benar, bukan kemana.
Tanda elipsis itu biasanya pakai spasi.


Eitsss ... Tapi--
Imursadboy:): terimakasih atas koreksinya 🙏😁
total 1 replies
Arias Binerkah
lanjut tor
Imursadboy:): Waduh makin semangat update kalau gitu💪😁
total 3 replies
Zahreeta Jinan
Hy kak, mampir tempat aku juga ya
Imursadboy:): Siap kak nanti coba-coba lihat karya kakak💪😁
total 1 replies
Arias Binerkah
semangat kak, sudah dikontrak ya?
Imursadboy:): Alhamdulillah sudah kak🙏😁
total 1 replies
Arias Binerkah
lanjut kak
Imursadboy:): terimakasih kak🙏😁
total 1 replies
Arias Binerkah
semangat up
Imursadboy:): Siap kak💪
total 1 replies
Not Found
Ceritanya keren ...
semangat terus kak 💕
Imursadboy:): Siap terima kasih. Masih pemula kak🙏😁
total 1 replies
Arias Binerkah
nyicil baca kak
Imursadboy:): Siap kak terimakasih sudah berkunjung. Maaf masih pemula 🙏😁
total 1 replies
Arias Binerkah
semangat kak
Imursadboy:): Semangat terus kak, kalau di semangatin🤟😁
total 1 replies
Alif Firmantara
karena ayah Billa mereka saling berjauhan😢
Imursadboy:): kasihan Billa nya ya kak😭
total 1 replies
Alif Firmantara
Tunggu terus Billa, Putra pasti pulang😢. Jadi ikut mewek baca novel nya:'(
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!